1,720,973 research outputs found
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN POSBINDU PTM (PENYAKIT TIDAK MENULAR) DI MASYARAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL X KOTA JAMBI TAHUN 2024
One form of community participation in carrying out early detection and monitoring ofNCD risk factors is through Posbindu PTM. Posbindu is a form of UKBM under theguidance of the Community Health Center in controlling NCD risk factors which iscarried out in an integrated, routine and periodic manner. The aim of the research is tofind out what factors influence the use of Posbindu PTM in the community in the PaalThe sample was 106 respondents. Data was collected using a questionnaire. How toanalyze univariate and bivariate. The test used in this research is Chi-Square. Theresults of this research showed that there was a relationship between knowledge (0.000),attitude (0.0031), support from health workers (0.000) and family support (0.000) withthe use of Posbindu PTM. The Posbindu PTM activity is a very effective activity inmonitoring health status to control the incidence of Non-Communicable Diseases, sothere needs to be increased knowledge and support from various parties, including theHealth Service, Community Health Center, family support and the community itself
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu, Status Sosial Ekonomi dan Jarak Kelahiran Terhadap Status Gizi Balita di Puskesmas Talangbakung Kota Jambi Tahun 2018
Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 54 % kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Di Indonesia, saat ini tercatat 4,5% dari 22 juta jiwa balita atau 900 ribu balita. Mengalami gizi kurang atau gizi buruk dan mengakibatkan lebih dari 80% kematian anak dan pada rentang tahun 2016 - 2017 sebanyak 35 balita gizi buruk yang ada di Provinsi Jambi. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitik dengan Cross Sectional yaitu untuk menghubungkan tingkat pengetahuan ibu, status ekonomi, jarak kelahiran terhadap status gizi pada balita di poli gizi di Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita dan yaitu sebanyak 43 orang. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 19 Agustus 2018 dengan menggunakan kuesioner dan lembar checklist sebagai alat ukur. Analisis dilakukan secara bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan P-Value 0.000(p<0,05), terdapat hubungan antara status ekonomi dengan status gizi balita dengan P-Value 0.000(p>0,05), terdapat hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian status gizi balita dengan P-Value 0.000(p<0,05). Dari hasil penelitian ini upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi balita adalah dengan memberikan penyuluhan tentang pola makan yang benar, pencegahan dan tindakan utama apabila anak dicurigai mengalami gizi kurang atau buruk oleh tenaga kesehatan baik bidan, dokter ataupun tenaga kesehatan lainnya baik secara langsung maupun media sosial seperti iklan dan pamflet
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Ulkus Diabetik pada Penderita Diabetes Militus di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2020
Menurut World Health Organization (WHO), diabetes merupakan penyebab kematian ke enam dunia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) Pada tahun 2015 penderita diabetes pada orang dewasa sebanyak 415 juta. Diabetes Melitus menyebabkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Prevalensi penderita luka diabetik di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan ulkus diabetik pada penderita Diabetes Militus di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2020.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes militus di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi pada bulan Januari – Juli 2020 yang berjumlah 497 orang. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 penderita. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengisian kuesioner, analisa data dalam penelitian ini secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebagian besar responden pengetahuan tinggi sebanyak 16 responden (53,3%), dukungan keluarga yang baik sebanyak 18 responden (60%) dan perilaku pencegahan ulkus diabetik yang baik sebanyak 18 responden (60%). Ada hubungan pengetahuan (p-0,004) dan dukungan keluarga (p-0,020) dengan perilaku pencegahan ulkus diabetik pada penderita Diabetes Militus karena p value < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga mempengaruhi pencegahan ulkus diabetik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan gambaran agar meningkatkan promosi kesehatan dengan melakukan penyuluhan untuk menghindari terjadinya pencegahan ulkus diabetik
HUBUNGAN SIKAP DAN MOTIVASI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASANG PUDAK
ABSTRAK
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus baru yaitu Coronavirus (COVID-19) Penularan COVID-19 dapat dicegah dengan melakukan 3M+vaksin yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan vaksin.hal ini dipengaruhi oleh sikap dan motivasi masyarakat terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak kabupaten muaro jambi dimana jumlah masyarakat yang terpapar sebanyak 20 orang .Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi dengan perilaku pencegahan Masyarakat di wilayah kerja puskesmas kasang pudak mengenai wabah virus corona. Metode Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kasang pudak. Subjek penelitian dipilih dengan metode accidental sampling, pengumpulan data dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner, metode analisis data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian adanya hubungan sikap terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak kabupaten muaro jambi dengan p-value 0,00 < dari nilai p-value 0,05. Adanya hubungan motivasi terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak dengan p-value 0,25 < dari nilai p-value 0,05
Analisis Kebijakan Program Pemerintah dalam Penanganan Penyakit Campak pada Balita di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2019
WHO memperkirakan pada tahun 2002 terjadi sekitar 35 juta kasus campak dan 614.000 orang diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Lebih dari 890/0 kematian terjadi di Negara dengan pendapatan berkapita < $1000. Sebagian besar kasus (850%) terjadi pada anak-anak balita. Pada Negara berkembang berkisar antara 3%-15%.
