1,723,966 research outputs found
SKET/442/VII/2024/FEB-UBJ; Narasumber PKM_Genap 2324_Nita Komala Dewi
SKET/442/VII/2024/FEB-UBJ; Narasumber PKM: Sosialisasi Mengatasi Kontrol Diri Terhadap Perilaku Perundungan di Pondok Pesantren; Judul Materi: Building Character: A Preventive Approach to Bullying yang diselenggarakan oleh FIKOM UBJ dan Pondok Pesantren Darul HIkmah, Cisauk; TA Genap 2324_Nita Komala Dew
Komala
Nos planteamos hablar sobre los universos literarios, el infierno y el Todopoderoso Juan Rulfo. Terminamos hablando de procesos judiciales y de países con muchas k
Komala Komala's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Komala Komala's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
KOMALA BUMI PERTIGA DAN PERANANANYA DALAM PEMERINTAHAN KESULTANAN BIMA TAHUN 1747-1751
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peranan Komala Bumi Pertiga pada Pemerintahan Kesultanan Bima Tahun 1747-1751 dan untuk mengetahui upaya-upaya yang ditempuh pada masa pemerintahannya Untuk mengetahui Faktor-faktor apa sajakah yang menandai keberhasilan Komala Bumi Pertiga dalam menjalankan kesultanan Bima tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dilapangan dapat disimpulkan bahwa Peranan Komala Bumi Pertiga, seorang wanita berdarah Bima-Makassar, yakni anak dari Sultan Bima Alauddin Muhammad Syah dengan permaisurinya Karaeng Tana Sanga Mamuncaragi, putri Raja Gowa yang bernama Sirajuddin. Pada masa pemerintahan kesultanan Bima dikemudi dan dijalankan oleh Komala Bumi Pertiga yang didampingi oleh wali Sultan Ruma Bicara Abdul Ali, Komala cukup memberikan hak dan peluang kepada masyarakat (rakyat) untuk menyalurkan aspirasi terhadap perkembangan demi perkembangan yang terjadi di dalam kesultanan bima dan sama-sama menghadapi kondisi Belanda yang ingin menjalankan politik monopoli di samping mengadu domba antara pemerintahan kesultanan Bima dengan Makassar tentang daerah Manggarai yang sudah dijadikan mahar dalam perkawinan antara Sultan Alauddin Muhammad Syah dengan Karaeng Tana Sanga Mamuncaragi. Dengan menelusuri jejak perjuangan dan peranan Komala Bumi Pertiga dalam pemerintahan, baik di saat didampingi oleh wali Sultan Ruma Bicara Abdul Ali maupun di masa adiknya Abd. Kadim menginjak usia cukup dewasa, mengambil kembali tampuk pemerintahan, peranan beliau cukup nampak terlihat dan akan diingat selalu oleh zaman yang merasakan dan menikmati daerah Bima yang sudah bebas dan merdeka ini. Kisah perjalanan hidup sampai wafatnya Komala Bumi Pertiga berperan dalam kancah politik pemerintahan kesultanan Bima. Selama adiknya masih berusia muda, beliau berhasil menyelamatkan Bima dari ancaman Belanda.Usaha yang dilakukannya antara lain: (a) Di bidang Agama, beliau mengutus dan mengirim Mubaligh untuk menyiarkan agama Islam disetiap daerah yang ditaklukan kesultanan Bima, (b) Bidang Pemerintahan, Komala Bumi Pertiga mampu menggagalkan Belanda yang ingin menguasai daerah Manggarai NTT dan menjalankan monopoli perdagangan di daerah Bima.Kata Kunci: Komala bumi pertiga; Kesultanan Bim
Goat agribusiness extension in Komala Village, South Wangi-Wangi District
The Komala Village community has many goats but there are many problems faced by the community such as dead fetuses, malnutrition, limited health care, environmental conditions, lack of knowledge and training and limited infrastructure. Therefore, the aim of this extension activity is to provide education to the farming community about the correct way to raise goats. This activity was carried out on Friday, March 26, 2023 at 16.00 WITA - Finish, located at the Gazebo of the Komala Village Head's House, South Wangi-Wangi District, Wakatobi. Counseling materials presented to the community: (1) Types of appropriate and balanced feed for goats, (2) Natural feed, supplementary feed, and fermented feed, (3) How to organize feeding according to age, weight, and maintenance objectives, (4) Efficient feeding methods, and (5) Mixing and serving feed techniques. After following the goat farming extension, the community response was as follows: (1) enthusiasm and participation, (2) increased understanding, (3) interest in new practices, (4) awareness of the importance of improving goat rearing practices (5) satisfaction with information, (6) positive perception of benefits, (7) desire for further training, and (8) better collaboration. The conclusion from this community service activity is that the community in Komala Village still has low knowledge regarding how to raise goats. Although they have experience in raising goats, many things can still be improved in farming practices to achieve better results. As for what needs to be improved in community knowledge, such as feed management, care, production management, use of technology, and business management skills
Yuni Komala Dewi's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
- …
