5 research outputs found

    Pengembangan Game Edukasi Berbasis Mobile Sebagai Media Pendukung Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Pemrograman Dasar di SMK

    No full text
    ABSTRAK   Siswa SMK dan MAK program studi keahlian Teknik Komputer dan Informatika dituntut memiliki kemampuan dasar informatika, yaitu pemrograman dasar. Dalam pelaksanaannya, salah satu hambatan dalam proses pembelajaran di beberapa sekolah Malang Raya adalah masih mengacu pada BSE (Buku Sarana Elektronik) yang diterbitkan oleh Kemendikbud. Standar kompetensi pada BSE kurang terapan dan tidak sesuai dengan kurikulum (yaitu Kurikulum 2013 revisi tahun 2017). Selain itu, banyak siswa SMK telah memiliki gadget namun kurang maksimal dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, untuk membantu proses pembelajaran pemrograman dasar, maka akan dikembangkan sebuah media pembelajaran game edukasi berbasis mobile yang akan digunakan oleh kelas X di SMK. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah: (1) Mengembangkan game edukasi berbasis mobile yang digunakan sebagai media pendukung pembelajaran pemrograman dasar kelas X untuk siswa SMK dan (2) Mengetahui tingkat kelayakan game edukasi berbasis mobile yang digunakan sebagai media pendukung pembelajaran pemrograman dasar kelas X untuk siswa SMK. Game yang dikembangkan bermuatan 4 kompetensi pemrograman dasar.  Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE oleh Dick and Carey (1996). Tahapan penelitian pengembangan: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluations. Validasi dilakukan oleh 2 ahli materi dan 1 ahli media. Jika valid, maka lanjut pada produksi game dan uji coba kelayakan pada 2 kelompok. Jenis data kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu angket. Skala pengukuran adalah skala likert (skala 5). Hasil validasi ahli media didapatkan persentase sebesar 98,5% (sangat valid). Validator materi 1 yaitu dosen hasil persentase validitas sebesar 97,8% (sangat valid). Validator materi 2 yaitu guru hasil persentase validitas sebesar 94,1% (sangat valid). Uji coba kelayakan pada siswa SMK Negeri 4 Malang yang sedang menempuh mata pelajaran pemrograman dasar. Uji coba kelompok kecil (15 orang) dengan persentase validitas sebesar 89,5% (sangat layak). Uji coba kelompok besar (30 orang) dengan persentase validitas sebesar 91,7% (sangat layak). Berdasarkan hasil uji dari para ahli dan subjek coba, media dikategorikan telah valid dan layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran

    Development of Mobile Based Educational Game as a Learning Media for Basic Programming in VHS

    Get PDF
    The purpose of this research is to develop mobile based education game which will be used as the learning media of basic programming for grade X VHS student as well as to know the its eligibility level. The developed education game consists of four basic programming competencies. This learning media is developed using ADDIE model with waterfall model for the flow development. The validation process involved 2 material experts, 1 media expert, and two groups of eligibility testing. The type of data is qualitative and quantitative with the method of data collection is questionnaire. The measurement uses five scale of likert. This study concluded that the developed educational game are valid and eligible to be used as a basic programming learning media
    corecore