1,720,999 research outputs found
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DITJEN RENHAN KEMHAN RI
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DITJEN RENHAN KEMHAN RI
Berdampak melampaui keterbatasan
berdampak melampaui keterbatasan adalah sebuah buku yang lahir dari kumpulan Kisah inspiratif para penyandang disabilitas yang menjalani proses rehabilitasi di pusat rehabilitasi kementerian pertahanan republik di indonesia (Pusrehab kemhan ri).vi, 190 hlm, 23 x 15 c
Perancangan dan Pengembangan Antarmuka Website Portal Data Satu Kemhan RI untuk Meningkatkan Aksesibilitas
Laporan ini memaparkan hasil kegiatan kerja magang yang dilaksanakan di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kegiatan magang berfokus pada perancangan dan pengembangan antarmuka Website Portal Data Satu Kemhan RI dengan tujuan utama meningkatkan aksesibilitas portal bagi seluruh pengguna. Melalui pendekatan user-centered design, mahasiswa terlibat dalam proses analisis kebutuhan pengguna, perancangan wireframe, pengembangan antarmuka responsif, hingga pengujian usabilitas. Kendala yang dihadapi selama proses magang antara lain keterbatasan akses jaringan, proses birokrasi yang panjang, dan perubahan kebutuhan mendadak. Solusi yang diterapkan mencakup penggunaan hotspot pribadi, penyusunan timeline yang memperhitungkan proses persetujuan, dan penerapan pendekatan pengembangan modular. Hasil akhir dari kegiatan magang berupa rancangan antarmuka Website Portal Data Satu Kemhan RI yang lebih responsif, intuitif, dan memenuhi standar aksesibilitas. Pengalaman magang ini memberikan wawasan berharga tentang pengembangan sistem informasi di lingkungan pemerintahan serta pentingnya aspek keamanan dan kerahasiaan informasi
PERANCANGAN PEMASANGAN ALARM DETECTOR DAN SPRINKLER PADA GEDUNG SUDIRMAN DI KEMHAN RI
The complexity of the function of a building along with its existing activities demands a higher level of security, so that the complete fire protection system for the safety of users, managers and buildings is also increasingly needed. The ministry office has a fairly complex structure with supporting facilities that must be guaranteed safe and comfortable, so the building must be equipped with reliable fire safety facilities. Sudirman Building Ministry of Defense of the Republic of Indonesia is one of the buildings that must meet the criteria of safety and safety standards. By using Seven Tools and 5 W 1H, the biggest cause of danger is fire. But from the results of initial observation, it was found that the active protection tool as APAR, alarm, sprinkler in Sudirman Kemhan RI building has not meet in the regulatory standards, so it is probable a fire happened because the facility is not functioning optimally. Based on the standards of SNI 03-3985-2000 and SNI 03-3989-2000, the design of detector and sprinkler alarms in the Sudirman building of MoD of RI is designed to deal with fire hazards appropriately. With a building area of 120 m² and height of 10 m, the design of the detector alarm is placed on the wall and the sprinkler uses an orange color at 53° C with an emission density = 2.25 mm / min, the maximum distance between sprinkler spots 4.6 meters. Used pipe size ½ "with capacity (Q) = 80 liters / min. The design of detector alarms, sprinklers and optimum selection of suitable pipes for use are reviewed from a technical point of view through calculations that provide the right and optimal number and place along the path of the fire-fighting installation project. Based on the calculation of the width and position of Sudirman Kemhan RI building, it is determined to place the detector alarm at three wall points, sprinkler of 20 pieces to overcome the fire hazard with the amount of pipe material with 64 meter pipeline, and with the use of two pumps for water supply for 60 minutes = 42,000 liters. Therefore it is proposed the use of SOP on fire hazard in building Sudirman Kemhan RI as guidance in execution of duty during office hours and outside office hours.Keywords: Fire protection system, Alarm Detector, Sprinkle
Analisis Kebijakan Kompensasi dalam Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai di Ditjen Kuathan Kemhan RI
Permasalahan yang terjadi saat ini adalah dalam pemberian tunjangan kinerja belum berdasarkan kompetensi dan capaian kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk merekomendasikan bahwa sistem tunjangan kinerja dapat menjadikan reward atau bonus yang diberikan dalam rangka memotivasi untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para pegawai bagi yang berprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah Ditjen Kuathan Kemhan RI masih menggunakan kelas jabatan dalam menentukan nilai Tunjangan Kinerja kemudian perancangan penerapan sistem merit dalam pemberian Tunjangan Kinerja. Dengan menerapkan Sistem merit makan akan tercipta sistem kompensasi yang rasional dan berorientasi pada penciptaan adanya rasa keadilan kepada pegawai yang dikaitkan dengan kinerja secara individu
PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS BAGI PASUKAN PEMELIHARA PERDAMAIAN PBB PADA KURSUS INTENSIF DI PUSDIKLAT BAHASA BADIKLAT KEMHAN RI
Skripsi berjudul Pembelajaran Bahasa Prancis bagi Pasukan Pemelihara Perdamaian pada Kursus Intensif di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI ditujukan sebagai salah satu syarat kelulusan di Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran bahasa Prancis pada Kursus Intensif bagi Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB menggunakan komponen pembelajaran meliputi peserta didik, pengajar, tujuan, materi/bahan ajar, metode, media dan evaluasi.
Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa asing yang diajarkan di Kursus Intensif Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu hasil wawancara guru dan angket siswa dan juga data sekunder seperti daftar siswa, kurikulum, bahan ajar, rancangan pembelajaran dan sebagainya.
Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tenik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket dan dokumentasi . Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik analisis data yang mengacu pada Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Display Data (Penyajian Data) dan Verification (Menarik kesimpulan).
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Prancis di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI telah mengikuti 7 komponen pembelajaran, yakni peserta didik bahasa Prancis merupakan personel militer yang akan ditugaskan sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB. Pengajar merupakan guru yang berkualitas yang memiliki pengalaman bertugas, lisensi resmi dan gelar sarjana pendidikan. Tujuan pembelajaran sesuai dengan Kurikulum Kursus Intensif Bahasa Prancis bagi Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB Kemhan RI. Materi ajar yang digunakan adalah buku khusus Peacekeeper yaitu buku En Avant, Methode de Francais pour Les Militaires – Afrique . Ocean Indien yang disusun oleh Kementerian Luar Negeri yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Prancis. Metode pembelajaran yang guru gunakan adalah metode komunikatif dan aksionel. Media pembelajaran yang digunakan di kelas seperti TV layar lebar, komputer, VCD player, power point dan sebagainya. Terakhir, evaluasi yang guru lakukan adakah penilaian dengan memberikan quiz, ujian harian, ujian tengah dan ujian akhir.
Kata Kunci : Pembelajaran Bahasa Prancis, Komponen Pembelajaran, Kualitatif Deskriptif
The thesis “French Learning for UN Peacekeeping Forces in the Language Education and Training Center at Education and Training Board of Ministry of Defense Republic of Indonesia” is intended as one of the graduation requirements in the French Language Education Program, Faculty of Languages and Arts, Jakarta State University. This study aims to determine whether French language learning in the Intensive Course for UN Peacekeeping Forces uses learning components including students, teachers, objectives, materials / teaching materials, methods, media and evaluation.
French is one of the foreign languages taught in the Language Education and Training Center at Education and Training Board of Ministry of Defense Republic of Indonesia. This study uses primary data from results of teacher interviews and student questionnaires as well as secondary data such as student lists, curriculum, teaching materials, learning designs, etc.
This research is a descriptive method with a qualitative approach and the techniques used to collect data are interview, questionnaire and documentation. The data analysis technique of this research is data analysis technique which refers to Miles and Huberman consists three stages, namely Data Reduction, Data Display and Verification (Conclusions Drawing).
The results of this research conclude that French learning at the Language Education and Training Center at Education and Training Board of Ministry of Defense Republic of Indonesia had followed learning components. The students are the military personnel who would be assigned as UN peacekeeping forces. The teachers are qualified teachers who have work experience on missions, official licenses and a bachelor’s as well as master degree in education. The learning objectives are in accordance with the French Language Intensive Course Curriculum for the UN Peacekeeping Forces of the Indonesian Ministry of Defense. The teaching materials used is a special book for Peacekeeper, “En Avant, Method de Francais pour Les Militaires - Afrique. Ocean Indien”, compiled by the Ministry of Foreign Affairs in collaboration with the French Ministry of Defense. The learning methods that the teachers use are communicative and actional methods. The media used in class are big screen TV, computer, VCD player, power point and so on. Finally, the evaluation that the teachers do is an assessment by giving quizzes, daily exams, middle and final exams.
