3 research outputs found
Peran GKII di Kalimantan Barat dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan
Studi ini menganalisis peran Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Kalimantan Barat dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Kemiskinan menjadi masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Barat, dan salah satu penyebabnya adalah kurangnya akses pendidikan. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Barat telah memainkan peran penting dalam mengatasi kemiskinan tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi di Gereja Kemah Injil Indonesia Wilayah Kalbar dua dan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Studi ini menyoroti beberapa peran yang dapat dilakukan oleh Gereja Kemah Injil Indonesia dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Pertama, Gereja Kemah Injil Indonesia dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan, baik dengan mendirikan sekolah sendiri atau menjalin kerja sama dengan sekolah setempat. Kedua, Gereja Kemah Injil Indonesia dapat menyediakan beasiswa dan bantuan keuangan kepada siswa yang berbakat tetapi tidak mampu. Ketiga, Gereja Kemah Injil Indonesia berperan dalam memberikan pengajaran moral dan nilai-nilai penting dalam pendidikan. Keempat, Gereja Kemah Injil Indonesia dapat memberikan pelayanan konseling dan dukungan emosional kepada siswa yang menghadapi kesulitan dalam kehidupan mereka. Kelima, Gereja Kemah Injil Indonesia dapat mengadakan program pelatihan keterampilan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Keenam, Gereja Kemah Injil Indonesia dapat bekerja sama dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan komunitas setempat dalam program-program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan
Iman Dan Teknologi: Antara Kontemplasi Dan Koneksi
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menciptakan lanskap baru bagi praktik dan ekspresi keagamaan, menimbulkan dialektika antara iman dan teknologi dalam bingkai kontemplasi spiritual dan koneksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dialektis tersebut serta dampaknya terhadap pertumbuhan iman, dengan fokus pada sintesis antara teologi dan praktik pemanfaatan teknologi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif dengan teknik analisis isi, analisis komparatif, dan sintesis konseptual terhadap literatur teologis dan akademis terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi berfungsi sebagai fasilitator dualistis: di satu sisi, ia memperkaya spiritualitas melalui akses terhadap sumber-sumber rohani digital, aplikasi kontemplatif, dan komunitas virtual yang memperluas jangkauan iman. Di sisi lain, teknologi berpotensi mendangkalkan spiritualitas melalui distraksi, informasi yang menyesatkan, dan pelemahan interaksi tatap muka. Pembahasan menekankan bahwa kunci dari pemanfaatan teknologi yang positif terletak pada kebijaksanaan digital dan kerangka teologis yang menempatkan iman sebagai fondasi, sehingga teknologi menjadi alat yang tunduk pada nilai-nilai spiritual, bukan sebaliknya. Disimpulkan bahwa keseimbangan antara kontemplasi dan koneksi digital sangat penting untuk pertumbuhan iman yang autentik dan kontekstual di era modern
Meningkatkan Kesadaran Jemaat dalam Memelihara Lingkungan Hidup di Jemaat GKII Hebron Sungai Bakah Sebagai Upaya Mencegah Krisis Lingkungan Hidup
Krisis lingkungan hidup merupakan isu global yang mendesak untuk diatasi karena aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Gereja, sebagai lembaga sosial dan spiritual, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab anggota jemaat terhadap perlindungan lingkungan. Penelitian ini difokuskan pada upaya meningkatkan kesadaran di kalangan jemaat Jemaat GKII Hebron Sungai Bakah di Kalimantan Barat, Indonesia, dalam memelihara lingkungan hidup dan mencegah krisis lingkungan. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil dan Pembahasan dari Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian anggota jemaat sudah memiliki kesadaran akan pentingnya memelihara lingkungan, namun masih diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman akan dampak tindakan individu terhadap lingkungan. Dalam diskusi dan program edukatif, tanggung jawab sosial dan spiritual terhadap lingkungan diintegrasikan ke dalam ajaran gereja. Langkah-langkah praktis diidentifikasi, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan
