1,721,055 research outputs found

    High Romantic Argument: Essays for M.H. Abrams

    Full text link
    Part 1. Visions of Wordsworth: "The poetics of prophecy" by Geoffrey Hartman (Yale University); "As with the silence of the thought" by Jonathan Wordsworth (Exeter College, Oxford)-- Part 2. The achievement of M.H. Abrams: "History as metaphor: Or, Is M.H. Abrams a mirror, or a lamb, or a fountain, or ...?" by Wayne C. Booth (University of Chicago); "Coleridgean criticism of the work of M.H. Abrams" by Thomas McFarland (Princeton University); "The genie in the lamp: M.H. Abrams and the motives of literary history" by Lawrence Lipking (Northwestern University); "The mirror stage" by Jonathan Culler (Cornell University); "A Reply" by M.H. Abrams (Cornell University); "A Bibliography of M.H. Abrams" by Stuart A. Ende (California Institute of Technology)

    Novel Tulang-Tulang Berserakan: Satu Analisis Koordinat M.H Abrams.

    No full text
    Kajian yang dijalankan ini adalah mengupas novel Tulang-Tulang Berserakan oleh Usman Awang. Kajian yang dijalankan ini adalah berdasarkan kepada dua objektif utama iaitu membincangkan sudut pandangan pembaca melalui koordinat pragmatik dalam novel Tulang-Tulang Berserakan dan menganalisis novel Tulang-Tulang Berserakan dari koordinat ekspresif M.H Abrams. Kajian yang dijalankan ini melibatkan pendekatan teori sastera yang telah diperkenalkan oleh M.H Abrams yang mana ia melibatkan empat koordinat sastera iaitu koordinat mimetik, pragmatik, ekspresif dan objektif. Keempat-empat koordinat ini mempunyai kaitan dengan karya, alam, pembaca dan pengarang. Kajian yang dijalankan ini adalah menekankan dari sudut koordinat pragmatik dan koordinat ekspresif. Koordinat pragmatik ini tidak boleh dipisahkan dengan sudut pembaca yang mana pembaca menerima emosi, hiburan, perasaan dan sebagainya yang terdapat dalam teks kajian. Koordinat ekspresif pula saling berhubungan dengan pengarang dan bagaimana pengarang mengekspresikan mindanya dalam novel Tulang-Tulang Berserakan seperti pengajaran, kritikan, perasaan dan sebagainya

    Novel Tulang-Tulang Berserakan: Satu Analisis Koordinat M.H Abrams

    No full text
    Kajian yang dijalankan ini adalah mengupas novel Tulang-TuIang Berserakan oleh Us-man Awang. Kajian yang dijalankan ini adalah bcrdasarkan kepada dua objektif utama iaitu membincangkan sudut pandangan pembaca melalui koordinat pragmatik dalam novel Tulang-Tulang Berserakan dan menganalisis novel Tulang-Tulang Berserakan dari koordinat ekspresif M.H Abrams. Kajian yang dijalankan ini melibatkan pendekatan teori sastera yang telah diperkenalkan oleh M.H Abrams yang mana ia melibatkan empat koordinat sastera iaitu koordinat mimetik, pragrnatik, ekspresif dan objektif. Keempat-empat koordinat ini mempunyai kaitan dengan karya, alam, pembaca dan pengarang. Kajian yang dijalankan ini adalah menekankan dari sudut koordinat pragmatik dan koordinat ekspresif. Koordinat pragrnatik ini tidak boleh dipisahkan dengan sudut pembaca yang mana pembaca menerima emosi, hiburan, perasaan dan sebagainya yang terdapat dalam teks kajian. Koordinat ekspresif pula saling berhubungan dengan pengarang dan bagaimana pengarang mengekspresikan mindanya dalam novel Tulang-Tulang Berserakan seperti pengajaran, kritikan, perasaan dan sebagainya

    EKSPRESI PENGARANG DALAM ROMAN VOUS REVOIR KARYA MARC LEVY : KAJIAN EKSPRESIF M.H. ABRAMS

    No full text
    Roman Vous Revoir karya Marc Levy merupakan sekuel dari roman pertamanya yang berjudul Et Si C’était Vrai. Roman ini berbicara tentang kisah cinta Arthur dan Lauren dimana Arthur kembali ke San Fransisco setelah dia melarikan diri ke Paris sebagai upaya untuk melupakan Lauren. Ketika dia kembali semua keadaannya masih sama kecuali Lauren, seseorang yang dicintainya tidak mengenalinya. Arthur berjanji untuk tidak akan menemui Lauren lagi setelah dia menyelamatkan nyawanya. Namun takdir berkata lain, Lauren menyelamatkan nyawa Arthur. Inilah kisah cinta yang melewati batas dunia nyata dan tidak nyata, serta dua orang yang dipertemukan untuk saling mengenal kembali. Dalam roman tersebut banyak ditemukan ekspresi-ekspresi yang dituangkan pengarang melalui para tokoh dalam kompleksitas permasalahannya. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana ekspresi pengarang dalam roman Vous Revoir karya Marc Levy berdasarkan kajian ekspresif M.H. Abrams. Dalam penelitian ini, peneliti memilih roman Vous Revoir karya Marc Levy sebagai objek material. Objek formal dalam penelitian ini adalah aspekaspek yang menekankan pada ekspresi pengarang, proses kreatif, dan refleksi pengarang berdasarkan teori yang digunakan yakni kajian ekspresif M.H Abrams. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa membaca dan mencatat. Untuk menganalisis data peneliti memilih teknik analisis isi. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan dari hasil analisis, data yang ditemukan dalam roman Vous Revoir berupa : a) Marc Levy menyampaikan perasaannya melalui tokoh-tokoh yang ada dengan berbagai jenis ekspresi seperti kerinduan, kekesalan, kemarahan, kesetiaan, kesedihan dll ; b) adanya proses kreatif terdiri dari tiga proses yakni sebelum menulis, saat menulis, dan sesudah menulis ; c) refleksi pengarang (Marc Levy) pada tokoh dalam roman (Arthur) menghasilkan kesamaan keduanya berdasarkan latar belakang profesi mereka dan cara mereka dalam mengasihi pasangan yang dicintainya

    批评是理性对话——艾布拉姆斯与他的文学批评观 (Literary Criticism as a Rational Dialogue: M.H. Abrams and His Theoretical Orientations)

    Full text link
    M.H. Abrams is known to Chinese readers as an influential literary critic of the Romantic Movement. This article, commissioned by Literature, a Chinese-language literary newspaper, introduces the theoretical orientations of M. H. Abrams, who passed away in April 2015 at the age of 102

    M. H. Abrams at Cornell University - Videos and Multimedia Presentations

    No full text
    The videos and audio files presented here are contained in the DVDs that are part of the Book "M.H. Abrams at Cornell University". The videos and audio files encompass interviews, lectures by M.H. Abrams, tributes and poetry readings.1_p5q5uega1_e0kovioj1_h9zhayyd1_1nd6w7d31_gjkq5wwa1_dofwbazf1_lc6vb2mz1_5l8aj1xe1_fngl4x3r1_e6cfzl431_2gklixyi1_akaxc38

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore