58 research outputs found
Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance dan Non Performing Loan Terhadap Return On Asset Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015
ABSTRAKMimin Susanti, 2018. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance dan Non Performing Loan Terhadap Return On Asset Pada Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2011-2015 dibawah bimbingan Ibu Rusdiah Iskandar dan Ibu Ledy Setiawati.Return On Asset sebagai rasio untuk melihat kinerja perusahaan baik dari segi keuangan maupun non keuangan. Good Corporate Governance adalah sebuah konsep yang menekankan pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat dan tepat waktu sebagai kewajiban perusahaan untuk mengungkapkan semua informasi kinerja keuangan perusahaan. Non Performing Loan merupakan tingkat pengembalian kredit bermasalah yang dapat mempengaruhi penerimaan laba atau menunjukkan kerugian yang diakibatkan oleh tingkat pengembalian kredit macet.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh good corporate governance dan non performing loan terhadap return on asset pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015 yang berjumlah 42 bank. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh total sampel sebanyak 23 perusahaan selama periode 2011 – 2015 sehingga berjumlah 115 observasi. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan good corporate governance berpengaruh tidak signifikan terhadap return on asset yang berarti hipotesis pertama ditolak. Non performing loan berpengaruh signifikan terhadap return on asset sehingga hipotesis kedua diterima. Hal ini menjelaskan bahwa tinggi rendahnya laba yang diterima suatu perusahaan dipengaruhi oleh non performing loan dan dipengaruhi tidak signifikan dari penerapan good corporate governance
Analisis economic value added (eva) pada pt federal international finance
Hendra Darmawan. Analisis Economic Value Added (EVA) pada PT Federal International Finance. Dibimbing oleh Rusdiah Iskandar selaku dosen pembimbing I dan Musviyanti selaku dosen pembimbing II.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan PT Federal International Finance pada tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016 dengan menggunakan pendekatan Economic Value Added (EVA). Standar penilaian kinerja keuangan perusahaan dengan metode EVA adalah jika perusahaan mempunyai EVA>0 maka telah terjadi nilai tambah pada perusahaan, sebaliknya jika EVA<0 menunjukkan tidak terjadi proses nilai tambah pada perusahaan dan nilai EVA=0 menunjukkan posisi impas perusahaan.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menganalisis laporan keuangan menggunakan data kuantitatif yaitu laporan keuangan berupa laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif yang diolah dari Laporan Keuangan Tahunan PT Federal International Finance. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Economic Value Added (EVA) dengan menghitung Net Operating Profit After Tax (NOPAT), Capital Charges, Weighted Average Cost of Capital (WACC) dan Invested Capital.Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode Economic Value Added (EVA) pada PT Federal International Finance tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016 menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai EVA pada PT Federal International Finance tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016 bernilai positif atau memberikan nilai tambah pada perusahaan. PT Federal International Finance menghasilkan laba yang dapat memenuhi seluruh biaya kegiatan operasi dan seluruh biaya modal serta menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan dengan memperhatikan nilai Economic Value Added (EVA) dapat membantu investor sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan investasi
Pengaruh arus kas bebas dan struktur aset serta profitabilitas terhadap kebijakan hutang pada perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek indonesia
Chandra Alim Pratama, Pengaruh Arus Kas Bebas dan Struktur Aset serta Profitabilitas Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di BEI. Dibawah bimbingan Ibu Rusdiah Iskandar dan bapak Raden Priyo Utomo. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan perusahaan untuk mengurangi Agency Cost, diantaranya adalah dengan meningkatkan pendanaan dengan melakukan pinjaman ke pihak eksternal. Dalam hubungannya dengan kebijakan hutang, ada kepentingan yang berbeda antara pemegang saham dengan pihak manajer dalam mengelola keuangan internal perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Arus Kas Bebas, Struktur Aset, dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Hutang pada perusahaan Industri Dasar dan Kimia periode 2013-2017. Data diperoleh dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di BEI selama tahun 2013 sampai 2017. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dengan program SPSS versi 20. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel Arus Kas Bebas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kebijakan Hutang, variabel Struktur Aset berpemgaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kebijakan Hutang, sedangkan variabel Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Hutang
ANALISIS REALISASI ANGGARAN DI BIRO UMUM SETPROV KALIMANTAN TIMUR
The research objective in writing this paper is to determine the performance of the budget at the General Bureau of East Kalimantan in 2014. The analytical method used is descriptive analysis method is an analysis method in which data have been obtained, compiled, categorized, analyzed, and interpreted objectively in order to obtain an overview of the problems encountered and explain the results perhitungan.Pengukuran percentage gains of the General Bureau of Borneo Setprov Timurdihitung use some formulas that are tailored to the characteristics of the components realization, namely: Percentage achievement Actual and Bugget. The results of the study can be seen from the number of allocations and budget realization, then the performance of the General Bureau of Setprov Kaltim visible from the ability to realize the implementation of the budget in the form of programs and activities. In fiscal year 2010realisasi budget by 81.90% and the fiscal year 2014 amounted to 99.69%, which means an increase in the budget realization average of 1.74% per year budget. Result analysis and discussion of the conclusions made are Strong relationship between budget and actual effect on the performance of public agencies setprov kaltim. General Bureau of goal attainment can be described through the achievement of its strategic objectives during the period of the medium-term and long-term. 2014 is the last year the implementation of the Strategic Plan of the General Bureau of years 2010 - 2014. In fiscal year 2010 budget realization amounted to 84.81% and the fiscal year 2014 amounted to 102.85%, which means an increase in the budget realization by an average of 3.60% per year budget.Keywords: Actual, Budget and General Bureau Setprov Kalti
