1,721,014 research outputs found
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN MENGIDENTIFIKASI SIFAT-SIFAT BENDA MATA PELAJARAN IPA KELAS III SDN SUMBERLESUNG 02 LEDOKOMBO JEMBER TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sumberlesung 02 Ledokombo Jember.
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Jumlah siswa kelas III seluruhnya
adalah 27 siswa. Jumlah laki-laki sebanyak 5 siswa dan perempuan sebanyak 22
siswa. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
tindakan kelas (PTK). Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini, yaitu wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi.
Hasil observasi awal mengenai aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III
menunjukkan bahwa persentase rata-rata aktivitas siswa kelas III dalam
pembelajaran IPA yaitu 51%. Hasil dokumentasi mengenai hasil belajar siswa
kelas III dalam pembelajaran IPA yang diperoleh dari ulangan harian,
menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa yaitu 48,2.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan
hasil belajar siswa kelas III dengan penerapan metode eksperimen. Berdasarkan
hasil analisis data mengenai aktivitas belajar siswa kelas III pada siklus I dan II,
diperoleh data bahwa pada siklus I persentase rata-rata aktivitas belajar siswa
adalah 65,1%. Pada siklus II terjadi peningkatan yaitu 79%. Analisis data
mengenai hasil belajar siswa kelas III pada siklus I dan II, diperoleh data bahwa
skor rata-rata hasil belajar siswa siklus I adalah 61,4 dan terjadi peningkatan pada
siklus II yaitu 73,3.
Kesimpulan dari penelitan ini adalah berdasarkan hasil observasi aktivitas
dan hasil belajar siswa kelas III SDN Sumberlesung 02 Ledokombo Jember dari
siklus I dan siklus II, terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar. Saran bagi
peneliti lain hendaknya dapat dijadikan sebagai informasi untuk melakukan
penelitian sejenis dengan bahasa yang berbeda dan sebagai bahan acuan atau
referensi mengenai penerapan metode ekperimen
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA WIROWONGSO RT 005 RW 006 KECAMATAN AJUNG KABUPATEN JEMBER TAHUN 2012 - 2017
Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia untuk
menjalani kehidupan yang lebih berarti, kehidupan yang berarti dapat dilakukan
manusia dengan belajar. Belajar merupakan suatu rangkaian kegiatan menuju
pendewasaan guna mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan demikian,
jelaslah pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu keharusan bagi setiap manusia
secara keseluruhan. Setiap manusia berhak mendapatkan dan memperoleh
pendidikan, baik pendidikan formal, informal, dan non formal.
Akan tetapi di dalam kehidupan sehari-hari banyak anak yang tidak sekolah
atau yang sebagian putus di tengah jalan. Kondisi ini sangat miris mengingat
pemerintah telah mengeluarkan dana yang cukup besar dalam bentuk biaya
operasional sekolah (BOS). Program BOS ini memang disusun untuk mendukung
program wajib belajar 9 tahun pada pendidikan tingkat Sekolah Dasar (atau yang
sederajat) dan Sekolah Menengah Pertama (atau yang sederajat). Kenyataan ini
sangat kontradiktif mengingat masih banyak anak- anak yang putus sekolah. Hasil
yang di dapatkan dari pengamatan terhadap anak putus sekolah di Desa Wirowongso
RT 005 RW 006 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember terdapat sebagian besar anak
putus sekolah yaitu sebanyak 20 anak. Keberadaan anak-anak putus sekolah ini
menarik untuk dikaji terkait dengan beberapa alasan. Pertama, pendidikan adalah
kebutuhan dan hak setiap warga negara, bahkan negara menjaminnya di dalam
Undang-Undang. Kedua, perkembangan zaman yang tak terelakan lagi, menuntut
bangsa Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas hanya
dapat diperoleh melalui pendidikan. Ketiga, keberadaan anak putus sekolah ini,
sangat kontradiktif dengan upaya pemerintah untuk menggratiskan pendidikan dasar melalui Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Berdasarkan uraian diatas, ada
ketertarikan untuk mengkaji lebih dalam mengenai keberadaan anak putus sekolah
yang dirumuskan dalam kalimat berjudul “ Faktor - faktor Penyebab Anak Putus
Sekolah Di Desa Wirowongso RT 005 RW 006 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember
Tahun 20012- 2017”.