Penelitian ini merupakan penelitian kualititatif. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi pada Agustus 2019, jumlah populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi dan 2 orang pemegang program imunisasi campak, Metode pengumpulan data dilakukan dengra mendalam kemudian di analsisi secara deskriptif.
Dari hasil wawancara terlihat bahwa sejauh ini program penanganan imunisasi campak telah dilaksanakan dengan baik, pendapat itu di kemukankan oleh kepala puskesmas maupun 2 petugas dai program imunisasi campak tersebut. Sehingga tidak ada masalah yang berarti yang ditemukan dilapangan dari hasil wawancara.
Bagi institusi pendidikan terkait, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan atau materi pembelajaran baik kalangan mahasiswa pendidikan sarjana maupun profesi. 
Hubungan Kendali Mutu dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSD Kh. Daud Arif Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2017
Kualitas pelayanan merupakan totalitas dari bentuk karakteristik barang dan jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, baik yang nampak jelas maupun yang tersembunyi. Pemberian pelayanan yang berkualitas pada pelanggan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan apabila perusahaan ingin mencapai keberhasilan. Pelayanan kesehatan sendiri pada dasarnya merupakan suatu bentuk pengabdian kepada kepentingan masyarakat banyak dan tidak dapat diartikan sebagai unsur untuk mencari keuntungan pribadi atau golongan. Oleh karena itu, mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit harus berkualitas untuk mewujudkan suksesnya program JKN (Jaminan kesehatan Nasional).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kendali mutu dengan kualitas pelayanan kesehatan pasien rawat inap BPJS Kesehatan di RSD KH. Daud Arif Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifmenggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat ruang Rawat Inap berjumlah 87 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampel yaitu sebanyak 87 sampel. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini diketahui kualitas pelayanan kurang baik dari 87 responden sebanyak 38 responden (43,7%) dan baik sebanyak 49 responden (56,3%). Untuk sosialisasi kewenangan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik profesi terdapat 31 responden (35,6%) kurang baik, 39 responden (44,8) memiliki UR (utilization review) kurang baik. Hanya 33 responden (37,9) memiliki audit medis kurang baik,dan sebanyak 43 responden (49,4%) memiliki kualitas pelayanan kurang baik dalam pembinaan etika dan disiplin profesi tenaga kesehatan. Ada hubungan yang bermakna antara kendali mutu dengan kualitas pelayanan kesehatan pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan. Untuk itu, pelayanan kesehatan bermutu jika pelayanan dilakukan dengan cepat tanggap, adanya keramahan dari tenaga medis, melakukan reaudit perbaikan dan memiliki kemampuan praktek yang etis. 
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Baik dan Gizi Kurang Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi Tahun 2014
Balita merupakan salah satu kelompok usia rawan terhadap masalah gizi, khususnya gizi kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi antara lain pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, dan penyakit infeksi. Faktor – faktor tersebut berisiko untuk menyebabkan balita mengalami gizi kurang. Hasil laporan pencapaian indikator kinerja pembinaan gizi Kota Jambi di 20 Puskesmas Kota Jambi, diperoleh Puskesmas Payo Selincah paling banyak memiliki balita status gizi kurang sebanyak 62 balita (4,8%) pada tahun 2012 dan 49 balita (3,6%) pada tahun 2013. Tujuan penelitian untuk diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi baik dan gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi Tahun 2014. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan mengambil sampel 40 balita secara random sampling. Data diperoleh pada tanggal 23-27 September 2014 dikumpulkan dengan kuesioner dan kemudian di analisis secara univariat dan bivariat.Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,025, ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,050, ada hubungan antara riwayat penyakit balita dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,023 dan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,005.Melihat faktor-faktor yang menghambat kerjasama lintas sektor antara puskesmas dengan pihak kelurahan sehingga bisa menemukan solusi untuk menambah pendapatan keluarga, menggerakkan kader posyandu agar dapat memantau status gizi balita dan apabila status gizi balita menurun, dapat segera ditangani dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk memproduksi bahan makanan juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan keluarga
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELLITUS
WHO (2016) menyatakan bahwa sekitar 1 juta orang di wilayah regional Asia Tenggara meninggal karena konsekuensi dari kadar gula darah tinggi. WHO (2016) sekitar 1 juta orang di wilayah regional Asia Tenggara meninggal karena konsekuensi dari kadar gula darah tinggi. Semakin lama pasien mengalami DM dengan peningkatan kadar glukosa darah, maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya komplikasi yang salah satunya adalah gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dengan kualitas tidur penderita diabetes melitus di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Tahun 2021.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus di Puskesmas Simpang IV Sipin pada bulan Mei tahun 2021 sebanyak 138 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Simpang IV Sipin Jambi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25-26 Oktober 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden baru menderita diabetes melitus sebanyak 18 responden (56,2%) dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 23 responden (71,9%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa hubungan lama menderita DM dengan kualitas tidur penderita diabetes melitus dengan p value 0,024 < 0,05. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam menetapkan kebijakan – kebijakan manajemen kesehatan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan khususnya pada penderita diabetes melitus untuk mengatasi kualitas tidur buruk yang dialami sejak menderita DM dengan memberikan terapi baik farmakologi dan non farmakologi.
 
Pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di RS Jiwa Daerah Provinsi Jambi
Latar belakang : Salah satu tugas pokok perawat yang dapat menjadi faktor penentu untuk menilai kinerja perawat adalah pendokumentasian keperawatan. Dokumentasi merupakan salah satu fungsi dari pertanggung jawaban perawat dimata hukum, karena dengan pendokumentasian keperawatan dapat menghindarkan / melindungi perawat dari kegiatan malpraktik, disamping ini pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yang akurat dapat menginformasikan kepada profesi kesehatan lain tentang perawatan yang sedang berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Pelaksanakan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan.
Metode : Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan 5 orang perawat pelaksana dengan tehnik purposif sampling . Pengambilan data menggunakan tehnik wawancara mendalam.
Hasil : Hasil penelitian pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan menghasilkan 4 tema yaitu: 1) Alasan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah untuk memudahkan, menilai kemajuan klien secara akurat dan sesuai standardan sebagai bukti dimata hukum. 2) Hambatan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah karena motivasi, persepsi yang belum sama, pasien tidak kooperatif. 3) Dukungan yang diperlukan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah dukungan dari RS itu sendiri dan adanya standar pelayanan dalam pemberian reward / penghargaan. 4) Harapan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah dengan mengadakan pelatihan, pendidikan khusus,mengerti dan peduli kebutuhan pasien.
Simpulan : disarankan agar perawat meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan pelatihan ataupun pendidikan khusus dalam hal pendokumentasia
Hubungan Sikap dan Motivasi Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kasang Pudak
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus baru yaitu Coronavirus (COVID-19) Penularan COVID-19 dapat dicegah dengan melakukan 3M+vaksin yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan vaksin.hal ini dipengaruhi oleh sikap dan motivasi masyarakat terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak kabupaten muaro jambi dimana jumlah masyarakat yang terpapar sebanyak 20 orang .Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi dengan perilaku pencegahan Masyarakat di wilayah kerja puskesmas kasang pudak mengenai wabah virus corona. Metode Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kasang pudak. Subjek penelitian dipilih dengan metode accidental sampling, pengumpulan data dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner, metode analisis data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian adanya hubungan sikap terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak kabupaten muaro jambi dengan p-value 0,00 < dari nilai p-value 0,05. Adanya hubungan motivasi terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak dengan p-value 0,25 < dari nilai p-value 0,05
- …