Keywords: French Language Learning, Learning Components, Descriptive Qualitativ
KURIKULUM ALTERNATIF KURSUS INTENSIF BAHASA PRANCIS DI PUSDIKLAT BAHASA BADIKLAT KEMENHAM RI
Penelitian ini bertujuan untuk membuat kurikulum alternatif pada kursus intensif bahasa Prancis di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI dengan (1) mengubah pembagian jam pelajaran yang sesuai dengan dengan CECR, (2) menambah materi-materi baru yang sesuai indikator keberhasilan pada kurikulum bahasa Prancis Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI.
Subjek penelitian ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kurikulum. Objek dari penelitian ini adalah pembagian jam pelajaran dan materi-materi dalam kurikulum bahasa Prancis di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pada proses analisis dokumen dilakukan dengan analisis konten yaitu mengkaji, mendeskripsikan, menginterpretasikan dan mengkomunikasikan data yang diperoleh secara objektif. Ditemukan ketidaksesuaian yang mengacu pada indikator keberhasilan dalam hal pembagian jam, materi dan evaluasi. Dari
ketidaksesuaian tersebut, dibuatlah kurikulum alternatif dengan mengubah pembagian jam, menambah materi. Kurikulum alternatif ini disarankan dapat melengkapi kekurangan yang ada pada kurikulum kursus intensif bahasa Prancis di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI.
Penelitian ini menghasilkan Kurikulum alternatif, yang disusun berdasarkan perbandingan kurikulum di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI dengan CECR. Hasilnya, kurikulum di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI yang memiliki 743 jam pelajaran untuk tingkat A2, dalam kurikulum alternatif jumlah jam tersebut dioptimalkan dengan menambah materi kemampuan bahasa Prancis menjadi tingkat B1. Terkait dengan materi,yang semula hanya menggunakan buku Écho 1 sebagai materi bahasa Prancis, dalam kurikulum alternatif ini ditambahkan materi tentang kebudayaan, terjemahan, kosakata dan terminologi kemiliteran. Materi-materi tersebut perlu diberikan untuk mendukung indikator keberhasilan. Kurikulum alternatif ini diharapkan dapat mendukung ketercapaian indikator keberhasilan dalam kurikulum kursus intensif bahasa Prancis di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan RI
Analysis of Organizational Culture in Enhancing Employee Performance at the Public Relations Bureau of the Secretariat General of the Ministry of Defense of the Republic of Indonesian
Organizational culture plays an important role in the success of public organizations and can help align human resources in achieving the organization's vision, mission, and goals. This study aims to analyze the organizational culture at the Public Relations Bureau of the Secretariat General of the Ministry of Defense of the Republic of Indonesia (Setjen Kemhan RI) and explain how organizational culture can deeply enhance employee performance. This research uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data collection was conducted through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The research results indicate that the organizational culture at the Public Relations Bureau of Setjen Kemhan RI has successfully improved employee performance. Indicators such as the produced products, ethics or professionalism standards, and attributes that reflect the identity of the Public Relations Bureau of Setjen Kemhan RI have been well implemented. Employees of the Public Relations Bureau of Setjen Kemhan RI have successfully applied the values embraced by the institution, which positively influence their performance. The public has been satisfied with the products and services provided, although there is still a lack of information and understanding among the public regarding exempted information
Analisis Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
Organizational culture plays an important role in the success of public organizations and can help align human resources in achieving the organization's vision, mission, and goals. This study aims to analyze the organizational culture at the Public Relations Bureau of the Secretariat General of the Ministry of Defense of the Republic of Indonesia (Setjen Kemhan RI) and explain how organizational culture can deeply enhance employee performance. This research uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data collection was conducted through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The research results indicate that the organizational culture at the Public Relations Bureau of Setjen Kemhan RI has successfully improved employee performance. Indicators such as the produced products, ethics or professionalism standards, and attributes that reflect the identity of the Public Relations Bureau of Setjen Kemhan RI have been well implemented. Employees of the Public Relations Bureau of Setjen Kemhan RI have successfully applied the values embraced by the institution, which positively influence their performance. The public has been satisfied with the products and services provided, although there is still a lack of information and understanding regarding exempted information. Keywords: Organizational Culture, Employee Performance, Government Public Relation
- …