Penelitian ini dilakukan di Desa Wirowongso RT 005 RW 006 Kecamatan
Ajung Kabupaten Jember terhitung pada tanggal 28 November sampai dengan 16
Desember 2017 dengan menggunakan metode Observasi, Wawancara dan
Dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Deskriptif. Analisis
data yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif. Alasan anak berhenti bersekolah di
Desa Wirongso RT005 RW 006 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember disebabkan
oleh beberapa hal, diantaranya; rendahnya pendidikan orang tua, faktor kondisi
ekonomi keluarga, faktor lingkungan sekitar, serta faktor internal pada diri siswa.
Cara mencegah putus sekolah adalah sosialisasi kepada orangtua serta masyarakat
dan pemberian bantuan. Adapun cara mengelola anak yang sudah terlanjur putus
sekolah adalah sebagai berikut: a) pengajaran teman sebaya, b) kejar paket, c)
pelatihan karir. Selain hasil penelitian diatas terdapat temuan selama penelitian,
adapun temuan yang dimaksud yaitu salah anak yang sejak lahir tidak sekolah karena
gangguan ps ikolois , dan tidak adanya sekolah inklusi di sekitar lingkungan anak,
menunjukkan bahwa perlu dilaksanakannya SLB (Sekolah Luar Biasa).
Saran Pemerintah desa lebih memperhatikan keberadaan anak putus sekolah
yaitu dengan cara diadakannya penyuluhan tentang pentingnya pendidikan untuk
bekal masa depan dan mencarikan jalan keluar permasalahan pada anak yang
mengalami gangguan psikologi yaitu dengan cara mendatangkan ahli psikolog dan
hendaknya orang tua lebih memberikan perhatian kepada anak-anaknya dan
mengontrol pendidikan anak mereka serta sebaiknya anak yang putus sekolah
diberikan pelatihan khusus untuk menambah keahlian mereka
Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Pewarnaan Titik R-Dinamis Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Reflektif Dan Penerapan Discovery Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
Hasil penelitian menunjukkan level keterampilan berpikir tingkat tinggi
mahasiswa yang berkemampuan berpikir reflektif dalam menyelesaiakan soal
pewarnaan titik r-dinamis dari kelas eksperimen, terdapat 11,11% siswa yang
memiliki kemampuan berpikir tingkat rendah, dan 88,89% memiliki kemampuan
berpikir tingkat tinggi dengan kemampuan berpikir reflektif mereka 25% dari
rendah tingkat, 68,75% tingkat sedang, 6,25% dari tingkat tinggi. Dari kelas
kontrol, terdapat 27,78% siswa yang memiliki kemampuan berpikir tingkat rendah
dan 72,22% siswa yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan
kemampuan berpikir reflektif mereka adalah 53,85% level rendah, dan 46,15%
level sedang
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA DI SDN RAMBIGUNDAM 01 JEMBER
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model cooperative learning tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS Pokok Bahasan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di SDN Rambigundam 01 Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini dilakukan di SDN Rambigundam 01 Jember terhitung pada tanggal 14 Desember 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian true experimental atau eksperimental sebenarnya dengan pola pre-test post-test control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VA dan VB SDN Rambigundam 01 Jember. Penentuan kelas mana yang akan dijadikan kelas kontrol dan kelas eksperimen, terlebih dahulu peneliti melakuka omogenitas terhadap populasi k menentukan tingkat kemampuan a. Hasil perhitunga as menunjuk harga selanjutnya harga b. harga 40 pada taraf signifikansi 5%. Nilai memiliki harga 2, 011. Hasil tersebut membuktikan bahwa < 2,011 yang berarti kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan adalah homogen. Tindak lanjutnya dilakukan undian untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol, didapatkan kelas VB sebagai kelas eksperimen dan kelas VA sebagai kelas kontrol.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen, observasi, wawancara tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan po yang dianalisis dan rumus uji-t. Hasil perhit dengan harga ini kemudian dibanding dengan fikansi 5% sehingga diperoleh = 2,0. Diperoleh 2,0168), dengan demikian hipotesis nihil (yang berbunyi tidak ada pengaruh penerapan model cooperative learning tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS Pokok Bahasan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di SDN Rambigundam 01 Jember ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi ada pengaruh penerapan model cooperative learning tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS Pokok Bahasan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di SDN Rambigundam 01 Jember diterima.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model cooperative learning tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS Pokok Bahasan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di SDN Rambigundam 01 Jember. Model cooperative learning tipe STAD ini diharapkan dapat digunakan oleh guru sebagai salah satu cara dalam hal penyampaian materi khususnya pada proses pembelajaran di sekolah mata pelajaran IPS
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI PENDEKATAN SCIENTIFIC TEMA BANGGA SEBAGAI BANGSA INDONESIA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR
Pembelajaran dikatakan berhasil apabila siswa merasa senang belajar dan
tujuan pembelajaran tercapai termasuk dalam pembelajaran matematika. Untuk itu,
guru harus menyiapkan secara matang semua kebutuhan sebelum pembelajaran
matematika dimulai yang berupa perangkat pembelajaran. Salah satu penyebab siswa
tidak menyukai pembelajaran matematika adalah keabstrakan objek matematika dan
anggapan siswa bahwa matematika itu sulit, karena berkaitan dengan menghafal
rumus dan berhitung. Salah satu cara mengurangi keabstrakan tersebut adalah
mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa dengan tingkat berfikir ilmiah.
