18,601 research outputs found
ADAM SMITH'S OPTIMISTIC TELEOLOGICAL VIEW OF HISTORY
Adam Smith's four-stage theory provides the framework for his writings on history. The fourth stage is the commercial epoch; the culmination of history in this stage is a key component in the conventional interpretation of Adam Smith as a prophet of commercialism. In two historical case studies Smith shows the capacity of commercial society to regenerate itself. This potent capacity suggests that commercial society is inevitable. At a certain point in time it also overcomes the major obstacles to its permanence. Smith's philosophy of history anticipates the end of history views of Kant and Hegel.Political Economy,
How Might Adam Smith Pay Professors Today?
Adam Smith’s proposal for paying professors was intended to induce increased faculty knowledge. If students have imperfect information about what they learn, and universities can only imperfectly measure the input of faculty time in student learning, publications may be used to measure faculty knowledge. If professors’ ability to publish is positively related to their ability to produce student learning, which universities can imperfectly measure, publications may be necessary to attract more able professors. Since research signals faculty knowledge, schools that do not value publications per se could require higher publication standards and pay higher wages than schools that value only publications.
ADAM SMITH'S VIEW OF HISTORY: CONSISTENT OR PARADOXICAL?
The conventional interpretation of Adam Smith is that he is a prophet of commercialism. The liberal capitalist reading of Smith is consistent with the view that history culminates in commercial society. The first part of the article develops this optimistic interpretation of Smith's view of history. Smith implies that commercial society is the end of history because 1) it supplies the ends of nature that he identifies; 2) it is inevitable; and 3) it is permanent. The second part of the article shows that Smith has some dark moments in his writings where he seems to reject completely such teleological notions. In this more civic humanist mood he confesses that commercial society does not supply the ends of nature, nor is it inevitable, nor is it permanent. Both views exist in Smith and the commentator is forced to choose between passages in Smith's work in order to support a particular interpretation of the former's view of history.Political Economy,
STRATEGI BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA INDUSTRI KERUPUK UD. ADAM JAYA
Strategi bauran pemasaran merupakan suatu strategi dalam memasarkan produk
yang digunakan pelaku usaha agar mampu bersaing di dunia bisnis yang semakin
ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi bauran
pemasaran UD. Adam Jaya untuk meningkatkan volume penjualan.
Penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini
dilakukan di industri kerupuk UD. Adam Jaya Sidoarjo dengan sampel 4 karyawan,
pemilik dan 5 konsumen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipan, wawancara dan
dokumentasi. Untuk kemudian data dianalisis menggunakan SWOT dengan matrik
IFAS dan EFAS.
Hasil matrik IFAS menunjukkan bahwa skor faktor kekuatan UD. Adam Jaya
adalah sebesar 1,82 dan kelemahan sebesar 1,08, sedangkan hasil matrik EFAS
menunjukkan bahwa skor faktor peluang adalah sebesar 1,53 dan skor ancaman
sebesar 1,47. UD. Adam Jaya berada dalam kuadran I dan strategi yang dapat
dilakukan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth
oriented strategy). Hasil analisa SWOT menunjukkan skor strategi SO sebesar
3,35; strategi ST sebesar 3,29; strategi WO sebesar 2,61 dan strategi WT sebesar
2,55. Dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran UD. Adam Jaya adalah
menggunakan indikator 4P (Product, Price, Promotion dan Place) dan strategi SO
(Kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada) merupakan strategi yang
cenderung digunakan karena memiliki nilai paling tinggi.
