13,617 research outputs found
Pangan aman dan sehat : prasyarat kebutuhan mutlak sehari-hari/ Mahendradatta
xix, 147 hal.: ill.; tab.; 19 c
Cross-Cultural Meta-Analyses
In the enormous collection of cross-cultural data that have been published during the last few decades it is difficult to perceive patterns. There is a clear need for systematizing the vast amount of cross-cultural studies and for developing models that explain cross-cultural differences in psychology. Two methods of cross-cultural meta-analysis can be distinguished. First, the instrument-based method of comparing data for one instrument across countries is suitable for instruments which have been administered in many countries. Second, a domain-based meta-analysis used a thematic domain from which culture-comparative studies are sampled instead of one specific instrument or method
The demand for alcohol: a meta-analysis of elasticities
Numerous studies have estimated elasticities of alcohol demand using different procedures. Because of widespread differences in demand estimates, however, it is difficult to synthesise the literature into coherent meaning. This study improves our understanding of alcohol demand by reporting results from a meta-analysis of 132 studies. Specifically, regressing estimated price, income and advertising elasticities of alcohol on variables accounting for study characteristics, we find alcohol elasticities to be particularly sensitive to demand specification, data issues and various estimation methods. Furthermore, compared to other alcoholic beverages, beer elasticities tend to be more inelastic.alcohol demand, elasticity, meta-analysis, Demand and Price Analysis,
PENINGKATAN NILAI TAMBAH UBI JALAR MELALUI PENGOLAHAN MENJADI TEPUNG DAN BERBAGAI PRODUK KULINER OLAHAN UBI JALAR
Umbi-umbian merupakan bahan pangan lokal yang ketersediaannya cukup melimpah serta cukup potensial untuk dikembangkan dalam berbagai macam olahan yang enak dan bergizi, salah satu contohnya adalah ubijalar. Produk ubijalar sangat melimpah sat musim panen raya. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah ubi jalar adalah dengan mengolahnya menjadi tepung ubi jalar dan berbagai produk-produk ini diperlukan teknologi pengolahan dan dan alat pengolah yang tepat. Penerapan program IPTEKDA bertujuan untuk membantu masyarakat yang bergerak dibidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM)/kelompok usaha produk hasil pertanian mengembangkan usahanya melalui penerapan teknologi mengolah ubi jalar menjadi tepung ubijalar kemudian membina UKM. Produk pangan untuk mengolahan tepung ubijalar menjadi berbagai produk olahan yang menarik dan potensial untuk dikomersialkan. Hal ini diharapkan akan meningkatkan nilai produk ubi jalar dan dan nilai tambah bagi UKM sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Program IPTEKDA LIPI dilaksanakan di Kabupaten Pangkep dan Kodya Makassar. Di Pangkep dibangun kemitraan dengan CV. Alam Kibar untuk melakukan transfer teknologi, managemen usaha dan pemasaran agar mampu mengelola ubi jalar menjadi tepung ubi jalar dan kemudian mampu mengkomersialkannya. Di Kodya Makassar dilakukan kemitraan dengan kelompok usaha bersama (KUB) Pondok Aneka Kue memperkenalkan berbagai produk olahan tepung ubi jalar pada masyarakat konsumen. Kegiatan yang telah dilaksanakan sampai saat ini adalah introduksi teknologi pembuatan tepung ubi jalar pada CV Alam Kibar yang dilakukan secara bertahap yaitu: 1) merancang proses dan tataletak peralatan yang dibutuhkan, 2) menginventarisir peralatan yang telah dimiliki oleh CV Alam Kibar, 3) Pembuatan ruang pengering ubi jalar yang nantinya pemanasan menggunakan sekam padi dan limbah pertanian dari sekitar pabrik seperti halnya pada CV Alam Kibar , 4) pelatihan pembuatan ubi jalar pada UKM Pondok Aneka Kue kegiatan dilakukan secara bertahap yaitu : 1) Inventarisasi pelatihan yang dibutuhkan, 2) Pemesanan peralatan dan 3)Uji coba pembuatan kue dari ubi jalar.\ud
