2 research outputs found
Leadership Style For Indonesian Public Health Center: Charismatic,Bureaucratic,Transactional, Transformational,Autocratic Or Democratic?
This article analyzes the impact of the leadership style of the head of the public health center in Central Java, Indonesia. The focus is on six main leadership styles, namely transformational, transactional, autocratic, charismatic, bureaucratic and democratic. This article has provided in-depth insights into leadership styles; democratic, transformational, bureaucratic and autocratic leadership have a positive impact on the performance of public health center staff in Central Java, Indonesia. Respondents in this study were 200 public health center staff. Distribution of the questionnaire by means of snowball sampling. The analysis uses a quantitative approach, with the help of a survey instrument, based on a questionnaire survey. Secondary research has been carried out through a previous review of the literature that is set to achieve the research objectives. The results of this article suggest that charismatic, bureaucratic and transactional leadership styles have a negative relationship with performance. A transformational, autocratic, and democratic leadership style, on the other hand, has a positive relationship with the performance of the head of the public health center in Central Java, Indonesia
Pengenalan dan Tata Kelola Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Rumah Tangga di Desa Harjatani, Kramatwatu - Serang
Limbah B3 merupakan limbah yang mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya baik bagi lingkungan maupun bagi kesehatan manusia. Meskipun jumlah nya relatif kecil, namun keberadaan limbah B3 harus dikelola dengan baik. Salah satu sumber penghasil limbah B3 adalah aktivitas rumah tangga. Jenis limbah B3 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga diantaranya adalah bolam lampu bekas, barang-barang elektronik bekas, kemasan-kemasan/botol minyak wangi bekas, kemasan-kemasan bekas detergen, oli bekas, pembersih lantai dan lain sebagainya. Ketidaktahuan masyarakat tentang dampak dan upaya pengelolaan limbah B3 yang baik menyebabkan limbah-limbah tersebut dikelola sama halnya dengan limbah domestik lainnya. Limbah B3 yang dihasilkan sejauh ini masih dibuang dan dicampur dengan sampah rumah tangga lainnya. Limbah B3 tersebut dikumpulkan dalam tempat sampah kemudian di buang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk selanjutnya dibawa ke TPA oleh petugas kebersihan. Kondisi ini menunjukkan belum adanya pengelolaan limbah B3 yang baik dan benar. Dalam jangka pangjang pengelolaan limbah B3 yang buruk dapat berdampak terhadap rusaknya lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada ibu-ibu di Desa Harjatani tentang pentingnya pengelolaan limbah B3 rumah tangga. Kegiatan PkM ini dilakukan di Desa Harjatani pada tanggal 20 Januari 2024 bertempat di Kantor Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. Kegiatan dihadiri oleh sebanyak 38 ibu-ibu rumah tangga yang termasuk dalam anggota PKK Desa dan kader Kesehatan. Bentuk kegiatan PkM dilakukan dengan metode penyuluhan tentang pengenalan dan tata Kelola limbah B3 dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembagian doorprice berupa tempat sampah. Berdasarkan hasil kegiatan diketahui bahwa tingkat pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang limbah B3 tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif petugas Kesehatan dan lintas sektor terkait untuk terus memberikan penyuluhan dan mengembangkan jejaring dengan Dinas Lingkungan Daerah dalam hal pengelolaan limbah B3 rumah tangga
