1,720,978 research outputs found
PENINGKATAN UNJUK KERJA MOTOR BENSIN DENGAN PENAMBAHAN CAMPURAN LPG-UDARA
Torsi maksimum tertinggi dicapai oleh variasi LPG-udara 20 ml/menit
dengan nilai torsi sebesar 6,32 N.m dicapai pada putaran mesin 5000 rpm
atau meningkat 8.28% dibandingkan dengan kondisi mesin standart.
Daya efektif maksimum tertinggi dicapai oleh variasi LPG-udara 20 ml/menit
dengan nilai daya efektif sebesar 5,73 HP dicapai pada putaran mesin 7000
rpm atau meningkat 8,73% dibandingkan dengan kondisi mesin standart.
Fuel Consumption (FC) rata-rata terendah dicapai oleh variasi LPG-udara 30
ml/menit dengan nilai FC rata-rata sebesar 0,68 kg/jam atau lebih irit 5,9%
dibandingkan dengan kondisi mesin standart.
Penurunan kadar emisi gas buang terbaik dicapai oleh variasi LPG-udara 30
ml/menit dengan kadar karbon monoksida (CO) sebesar 0,24% dan
hidrokarbon (HC) sebesar 763 ppm, atau penurunan CO sebesar 22,58% dan
HC sebesar 9,17% dibandingkan dengan kondisi standart
PENGARUH PENGGUNAAN WATER COOLED CONDENSER TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN REFRIGERAN LPG
Kondensor merupakan komponen dari mesin pendingin yang salah satu fungsinya sebagai pemindah panas dari sistem ke
lingkungan. Agar kondensor dapat bekerja dengan baik, kondensor perlu didinginkan supaya dapat memindahkan panas lebih
cepat. Air merupakan media pendinginan yang tepat bila digunakan untuk mendinginkan kondensor, karena air memiliki
densitas yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan media pendingin udara. Sehingga laju perpindahan panas yang terjadi
akan semakin cepat dan membuat COP pada mesin pendingin menjadi meningkat. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
variasi debit air pendingin pada kondensor terhadap prestasi kerja (COP) mesin pendingin. Pengamatan dilakukan
eksperimen dengan menempatkan kondensor dalam suatu wadah dengan dialiri air yang divariasikan debit airnya yang
berbeda dalam keadaan sistem yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi kerja pada pendingin yang
menggunakan media air dengan debit 73,33 ml/det lah yang lebih tinggi daripada variasi jenis pendingin lain, yaitu dengan
nilai 15,31
Pengaruh Tekanan Udara dan Spray Angle Pelapisan Al2O3 (Aluminum Oksida) pada Baja ST41 menggunakan Metode Flame Spray Coating
Teknologi Flame Spray merupakan pelapisan material dengan mamanfaatkan energi panas dan kinetik. Energi panas digunakan untuk memanaskan serbuk atau kawat dan energi kinetik digunakan untuk mendorong partikel yang disemprotkan menuju substrat. Partikel yang telah terdeposisi pada bagian permukaan substrat, kemudian mengalami pendinginan yang membentuk struktur berupa lapisan. Pelapisan Dengan metode Flame Spray dapat meningkatkan sifat permukaan dari benda yang akan dilapisinya seperti ketahanan terhadap erosi, kavitasi, korosi, abrasi, ketahanan panas, memperpanjang umur komponen baru atau untuk memperbaiki dan merekayasa ulang komponen yang aus atau rusak.
Pada penelitian ini dilakukan Tekanan udara dan Spray Angle Terhadap Hasil Pelapisan Aluminum Oksida (Al₂O₃) dengan metode Flame Spray. Pengujian dalam penelitian ini meliputi, uji Pull Of Strength, pengamatan struktur mikro dan pengamatan SEM (Scanning Electron Microscop) serta Analisa dengan XRD (X-Ray Diffraction). Dari hasil penelitian ini diharapkan terjadi pelapisan dan ikatan yang baik antara serbuk Al₂O₃ Pada substrate Baja ST41.