Untuk itu, pendekatan Scientific diterapkan dalam pembelajaran matematika dan
dijadikan dasar mengembangkan perangkat pembelajaran.
Tujuan penelitian ini untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan
perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan pendekatan Scientific Tema Bangga
Sebagai Bangsa Indonesia Materi Volume Kubus dan Balok Untuk Kelas V Sekolah
Dasar, (2) mendeskripsikan hasil pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi
pendekatan Scientific Tema Bangga Sebagai Bangsa Indonesia Materi Volume Kubus
dan Balok Untuk Kelas V Sekolah Dasar. Perangkat pembelajaran yang
dikembangkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku siswa,
Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB) yang berorientasi
pendekatan Scientific.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan
yang digunakan beracuan pada model Thiagarajan yang dimulai dengan menetapkan
kebutuhan pembelajaran pada tahap pendefinisian. Proses selanjutnya adalah
merancang prototipe (draft I) perangkat pembelajaran yang dimulai dengan membuat
kisi-kisi perangkat dan merancang alat evaluasi, pemilihan media dan format serta
perancangan awal. Proses pengembangan selanjutnya adalah validasi serta uji coba
perangkat pembelajaran di kelas V SDN Sumbersari 02 Jember. Berdasarkan hasil
penelitian dan validasi, perangkat pembelajaran direvisi dan hasilnya disebut (draft II)
yang layak untuk diujicobakan. Hasil uji coba digunakan sebagai masukan untuk
memperbaiki kualitas perangkat pembelajaran dan hasilnya merupakan produk akhir
yang siap disebarkan.
Hasil pengembangan berupa perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan
Scientific Tema Bangga Sebagai Bangsa Indonesia Materi Volume Kubus dan Balok
untuk Kelas V Sekolah Dasar yang terdiri atas RPP, buku siswa, LKS, dan THB yang
telah dikategorikan baik karena memenuhi tiga kriteria yaitu:
a) valid, diperoleh dari hasil validasi perangkat pembelajaran (RPP, buku siswa,
LKS, dan THB), karena koefisien validitasnya > 0,60 yaitu berturut-turut adalah
1,00; 0,96; 0,98; dan 0,98. Koefisien tersebut menunjukkan bahwa perangkat
layak digunakan;
b) praktis, diperoleh dari hasil analisis lembar observasi yang menunjukkan
persentase aktivitas guru model selama dua pertemuan stabil yaitu mencapai
persentase 96,00%. Persentase ini menunjukkan perangkat mudah digunakan
oleh guru;
c) efektif, diperoleh dari hasil analisis: (1) persentase aktivitas belajar siswa yang
berkategori baik dari pertemuan 1 dan 2 yaitu 92% dan 100%, (2) persentase
respon positif siswa terhadap perangkat pembelajaran dan proses pembelajaran
yaitu > 80%, (3) lebih dari 80% siswa di kelas V SDN Sumbersari 02 Jember
mendapat skor > 60 dan validitas butir soal tes hasil belajar menunjukkan
interpretasi tinggi dan derajat reliabilitasnya tinggi. Efektifitas tersebut
menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dapat digunakan untuk mencapai
tujuan pembelajaran
Penerapan Metode Diskus Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS Kelas IV Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi Produksi, Komunikasi, Dan Transportasi SDN Sumberanyar 2 Bondwoso
Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran IPS sangat diperlukan agar pembelajaran menjadi efektif, menyenangkan, dan materi tersampaikan dengan baik kepada siswa. Dengan demikian diharapkan motivasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Namun berdasarkan hasil observasi awal, data angket, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan peneliti di SDN Sumbersari 02 Jember diketahui bahwa motivasi dan hasil belajar masih tergolong rendah. Guru sudah menggunakan beberapa variasi metode pembelajaran namun dirasa masih kurang efektif. Hal ini dikarenakan kurangnya penggunan media yang menarik dan peran guru masih mendominasi dalam proses pembelajaran, Beberapa siswa hanya duduk dan mendengarkan dan kurang aktif saat guru memberikan kesempatan siswa untuk mengerjakan atau memperagakan suatu pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menerapkan metode inkuiri. