1,741,931 research outputs found
Lechius Iwan 1995
Lechius Iwan, 1995 Lechius Iwan, 1995: 404.— Iwan 2001: 501, 2002a: 73; 2002 b: 274; 2010: 35, Iwan et al. 2012: 67. Type species. Selinus abacoides Fairmaire, 1902 (by original designation); gender masculine. Diagnostic characters. The taxonomic concept of this genus was proposed by Iwan in 1995. According to Iwan`s hypothesis, this genus is characterized by the presence of a groove below the ventral margin of eye (Fig. 1) and the bordering of the 5 th abdominal ventrite (Fig. 2) (Iwan 1995, 2002a). The newly available material supports this hypothesis. Systematic position. According to the results of a cladistic analysis performed by Iwan (2002 a), the genus Lechius is a member of the platynotoid lineage within the subtribe Platynotina and it is most closely related to the genera Pseudoselinus Iwan, 2002 and Upembarus Koch, 1956. The later transfer of Pseudoselinus and Upembarus into the Ectateus generic group (Iwan & Banaszkewicz 2005, Kamiński & RaŠ 2011) might suggest that Lechius is also a member of this generic group (Kamiński & RaŠ 2011). Distribution. Madagascar (Fig. 19). Species included (5): L. aalbui sp. nov., L. abacoides (Fairmaire, 1902), L. longiclavis sp. nov., L. madagascariensis (Iwan, 1998) and L. steineri Iwan, 1995.Published as part of Iwan, Dariusz & Kamiński, Marcin Jan, 2012, Revision of the Malagasy genus Lechius Iwan, 1995 (Coleoptera: Tenebrionidae: Pedinini), pp. 23-34 in Zootaxa 3399 on page 24, DOI: 10.5281/zenodo.28183
Tegak lurus dengan langit : kumpulan cerpen tahun 2004
Cerpen - cerpen Iwan simatupang mempunyai 'cap iwan' yang khas dalam menggali - menggali kesepian manusia, irasionalisme dan tragedi manusia - manusia kecil, ironi serta bias - biasnya... yang bergerak dalam cerpen - cerpen maupun novel - novel iwan hampir selalu bayangan manusia yang sama, yakni manusia problematis, yang sejarah - identitas serta tujuannya selalu dipertanyakan..xviii, 155 hlm, 21 x 14 c
Tegak lurus dengan langit : kumpulan cerpen tahun 2004
Cerpen - cerpen Iwan simatupang mempunyai 'cap iwan' yang khas dalam menggali - menggali kesepian manusia, irasionalisme dan tragedi manusia - manusia kecil, ironi serta bias - biasnya... yang bergerak dalam cerpen - cerpen maupun novel - novel iwan hampir selalu bayangan manusia yang sama, yakni manusia problematis, yang sejarah - identitas serta tujuannya selalu dipertanyakan..xviii, 155 hlm, 21 x 14 c
Franz Liszt : Vortrag im Saale der Harmonie zu Erlangen gehalten am 10. Januar 1883
von Dr. Iwan Müller, ordentl. Professor der klassischen Philologi
Lechius madagascariensis Iwan 1998
Lechius madagascariensis (Iwan, 1998) (Figs 4, 15, 18, 22, 26) Hovademulus madagascariensis Iwan 1998: 331. Lechius madagascariensis (Iwan, 1998). — Iwan 2001: 504 (comb.), 2002 a: 74, 2002b: 274, 2010: 39; Schawaller 2010: 279. Material studied. Holotype, male (TMNH): “Ampijoroa, 14 Jan 1956, Tsaramandroso”, “E. Mc. Callan Collector”, “INSTITUT SCIENTIFIQUE MADAGASCAR ”, “ Hovademulus madagascariensis sp. nov, det. D. Iwan”. Redescription. Body—length ca. 11.0 mm; width ratio elytra/pronotum ca. 1.1; length ratio elytra/pronotum (pl) ca. 2.5. Clypeus—clypeal emargination width/depth ratio ca. 6.0. Pronotum—pronotum length (pl)/width ratio ca. 0.6; length ratio pronotum (pl)/anterior pronotal angles (apl) ca. 0.9. Elytra—elytra length/width ratio ca. 1.3. Scutellum—width ratio anterior margin of elytra/scutellum at base ca. 4.8. Metaventrite—length ratio cavity of hind coxa/metaventrite between the insertions of mid and hind coxae ca. 2.3; metepisternum length/width ratio ca. 3.3. Abdomen—width ratio process of I abdominal ventrite/process of metaventrite ca. 2.5. Legs—fore tibia length/width ratio ca. 4.3; fore femur length/width ratio ca. 3.6. Tarsi—length ratio hind tarsomere 1 st/ 2 nd ca. 2.5. Habitus as in Fig. 22. Head with conspicuous punctures (1 – 2 diameters apart) (Fig. 4). Anterior margin of