Rencana selanjutnya akan dilakukan beberapa kegiatan pada CV. Alam Kibar yaitu : 1) Uji coba produk menggunakan ruang pengering dan 2) Produksi komersial dan pemasaran. Sedangkan pada UKM Pondok Aneka Kue akan dilakukan beberapa kegiatan yaitu; 1)Pembuatan berbagai kue dari ubi jalar dan 2) Uji coba pemasaran
A comparative analysis of the demand for higher education: results from a meta-analysis of elasticities
Studies of the demand for higher education have produced numerous estimates of the tuition and income elasticities. Because of widespread variation in the models estimated, this paper performs a meta-analysis of the literature to uncover the extent to which study characteristics influence elasticities. In addition to being more inelastic in the short-run, the results reveal that demand is least responsive to tuition and income in the United States. Also, the measure of quantity and price, coupled with the method of estimation, have important effects on the tuition elasticity. Nonetheless, there are many study characteristics that have little impact on elasticity estimates.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH UBI JALAR MELALUI PENGOLAHAN MENJADI TEPUNG DAN BERBAGAI PRODUK KULINER OLAHAN UBI JALAR
Umbi-umbian merupakan bahan pangan lokal yang ketersediaannya cukup melimpah serta cukup potensial untuk dikembangkan dalam berbagai macam olahan yang enak dan bergizi, salah satu contohnya adalah ubijalar. Produk ubijalar sangat melimpah sat musim panen raya. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah ubi jalar adalah dengan mengolahnya menjadi tepung ubi jalar dan berbagai produk-produk ini diperlukan teknologi pengolahan dan dan alat pengolah yang tepat. Penerapan program IPTEKDA bertujuan untuk membantu masyarakat yang bergerak dibidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM)/kelompok usaha produk hasil pertanian mengembangkan usahanya melalui penerapan teknologi mengolah ubi jalar menjadi tepung ubijalar kemudian membina UKM. Produk pangan untuk mengolahan tepung ubijalar menjadi berbagai produk olahan yang menarik dan potensial untuk dikomersialkan. Hal ini diharapkan akan meningkatkan nilai produk ubi jalar dan dan nilai tambah bagi UKM sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Program IPTEKDA LIPI dilaksanakan di Kabupaten Pangkep dan Kodya Makassar. Di Pangkep dibangun kemitraan dengan CV. Alam Kibar untuk melakukan transfer teknologi, managemen usaha dan pemasaran agar mampu mengelola ubi jalar menjadi tepung ubi jalar dan kemudian mampu mengkomersialkannya. Di Kodya Makassar dilakukan kemitraan dengan kelompok usaha bersama (KUB) Pondok Aneka Kue memperkenalkan berbagai produk olahan tepung ubi jalar pada masyarakat konsumen. Kegiatan yang telah dilaksanakan sampai saat ini adalah introduksi teknologi pembuatan tepung ubi jalar pada CV Alam Kibar yang dilakukan secara bertahap yaitu: 1) merancang proses dan tataletak peralatan yang dibutuhkan, 2) menginventarisir peralatan yang telah dimiliki oleh CV Alam Kibar, 3) Pembuatan ruang pengering ubi jalar yang nantinya pemanasan menggunakan sekam padi dan limbah pertanian dari sekitar pabrik seperti halnya pada CV Alam Kibar , 4) pelatihan pembuatan ubi jalar pada UKM Pondok Aneka Kue kegiatan dilakukan secara bertahap yaitu : 1) Inventarisasi pelatihan yang dibutuhkan, 2) Pemesanan peralatan dan 3)Uji coba pembuatan kue dari ubi jalar.\ud
Rencana selanjutnya akan dilakukan beberapa kegiatan pada CV. Alam Kibar yaitu : 1) Uji coba produk menggunakan ruang pengering dan 2) Produksi komersial dan pemasaran. Sedangkan pada UKM Pondok Aneka Kue akan dilakukan beberapa kegiatan yaitu; 1)Pembuatan berbagai kue dari ubi jalar dan 2) Uji coba pemasaran
RAMESES publication standards: meta-narrative reviews.