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu Bagaimanakah peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV menggunakan metode Inkuiri pada mata pelajaran IPS Pokok Bahasan Koperasi di SDN Sumbersari 02 Jember. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV menggunakan metode Inkuiri pada mata pelajaran IPS Pokok Bahasan Koperasi di SDN Sumbersari 02 Jember. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN Sumbersari 02 Jember yang berjumlah 33 siswa, terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, angket, dokumentasi, dan tes. Hasil observasi motivasi dan hasil belajar siswa dianalisis secara kuantitatif. Indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah perolehan skor rata-rata motivasi belajar (81 – 100) dan hasil belajar siswa (81 – 100) mencapai kategori sangat baik Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan skor rata-rata motivasi belajar siswa secara klasikal pada pra siklus sebesar 46,73, meningkat menjadi 73,06 (kategori tinggi) pada siklus I, dan pada siklus II semakin meningkat menjadi 81,18 (kategori sangat tinggi). Skor rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal pada pra siklus sebesar 66,21 sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 76,52 (kategori baik) dan pada siklus II meningkat menjadi 85,91 (kategori sangat baik). Salah satu saran yang berkaitan dengan penerapan metode inkuiri bagi guru kelas yaitu dapat dijadikan bahan pertimbangan variasi metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Jumping Task pada Pokok Bahasan Kubus untuk Meningkatkan Metakognisi Siswa SMP Kelas VIII
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Matematika bukan hanya alat bantu untuk matematika itu sendiri, tetapi banyak konsep-konsepnya yang sangat diperlukan oleh ilmu lainnya, seperti kimia, fisika, biologi, teknik dan farmasi. Melihat begitu pentingnya matematika tidak mengherankan jika matematika dipelajari secara luas dan mendasar sejak jenjang pendidikan sekolah dasar. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran dengan Jumping Task. Menurut Sato (2013: 21-34) Jumping Task adalah pemberian soal/tugas yang menantang atau berada di atas tingkatan tuntutan kurikulum. Berdasarkan pendapat tersebut maka melalui Jumping Task, siswa di didik untuk berfikir mandiri dan tumbuh berkembang dengan sesamanya. Sekolah, masyarakat setempat dan keluarga siswa secara bersama-sama membina anak sehingga menjadi anak yang periang, sehat, dan aktif, anak yang mencari tugas/tantangan, dan belajar mandiri, anak yang bersikap pantang menyerah, dan bermental ulet.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Jumping Task pada pokok bahasan kubus untuk meningkatkan kemampuan metakognisi siswa SMP kelas VIII.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan produk yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran berbasis Jumping Task. Perangkat pembelajaran yang dimaksud adalah RPP, LKS, dan THB. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4-D, dengan tahapan pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).
Berdasarkan analisis validasi RPP oleh dosen dan guru matematika maka diperoleh rata-rata keseluruhan skor validasi RPP 3,83 dan persentase rata-rata keseluruhan validasi RPP yaitu 95,9%. Berdasarkan kriteria kevalidan, prototipe RPP memenuhi kreteria valid. Berdasarkan hasil analisis penilaian LKS oleh dosen ahli dan guru matematika diperoleh rata-rata keseluruhan skor validasi LKS 3,69 dan presentase rata-rata keseluruhan validasi LKS yaitu 92,5%. Berdasarkan kriteria kevalidan, prototipe LKS memenuhi kriteria valid. Berdasarkan hasil analisis penilaian THB oleh dosen ahli dan guru matematika diperoleh rata-rata keseluruhan skor validasi THB 3,73 dan presentase rata-rata keseluruhan validasi THB yaitu 93,1%. Berdasarkan kriteria kevalidan, prototipe THB memenuhi kriteria valid.
Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas pendidik diperoleh 95,6% pada pembelajaran pertama, dan 94,5% pada pembelajaran kedua. Sehingga dapat dikatakan persentase aktivitas pendidik mengelola pembelajaran ≥ 80%. Pada pengamatan aktivitas peserta didik persentase pada pertemuan pertama dan kedua berturut-turut 85,7%; 88,1% sehingga termasuk kategori praktis. Setelah uji coba lapangan perangkat pembelajaran dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan metakognisi. Hasil analisis nilai menunjukkan persentase ketuntasan siswa pada skor THB sebesar 81,25%, berdasarkan analisis hasil THB dapat diambil kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kualitas efektif. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis strategi Jumping Task pada pokok bahasan kubus mampu meningkatkan kemampuan metakognisi siswa SMP kelas VIII memiliki kualitas valid, praktis, dan efektif
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Sifat-Sifat Persegi, Persegi Panjang, dan Segitiga dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Talking Stick Siswa Kelas III SDN Patrang 01 Jember Tahun Pelajaran 2014/2015
Model cooperative learning tipe talking stick adalah suatu model
pembelajaran kelompok dengan bantuan tongkat, kelompok yang memegang tongkat
terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari
materi pokoknya, selanjutnya kegiatan tersebut diulang terus-menerus sampai semua
kelompok mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari guru. Model
cooperative learning tipe talking stick dipilih karena dalam pembelajaran talking stick
dapat tercipta keaktifan siswa melalui media permainan tongkat yang diberikan dari
satu siswa ke siswa lainnya. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1)
bagaimanakah penerapan model cooperative learning tipe talking stick dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa?. (2) Bagaimanakah persentase
peningkatan aktivitas pembelajaran talking stick pada siswa kelas III dengan materi
sifat-sifat bangun persegi, persegi panjang, dan segitiga?. (3) Bagaimanakah
persentase peningkatan ketuntasan hasil belajar pembelajaran talking stick pada siswa
kelas III dengan materi sifat-sifat bangun persegi, persegi panjang, dan segitiga?.
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji pembelajaran model cooperative
learning tipe talking stick dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas
III dengan materi sifat-sifat bangun persegi, persegi panjang, dan segitiga di SDN
Patrang 01 Jember tahun pelajaran 2014/2015. (2) Untuk meningkatakan aktivitas
belajar siswa kelas III dengan materi sifat-sifat bangun persegi, persegi panjang, dan
x
segitiga melalui penerapan model cooperative learning tipe talking stick pada siswa
kelas III SDN Patrang 01 Jember tahun pelajaran 2014/2015. (3) Untuk
meningkatakan hasil belajar siswa kelas III dengan materi sifat-sifat bangun persegi,
persegi panjang, dan segitiga melalui penerapan model cooperative learning tipe
talking stick pada siswa kelas III SDN Patrang 01 Jember tahun pelajaran 2014/2015.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III-A semester genap SDN Patrang
01 Jember tahun pelajaran 2014/2015. Jumlah siswa di SD ini adalah 36 orang yang
terdiri atas 21 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Penelitian ini
menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu
penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas (sekolah) tempatnya mengajar dengan
penekanan pada penyempurnaan/ peningkatan proses pembelajaran dengan
menggunakan dua siklus. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I,
siswa melakukan kegiatan menggunakan talking stick kemudian mengerjakan tugas
kelompok dan individu. Pada akhir siklus siswa diberikan tes akhir untuk mengetahui
hasil belajar yang diperoleh siswa. Kegiatan dalam siklus II hamper sama dengan
siklus I, perbedaannya terletak pada pelaksanaan talking stick yang dilakukan secara
berkelompok, tidak lagi secara individu.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis, aktivitas siswa secara
klasikal dalam pembelajaran model cooperative learning tipe talking stick dengan
materi sifat-sifat bangun persegi, persegi panjang, dan segitiga pada siswa kelas III
SDN Patrang 01 Jember tahun pelajaran 2014/2015 pada siklus I sebesar 56% dan
pada siklus II sebesar 88,89%. Peningkatan aktivitas siswa dari siklus I dan siklus II
menunjukkan bahwa pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas siswa. Tingkat
ketuntasan belajar secara klasikal siswa kelas III SDN Patrang 01 Jember tahun
pelajaran 2014/2015 setelah mengikuti pembelajaran model cooperative learning tipe
talking stick dengan materi sifat-sifat bangun persegi, persegi panjang, dan segitiga
diketahui bahwa tes akhir siklus I sebesar 64,70% dan pada siklus II sebesar 91,67%
Pengembangan Media Komik Pembelajaran Tema Sehat Itu Penting Pada Siswa Kelas V Sdn Kepatihan 01 Jember
Perkembangan kognitif siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional
konkret. Pada tahap ini, mereka telah dapat berpikir logis terhadap obyek konkret
disekitarnya. Oleh karena itu, penyampaian materi akan lebih efektif jika dibantu
oleh sebuah media yang dapat mengasah tingkat keaktifan dan berpikir mereka.
