2 research outputs found
OPTIMALISASI PELAKSANAAN BONGKAR MUAT PERTALITE DI MT KLAWOTONG PERIODE OKTOBER 2016-OKTOBER 2017
ABSTRAKSI
M. Amrizal Ridho S, 51145158. N, Optimalisasi Pelaksanaan Bongkar Muat Pertalite Di MT.
Klawotong Periode Oktober 2016-Oktober 2017. Pembimbing : (I)
Capt. Ali Imran Ritonga, M.M, M.Mar (II) Irma Shinta Dewi, S.S,
M.Pd
Indonesia merupakan salah satu produsen minyak dan gas negara di dunia. Dengan
semakin meningkat dan meningkatkan produksi dari ladang minyak, peran tanker dalam peran ini
sangat penting bagi sarana transportasi minyak dan gas alam. Seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka tanker sendiri mengalami perubahan dan perkembangan serta
pembaharuan, terutama dalam hal bongkar muat peralatan di papan dengan kemajuan teknologi,
harus seimbang dengan faktor manusia dalam rangka untuk beroperasi peralatan peralatan canggih
dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur dan manual yang ada. Permasalahan bagaimana
pelaksanaan bongkar muat pertalite di kapal tanker yang benar agar kendala-kendala yang terjadi
pada saat bongkar muat dapat ditekan.
Optimalisasi adalah proses peningkatan sesuatu dengan perbuatan dan juga pikiran.
Bongkar muat adalah penempatan atau pemindahan muatan dari darat ke atas kapal dan
sebaliknya, memindahkan muatan dari atas kapal ke darat di pelabuhan tujuan. Berdasarkan
analisa bahwa pelaksanaan bongkar muat pertalite di kapal tanker sering mengalami keterlambatan
dikarenakan beberapa kendala baik dari faktor manusia maupun dari faktor peralatan. Dari analisa
diatas perlu diadakan pelatihan kepada seluruh crew mengenai proses bongkar muat yang sesuai
dengan prosedur dan pengoperasian alat-alat bongkar muat yang benar serta melakukan perawatan
terhadap peralatan bongkar muat.
Simpulan (1). Proses bongkar muat pertalite di kapal tanker sering mengalami kendalakendala
yang mengakibatkan keterlambatan pada saat di pelabuhan. (2). Kendala-kendala yang
terjadi pada saat proses bongkar muat adalah: kurangnya pemahaman, pengetahuan dan kesadaran
dari para crew kapal tentang bahaya dan bagaimana prosedur bongkar muat yang sesuai dengan
standart serta aman. (3). Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yaitu dengan cara
mengadakan pengenalan dan pelatihan kepada seluruh crew kapal mengenai pelaksanaan bongkar
muat yang benar dan melakukan perawatan yang berkala terhadap peralatan bongkar muat. Saran
dari penulis sebaiknya : seluruh pihak yang terkait seperti : pihak kapal dengan pihak darat atau
pihak perusahaan harus melakukan kerja sama yang baik, memberikan pengarahan dan pelatihan
kepada seluruh crew mengenai proses bongkar muat, memaksimalkan peralatan yang ada di atas
kapal, dan melakukan perawatan terhadap alat-alat bongkar muat secara periodik serta meminta
kepada perusahaan untuk melakukan penambahan atau penggantian peralatan yang sudah rusak.
ABSTRACT
M. Amrizal Ridho S, 51145158. N, Optimization Loading and Unloading Pertalite On MT.
Klawotong Period October 2016-October 2017. Supervisor : (I) Capt.
Ali Imran Ritonga, M.M, M.Mar (II) Irma Shinta Dewi, S.S, M.Pd
Indonesia is one of the state oil and gas producers in the world. With the ever increasing
and increasing production from oil fields, the role of the tanker in this very important role for the
means of transport of the oil and natural gas. Along with the development of science and
technology, then the tankers themselves undergo changes and developments as well as renewal,
especially in terms of loading and unloading equipment on board with the advancement of
technology, must be in balance with the human factor in order to operate the equipment-advanced
equipment properly and correctly in accordance with existing procedures and manuals. How
implementation problems unloading the product pertalite in the correct order constraints that occur
when loading and unloading can be suppressed.
Optimizing is the process of improving something with deeds and thoughts. Loading and
unloading is the placement or removal of cargo from land to the ship and vice versa, right move
cargo from the ship ashore at the port of destination. Based on the analysis that the implementation
of the loading and unloading of pertalite tankers are experiencing delays due to several constraints
of both human factors and equipment factors. From the above analysis of training needs to be held
to the entire crew of the loading and unloading process in accordance with the procedures and the
operation of loading and unloading equipment is right and taking care of the loading and unloading
equipment.
Conclusions (1). The process of loading and unloading of pertalite oil in tankers often
have constraints that result in a delay in the time at the port. (2). Constraints that occur during the
process of loading and unloading are : lack of understanding, knowledge and awareness of the ship
crew about the dangers and how the loading and unloading procedures are in accordance with the
standards as well as safe. (3). Efforts are being made to overcome the obstacles that by conducting
introduction and training to the entire crew of the ship unloading correct implementation and
perform periodic maintenance on the loading and unloading equipment. Advice from the author
should be: all relevant parties such as: the ship with the land or the company must make a good
cooperation, provide guidance and training to the entire crew of the loading and unloading process,
maximizing existing equipment on board, and perform maintenance on loading and unloading
equipment periodically and ask the company to do the addition or replacement of damaged
equipment
EVALUASI PELAKSANAAN BONGKAR MUAT PERTALITE DI MT. KLAWOTONG
Kapal MT. Klawotong pada saat bongkar di
pelabuhan Jayapura pada tanggal 20 Januari 2017 terjadi
kebocoran pada manifold kapal dan juga kapal pada saat
bongkar di TBBM Nabire juga mengalami masalah saat
bongkar yaitu suction hisap pada tanki muatan tidak
bekerja ke-2 kejadian tersebut membuat proses bongkar
terlambat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui pelaksanaan bongkar yang benar dan
mengetahui kendala yang di alami pada saat bongkar.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode
fishbone analysis dan SWOT. Metode Fishbone
analysisdigunakan untuk mengetahui kendala pada saat
bongkar dan metode SWOT digunakan untuk mengetahui
pelaksanaan bongkar muat yang benar. Hasil penelitian
menunjukan faktor yang menyebabkan keterlambatan
adalah Alat bongka muat yang sudah aus, SDM abk
kurang dalam memahami prosedur bongkar muat,
persiapan sebelum bongkar tidak maksimal, komunikasi
antara pihak kapal dan darat tidak lancar dan cara
bongkar yang benar yaitu Persiapan sebelum bongkar
antara pihak kapal dan darat diharapkan menghasilkan
stowge plan yang baik,sebelum bongkar dilaksanakan line
up dan adanya alatbongkar cadangan, Para ABK
diberikan familiarization tentang bongkar
muat,komunikasi antara pihak kapal dan darat harus
berjalan dengan bai
