1,720,970 research outputs found
PENGGUNAAN POLA MANAJEMEN LABA PADA SAAT PENERAPAN KEBIJAKAN MULTI PAPAN DI BURSA EFEK JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola manajemenlaba yang digunakan oleh manajer pada perusahaan manufaktur yangmasuk ke papan perdagangan utama di Bursa Efek Jakarta. Sampelpenelitian ditentukan dengan metode purposive sampling, yaituperusahaan manufaktur yang masuk atau pindah ke papanperdagangan utama sebanyak 17 perusahaan.Untuk menghasilkannilai discretionary accrual digunakan Model Modifikasi Jones sesuaidengan yang direkomendasikan oleh penelitian Dechow et al (1989).Kemudian dilakukan uji regresi selisih kurs terhadap pola manajemenlaba yang di proksikan dengan discretionary accrualsUji beda laba (t-test) dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yangpindah ke posisi papan perdagangan utama, untuk mengetahuiapakah terjadi indikasi praktik manajemen laba pada perusahaansampel. Hasilnya adalah terjadi beda laba, yang di representasikandengan ROE, antara sebelum dan setelah masuk papan perdaganganutama. Sehingga, diindikasikan terjadi praktik manajemen laba yangdilakukan oleh manajer agar perusahaan masuk dalam papanperdagangan utama.Hasil uji Model Modifikasi Jones menghasilkan nilai discretionaryaccruals yang positif dan sebagian besar perusahaan sampel (10perusahaan) cenderung naik penggunaan discretionary accruals untukmenaikkan laba perusahaan. Sehingga pola manajemen laba yangdigunakan oleh sebagian besar perusahaan sampel adalah increasingincome. Hasil ini wajar, karena manajer termotivasi untuk menaikkanlaba agar bisa masuk atau pindah ke papan perdagangan utam
SFAS No. 106: ANALISIS KONSEKUENSI EKONOMI TERHADAP PERUSAHAAN
Tulisan ini mencoba menelaah dampak pemberlakuansalah satu standar yang diterapkan di Amerika yaitu Statement ofFinancial Accounting Standard (SFAS) No.106 yang berjudul“Employer’s Accounting for Postretirement Benefits Other ThanPensions” (Akuntansi Pemberi Kerja untuk Tunjangan PascapensiunNon Pensiun). Standar ini mengharuskan adanya perubahan daripraktik yang dominan yang mempertanggungjawabkan tunjanganpascapensiun atas dasar kas ke dasar akrual. Konsekuensi ekonomidari pemberlakuan standar ini adalah adanya kenaikan beban yangsangat besar pada laporan keuangan perusahaan yang padaakhirnya menyebabkan adanya penurunan tunjangan pascapensiunkesehatan. FASB mewajibkan SFAS No.106 dengan alasan kewajibanuntuk memberikan tunjangan pascapensiun memenuhi definisi darikewajiban, jujur dalam penyajiannya, relevan bagi pemakai laporankeuangan, dan dapat diukur dengan reliabilitas yang memadai padabiaya wajar. Namun, pada kenyataannya banyak pihak yang tidaksetuju dengan pemberlakuan standar ini
PENGARUH SELISIH KURS TERHADAP PENGGUNAAN POLA MANAJEMEN LABA PADA SAAT PENERAPAN KEBIJAKAN MULTI PAPAN DI BURSA EFEK JAKARTA (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola manajemenlaba yang digunakan oleh manajer pada perusahaan manufaktur yangmasuk ke papan perdagangan utama di Bursa Efek Jakarta, sertapengaruh selisih kurs dalam mendukung pola manajemen labatersebut. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposivesampling, yaitu perusahaan manufaktur yang masuk atau pindah kepapan perdagangan utama sebanyak 17 perusahaan.Untukmenghasilkan nilai discretionary accrual digunakan Model ModifikasiJones sesuai dengan yang direkomendasikan oleh penelitian Dechowet al (1989). Kemudian dilakukan uji regresi selisih kurs terhadappola manajemen laba yang di proksikan dengan discretionary accrualsUji beda laba (t-test) dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yangpindah ke posisi papan perdagangan utama, untuk mengetahuiapakah terjadi indikasi praktik manajemen laba pada perusahaansampel. Hasilnya adalah terjadi beda laba, yang di representasikandengan ROE, antara sebelum dan setelah masuk papan perdaganganutama. Sehingga, diindikasikan terjadi praktik manajemen laba yangdilakukan oleh manajer agar perusahaan masuk dalam papanperdagangan utama.Hasil uji Model Modifikasi Jones menghasilkan nilai discretionaryaccruals yang positif dan sebagian besar perusahaan sampel (10perusahaan) cenderung naik penggunaan discretionary accruals untukmenaikkan laba perusahaan. Sehingga pola manajemen laba yangdigunakan oleh sebagian besar perusahaan sampel adalah increasingincome. Hasil ini wajar, karena manajer termotivasi untuk menaikkanlaba agar bisa masuk atau pindah ke papan perdagangan utama.Sedangkan hasil uji regresi selisih kurs terhadap discretionaryaccruals sebagai proksi dari pola manajemen laba adalah tidaksignifikan. Jadi selisih kurs tidak mempengaruhi atau bukannyasebagai faktor pendukung yang utama bagi perusahaan untukmendukung pola manajemen laba yang digunakannya yaitu increasingincome
Budget Communication, Final Authority, And Negotiation On Budgetary Proposal : An Experimental Study
This study aims to investigate the relation between budget communication, final authority and negotiation on budget setting which analyzed by Agency Theory. This research used 2x3 between subject experimental design of budget communications and final authority treatments. The results of this study show that less slack is created when budget proposal requires a factual assertion, but it\u27s not when manager not requires factual assertion. Meanwhile, in final authority condition, manager creates budget slack more when they have final authority than owner\u27s authority. This study show an evidence that there is no significant interaction between budget communication and final authority in creating budget slack. Additionally, this study finds that negotiation can influence manager\u27s performance although it\u27s measured by budget slack or output of production. Negotiation can reduce budget slack. The performance test (which is measured by ability of manager to make product) show that as a whole is not have difference significantly. Meanwhile, for budget slack show that slack in No Factual Assertion treatment is higher than Factual Assertion treatment.
Keywords: Participative Budgeting, Budget Communication, Final Authority, Negotiation, Budget Slack, Manager\u27s Performance
Akuntansi sektor publik: Akuntansi keuangan daerah. Edisi 4
Jakartaxiv, 406 p.: glos., indeks, lamp.; 24 c
Teori, konsep, dan aplikasi akuntansi sektor publik: Dari anggaran hingga laporan keuangan dari pemerintah hingga tempat ibadah. Edisi 2
Jakartaxvi, 492 p.: bibl., indeks; 24 c
- …
