1,766,390 research outputs found
Kolonialisme Gladiator Jawa: Sima Maesa Dan Rampog Macan Di Jawa Abad Ke-19
Sebelum berdirinya kesultanan Yogyakarta tradisi sima maesa dan rampog macan memiliki makna keseimbangan alam semesta
Efektifitas Irigasi Kendi dan Serasah terhadap Jumlah Buah Kakao selama Musim Kemarau
Penggunaan kendi sebagai sarana irigasi merupakan pilihan tepat dalam penggunaan air secara efisien, namun efektifitasnya terhadap tanaman kakao perlu diuji secara langsung di lapangan. Tingkat efektitas dapat diketahui dengan menggunakan indikator berupa pengaruh perlakuan terhadap jumlah buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kendi sebagai sarana irigasi untuk tanaman kakao berdasarkan pengaruh pada jumlah buah kakao. Penelitian dilakukan dengan pengujian lapangan menggunakan taraf jumlah kendi yaitu 2, 4, 6 dan 8 buah kendi yang dikombinasikan dengan persentase penutupan permukaan lahan yaitu 0, 30, 60 dan 100%. Pengambilan data dilakukan dengan cara menghitung jumlah buah untuk setip tanaman. Pengujian efektifitas dilakukan dengan analisis statistik menggunakan model permukaan ranggap (Response Surface Model, RSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kendi yang paling efektif untuk menghasilkan jumlah buah terbanyak adalah 5 buah dengan tutupan permukaan lahan sebesar 65%. Model ini dianggap valid dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6
Efektifitas Irigasi Kendi dan Serasah terhadap Jumlah Buah Kakao selama Musim Kemarau
Penggunaan kendi sebagai sarana irigasi merupakan pilihan tepat dalam penggunaan air secara efisien, namun efektifitasnya terhadap tanaman kakao perlu diuji secara langsung di lapangan. Tingkat efektitas dapat diketahui dengan menggunakan indikator berupa pengaruh perlakuan terhadap jumlah buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kendi sebagai sarana irigasi untuk tanaman kakao berdasarkan pengaruh pada jumlah buah kakao. Penelitian dilakukan dengan pengujian lapangan menggunakan taraf jumlah kendi yaitu 2, 4, 6 dan 8 buah kendi yang dikombinasikan dengan persentase penutupan permukaan lahan yaitu 0, 30, 60 dan 100%. Pengambilan data dilakukan dengan cara menghitung jumlah buah untuk setip tanaman. Pengujian efektifitas dilakukan dengan analisis statistik menggunakan model permukaan ranggap (Response Surface Model, RSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kendi yang paling efektif untuk menghasilkan jumlah buah terbanyak adalah 5 buah dengan tutupan permukaan lahan sebesar 65%. Model ini dianggap valid dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6
[Fethiye Sabahattin Kendi tarafından gönderilmiş mektuplar]
Taha Toros Arşivi, Dosya Adı: Prens Sabahattinİstanbul Kalkınma Ajansı (TR10/14/YEN/0033) İstanbul Development Agency (TR10/14/YEN/0033
[Tabinak Sabahattin Kendi tarafından yazılan taziye mektubu]
Taha Toros Arşivi, Dosya Adı: Prens Sabahattin. Not:Belgenin tarihi 27 Teşrin-i Evvel 1954'tür.İstanbul Kalkınma Ajansı (TR10/14/YEN/0033) İstanbul Development Agency (TR10/14/YEN/0033
Uji Karakteristik Kendi dari Lumpur Lapindo untuk Irigasi Kendi
Lahan kering di Indonesia memiliki luas sekitar 116,91 juta hektar, di mana sekitar 22,40 juta hektar lahan kering potensial terdapat di Pulau Kalimantan dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan maupun lahan perkebunan karena mempunyai relief dari datar hingga bergelombang (Hidayat dkk ., 2000; Kurnia dan Mutik, 2000). Apabila tidak dilakukan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produktivitas lahan, baik kesuburan fisik, kimia maupun biologi akan berdampak lanjutan terhadap degradasi tanah. Meningkatnya kebutuhan air di bidang pertanian dan di bidang-bidang lainnya serta potensi air terus menurun seperti yang dilansir oleh Gubernur Lemhanas pada seminar nasional pemantapan gerakan hemat air tahun 1996 (Effendi, 1996), berarti dituntut suatu usaha untuk pemanfaatan air di bidang pertanian secara hemat dan efisien. Untuk itu perlu dicari suatu sistem irigasi yang dapat menghemat air, karena sistem irigasi yang ada sekarang seperti sistem irigasi penggenangan dan irigasi sistem alur yang boros karena terjadinya aliran permukaan, evaporasi dan perkolasi, sistem irigasi curah (sprinkler ) dan irigasi tetes (drip ) yang memerlukan peralatan yang relatif mahal dan air relatif banyak. Sehubungan dengan tragedi ‘Lumpur Lapindo’ yang terjadi tanggal 27 Mei 2006, di mana kandungan padatan yang tinggi memungkinkan lumpur ini cocok jika dibentuk menjadi gerabah atau sejenisnya. Salah satu hal yang patut dicoba adalah dengan memanfaatkan lumpur Lapindo ini sebagai bahan baku kendi yang akan digunakan dalam irigasi kendi sebagai solusi bagi pemanfaatan air di bidang pertanian secara hemat dan efisien dan sebagai solusi bagi pemanfaatan lahan kering di Indonesia. