1,723,309 research outputs found
ANALISIS HUMANIORA NOVEL MAIMUNAH CINTA SANGPERAWAN KARYA VANNY CHRISMA W
Setelah dilakukan analisis struktural dan pragmatik yang ditekankan pada
aspek humaniora terhadap novel Maimunah Cinta Sang Perawan karya Vanny
Chrisma W selanjutnya disimpulkan sebagai berikut.
Analisis struktural meliputi judul, tema, penokohan dan perwatakan, konflik,
latar dapat disimpulkan sebagai berikut.
Judul novel Maimunah Cinta Sang Perawan karya Vanny Chrisma W
menunjuk pada tokoh utama yaitu Maimunah.
Tema mayor novel Maimunah Cinta Sang Perawan karya Vanny Chrisma W
adalah kegagalan seseorang menentang kodratnya. Tema ini didukung oleh tema
minor, yaitu (1) Tanggung jawab seorang kakak kepada adiknya, (2) Kebahagiaan
membutuhkan kesabaran. Tema-tema minor tersebut mendukung tema mayor,
sehingga tercipta kesatuan yang tematis.
Tokoh utama novel Maimunah Cinta Sang Perawan adalah Maimunah.
Maimunah berwatak bulat atau round character. Tokoh tambahan yang berperan
mendukung tokoh utama adalah Habibah, ustad Yusuf, Raka, Syamsuri, Zumar.
Habibah berwatak bulat atau round character . Ustad Yusuf berwatak bulat atau
round character. Raka berwatak datar atau flat character. Syamsuri berwatak bulat
atau round character. Zumar berwatak bulat atau round character. Tokoh-tokoh
cerita yang berwatak datar dan bulat tersebut, menjadikan novel ini semakin hidup.
Konflik novel Maimunah Cinta Sang Perawan meliputi konflik fisik dan
konflik batin. Konflik fisik terdiri atas konflik antara manusia dan manusia dan
konflik antara manusia dan masyarakat. Konflik antara manusia dan manusia terjadi
antara Maimunah dan Habibah, Maimunah dan Zumar, Maimunah dan ustad Yusuf.
Konflik manusia dan masyarakat terjadi antara Maimunah dan penduduk di
kampungnya. Konflik batin meliputi seseorang dengan kata hatinya dialami oleh
101
Maimunah. Konflik-konflik tersebut dapat menciptakan ketegangan, kedinamisan,
sehingga cerita menjadi hidup dan menarik.
Latar novel Maimunah Cinta Sang Perawan meliputi latar tempat, latar
waktu, dan latar sosial. Latar tempat yang digambarkan pengarang adalah Masjid AlAmin,
di
halaman
masjid,
terminal,
dan
rumah sakit. Latar waktu meliputi malam
hari dan pagi. Latar sosial yaitu lingkungan masyarakat religius dan kalangan kelas ke
bawah. Keberadaan latar-latar tersebut membuat cerita terasa jelas, konkrit dan
mudah dipahami, sehingga pembaca seolah-olah berada di dalamnya. Dari uraian
tersebut, diketahui bahwa antara satu unsur dengan unsur yang lain mempunyai
keterkaitan sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.
Analisis pragmatik berupa analisis humaniora yang meliputi manusia dan
cinta kasih, manusia dan penderitaan, manusia harapan, manusia dan tanggung jawab,
manusia dan kegelisahan. Analisis humaniora tersebut dapat disimpulkan sebagai
berikut.
Aspek manusia dan cinta kasih terdiri atas kasih sayang, kemesraan, belas
kasihan, pemujaan. Kasih sayang diberikan Raka, Ustad Yusuf, Habibah kepada
Maimunah. Maimunah memberikan kasih sayang kepada Syamsuri. Kemesraan
dialami oleh Maimunah dan ustad Yusuf. Maimunah mendapatkan belas kasihan dari
Raka dan ustad Yusuf. Pemujaan dilakukan oleh Maimunah. Manfaat yang diperoleh
setelah menganalisis manusia dan cinta kasih yakni, cinta kasih yang tulus dan ikhlas
akan meringankan permasalahan dan penderitaan orang lain, menciptakan
kebahagiaan, rasa tenang, dan kedamaian.