Pengaruh kepemilikan institusional dan return on asset serta corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di bursa efek indonesia
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan pengembalian aset serta Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap nilai Perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah Perusahaan Properti dan Real Estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan dari 2013 hingga 2015. Jumlah sampel adalah 32 perusahaan dengan 96 pengamatan. Nilai perusahaan dengan harga penutupan proksi, Kepemilikan institusional diukur dengan jumlah saham yang dimiliki oleh Institusi dengan jumlah saham yang beredar, pengembalian aset yang diukur dengan penghasilan setelah pajak dengan aset sepenuhnya dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan diukur oleh CSRDI jumlah item yang diungkapkan oleh jumlah keseluruhan ekspresi item. Analisis dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Uji hipotesis menggunakan statistik t untuk menguji koefisien regresi secara parsial dengan tingkat signifikan 0,05 atau 5%. Selain itu, uji kelayakan model (uji F) dan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedasitifitas, dan uji autokorelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan dan return on asset dan Corporate Social Responsibility berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dan arah pengaruhnya adalah pengembalian aset dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan memiliki pengaruh positif untuk nilai perusahaan
Pengaruh manajemen laba dan likuiditas serta profitabilitas terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh manajemen laba, likuiditas dan profitabilitas terhadap pengungkapan sukarela laporan tahunan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan tahunan (annual report) perusahaan manufaktur sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016. Sampel penelitian sebanyak 52 pengamatan dari periode 2013-2016. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran variabel dependen dengan menggunakan indeks pengungkapan berjumlah 33 item pengungkapan sukarela. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dalam menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen Laba yang diwakili dengan Real Earning Management (REM) menunjukkan pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela laporan tahunan dengan nilai koefisien 0,098 pada tingkat signifikansi 0,051. (2) Likuiditas yang diwakili dengan Current Ratio (CR) menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela laporan tahunan dengan koefisien -0,006 pada tingkat signifikansi 0,184. (3) Profitabilitas yang diwakili dengan Return On Assets (ROA) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela laporan tahunan dengan koefisien 0,130 pada tingkat signifikansi 0,015
Anteseden kinerja reksadana Indonesia
Buku ini merupakan kompilasi dari berbagai temuan penelitian tentang variabel-varibel yang beredar di kalangan masyarakat umum dan akademisi tentang tingkat pengembalian investasi portofolio reksa dana
ANALISIS PEMULIHAN BIAYA (COST RECOVERY) DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DI INSTALASI GIZI RSUD A.WAHAB SJAHRANIE
ANALISIS PEMULIHAN BIAYA (COST RECOVERY) DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DI INSTALASI GIZI RSUD A.WAHAB SJAHRANIE Rotua Juniati SitorusProgram Magister Manajemen Dosen Pembimbing :Prof.Dr.Hj.Rusdiah Iskandar, M.Si., Ak., CADr. Musdalifah Azis, M.SiABSTRACTThe purpose of this study was to analyze cost recovery rate of nutrition installation at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda from 2013 – 2014, based on activity based costing system. In doing the research, the data was obtained in primary data and secondary data from nutrition installation, finance department and other departments at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.Based on the result of the study, for the year of 2013, actual meal unit cost of first class is Rp.. 246.424 actual meal unit cost of second class is Rp. 175.311 and actual meal unit cost of third class is Rp. 151.624. In other side, the cost recovery rate of first class is only 18.00%, the second class : 20.21%, and the third class is only 20.34%. Meanwhile, for the year of 2014, actual meal unit cost of first class is Rp.. 246.377 actual meal unit cost of second class is Rp. 185.463 and actual meal unit cost of third class is Rp. 162.846. In other side, the cost recovery rate of first class is only 18.01%, the second class : 19.10%, and the third class is only 18.94
Pengaruh good corporate governance dan leverage terhadap earnings management
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah pengaruh proporsi komisaris independen, komite audit, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan leverage terhadap manajemen laba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan mendapatkan bukti empiris dari proporsi komisaris independen, komite audit, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan leverage pada manajemen laba. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis, teoritis, dan kebijakan. Objek penelitian ini adalah sub sektor perusahaan manufaktur perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2016. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam menentukan jumlah sampel yang digunakan dan diperoleh 11 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Komite audit memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap manajemen laba. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Leverage memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap manajemen laba
The effect of expense ratio, fund size and fund age on performance of ETF mutual funds with interest rate as a moderating variable
The focus of this study is to exploraton the impact of expense ratio, fund size, and fund age on ETF mutual fund performance with interest rates as a moderating. The population is ETF Mutual Funds registered with the Financial Services Authority (OJK) using a purposive sampling technique in taking a sample of 20 Mutual Funds with an observation period of 4 years. The review technique used in this evidence is the moderated regression analysis (MRA) with the STATA 17 program to tabulate the data. These findings indicate that the expense ratio has a positive and insignificant effect on the sharpe ratio; fund size has a negative and significant effect on the sharpe ratio; fund age has a positive and significant effect on the sharpe ratio; then, the interest rate is not a moderating variable that influences the expense ratio positively and is not significant to the sharpe ratio; interest rate is not a moderating variable that affects fund size negatively and significantly to the sharpe ratio; while the interest rate is a moderating variable that influences fund age positively and significantly to the sharpe ratio
- …