Hasil penelitian menunjukkan Material Al2O3, telah sukses terdeposisi pada substrate Baja ST41. Nilai Pull Of Strength terbesar ditunjukkan pada variasi tekanan 1 bar dengan sudut 90ᵒ dengan nilai rata-rata sebesar 9,64 MPa. Sedangkan nilai Pull Of Strength terendah pada variasi tekanan 0,5 bar dengan sudut 45ᵒ dengan nilai rata-rata sebesar 5,19 MPa.Hasil pengamatan SEM (Scanning Electron Microscope) yang telah dilakukan pada tekanan 1 bar dengan Spray Angel 90ᵒ terlihat sedikit porositasnya dimana splat yang terbentuk semakin halus dan sedikit partikel dalam kondisi unmelted. Pengujian XRD pada tekanan 0,5 bar dan 1 bar telah menunjukkan hasil senyawa Al2O3 dengan bidang kristal (113) dan intensitas peak tertinggi pada 2Ө = 43,22. Fase yang terbentuk pada Coating alumina dengan methode Flame Spray adalah (γ)–Al2O3 dan (ɑ)–Al2O3
ANALISIS PENGGUNAAN KONDENSOR TUBE AND TUBE TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN REFRIGRAN LPG
Pada awalnya teknologi kulkas hanya dipergunakan sebagai alat pembuatan es
tetapi kini telah berkembang dengan pesat seiring berjalanya waktu juga menjadi alat
untuk mengawetkan berbagai bahan makanan maupun makanan jadi. Dengan melihat
pentingnya fungsi dari mesin referigerasi, maka berbagai masalah timbul dalam
pengoptimalan kinerja mesin tersebut antara lain yang pertama paling umum
dijumpai setelah pemakaian beberapa tahun yaitu adanya penurunan laju perpindahan
kalor pada kondensor yang berkaitan erat dengan perubahan suhu kondensasi
sehingga akan mempengaruhi koefisien prestasi.
Rangkaian sederhana yang dibuat berupa rangkaian mesin refrigerator yang
terdiri dari kompresor,kondensor, pipa kapiler,evaporator dan kompenen-komponen
lainnya. Pada dasarnya mesin pendingin ini refrigerator ini hanya digunakan untuk
proses pendinginan dalam ruangan kulkas tidak untuk proses freezing (pembekuan).
Dengan memasang beberapa alat pengukur tekanan dan suhu yaitu pressure
gaugedan termometer digital, rangkaian ini digunakan untuk melihat besarnya
tekanan dan suhupada setiap titik yang telah ditentukan. Titik-titik tersebut dipasang
pada beberapakomponen antara lain titik T1 dan P1 diletakan pada masukan
kompresor. Titik T2dan P2 terletak pada keluaran kompresor dan titik-titik lain
seperti T3 dan T4 yangdiletakan pada masukan evaporator dan keluaran evaporator.
Titik T5 yang diletakan dalam ruangan kulkas yang berfungsi untuk melihat suhu
ruangan kulkas. Adapun kondensor yang digunakan yaitu Kondensor tube and tube
berpendingin air dengan aliran yang berbeda 2,5ltr/mnt,5ltr/mnt,7,5ltr/mnt.