Aspek manusia dan penderitaan meliputi penderitaan dan rasa sakit.
Penderitaan terdiri atas penderitaan lahir, penderitaan batin, dan penderitaan lahir
batin. Penderitaan lahir dialami oleh Maimunah. Penderitaan batin dialami oleh ustad
Yusuf dan Maimunah. Penderitaan lahir batin dialami oleh Maimunah. Rasa sakit
terdiri atas sakit hati, sakit syaraf, dan sakit fisik. Maimunah mengalami rasa sakit
hati, sakit syaraf, dan sakit fisik. Ustad Yusuf mengalami sakit hati. Syamsuri
mengalami sakit fisik. Manfaat yang diperoleh setelah menganalisis aspek manusia
dan penderitaan yaitu setiap manusia hendaknya menghormati hak orang lain;
pemaksaan kehendak terhadap orang lain akan menyebabkan penderitaan; setiap
manusia hendaknya saling menolong, karena dapat meringankan permasalahan dan
penderitaan yang dialami.
Aspek Manusia dan Tanggung Jawab meliputi: pengabdian, kesadaran, dan
pengorbanan. Pengabdian ada tiga macam bentuknya, yakni pengabdian terhadap
keluarga, pengabdian terhadap masyarakat, dan pengabdian terhadap Tuhan.
Maimunah melakukan pengabdian terhadap keluarga dan pengabdian terhadap
Tuhan. Ustad Yusuf melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Kesadaran dimiliki
oleh Zumar, Maimunah, Syamsuri, dan Habibah. Pengorbanan dilakukan oleh
Maimunah dan ustad Yusuf. Manfaat setelah menganalisis aspek Manusia dan
Tanggung Jawab yaitu: setiap manusia harus menjalankan tanggung jawab masingmasing
sesuai
dengan
perannya,
karena
hal
tersebut
dapat
menciptakan
kondisi
yang
teratur,
tercapai
tujuan
yang
diinginkan,
sehingga
keharmonisan
dan
kedamaian
dapat
terwujud.
Aspek manusia dan harapan novel Maimunah Cinta Sang Perawan terdiri atas
harapan dan kepercayaan. Harapan terdiri atas harapan untuk memperoleh
kelangsungan hidup dimilki oleh Maimunah. Harapan untuk memperoleh keamanan
dimiliki oleh Maimunah. Harapan untuk memperoleh hak dan kewajibaan untuk
mencintai dan dicintai dimiliki oleh ustad Yusuf dan Maimunah. Kepercayaan terdiri
atas kepercayaan kepada diri sendiri dan kepercaayaan kepada orang lain
Kepercayaan kepada diri sendiri dimiliki oleh Maimunah. Kepercayaan kepada orang
lain didapatkan Habibah dari orang tuanya. Habibah memberikan kepercayaan
kepada ustad Yusuf. Ustad Yusuf memberikan kepercayaan kepada Maimunah.
Maimunah memberikan kepercayaan kepada Raka. Manfaat yang diperoleh setelah
menganalisis manusia dan harapan adalah setiap manusia harus berjuang dengan
kesabaran, optimis, dan bekerjasama dengan orang lain yang dipercaya untuk Aspek manusia dan kegelisahan yang terdiri atas kegelisahan dan
ketidakpastian. Kegelisahan dialami oleh Maimunah, ustad Yusuf, dan Habibah.
Ketidakpastian dialami oleh Maimunah. Manfaat setelah menganalisis aspek manusia
dan kegelisahan yaitu, manusia hendaknya memikirkan dengan sungguh-sungguh
segala keputusan yang akan diambil, supaya tidak menimbulkan kegelisahan.