Kata Kunci: Bauran Pemasaran, SWOT, Volume Penjualan
vii
ANALISIS SWOT DALAM STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN PADA DEALER HONDA CV ADAM JAYA PLUMPANG TUBAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan sepeda motor Honda di CV Adam Jaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam meningkatkan penjualan. Ruang lingkup penelitian dibatasi tentang strategi pemasaran 4P. Hasil analisis SWOT didapat dari nilai kekuatan yang dimiliki adalah 2,80 sedangkan kelemahan adalah 0,90 jadi kuadran internal faktor adalah yaitu 2,80 – 0,90 = 1,90 artinya kemampuan dari CV Adam Jaya dalam memanfaatkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan yang terdapat pada internal faktor perusahaan. Peluang yang dimiliki dari strategi tersebut sebesar 1,87 dan ancaman sebesar 1,31. Jadi kuadran eksternal faktor yaitu 1,87 – 1,31 = 0,56 artinya CV Adam Jaya mampu untuk memanfaatkan peluang – peluang dan mampu untuk mengatasi ancaman – ancaman yang dihadapi oleh perusahaan dalam penjualan. Sehingga berada pada kuadran I yaitu strategi agresif dengan cara menerapkan : 1) Mempertahankan kualitas dan mutu produk serta memperluas jangkauan penjualan sepeda motor Honda dengan membuka pangsa pasar dan membuka cabang baru didaerah jauh dari dealer CV Adam Jaya. 2) Memanfaatkan perkembangan teknologi dan kekuatan pasar dengan cara mempertahankan harga produk yang lebih murah dari pesaing dan memaksimalkan promosi penjualan. Â
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK PADA UD. ADAM JAYA PASIRIAN
Untuk mengetahui cara perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan UD. ADAM JAYA PASIRIAN dan untuk mengetahui perbedaan perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan UD. ADAM JAYA PASIRIAN dengan pendekatan full costing dan variabel costing.
Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian bahwa UD.ADAM JAYA PASIRIAN tidak menggunakan metode full costing maupun metode variabel costing tapi UD.ADAM JAYA PASIRIAN memiliki metode sendiri dengan memasukkan Bahan baku, tenaga kerja langsung, BOP variabel, BOP tetap dan tenaga kerja tidak langsung dalam penghitung Harga Pokok Produksi. Berbeda dengan metode full costing yang tidak mengikutkan biaya tenaga kerja tidak langsung dalam perhitungan Harga Pokok Produksi. Metode Variabel costing juga berbeda dengan metode dari UD.ADAM JAYA PASIRIAN maupun metode full costing dalam metode variabel costing tidak mengikutkan BOP tetap dan tenaga kerja tidak langsung dalam perhitungan Harga Pokok Produksi. Dengan perbedaan metode tersebut ini juga akan menyebabkan perbedaan hasil perhutungan pada tiap metode seperti pada metode UD.ADAM JAYA PASIRIAN hasil perhutungan harga pokok produksi akan lebih besar dibandingkan metode full costing apalagi dengan metode variabel costing hasil Harga Pokok Produksi UD.ADAM JAYA PASIRIAN akan jauh lebih besar karena banyak biaya yang di masukkan dalam perhitungan Harga Pokok produksi jika metode variabel costing sedikit biaya yang dimasukkan dalam perhitungan Harga Pokok Produksi.
Keterbatasan penelitian ini adalah hanya meneliti harga pokok penjualan, metode full costing dan metode variabel costing. Sedangkan variabel lain yang mempengaruhi harga pokok produksi diharapkan dapat diteliti oleh peneliti selanjutny
Adam Smith and Roman Servitudes
This essay is a preprint of an article that appeared at: Tijdschrift voor Rechstsgeschiedenis, 72 (2004), 327–57.This essay discusses Adam Smith historical jurisprudence and his use of Roman law materials in his Lectures on Jurisprudence. It argues that Smith found it difficult to maintain his theory of legal development in the face of a highly developed body of Roman law literature
THE THEOLOGICAL FOUNDATION OF ADAM SMITH'S WORK
The paper will discuss the theological foundation to Smith's writings. Teleology, final causes and divine design were initially seen as central to understanding Smith's writings. Over time, this view fell out of fashion. In the period after World War II, with the rise of positivism, commentators tended to overlook or downplay this interpretation. In the last decade, or so, teleology has started to be restored to its former position as an essential element in understanding Smith. After spelling out Smith's teleology and his view of final causes, divine design and the ends of nature, we try to explain the Panglossian nature of the 'new theistic view' of Smith. While our view differs somewhat, we agree with the essence of the 'new view' claim: a theological view exists in Smith which underpins his moral and economic theories.Political Economy,
Interview. Matthew Joseph with Adam Gussow, musician and author
Interview in which Adam Gussow discusses hill country blues musi
- …