Penelitian tentang “Analisis penggunaan kondensor tube and tube Terhadap
Prestasi Kerja Mesin pendingin menggunakan refrigeran LPG Sebagai Refrigeran”
dilakukan di Laboraturium Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik
Universitas Jember. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa semakin besar aliran
air pada kondensor dapat meningkatkan COP pada mesin refrigerasi. Hal ini
dikarenakan semakin besar aliran air pendingin pada kondensor semakin baik kalor
yang dilepas oleh kondensor serta suhu evaporator menjadi lebih baik dan prestasi
kerja pada mesin pendingin meningkat. Fakta ini dapat dilihat dari tingginya nilai
COP terjadi pada penggunaan kondensor tube and tube dengan aliran air 7,5 ltr/mnt
yaitu 17,72
Pengaruh Variasi Separation Condenser terhadap Kinerja Mesin Pendingin Menggunakan Refrigerant Liquefied Petroleum Gas
The use of cooling machines has become a basic requirement for most people who function in improving the quality of human life. This is directly proportional to the increase in energy requirements in the use of cooling machines, making it a new challenge for researchers, especially in the field of Mechanical Engineering or in the effort to improve the work performance of refrigeration machines. Researchers must also pay close attention to the impact of using refrigerant on the environment. Previous research on cooling machines showed that the results of the work performance of the cooling engine were better in the condenser, namely the condenser separation. The use of Liquefied Petroleum Gas (LPG) shows that the results of work performance of a cooling machine are better than the use of CFC (Cholo Flouro Carbon) and HFC (Hydro Flouro Carbon) refrigerants. In addition, the use of Liquefied Petroleum Gas has environmentally friendly properties that do not contain elements that can damage the Ozone layer in Stratosphere or ODS (Ozone Depleting Substance) and do not cause global warming or GWP (Global Warming Potential).
The purpose of this study is to determine the work performance of cooling machines by using a condenser separation and refrigerant used is Liquefied Petroleum Gas cooling machine work performance includes: the effect of refrigeration, compression work, refrigeration capacity and cooling machine performance coefficient. This study uses an experimental method by comparing the use of condenser separation and the use of ordinary condensers. The total length of each condenser is equalized. The data obtained in this study include temperature and pressure. Data retrieval was carried out on the condition of the cooling engine in a steady state state for 180 minutes and the test was repeated three times for data retrieval so that the results were accurate.
The use of variations in the condenser model can have an effect on the COP (Coefficient of Performance). The highest COP in this study is found in the type C condenser model (separation condenser with Y profile connection with 2U at the top and 7U at the bottom) with COP value of 10.37. This value shows a yield of 34% higher compared to COP in an ordinary condenser which only has a COP value of 6.87
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENCETAK BRIKET (MANUAL) UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU
Perancangan dan Pembuatan Alat Pencetak Briket Manual ini mempunyai
berbagai tujuan yang diharapkan dalam pencetakan Briket, diantaranya dari segi
pemanfaatan. Memanfaatkan Serbuk Kayu untuk dijadikan bahan bakar alternatif.
Prinsip kerja dari alat ini yaitu sebagai berikut, memasukkan adonan serbuk
kayu pada rumah cetakan, menyetel kedudukan atau posisi silinder cetak agar
tegak lurus dengan rumah cetakan, menekan Tuas Penekan sampai adonan
menjadi bentuk yang padat, menggeser Plat Geser ke samping, menekan Tuas
Penekan sampai hasil cetakan keluar di wadah yang berada dibawah rumah
cetakan, menggeser kembali Plat geser ke posisi semula.
Tuas Penekan menggunakan bahan baja St 42-1. Batang Penghubung
menggunakan bahan baja St 37 . Silinder Cetak menggunakan bahan baja St 70-2.
Rumah Cetakan menggunakan bahan baja St 70-2. Pengelasan pada silinder cetak
dan rumah cetakan menggunakan las listrik dengan jenis elektroda AWS E6013
diameter 2 mm. Elektroda jenis ini digunakan untuk semua pengelasan.
Pembuatan lubang pada Tuas penekan dan Batang Penghubung menggunakan
mata bor jenis HSS diameter 12 dan 10 dengan waktu 5,18 menit untuk 4 lubang
pada Tuas Penekan dan 3,02 menit untuk 2 lubang pada Batang Penghubung.
Dalam waktu 1 jam, alat ini dapat mencetak 115 kali dan menghasilkan 460
briket. Dimensi dari briket 25 x 56 mm. Pembakaran briket menggunakan media
minyak tanah atau premium sebagai pemancing untuk membantu proses
pembakaran.
