113 research outputs found

    Upaya Meningkatkan Praktek Wudhu Melalui Metode Demonstrasi pada Mata Pelajaran PAI Kelas II SDN Pingaran 2 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar

    No full text
    Noor Islamiah, A.Ma. 2011. Upaya Meningkatkan Praktek Wudhu Melalui Metode Demonstrasi pada Mata Pelajaran PAI Kelas II SDN Pingaran 2 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Agama SDN, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing I Drs. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd. Pembimbing II M. Noor Fuady, M.Ag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana keefektifan metode demonstrasi wudhu pada bidang studi PAI SDN Pingaran 2 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, dengan metode deskriptif analisis terhadap data yang penulis peroleh dari lapangan. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, penulis merumuskan penelitian yang terperinci dan bersifat operasional. Penelitian ini ditetapkan rumusan masalah yaitu apakah pelaksanaan metode demonstrasi dapat meningkatkan keterampilan berwudhu bagi siswa kelas II SDN Pingaran 2 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar dan bagaimana kemampuan siswa dalam mempraktekkan tata cara berwudhu tersebut. Sehingga tujuan dari penelitian ini diketahuinya bahwa melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan wudhu pada pelajaran PAI bagi siswa kelas II SDN Pingaran 2 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif dan kolaboratif. Pengembangan program didasarkan pada data informasi dari guru dan setting secara amaliah melalui dua tahapan siklus penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi wudhu efektif digunakan pada bidang studi PAI siswa kelas II SDN Pingaran 2 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Hal ini dapat dilihat dari persentase hasil observasi teman sejawat terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan penelitian yaitu pada siklus I rata-rata 90,62%. Dalam kegiatan pembelajaran mulai dari siklus I sampai siklus II terlihat aktivitas siswa sangat baik, hal ini sesuai dengan persentase hasil observasi dan teman sejawat terhadap aktivitas siswa yang aktif dan bergairah dalam belajar. Hal ini dapat dilihat rata-rata siklus I 90,62%, dan rata-rata siklus II 85%, rata-rata keseluruhan 82,5%. Dari hasil belajar, yaitu hasil belajar siswa meningkat pada mata pelajaran wudhu pada khususnya pada mata pelajaran lain pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Rata-rata nilai pada siklus I 7,06% dan pertemuan II 7,37%, rata-rata 7,21% masih dibawah persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum PAI yaitu 7,50%. Kemudian meningkat pada siklus II pertemuan ketiga menjadi 7,43% dan pertemuan keempat 8,12%, rata-rata siklus II adalah 7,77% diatas persyaratan tuntas. Terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi. Hal ini dapat dilihat dari kuesioner siswa, yaitu yang menjawab sangat setuju 31,16%, setuju 68,84%, kurang setuju 0% dan tidak setuju 0%

    Pendidikan Keimanan Di MTs Muhammadiyah 3 Banjarmasin

    No full text
    Pada hakikatnya pendidikan Islam tak dapat dilepaskan hubungannya dari al-Khaliq, Sang Maha Pencipta. Konsep Tarbiyah, Ta’lim dan Ta’dib yang dijadikan rujukan pemaknaan dan penyusunan konsep pendidikan Islam semuanya mengacu kepada sumber utamanya, yaitu Allah Swt. Pembelajaran aqidah atau keimanan sangat urgent dalam pembentukan manusia seutuhnya, maka perlu diimplementasikan dan dikembangkan secara maksimal sehingga dapat mencapai target secara efektif dan efesien. Pembelajaran keimanan di sekolah diwujudkan dengan sebuah mata pelajaran yang dinamakan Aqidah Akhlak.   Kata Kunci: Pendidikan, Keimanan, MTs Muhammadiya