Nilai-nilai humaniora meliputi manusia dan cinta kasih, manusia dan
penderitaan, manusia dan tanggung jawab, manusia dan harapan, manusia dan
kegelisahan menjadikan novel Maimunah Cinta Sang Perawan terasa humanis.
Aspek-aspek humaniora yang terkandung di dalamnya dapat mempengaruhi pembaca
untuk menjadi manusia yang lebih manusiawi. Manusia yang manusiawi yaitu: 1)
manusia yang memperlakukan manusia lain sebagaimana kodratnya. Setiap manusia
pasti memiliki perasaan sehingga ingin diperlakukan dengan baik, ingin dihormati,
dan dihargai; 2) manusia yang mampu menundukan nafsunya atas akalnya, sehingga
segala tindakannya merupakan hasil pemikiran yang matang ; 3) manusia yang
memiliki jiwa sosial yang tinggi. 4) manusia yang memiliki hubungan yang erat
dengan Tuhan yang menciptakannya.
Unsur-unsur struktural, baik tema, penokohan dan perwatakan, konflik, dan
latar dalam novel tersebut disusun sedemikian rupa dan mengandung aspek-aspek
humaniora yang bermanfaat bagi pembaca sebagai refrensi dalam bersikap dan
melakukan tindakan di dalam kehidupan
KAJIAN HUMANIORA NOVEL MAIMUNAH CINTA SANG PERAWAN KARYA VANNY CHRISMA W.
Maimunah Cinta Sang Perawan adalah novel yang menceritakan tentang perjodohan seorang wanita agamis dengan seorang Ustadz. Dalam penganalisisan novel Maimunah Cinta Sang Perawan karya Vanny Chrisma W. menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural dan pragmatik. Pendekatan struktural dapat mendeksripsikan hubungan antar unsur intrinsiknya sedangkan pragmatik difokuskan pada kajian Humaniora.
Pendekatan struktural yang digunakan meliputi tema, penokohan dan perwatakan, konflik, serta latar atau setting. Tema mayor novel Maimunah Cinta Sang Perawan karya Vanny Chrisma W. adalah cinta yang tidak terbalas menimbulkan penderitaan dan penyesalan. Tiga tema minornya yaitu seseorang akan rela berkorban demi orang yang dicintai, seorang kakak ingin melihat adiknya bahagia, dan seorang ibu rela mengorbankan harga dirinya demi kesembuhan anaknya. Tokoh utama dalam novel Maimunah Cinta Sang Perawan adalah Maimunah sedangkan tokoh bawahannya yaitu Ustadz Yusuf Kubay, Habibah, Nyonya Hamidah, Syamsuri, Savitri, Zumar dan Raka.
Konflik antara manusia dengan manusia terjadi antara Maimunah dengan Ustadz Yusuf Kubay, Maimunah dengan Habibah serta Maimunah dengan Zumar. Konflik manusia dengan masyarakat terjadi pada Maimunah dengan masyarakat. Konflik manusia dengan alam terjadi pada saat para jamaah mengikuti ceramah dan udara sangat dingin hingga terasa sampai ke tulang. Konflik antara ide satu dengan ide yang lain terjadi pada Maimunah yaitu saat dirinya memutuskan untuk meninggalkan Ustad Yusuf Kubay dan Syamsuri serta pada saat ia menyadari bahwa dirinya telah menyelingkuhi Ustad Yusuf Kubay secara halus, selain itu Ustad Yusuf
ix
mengalami konflik pada saat ia memberi izin kepada Maimunah. Konflik seseorang dengan kata hatinya terjadi pada Maimunah.