Setelah dilakukan pengujian masih terdapat hal-hal yang perlu
disempurnakan yaitu Pada komponen silinder cetak masih harus didesain ulang,
dikarenakan hasil cetakan masih belum sesuai dengan referensi yang ada.
Dianjurkan lebih memperjelas tekanan yang akan dipakai dalam proses
pencetakan. Dianjurkan untuk mencantumkan komposisi adonan pada penelitian
selanjutnya. Pembuatan plat geser disarankan lebih kreatif lagi agar tidak
membuang-buang tenaga pada saat pengeluaran briket yang berada didalam
rumah cetakan
Pengaruh Temperatur Dan Lama Pemanasan Terhadap Minyak Hasil Pirolisis Bahan Plastik Sampah Rumah Tangga
Pemakaian plastik dan barang-barang yang berbahan plastik semakin meningkat seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi, industri, dan jumlah populasi penduduk. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk menguraikan bahan-bahan sampah plastik tersebut dan mengkonversikannya menjadi bahan bakar karena melihat dari sifat penyusun sampah plastik yaitu berupa hidrokarbon. Metode yang banyak dilakukan pada penelitian sebelumnya menggunakan proses pirolisis yang merupakan reaksi depolimerisasi yang mana pada suhu tinggi mengikuti mekanisme radikal bebas dan sangat cocok untuk senyawa yang memiliki derajat polimerisasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan oleh bahan plastik rumah tangga, pengaruh lama pemanasan dan temperatur pemananasan terhadap minyak yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan pirolisis dengan menggunakan variasi temperatur pemanasan dan lama pemanasan, dengan jumlah sampah yang sama. Minyak hasil pirolisis campuran bahan plastik low density polyethylene dan polystyrene dilakukan pengujian nilai kalor dan viskositas. Proses penelitian 300 gram campuran sampah plastik low density polyethylene dan polystyrene dilakukan dengan menggunakan variasi temperatur pemanasan 150 °C, 200 °C, dan 250 °C dengan lama pemanasan 30 menit, 40 menit, dan 50 menit. Proses pirolisis dengan menggunakan campuran 70% LDPE dan 30% memperoleh hasil minyak terbanyak pada temperatur pemanasan 250 °C dengan lama pemanasan 50 menit sejumlah 173 ml. Campuran 70% PS dan 30% LDPE menghasilkan minyak terbanyak sejumlah 245 ml dengan temperatur pemanasan 250 °C dan lama pemanasan 50 menit. Nilai kalor dan viskositas dari kedua campuran 70% LDPE dan 30% PS menghasilkan 40,08 MJ/kg dan 2,096 mm2/s. Hasil untuk campuran 70% PS dan 30% LDPE menghasilkan nilai kalor dan viskositas sebesar 41,6 MJ/kg dan 2,127 mm2/s. Jumlah minyak yang dihasilkan pada kedua campuran tersebut dipengaruhi oleh temperatur pemanasan dan lama pemanasan. Semakin tinggi termperatur pemanasan dan semakin lama waktu yang digunakan untuk memanaskan pada proses pirolisis maka hasil minyak juga semakin banyak
ANALISIS VARIASI JUMLAH FAN PADA KONDENSOR BERTINGKAT TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN REFRIGERAN LPG
.