BACKGROUND: Meta-narrative review is one of an emerging menu of new approaches to qualitative and mixed-method systematic review. A meta-narrative review seeks to illuminate a heterogeneous topic area by highlighting the contrasting and complementary ways in which researchers have studied the same or a similar topic. No previous publication standards exist for the reporting of meta-narrative reviews. This publication standard was developed as part of the RAMESES (Realist And MEta-narrative Evidence Syntheses: Evolving Standards) project. The project's aim is to produce preliminary publication standards for meta-narrative reviews. METHODS: We (a) collated and summarized existing literature on the principles of good practice in meta-narrative reviews; (b) considered the extent to which these principles had been followed by published reviews, thereby identifying how rigor may be lost and how existing methods could be improved; (c) used a three-round online Delphi method with an interdisciplinary panel of national and international experts in evidence synthesis, meta-narrative reviews, policy and/or publishing to produce and iteratively refine a draft set of methodological steps and publication standards; (d) provided real-time support to ongoing meta-narrative reviews and the open-access RAMESES online discussion list so as to capture problems and questions as they arose; and (e) synthesized expert input, evidence review and real-time problem analysis into a definitive set of standards. RESULTS: We identified nine published meta-narrative reviews, provided real-time support to four ongoing reviews and captured questions raised in the RAMESES discussion list. Through analysis and discussion within the project team, we summarized the published literature, and common questions and challenges into briefing materials for the Delphi panel, comprising 33 members. Within three rounds this panel had reached consensus on 20 key publication standards, with an overall response rate of 90%. CONCLUSION: This project used multiple sources to draw together evidence and expertise in meta-narrative reviews. For each item we have included an explanation for why it is important and guidance on how it might be reported. Meta-narrative review is a relatively new method for evidence synthesis and as experience and methodological developments occur, we anticipate that these standards will evolve to reflect further theoretical and methodological developments. We hope that these standards will act as a resource that will contribute to improving the reporting of meta-narrative reviews
MENGGALI DAN MENGEMBANGKAN POTENSI PANGAN LOKAL BERBASIS IKAN SEBAGAI BUMBU PENYEDAP MASAKAN (Flavor enhancer) UNTUK MEMPERKAYA KHASANAH BUMBU NUSANTARA
Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah penyedap rasa berbahan baku peda dan terasi dengan tambahan bumbu dan rempah yang berfungsi sebagai pengawet antimikroba dan penambah rasa dan aroma. Bumbu dan rempah diketahui bersifat antimikroba. Penerapan bumbu dan rempah pada produk hasil perikanan mengacu pada upaya penghambatan aktivitas enzim HDC dan pembentukan histamin sehingga kasus keracunan histamin dapat dicegah. Penyedap rasa ini dapat diterapkan untuk berbagai masakan tanpa penambahan bumbu lainnya. Hal ini dapat mengurangi penggunaan MSG yang berlebihan di dalam masakan. Selain itu penyedap rasa berbahan hasil fermentasi ikan ini diharapkan dapat memperkaya khasanah bumbu Nusantara. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahun. Hasil yang telah dicapai dari penelitian tahun pertama dan kedua adalah (1) sebuah buku berjudul Makanan Tradisional Sulawesi Berbasis Ikan (ISBN: 979-18390-8-5 Penerbit Masagena Press), (2) Pelaksanaan penelitian penyedap rasa berbasis terasi ikan dengan variasi bumbu dan rempah, (3) Keikutsertaan dalam International Conference on Nutraceutical and Functional Food di Bali, 12 ??? 15 Oktober 2010 dengan paper ???Development of Seasoning Powder as Flavor Enhancer which is made from fish paste???, (4) Penulisan draft buku Histamin dalam Bahan Pangan, (5) Penyusunan draft paten Penyedap Rasa All-in-One dan (6) Pelaksanaan penelitian optimalisasi produksi penyedap rasa. Hasil yang dicapai pada tahun ketiga penelitian adalah (1) penggandaan skala produksi ke skala industri kecil (6kg) untuk dua jenis penyedap rasa yaitu berbahan baku terasi dan peda dan pengujian umur simpan keduanya, (2) publikasi di Buletin Penelitian LP2M Unhas seri Hayati Vol.11, No.1 Maret 2011 dengan judul ???Kajian Pengolahan Penyedap Rasa dari Ikan Peda dengan penerapan Variasi Bumbu???, (3) penyusunan draf buku ???Mengenal histamin dalam bahan pangan??? dan buku ajar ???Analisa Bahan Pangan???, (4) pendaftaran paten penyedap rasa ???all-in-one??? ke Dirjen HKI dan terdaftar dengan nomor pendaftaran P00201100637 tanggal 14 September 2011, (5) pengiriman artikel dengan judul ???Development of Seasoning Powder as Flavor Enhancer which is made from fish paste??? ke jurnal Natur Indonesia dan (6) keikutsertaan pada International Food Conference di Surabaya dengan judul paper ???Optimazing production process of seasoning powder made from fermented fish products??? pada tanggal 28 ??? 29 Oktober 2011 di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya. Beberapa kegiatan seperti penyusunan SOP, pengkajian tekno-ekonomi penyedap rasa dan perancangan serta pencetakan kemasan sementara dalam proses penyelesaian
- …