Latar tempat dalam novel Maimunah Cinta Sang Perawan yaitu masjid Al-Amin, rumah kontrakan kecil, rumah Habibah, rumah sakit, rumah Ustad Yusuf Kubay dan masjid Al-Falah. Latar lingkungan kehidupan menggambarkan kehidupan masyarakat yang agamis. Latar sistem kehidupan yaitu sistem perjodohan yang dilakukan oleh generasi Islam terdahulu. Latar alat meliputi buku agama, buku harian, surat, dan kalung. Sedangkan latar waktu yaitu malam hari, pagi hari, pukul enam sore, dan pagi hari pukul sembilan.
Kajian Humaniora novel Maimunah Cinta Sang Perawan mengungkapkan tentang hubungan manusia dengan manusia lain di sekitarnya. Aspek humaniora yang dominan dalam penganalisisan ini meliputi manusia dan cinta kasih, manusia dan penderitaan, manusia dan tanggung jawab, serta manusia dan keadilan.
Manusia dan cinta kasih meliputi kasih sayang, kemesraan, dan pemujaan. Maimunah merasakan kasih sayang dari Habibah dan Raka. Maimunah merasakan kemesraan dari Ustadz Yusuf Kubay, selain itu pemujaan juga dilakukan oleh Maimunah dan Ustadz Yusuf Kubay. Manusia dan penderitaan meliputi siksaan dan rasa sakit. Maimunah mengalami siksaan dari Habibah, Zumar, Ustadz Yusuf Kubay, dan Syamsuri. Maimunah juga mengalami rasa sakit dari Habibah, Nyonya Farzah, dan Savitri. Ustad Yusuf Kubay mengalami rasa sakit hati akibat Maimunah tidak dapat mencintai dirinya sedangkan Syamsuri mengalami rasa sakit akibat kecelakaan yang membuat dirinya kritis dan belum sadarkan diri selama beberapa hari. Manusia dan tanggung jawab meliputi pengabdian, kesadaran dan pembalasan. Pengabdian dialami oleh Habibah dan Maimunah, kesadaran dialami oleh Ustadz Yusuf Kubay, Zumar, dan Maimunah. Pengorbanan dialami oleh Maimunah dan Ustadz Yusuf Kubay. Manusia dan keadilan meliputi kejujuran, kecurangan, pemulihan nama baik dan pembalasan. Kejujuran dialami oleh Maimunah, Habibah, Nenek, Raka, dan Ustadz Yusuf Kubay. Kecurangan dilakukan oleh Maimunah dan Ustadz Yusuf
x
Kubay. Pemulihan nama baik dialami oleh Maimunah. Pembalasan dilakukan oleh Ustad Yusuf Kubay dan Maimunah
Prosiding: Nondestructive Banana Ripeness Classification using Neural Network.
Proceedings of the 4th International Conference on Informatics and Computing, ICIC 2019. Semarang. 23 - 24 October 2019. Code 157590. Maimunah, Maimunah; Handayanto, Rahmadya Trias; Herlawati, Herlawati. Article number 8985980. ISBN: 978-172812207-6. DOI: 10.1109/ICIC47613.2019.8985980 dengan link
url web:
https://ieeexplore.ieee.org/document/898598
Bukti Review: Nondestructive Banana Ripeness Classification using Neural Network.
Proceedings of the 4th International Conference on Informatics and Computing, ICIC 2019. Semarang. 23 - 24 October 2019. Code 157590. Maimunah, Maimunah; Handayanto, Rahmadya Trias; Herlawati, Herlawati. Article number 8985980. ISBN: 978-172812207-6. DOI: 10.1109/ICIC47613.2019.8985980 dengan link
url web:
https://ieeexplore.ieee.org/document/898598
Turnitin: Nondestructive Banana Ripeness Classification using Neural Network
Proceedings of the 4th International Conference on Informatics and Computing, ICIC 2019. Semarang. 23 - 24 October 2019. Code 157590. Maimunah, Maimunah; Handayanto, Rahmadya Trias; Herlawati, Herlawati. Article number 8985980. ISBN: 978-172812207-6. DOI: 10.1109/ICIC47613.2019.8985980 dengan link
url web:
https://ieeexplore.ieee.org/document/898598
KAJIAN HUMANIORA NOVEL MAIMUNAH CINTA SANG PERAWAN KARYA VANNY CHRISMA W.