    TAUHID, AKHLAK, DAN MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    No full text
    Fitrah yang bersifat potensial tersebut harus dikembangkan secara faktual dan aktual. Untuk melakukan upaya tersebut, Islam memberikan prinsip-prinsip dasarnya berupa nilai-nilai Islami sehingga pertumbuhan potensi manusia terbimbing dan terarah. Manusia merupakan elemen utama dalam pendidikan. Karena hanya manusia yang harus dan dapat dididik serta harus dan dapat mendidik, tanpa pendidikan perkembangan manusia tidak dapat berjalan secara optimal. Pendidikan Islam berfungsi membimbing dan mengarahkan manusia agar mampu mengemban amanah dari Allah, yaitu menjalankan hidupnya dimuka bumi bagi sebagai ‘abd Allah maupun sebagai khalifah Allah. Kedua misi manusia tersebut, baik sebagai ‘abd Allah maupun khalifah Allah, merupakan perjanjian primordial antara manusia dan Allah. Untuk mengemban misi tersebut, manusia dibekali alat-alat potensial, sehingga manusia dapat mengetahui, memahami dan menjalankan tugas tersebut. Namun manusia mudah jatuh dan tergelincir sehingga melupakan misi yang harus diembannya.   Kunci kunci: tauhid, akhlak, manusia, pendidikan, Isla

    Pembinaan Aqidah pada Anak Usia Sekolah

    No full text
    Pendidikan adalah lembaga yang dimiliki pemerintah dalam memberikan ilmu pengetahuan, baik itu ilmu pengetahuan umum maupun keagamaan. Ilmu pengetahuan keagamaan sangat berperan sekali dalam pengenalan akan Tuhan dan ciptaanNya. Ssalah satu materinya adalah Aqidah. Di dalam melaksanakan pendidikan aqidah sangat ditekan sekali pada masa usia sekolah dan car amengajarkannya perlu dihindari cara-cara yang bersifat paksaan dan ancaman yang merusak perasaan, melemahnya kekuatan fikir dan membiasakannya mengikuti sesuatu tanpa memberikan kepuasan. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode yang cocok dalam penerapannya, yaitu metode Imitasi (Keteladanan), Metode Pembiasaan, Metode Cerita/Dongeng dan Metode Bermain. Kata kunci: Aqidah, Metode, Usia Sekola

    Pendidikan Keimanan Di MTs Muhammadiyah 3 Banjarmasin

    No full text
    Pada hakikatnya pendidikan Islam tak dapat dilepaskan hubungannya dari al-Khaliq, Sang Maha Pencipta. Konsep Tarbiyah, Ta’lim dan Ta’dib yang dijadikan rujukan pemaknaan dan penyusunan konsep pendidikan Islam semuanya mengacu kepada sumber utamanya, yaitu Allah Swt.Pembelajaran aqidah atau keimanan sangat urgent dalam pembentukan manusia seutuhnya, maka perlu diimplementasikan dan dikembangkan secara maksimal sehingga dapat mencapai target secara efektif dan efesien. Pembelajaran keimanan di sekolah diwujudkan dengan sebuah mata pelajaran yang dinamakan Aqidah Akhlak. Kata Kunci: Pendidikan, Keimanan, MTs Muhammadiya

    DZIKIR

    No full text
    Sarana para sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan zikir. Menurut Hasan Syargawi definisi dzikir sebagai upaya menghadirkan Allah Swt. ke dalam kalbu disertai perenungan-perenungan [tadabhur].Para sufi berbeda pandangan mengenai tingkatan zikir dan cara menggunakannya. Salah satunya menurut Ustadz Asy-Syaikh, Zikir ada dua macam: zikir lisan dan zikir hati. Zikir lisan bagi seorang hamba yang menggunakan tekniknya akan mengantarkannya pada kelanggengan zikir hati. Zikir lisan ini punya pengaruh pada zikir hati. Jika hamba berzikir dengan lidah dan hatinya secara sekaligus, maka dia adalah seorang ahli zikir yang sempurna dalam sifat dan keadaan laku spritualnya.Di antara keistimewaan zikir adalah tidak dibatasi waktu, bahkan tidak ada waktu kecuali seorang hamba diperintahkan berzikir, baik yang bersifat wajib atau sunat. Salat mesti kedudukannya sebagai ibadah yang paling mulia, dalam waktu-waktu tertentu tidak boleh dilakukan. Sedang zikir dilakukan sepanjang waktu dalam berbagai keadaan.Kata Kunci: Hati, Lisan, Ibadah, Hamba</jats:p
    corecore