29 research outputs found
Faktor Resiko Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)
Sexually transmitted infections (STIs) are venereal diseases that can be transmitted by 30 types of pathogens through sexual intercourse. The purpose of this study is to find out the risk factors for STI disease in dr. H Hospital. Abdul Moeloek Lampung Province in 2012 - 2016. Type of descriptive analytic research with a cross-sectional design. Research place in RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province, in November-December 2017. The population in this study were patients with STIs recorded in the medical record book of 2012-2016 as many as 191 people and a sample of 186 people. The results of the study obtained 4 types of STIs caused by bacteria, namely gonorrhea, syphilis, condyloma, and bartolinitis. The age range of STI patients is 12-62 years, and the most in the 12-25 year age group is 93 people (50%). The most STI sufferers are men, 100 people (53.8%), with the highest education is high school, which is 121 people (65.1%), more STI patients who work are 102 people (54.8%), and STI sufferers who more from Bandar Lampung, 103 people (55.4%). Risk factors associated with the type of STI are gender (p-value=0.012) and work (p-value=0.012), while age (p-value=0.718), education (p-value=0.368), and residence address (p-value=0.088) there is no relationship with the type of STI
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus
Daun pepaya banyak digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Daun pepaya mengandung senyawa antibakteri seperti tanin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan alkaloid karpain. Bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus merupakan bakteri pathogen yang sering menginfeksi manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcu aureus. Jenis penelitian adalah eksperimen laboratorium. Uji daya hambat menggunakan metode difusi agar cara Kirby Bauer. Variabel penelitian yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya 10%-100%, dan zona hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Analisa data menggunakan uji Anova. Hasil penelitian ini didapatkan F hitung > F tabel, baik terhadap bakteri Escherichia coli maupun bakteri Staphylococcus aureus, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri tersebut, tetapi tidak efektif jika dibandingkan dengan zona hambat antibiotik Chlorampenicol 30 mcg (kontrol positif)
Pola Bakteri Kontaminan Serta Resistensinya di ICU dan Ruang Operasi Pada Rumah Sakit di Bandar Lampung
The ICU and operating rooms are places where sterility must be maintained. The purpose of this study was to determine the pattern of bacterial contaminants and their resistance in the ICU and operating rooms of several hospitals in Bandar Lampung. This type of research is descriptive, with a cross sectional design. Held in September – November 2019, at three hospitals which are BPJS referral hospitals in Bandar Lampung City, Indonesia. Samples were taken in the ICU and operating rooms by swab on walls, floors, beds, officers' clothes, equipment, and air samples. Sample examination includes microscopic examination, isolation, identification andantibiotic sensitivity testing. The results showed that from 54 samples examined, 61 isolates of contaminant bacteria were grouped into 11 bacterial species. The patterns of gram negative contaminants were Proteus morganii (19.7%), Pseudomonas aeroginosa (11.5%), and Proteus mirabilis (9.8%). The Gram positive bacteriawere dominated by Staphylococcus aureus (13.1%). Proteus mirabilis bacteria were resistant (16.7% - 100%) to 9 antibiotics used in this study. Klebsiella pneumonia, E. coli and Staphylococcus aureus, on average were 56.82%, 54.55% and 45.45% resistant to antibiotics. Some bacterial species are still sensitive to ciprofloxacinand meropenem. The conclusion is that pathogenic bacteria are still found on the surfaces of objects in the ICU and operating rooms, and these bacteria are resistant to antibiotics