Pada kenyataannya, pembelajaran di sekolah dasar tidak selalu mendukung
karakteristik dan kebutuhan siswa. Pembelajaran di kelas lebih banyak
menyampaikan materi secara verbalistik. Sumber belajar dan media yang terbatas
menyebabkan siswa kurang memahami materi pembelajaran dan kurang
termotivasi untuk belajar. Berdasarkan hal tersebut, maka guru perlu menciptakan
sebuah pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sesuai dengan karakteristik
siswa supaya mempermudah siswa memahami materi pembelajaran.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini yaitu bagaimanakah proses dan keefektifan pengembangan media
komik pembelajaran tema Sehat Itu Penting pada siswa kelas V SDN Kepatihan
01 Jember. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan proses dan keefektifan media komik pembelajaran
tema Sehat Itu Penting pada siswa kelas V SDN Kepatihan 01 Jember.
Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada
model penelitian pengembangan (R&D) oleh Borg and Gall (dalam Masyhud,
2016:227). Penelitian ini terdiri dari 8 tahap, yaitu: (1) penelitian pendahuluan, (2)
perencanaan dan pengembangan produk, (3) pengembangan desain produk awal,
(4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk, (6) uji coba penggunaan, (7)
revisi desain produk, dan (8) uji coba keefektifan.
Hasil analisis data validasi media pembelajaran oleh validator mendapatkan
skor 86,4 dan merupakan kategori sangat layak. Hal ini menunjukkan bahwa komik
pembelajaran pada tema Sehat Itu Penting dengan judul “Petualangan di Lorong
SiPerDa” sudah valid dan siap digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis t-test, komik pembelajaran pada tema Sehat Itu Penting
dengan judul “Petualangan di Lorong SiPerDa” dinyatakan memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Perhitungan uji t pada ranah kognitif
diketahui bahwa t-empirik>t-tabel (4,848>1,992). Dengan demikian, diketahui
bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas yang
menggunakan media komik pembelajaran tema Sehat Itu Penting dengan judul
“Petualangan di Lorong SiPerDa” dengan hasil belajar siswa pada kelas yang tidak
menggunakan komik pembelajaran tersebut.
Dari hasil uji keefektifan relatif, diketahui bahwa hasil belajar ranah kognitif
siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan komik pembelajaran tema Sehat
Itu Penting dengan judul “Petualangan di Lorong SiPerDa” menunjukkan lebih
efektif 49,6% jika dibandingkan dengan hasil belajar ranah kognitif siswa pada
kelas kontrol yang tidak menggunakan media komik pembelajaran tersebut.
Keefektifan media komik pembelajaran juga dapat dilihat dari respon siswa. Media
komik pembelajaran mendapatkan respon positif dari siswa dengan persentase nilai
mencapai 96% atau dalam kategori sangat baik.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa komik
pembelajaran tema Sehat Itu Penting dengan judul “Petualangan di Lorong
SiPerDa” sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru serta
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Iv Tema Cita-Citaku Di Sdn Karangrejo 02 Jember.
Usia sekolah dasar merupakan masa pendidikan yang sangat berharga. Berdasarkan teori perkembangan kognitif menurut Jean Piaget, perkembangan kognitif pada anak berlangsung teratur dan berurutan sesuai dengan tahap perkembangan umurnya. Perkembangan anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkrit, dimana pada tahap tersebut sudah dapat berfikir logis dan menghadapi permasalahan yang konkrit. Pada tahap tersebut, anak lebih senang bermain, aktif, bergerak secara langsung, menyukai kegiatan fisik, memiliki rasa ingin tahu dan rasa ingin belajar yang besar. Upaya mengoptimalkan perkembangan anak di sekolah membutuhkan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Peran guru sangat diperlukan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga siswa tidak bosan serta dapat meningkatkan hasil belajarny
- …