clypeus with shallow median emargination. Mentum slightly narrowing towards apex; submentum with elongated base. Pronotal disc shiny with conspicuous punctation (3 – 4 diameters apart). Sides of pronotum subparallel from the base to about 0.33 of length (Fig. 22). Lateral border distinct and wide. Hypomeron without longitudinal depression near the edge. Elytral row with punctures (4 – 5 diameters apart). Interrows shiny; with punctures 4 – 5 diameters apart (Fig. 15). Elytral base sinusoidal. Elytral humeri rounded. Scutellum triangular. Apex of intercoxal process of prosternum protruding outwards (in lateral view). 5 th abdominal ventrite bordered with dense punctures (single diameters apart). Male protarsi widened. Male protibia similar as in L. longiclavis sp. nov. (Figs 6, 7). Male mesofemora with a denticle on the inner side (Fig. 18). Male genitalia as in Fig. 26. Notes. This species is known from one partly damaged specimen (male). The morphology of antennae and maxillary palpi is unknown. Comments. The only known specimen was collected on 14 Jan 1956. Distribution. North Madagascar (Fig. 19).Published as part of Iwan, Dariusz & Kamiński, Marcin Jan, 2012, Revision of the Malagasy genus Lechius Iwan, 1995 (Coleoptera: Tenebrionidae: Pedinini), pp. 23-34 in Zootaxa 3399 on pages 28-29, DOI: 10.5281/zenodo.28183
Resistensi Musisi Indonesia Terhadap Kebijakan Pemerintah Orde Baru Studi Kasus Perlawanan Iwan Fals Tahun 1979-1997
Kebijakan dalam bidang seni dan budaya yang disampaikan oleh pemerintah Orde Baru di awal kepemimpinannya adalah membuka kembali kebebasan serta keluasan masyarakat Indonesia untuk mengekspresikan diri dalam bidang seni dan budaya selama tidak bertentangan dengan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Segala macam bentuk tradisi dan seni seperti aliran musik rock atau tari-tarian mulai tumbuh kembali setelah sebelumnya mengalami pembatasan di era Orde Lama. Sayangnya, kebijakan pemerintah Orde Baru ini dalam praktiknya tidak bertahan lama karena pada akhirnya nasib dari kebebasan berekspresi ini mulai dibatasi kembali bahkan tak jarang para seniman harus mengalami pencekalan, salah satunya adalah Iwan Fals. Iwan Fals yang dikenal sebagai musisi yang gemar mengkritik pemerintah lewat lagunya bahkan lagunya dianggap sebagai sebuah simbol perlawanan. Dengan melihat latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlawanan seperti apa yang ada pada lagu-lagu Iwan Fals dan apa kaitannya dengan pencekalan, pembatasan hingga teror yang ia alami sebagai musisi di era Orde Baru.Penelitian ini memfokuskan pada kajian dalam lagu Galang Rambu Anarki, Sarjana Muda, Bongkar, dan Surat Buat Wakil Rakyat. Adapun metode yang digunakan adalah metode historis dengan pendekatan sosiologis dan dengan konsep teori resistensi yang dikemukakan oleh James C. Scott. Hasil dari penelitian ini adalah resistensi yang ada pada lagu-lagu Iwan Fals termasuk ke dalam kategori resistensi tertutup. Resistensi tertutup ini ditemukan dalam lagu yang berjudul Galang Rambu Anarki, Sarjana Muda, Bongkar, dan Surat Buat Wakil Rakyat. Adapun resistensi yang hadir dalam lagu-lagu tersebut adalah adalah resistensi dalam bidang ekonomi dan resistensi dalam bidang politik. Dengan hadirnya lagu-lagu Iwan Fals yang dianggap mampu mewakili keresahan yang terjadi di tengah masyarakat saat itu, secara tidak langsung menjadikan lagu tersebut sebagai alat resistensi terhadap pemerintah Orde Baru yang didasarkan pada adanya keinginanan masyaarakat untuk memiliki pemimpin yang memihak pada kesejahteraan rakyatnya. Adapun munculnya pencekalan atau pembatasan yang diterima oleh Iwan Fals bukan merupakan dampak dari isi resistensi yang perjuangkan oleh Iwan Fals melalui lagu-lagunya, melainkan berupa reaksi/respon pemerintah atas kekhawatirannya akan basis massa para pendengar lagulagunya yang berpotensi melahirkan resistensi yang lebih besar yaitu resistensiterbuka berupa demonstrasi.xiv, 83 hlm, 25 c
- …