Angka Kuman serta Upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Ruang Operasi dan Ruang ICU Beberapa Rumah Sakit di Kota Bandar Lampung
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit harus dijalankan untuk mencegah dan mengurangi kejadian infeksi pada setiap orang yang berada di rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui angka kuman dan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di ruang operasi dan ruang ICU beberapa rumah sakit di Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif.  Pengambilan data dengan cara pemeriksaan angka kuman dan wawancara mendalam pada partisipan di ruang operasi dan ruang ICU rumah sakit. Hasil penelitian untuk angka kuman di ruang operasi, masih ditemukan melebihi standar yang seharusnya pada satu rumah sakit. Sedangkan angka kuman di ruang ICU sudah memenuhi standar. Hasil  wawancara dengan partisipan di ruang operasi dan ICU menunjukkan bahwa di ketiga rumah sakit telah terbentuk Tim PPI, dengan tugas utamanya sebagai pengawasan dan monitoring pelaksanaan PPI. Sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya kegiatan ini telah tersedia dan mencukupi, seperti APD, sabun cuci tangan, hand rub, wastafel, air mengalir dan pelaksanaan sterilisasi alat-alat serta sterilisasi ruang operasi. Namun demikian kebiasaan mencuci tangan yang harus dilakukan oleh perawat sebelum dan setelah melakukan tindakan masih belum seratus persen, serta pengisian lembar surveilen belum diisi setiap hari
Hubungan Hasil Dipstik Urin (Leukosit Esterase, Nitrit dan Glukosuria) dengan Kejadian ISK pada Pegawai
A urine test with a dipstick is an alternative test for rapid leukocyte and bacterial tests to support the diagnosis of urinary tract infection (UTI). The purpose of this study was to determine the relationship between the results of the dipstick test (leukocyte esterase, nitrite, and glucosuria) with the incidence of UTI. The research is observational analytic with a cross-sectional design, which was conducted in September-October 2020, at Campus "X". The population is 351 people, with 92 respondents. A urine test was performed with a dipstick and culture. The dipstick test is a screening step, while the culture is used to confirm the microbiological diagnosis of UTI. The results of the study using the dipstick test showed that 17 people (18,48%) were positive for leukocyte esterase, 27 people (29,35%) were positive for nitrite, and 7 people (7,61%) were positive for glucosuria (DM). The results of the urine culture test showed that 20 people (21,74%) had UTI, which consisted of 11 women and 9 men. There is a relationship between leukocyte esterase and nitrite on UTI (p-value 0.00), but there is no relationship between glucosuria and UTI (p-value 0,279). The use of the dipstick test as a screening test for the incidence of UTI has been used, but it is still necessary to continue with a culture test to be able to make a diagnosis of UTI
Pengaruh Menstruasi Terhadap Profil Hematologi Pada Siswi SMPN 22 Bandar Lampung
Siklus menstruasi dapat mempengaruhi kesehatan remaja putri, seperti ketidakteraturan menstruasi, menoragia, dismenorea dan lain-lain. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh menstruasi terhadap profil hematologi pada siswi SMPN 22 Bandar Lampung. Penelitian dilakukan di SMPN 22 Kota Bandar Lampung, dan pemeriksaan profil hematologi dilakukan di laboratorium rumah sakit Dr.H.Abdoel Muluk Bandar Lampung, pada bulan Oktober – November 2016. Pemeriksaan profil hematologi meliputi jumlah lekosit, jumlah trombosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit Populasinya adalah seluruh siswi kelas VIII SMPN 22 Kota Bandar Lampung, dan sampelnya sebanyak 68 siswi, yang bersedia di ambil darah venanya. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan (p > 0,05) antara lama menstruasi dengan profil hematologi, yaitu makin lama menstruasi maka makin sedikit jumlah lekosit, dan makin rendah kadar hemoglobin, tetapi makin banyak jumlah trombosit, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit. Sedangkan hubungan siklus menstruasi dengan jumlah lekosit, jumlah trombosit, dan jumlah eritrosit menunjukkan korelasi yang sangat lemah. Tetapi hubungan siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin dan kadar hematokrit menunjukkan korelasi yang kuat walaupun tidak signifikan (p > 0,05). Korelasi yang signifikan terjadi antara siklus menstruasi dengan jumlah lekosit dan jumlah eritrosit, karena nilai p < 0,05