Kajian Humaniora Novel Maimunah Cinta Sang Perawan Karya Vanny
Chrisma W.; Nurul Apriliani, 080110201027; 2013: 122 halaman; Jurusan Sastra
Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember.
Maimunah Cinta Sang Perawan adalah novel yang menceritakan tentang
perjodohan seorang wanita agamis dengan seorang Ustadz. Dalam penganalisisan
novel Maimunah Cinta Sang Perawan karya Vanny Chrisma W. menggunakan
metode penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural dan pragmatik. Pendekatan
struktural dapat mendeksripsikan hubungan antar unsur intrinsiknya sedangkan
pragmatik difokuskan pada kajian Humaniora.
Pendekatan struktural yang digunakan meliputi tema, penokohan dan
perwatakan, konflik, serta latar atau setting. Tema mayor novel Maimunah Cinta
Sang Perawan karya Vanny Chrisma W. adalah cinta yang tidak terbalas
menimbulkan penderitaan dan penyesalan. Tiga tema minornya yaitu seseorang akan
rela berkorban demi orang yang dicintai, seorang kakak ingin melihat adiknya
bahagia, dan seorang ibu rela mengorbankan harga dirinya demi kesembuhan
anaknya. Tokoh utama dalam novel Maimunah Cinta Sang Perawan adalah
Maimunah sedangkan tokoh bawahannya yaitu Ustadz Yusuf Kubay, Habibah,
Nyonya Hamidah, Syamsuri, Savitri, Zumar dan Raka.
Konflik antara manusia dengan manusia terjadi antara Maimunah dengan
Ustadz Yusuf Kubay, Maimunah dengan Habibah serta Maimunah dengan Zumar.
Konflik manusia dengan masyarakat terjadi pada Maimunah dengan masyarakat.
Konflik manusia dengan alam terjadi pada saat para jamaah mengikuti ceramah dan
udara sangat dingin hingga terasa sampai ke tulang. Konflik antara ide satu dengan
ide yang lain terjadi pada Maimunah yaitu saat dirinya memutuskan untuk
meninggalkan Ustad Yusuf Kubay dan Syamsuri serta pada saat ia menyadari bahwa
dirinya telah menyelingkuhi Ustad Yusuf Kubay secara halus, selain itu Ustad Yusuf
viii
mengalami konflik pada saat ia memberi izin kepada Maimunah. Konflik seseorang
dengan kata hatinya terjadi pada Maimunah.
Latar tempat dalam novel Maimunah Cinta Sang Perawan yaitu masjid AlAmin,
rumah kontrakan kecil, rumah Habibah, rumah sakit, rumah Ustad Yusuf
Kubay dan masjid Al-Falah. Latar lingkungan kehidupan menggambarkan kehidupan
masyarakat yang agamis. Latar sistem kehidupan yaitu sistem perjodohan yang
dilakukan oleh generasi Islam terdahulu. Latar alat meliputi buku agama, buku
harian, surat, dan kalung. Sedangkan latar waktu yaitu malam hari, pagi hari, pukul
enam sore, dan pagi hari pukul sembilan.
Kajian Humaniora novel Maimunah Cinta Sang Perawan mengungkapkan
tentang hubungan manusia dengan manusia lain di sekitarnya. Aspek humaniora
yang dominan dalam penganalisisan ini meliputi manusia dan cinta kasih, manusia
dan penderitaan, manusia dan tanggung jawab, serta manusia dan keadilan.
Manusia dan cinta kasih meliputi kasih sayang, kemesraan, dan pemujaan.