Perkembangan yang pesat ini tidak lepas dari kebutuhan masyarakat akan mesin
pendingin semakin meningkat. Sedangkan semakin meningkatnya kebutuhan mesin
pendingin maka konsumsi energi akan semakin meningkat. Selain itu, fluida yang
digunakan sebagai refrigeran dalam mesin pendingin adalah CFC (Cloroflourocarbon)
yang memiliki potensi untuk merusak ozon dan potensi penyebab pemanasan global yang
besar jika berada di atmosfer. Perbaikan mesin pendingin dibutuhkan untuk menambah
efisiensi supaya kebutuhan energi yang dikomsumsi dapat diturunkan seperti
meningkatkan pelepasan kalor pada kondensor dengan penambahan fan pembuang
udara. Selain itu untuk menurunkan tingkat perusakan ozon maupun pemanasan global
dibutuhkan refrigeran pengganti yang lebih ramah lingkungan sebagai contohnya adalah
LPG. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan Kerja kompresi dan prestasi
kerja dari refrigeran LPG pada kondensor standart dengan kondensor paralel, serta
mengetahui pengaruh penambahan fan pembuang udara pada kondensor terhadap
prestasi kerja mesin pendingin menggunakan refrigeran LPG
Analisis Variasi Jumlah Pipa U Separation Condenser Terhadap Unjuk Kerja Mesin Pendingin Menggunakan Double Evaporator
Alat pendingin tidak hanya dapat dijumpai di industri-industri besar, tetapi
hampir setiap orang saat ini memiliki alat pendingin di rumahnya. Kulkas
merupakan salah satu jenis mesin pendingin. Kulkas mempunyai beberapa
komponen utama yaitu kompresor, kondensor, alat ekspansi atau kapiler, dan
evaporator. Separation condenser adalah jenis kondensor dimana telah mengalami
modifikasi pada model pemisah dua fasa. Separation condenser terbukti
menghasilkan prestasi kerja mesin pendingin yang baik. Pada laju aliran massa
yang sama, suhu keluar kondensor lebih rendah sebesar 1,3 K dalam separation
condenser dibandingkan dengan baseline condenser. Laju aliran kondensat 6,1%
lebih banyak juga dalam separation condenser (Li dan Hrnjak, 2017).
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membandingkan
beberapa jenis variasi antara separation condenser 8/8, separation condenser 6/8,
separation condenser 4/8 dan baseline condenser. Data yang diperoleh pada
penelitian ini meliputi suhu dan tekanan. Pengambilan data dilakukan selama 180
menit dengan interval waktu 15 menit dan dengan 3 kali pengulangan pengambilan
data pada setiap variasi penelitian dengan menunggu waktu steady state selama 3
jam.
Hasil dari penelitian didapatkan bahwa COP tertinggi terdapat pada
rangkaian variasi separation condenser 6/8 sebesar 18,8204; sedangkan nilai COP
terendah terdapat pada rangkaian variasi menggunakan baseline condenser sebesar
16,0314. Hasil COP ini dipengaruhi oleh volume ruang sirkulasi refrigerant
memiliki ruang yang cukup dan juga pada separation condenser 6/8 terjadi
pemisahan fasa antara fasa gas dan fasa cair sehingga refrigerant dapat terpisah
sempurna
ANALISIS KUALITAS PRODUK SINGLE ROW DEEP ROOVE BALL BEARING TERHADAP ROLLING RESISTANCE PADA MOBIL LISTRIK TITEN PROTOTYPE
Berdasarkan analisis dari pengolahan data menggunakan software minitab 16,
didapatkan bahwa nilai gaya rolling resistance akan semakin meningkat dengan
bertambahnya gaya, dari luasan kontak pada ball bearing, dan besarnya momen
inersia serta bearing akan mengalami kerugian ketika mendapatkan putaran
yang terlalu tinggi. Pada bearing 6200 dan 6201 semua variabel prediktor
mempunyai pengaruh lebih besar terhadap gaya rolling resistance. Sedangkan
pada bearing 628 untuk variabel kecepatan putar bearing mempunyai pengaruh
yang sangat kecil. Pada analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa
secara individu variabel proses yang paling berpengaruh terhadap gaya rolling
resistance adalah beban radial.
Hasil pengujian rolling resistance dari ketiga jenis bearing, dianalisis dengan
menggunakan metode statistik didapatkan nilai yang optimum dengan mengatur
kecepatan putar bearing pada 549,1717 rpm, beban radial sebesar 145 N dan
beban aksial sebesar 130 N, diperoleh gaya rolling resistance pada bearing 628
sebesar 0,1148 N, pada bearing 6200 sebesar 0,1220 N dan pada bearing 6201
sebesar 0,2511 N
- …