Antibacterial Potential of Gynura procumbens Against UTI Pathogens
Cases of urinary tract infections (UTIs) in Indonesia continue to increase. According to data from the Ministry of Health (2014), UTI cases reach 90–100 per 100,000 population annually. The incidence of UTI is mainly caused by bacterial infections, particularly Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae. One of the medicinal plants with pharmacological potential is the connected leaf (Gynura procumbens (Lour.) Merr.). This research aims to determine the effectiveness and impact of Gynura procumbens leaf extract at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% in inhibiting the growth of E. coli and Klebsiella pneumoniae. This research employed an experimental and completely randomized design (CRD). The independent variables were the concentrations of Gynura procumbens extract, and the dependent variables were the UTI-causing bacteria (E. coli and Klebsiella pneumoniae). Each concentration treatment (25%, 50%, 75%, and 100%) was repeated six times. The results showed that the average inhibition zone for E. coli was 6.33 mm at 25%, 6.91 mm at 50%, 9.39 mm at 75%, and 13.24 mm at 100% concentration. For Klebsiella pneumoniae, the average inhibition zone was 6.56 mm at 25%, 7.53 mm at 50%, 12.50 mm at 75%, and 15.54 mm at 100%. One-way ANOVA analysis resulted in a p-value of 0.000, indicating that Gynura procumbens leaf extract significantly inhibits the growth of UTI-causing bacteria (Klebsiella pneumoniae and Escherichia coli).Cases of urinary tract infections (UTIs) in Indonesia continue to increase. According to data from the Ministry of Health (2014), UTI cases reach 90–100 per 100,000 population annually. The incidence of UTI is mainly caused by bacterial infections, particularly Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae. One of the medicinal plants with pharmacological potential is the connected leaf (Gynura procumbens (Lour.) Merr.). This research aims to determine the effectiveness and impact of Gynura procumbens leaf extract at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% in inhibiting the growth of E. coli and Klebsiella pneumoniae. This research employed an experimental and completely randomized design (CRD). The independent variables were the concentrations of Gynura procumbens extract, and the dependent variables were the UTI-causing bacteria (E. coli and Klebsiella pneumoniae). Each concentration treatment (25%, 50%, 75%, and 100%) was repeated six times. The results showed that the average inhibition zone for E. coli was 6.33 mm at 25%, 6.91 mm at 50%, 9.39 mm at 75%, and 13.24 mm at 100% concentration. For Klebsiella pneumoniae, the average inhibition zone was 6.56 mm at 25%, 7.53 mm at 50%, 12.50 mm at 75%, and 15.54 mm at 100%. One-way ANOVA analysis resulted in a p-value of 0.000, indicating that Gynura procumbens leaf extract significantly inhibits the growth of UTI-causing bacteria (Klebsiella pneumoniae and Escherichia coli)
Hubungan Tingkat Keparahan Demam Berdarah dengan Kadar Hemoglobin, Hematokrit, Dan Trombosit di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis Bandar Lampung