Maimunah merasakan kasih sayang dari Habibah dan Raka. Maimunah merasakan
kemesraan dari Ustadz Yusuf Kubay, selain itu pemujaan juga dilakukan oleh
Maimunah dan Ustadz Yusuf Kubay. Manusia dan penderitaan meliputi siksaan dan
rasa sakit. Maimunah mengalami siksaan dari Habibah, Zumar, Ustadz Yusuf Kubay,
dan Syamsuri. Maimunah juga mengalami rasa sakit dari Habibah, Nyonya Farzah,
dan Savitri. Ustad Yusuf Kubay mengalami rasa sakit hati akibat Maimunah tidak
dapat mencintai dirinya sedangkan Syamsuri mengalami rasa sakit akibat kecelakaan
yang membuat dirinya kritis dan belum sadarkan diri selama beberapa hari. Manusia
dan tanggung jawab meliputi pengabdian, kesadaran dan pembalasan. Pengabdian
dialami oleh Habibah dan Maimunah, kesadaran dialami oleh Ustadz Yusuf Kubay,
Zumar, dan Maimunah. Pengorbanan dialami oleh Maimunah dan Ustadz Yusuf
Kubay. Manusia dan keadilan meliputi kejujuran, kecurangan, pemulihan nama baik
dan pembalasan. Kejujuran dialami oleh Maimunah, Habibah, Nenek, Raka, dan
Ustadz Yusuf Kubay. Kecurangan dilakukan oleh Maimunah dan Ustadz Yusuf
ix
Kuba
y
.
P
e
mul
ihan
na
ma
ba
ik
diala
mi
o
leh
Ma
i
munah.
P
e
mbala
sa
n
dil
a
kuka
n
oleh
Usta
d
Yusuf
Kuba
y
d
a
n
Ma
im
una
Aspects Of The Main Characters Personality Novel Of Love The Works Vanny Maimunah Virgin Chrisma W: Study Psychological Literature And Implementation As Teaching Materials In Literature High School
Objective husband is (1) to describe the background historical social Vanny
Crhrima W AS novelist Maimunah Love the Virgin, (2) describe the structure of The
Developing Novel Maimunah Love the Virgin works Venny Chrisma, (3) describe
ASPECTS Personality figures Main, Maimunah, Novel hearts Maimunah Love the
Virgin works Chrisma Venny, (4) describe the personality of the characters AS
Implementation of teaching materials in high school literature. This research method
is qualitative descriptive label use. Data collection techniques that use technical
literature and noted. Model data analysis techniques using semiotic reading
Consisting differences heuristic and hermeneutic reading. Results husband ADA four
in (1) Vanny Chrisma W was born on December 4, 1983 in Sidoarjo, East Java. The
resulting works Posted author BETWEEN lie: Maimunah Love the Virgin, Heart
Jasmin, Wo Ai Ni Allah, Letter from the Creator. (2) Based on the analysis of
Structural, hearts Novel theme Maimunah Love the Virgin struggle of a woman
hearts retain Establishment and first love. Novel figures Maimunah hearts husband,
brother Habibah, Yusuf Kubay, Raka, Zumar, Haya, and Syamsuri. Used groove
groove is advanced. BACKGROUND ON husband novel is divided into three
sections: The background, foreground and background of social time. (3) Based on
the analysis reveal any personality ASPECTS OF Key figures Maimunah hearts
Novel of Love of the Virgin. Personality Aspects That consists From Three Aspects
of Personality Gapasioneerdern (the Great), the aspect Personality Cholerici (brave
man), and aspects of personality flagmaciti (Quiet people). (4) Based Research
Learning CAN be implemented hearts of literature in high school the first semester
XI IN CLASS WITH VARIOUS competency standard 7 Understanding the saga,
novel Indonesia / Novel translation and Basic Competency 7.2 analyzing elements of
intrinsic and extrinsic hearts Novel Indonesia / translation. Based on the analysis of
Maimunah Love Novel Aspects of the Virgin Key figures Personality CAN
exemplary Posted Learners that Personality hearts retain Opinion Must have strong
reasons, And Never Tired of feeling to review Keep learning
- …
