5 research outputs found

    Pengaruh Metode Bernyanyi Berbasis Sumbang Duo Baleh Terhadap Karakter Anak Usia 5-6 Tahun

    No full text
    Karakter yaitu perpaduan antara moral etika dan akhlak yang merupakan sifat yang ditunjukkan oleh masing-masing individu yang nyata dan berbeda. Berdasarkan observasi dan wawancara di TK Al Azhar ditemukan bahwa anak kurang terstimulasi dalam pembentukan sikap dan perilaku seperti dalam bertingkahlaku, berucap, bersikap sopan dan santun dalam kegiatan bermain dan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh dari metode bernyanyi berbasis sumbang duo baleh terhadap pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun. Metode yang dicobakan/treatment yaitu metode bernyanyi lagu berbasis Sumbang Duo Baleh. Jenis metode penelitian ini yaitu kuantitatif yang menggunakan metode eksperimen, sebagai acuan cluster sampel dengan model total sampling, sampel penelitian ini  terdiri  dari kelas kontrol dan kelas eksperimen yang masing-masing kelas berjumlah 22. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tes secara langsung, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen besar dibanding  pada kelas kontrol . Jadi terdapat kesimpulannya yaitu metode bernyanyi berbasis sumbang duo baleh berpengaruh terhadap karakter anak usia 5-6 tahu

    Analisis Tari Payung Di Sanggar Puti Limo Jurai Bukittinggi

    No full text
    In this study, the author discusses the Umbrella Dance at Sanggar Puti Limo Jurai which is a traditional dance based in Bukittinggi City, West Sumatra. This dance has a characteristic that describes the values of life of the people of the West Sumatra region with simple movements but contains ideas that are sourced from local culture and customs. This Umbrella Dance is bound by the norms and customary rules of the place where it is sheltered, namely in the City of Bukittinggi. The creator of this Umbrella Dance movement is named Oktavianus or commonly called 'Mak Boy' who is an alumnus of the Indonesian Art Institute (ISI) Padangpanjang. The Puti Limo Jurai Studio has special facilities to develop the talents of the local community in the fields of dance and music. In this study, the authors used observation, interview and direct observation techniques with Tommy Gusman as a trainer at the studio. In this analysis, the author examines the elements contained in Payung Dance such as motion, music, makeup, costumes, floor design, lighting and performance venues. This Umbrella Dance explains the drama of the love story of a pair of lovers, therefore this dance has movements that tend to be free and not too special like other traditional dances. When dancing the Umbrella Dance, two accompaniment elements will be accompanied, namely the wasps of traditional musical instruments and the poem or song "Babendi-bendi to the Tatang river". The musical accompaniment consists of the Malay drum, bansi, melodic talempong, tambua and chord talempong. The tempo and rhythm of the music must match the dance. So it can be concluded that this Umbrella Dance tells about the couple having the meaning of affection and protection for their lover. This dance is performed by two or four people in pairs using umbrellas and scarves. The male dancer symbolizes the protective figure who is the main pillar of the family. While the shawl worn by female dancers depicts the sacred bond of love from a partner which is often interpreted as the loyalty of a woman to build a household. So this dance tells about humans in the Minangkabau tribe who live in pairs and even though they are in love, they still adhere to predetermined customs

    ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA SAHAM-SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR PERTANIAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2016-2018

    No full text
    Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui apakah layak membeli saham emiten bidang Pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai sarana investasi jika dihitung dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) Periode Tahun 2016-2018 dan (2).Untuk mengetahui tingkat pengembalian saham dan risiko dengan menggunakan Metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) dalam menentukan keputusan investasi pada saham emiten bidang Pertanian yang terdaftar di BEI periode 2016-2018.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga terpilih sampel sebanyak 14 perusahaan yang kesemuanya merupakan perusahaan pertanian utama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Berdasarkan analisis data terdapat hubungan non linear antara risiko sistematis (beta) dengan tingkat pengembalian saham yang diharapkan [E(Ri)]. Saham-saham tersebut memiliki nilai Ri lebih besar daripada E(Ri) atau [Ri > E(Ri)]. Keputusan investasi yang harus diambil oleh investor adalah membeli saham tersebut. Sedangkan 11 saham perusahaan yang termasuk dalam kategori saham tidak layak yaitu saham ANJT, BISI, DSFI, DSNG,BWPT, GZCO, JAWA, LSIP, SIMP, SGRO, dan SSMS. Saham-saham tersebut memiliki nilai Ri lebih kecil daripada E(Ri) atau [Ri <E(Ri)]. Keputusan investasi yang harus diambil oleh investor adalah menjual saham tersebut sebelum harga turun.Kata kunci: Metode CAPM, beta, Indeks Harga Saham Gabungan, Emiten

    Analisis Makna Kritik Sosial dalam Lagu “Tentang Cuan” Karya Enau: Analisis Wacana Kritis (Teun A. van Dijk)

    No full text
    Analisis wacana merupakan sarana alternatif untuk mengkaji makna pesan dari teks dan esai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna kritik sosial yang terdapat dalam lagu “Tentang Cuan” karya Enau. Penelitian ini memfokuskan untuk membedah makna kritik sosial yang terkandung di dalamnya. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif metode deskriptif dengan menggunakan konsep analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk sebagai pendukungnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi sebagai data primer, dan wawancara serta dokumen sebagai data sekunder. Hasil pada penelitian ini yaitu terdapat kritik sosial dengan arti yang cukup luas. Penulis menemukan bahwa tema, topik, atau isu yang diangkat atau berusaha dimunculkan yaitu menyinggung oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan, permainan politik, penggelapan dana, korupsi, kecurangan, dan ancaman bagi orang-orang yang jujur. Lagu ini memiliki makna yang bisa diartikan sedemikian rupa oleh para pendengar, dan pencipta lagu pun membebaskan dan memberi ruang bagi para pendengar untuk mengartikan lagu ini. Penulis menemukan adanya perbedaan pemaknaan yang terjadi antara pencipta dengan pendengar lagu
    corecore