Kota Bandar Lampung merupakan salah satu daerah endemis demam berdarah, pada tahun 2012 didapatkan penderita sebanyak 1.111 orang dan yang meninggal 11 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat keparahan demam berdarah dengan  hemoglobin, hematokrit, dan trombosit di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan dari medical record pasien demam berdarah yang memenuhi kriteria, yaitu sebanyak 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien demam berdarah pada derajat I (70,59%), derajat II (29,41%) dan tidak ada penderita pada derajat III dan IV. Berdasarkan umur pada derajat I didapatkan terbanyak pada umur balita (31,7%), sedang pada derajat II terbanyak pada umur dewasa (52,00%). Pasien laki-laki (61,7%) paling banyak pada derajat I, dan pada derajat II paling banyak perempuan (56,00%). Rata-rata kadar hemoglobin pada derajat I (12,3) dan derajat II (13,2), hematokrit pada derajat I (44,78), pada derajat II (47,64), jumlah trombosit pada derajat I (130.000), pada derajat II (84.480). Didapatkan hubungan yang bermakna dan korelasi yang lemah antara derajat keparahan dengan kadar hemoglobin (p = 0,006; r = 0,297) dan kadar hematokrit (p = 0,035; r = 0,229). Hubungan derajat keparahan dengan jumlah trombosit bermakna (p = 0,000; r = -0,732), dan mempunyai korelasi yang kuat dengan arah negatif
Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Termofilik Dari Sumber Air Panas Way Panas Bumi Natar Lampung Selatan
Sumber air panas adalah mata air yang dihasilkan dari kerak bumi setelah mengalami pemanasan geotermal. Sumber air panas merupakan media pertumbuhan yang cocok bagi bakteri termofilik. Bakteri termofilik merupakan kelompok bakteri yang beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang bersuhu tinggi, yaitu dengan suhu berkisar 45°- 90°C. Habitat alami bakteri termofilik tersebar luas di seluruh permukaan bumi, diantaranya pada sumber-sumber air panas,  kawah gunung berapi atau daerah vulkanik (Labeda, 1990 dalam Martharina,2010). Tujuan penelitian yaitu mengetahui adanya bakteri termofilik serta melakukan isolasi dan identifikasi karakteristik bakteri termofilik yang berasal dari sumber air panas Way Panas Bumi Natar Lampung Selatan. Metode penelitian ini adalah eksploratif. Penelitian dilakukan dengan 3 tahap, tahap pertama menumbuhkan bakteri pada media yang sesuai, tahap kedua melakukan isolasi dan tahap ketiga melakukan identifikasi untuk mengetahui karakteristik bakteri termofilik meliputi morfologi secara mikroskopi, morfologi koloni dan sifat-sifat biokimia. Hasil penelitian diperoleh 7 isolat bakteri termofilik, masuk kedalam genus Bacillus berdasarkan karakteristik fenotipik.  Sehingga perlu dilakukan identifikasi secara taksonomi numerik atau taksonomi genetik untuk mengetahui kesamaan genus atau spesies bakteri
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Jumlah Mikroba Pada Kecap Manis Isi Ulang Yang Digunakan Penjual Bakso Di Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung
Salah satu bahan penyedap makanan yang diperdagangkan adalah kecap. Selain nilai gizi, makanan harus terhindar dari pencemaran mikroorganisme terutama bakteri yang merupakan sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah mikroba dan faktor-faktor yang berhubungan dengan jumlah mikroba pada kecap manis isi ulang dan berapa persentase kecap manis isi ulang  yang digunakan penjual bakso di Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung yang tidak memenuhi syarat SNI No. 01-3543-1999 yaitu maksimal 105 koloni bakteri/gram dan angka kapang 50 koloni/gram. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan variabel jumlah bakteri dan angka kapang. Penelitian ini dilakukandengan metode ALT (Angka Lempeng Total). Setelah dilakukan perhitungan jumlah ALT pada kecap manis isi ulang yang digunakan penjual bakso di Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung didapatkan ALT bakteri antara 1,8 x 103 koloni/gram sampel sampai 27,2 x 106 koloni/gram sampel dan angka kapang berjumlah antara4 koloni/gram sampai 346 koloni/gram. Sebanyak 20 (80%) sampel tidak memenuhi syarat jumlah bakteri sesuai SNI No. 01-3543-1999 yaitu maksimal 105 koloni/gram, dan sebanyak 17 (68%) sampel tidak memenuhi syarat angka kapang sesuai SNI No 01-3543-1999 yaitu maksimal 50 koloni/gram sampel, dan tidak terdapat hubungan antara faktor-faktor dengan jumlah mikroba pada kecap manis isi ulang yang digunakan penjual bakso di Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung