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui ketebalan dinding kendi yang paling tepat untuk memenuhi spesifikasi kendi yang dipergunakan pada irigasi kendi, 2) Mengetahui suhu pembakaran kendi yang paling tepat untuk memenuhi spesifikasi kendi yang dipergunakan pada irigasi kendi, 3) Mengetahui waktu pembakaran kendi yang paling tepat untuk memenuhi spesifikasi kendi yang dipergunakan pada irigasi kendi. Kegunaan penelitian ini adalah: 1) Pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian lahan kering di Indonesia, 2) Penyelesaian permasalahan lingkungan akibat bencana lumpur Lapindo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2009 sampai dengan maret 2009. Lokasi penelitian terletak di Laboratorium Teknik Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya dan Pembuatan Gerabah di Jl. Mayjend Panjaitan, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian: tungku pembakaran, cetakan gerabah, papan dilapisi plastik, alat pemukul, kuas, Infrared Thermometer Tipe KW06-304 dengan kisaran suhu -50,0 - 750°C, tabung mariotte , ember plastik, penggaris dan stop watch . Bahan yang digunakan dalam penelitian: pasir, semen, batu bata, serbuk batu bata, minyak tanah, air, gips dan lumpur Lapindo. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan adalah 1) Tahap pengambilan sampai pengenyalan lumpur siap cetak, 2) Pengukuran kadar air, 3) Pembuatan cetakan, 4) Pembuatan tungku pembakaran, 5) Pencetakan kendi, 6) Penjemuran, 7) Pengambilan data (dimensi kendi sebelum bakar), 8) Pembakaran, 9) Pengambilan data (suhu pembakaran), 10) Pendinginan, 11) Pengambilan data (dimensi setelah bakar), 12) Pengujian Ks dan 13) Pengolahan data. Perlakuannya meliputi ketebalan dinding kendi (0,45 dan 0,40 cm), suhu pembakaran (600 dan 500°C) dan waktu pembakaran (2 dan 3 jam). Analisis datanya menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan Uji Duncan (a = 0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Kendi dengan bahan 100% lumpur Lapindo cukup memenuhi syarat untuk dimanfaatkan dalam irigasi kendi, 2) Distribusi suhu selama proses pembakaran harus diperhatikan agar berkisar pada suhu pembakaran ±600°C dengan waktu pembakaran 3 jam dan ketebalan dinding kendi minimal 0,40 – 0,45 cm, 3) Rerata nilai Ks yang dihasilkan sudah memenuhi nilai kisaran yang diijinkan (10-8 – 10-6). Rerata nilai Ks yang dihasilkan yaitu 1,82583*10-8 cm/detik, dan 4) Terjadinya penyusutan dimensi kendi antara sebelum dan sesudah proses pembakaran cukup besar yaitu 9,55% untuk penyusutan dimensi kendi secara horizontal dan 9,24% untuk penyusutan dimensi kendi secara vertika
Creativity Through Kendi Creation
Kendi is a traditional tool that has existed in Indonesia since 2000 BC. Hence, it is essential to preserve Kendi in order to maintain the craft’s rich history and culture in Indonesia. Currently, kendi preservation is particularly carried out by art students. In its preservation, creativity plays a crucial role when developing ideas for creating kendi made by art students. This study examined the role of student imagination in the development of a kendi craft. This study is qualitative research. The findings revealed that the Kendis monotonous shape can be developed into a variety of shapes, resulting in a unique shape and improving its novelty value. Even though the kendi’s shape has altered, it can still be utilized as a water storage container. Kendi can be used to stimulate students’ imaginations into making a piece of art since numerous types of creative and innovative kendi are generated through this imagination.
Keywords: art education, jug, imagination, art wor
- …
