1,727,029 research outputs found

    Abstrak irawati

    No full text
    ABSTRAK Gereja memiliki tugas untuk membina setiap anak-anak yang akan belajar firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dengan penelitian ini dapat di ciptakan pembelajaran di dalam sekolah minggu yang efektif. Oleh karena itu tujuan penulisan ini dilakukan untuk membantu kita dalam mengajar anak sekolah minggu yang efetif atau benar. Supaya guru sekolah minggu dapat di andalkan memberikan pedoman dalam berperilaku dengan sopan di dalam masa anak-anak mereka. Dengan demikian anak-anak dapat belajar dengan baik dan benar untuk masa depannya kelak

    PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI QUESTIONS STUDENTS HAVE (PERTANYAAN YANG DIPUNYAI PESERTA DIDIK) KELAS VIII MTs. NURUL ISLAM PONGANGAN MANYAR GRESIK

    Full text link
    Selama kegiatan belajar mengajar, pendidik dan peserta didik menjadi dua komponen yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Hubungan ini terjadi manakala adanya interaksi dan komunikasi timbal balik. Namun, bukan hal yang mudah antara pendidik dan peserta didik untuk berinteraksi dan berkomunikasi termasuk pembelajaran pada mata pelajaran matematika. Dalam proses pembelajaran matematika, kebanyakan peserta didik tidak berani atau ragu untuk bertanya mengenai kesulitan mereka dalam memahami materi. Untuk mengatasi masalah ini, perlu diterapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan peserta didik dalam menyampaikan permasalahan mereka. Salah satunya adalah pembelajaran matematika menggunakan strategi questions students have. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik dalam membuat dan menjawab pertanyaan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika menggunakan strategi questions students have. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIII-C MTs. Nurul Islam PonganganManyar Gresik yang berjumlah 30 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan tes. Instrument penelitian terdiri dari lembar kerja peserta didik, lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran, dan soal tes hasil belajar. Hasil tes analisis data menunjukkan kemampuan peserta didik membuat dan menjawab pertanyaan dalam pembelajaran matematika menggunakan strategi questions students have termasuk dalam kategori baik, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan baik, dan ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal telah tercapai

    KREATIVITAS IRAWATI DURBAN DALAM TARI SUNDA GAYA TJETJE SOMANTRI

    Full text link
    AbstrakKreativitas Irawati Durban sebagai penari dan kreator tari gaya R. Tjetje Somantri terlihat sangat handal dewasa ini, melalui kreasinya, tari R. Tjetje Somantri tetap diminati di berbagai lapisan  masyarakat kota Bandung. Fokus pembahasan tulisan ini adalah mengkaji kreativitas Irawati Durban dalam tari Sunda. Ia dipandang sebagai sosok penari dan kreator yang mengembangkan diri melalui tarian gaya R. Tjetje Somantri secara konsisten dalam sanggar tari Pusbitari sebagai wadah berkreasinya yang telah memberi kontribusi terhadap perkembangan tari pertunjukan di kota Bandung. Kiprahnya telah diakui oleh berbagai pihak, baik di kalangan masyarakat, akademik maupun di kalangan pemerintah.Pembahasan  ini selain memfokuskan kreativitas Irawati Durban yang telah memberi warna dalam perkembangan tari Sunda di kota Bandung, juga mengungkap gaya Irawati Durban dalam mengekspresikan tari gaya R.Tjetje Somantri dalam kreasinya, baik dari segi koreografi dan ekspresi, maupun juga tata busananya.Kata Kunci: Irawati Durban, Kreativitas, Gaya tari Tjetje  SomantriAbstractThe creativity of Irawaty Durban as a dancer and as a reliable creator of R. Tjetje Somantri dancing style in this decade, through her creation in R. Tjetje Somantri dancing style, is well accepted still by the people around Bandung city.The focus of this research is to observe the creativity of Irawati Durban in Sundanese dances. Since she is considered as the self well-developed dancer and the creator who consistently expand the dancing style of R. Tjetje Somantri through Pusbitari dancing studio, as a medium for her creativeness, has been giving massive contribution for the dancing show development in Bandung city. Her dedication is now being acknowledged by society, academics, and government. This research, then, focuses on the progress of Irawati Durban who has made the development of Sundanese dances more colorful. This study identifies how Irawati Durban expresses the R. Tjetje Somantri dancing style through her creativeness from its choreography and its expression as well as its costume.Keywords: Irawati Durban, creativity, R. Tjetje Somantri dancing styl

    Peranan dakwah ustadzah Pipik Dian Irawati sebagai ibu rumah tangga

    No full text
    Ibu adalah sebagai tiang rumah tangga amatlah penting bagi terselenggaranya rumah tangga yang sakinah. Seorang ibu rumah tangga mempunyai peranan yang sangat besar di dalam kehidupan keluarganya. Ustadzah Pipik adalah istri dari da?i Ustadz Jefri Al Buchori memiliki andil dalam kesuksesan karir suaminya dalam berdakwah. Setelah suaminya meninggal dunia Ustadzah Pipik di amanah kan empat anak-anaknya dan menjadi orang tua tunggal yang mengatur serta mengurus rumah tangga serta mengajarkan anak-anaknya berbagai macam ilmu pengetahuan terutama ilmu agama. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana peranan dakwah Ustadzah Pipik Dian Irawati saat mendampingi suami ? Seperti apakah peranan dakwah Ustadzah Pipik Dian Irawati sebagai Ibu rumah tangga setelah meninggalnya suami? Kemudian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peranan Ustadzah Pipik Dian Irawati sebagai ibu rumah tangga dan untuk mengetahui seperti apakah peranan Ustadzah Pipik Dian Irawati sebagai Ibu rumah tangganya. Karena dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana peranan dakwah Ustadzah Pipik sebagai seorang ibu rumah tangga, peneliti disini ingin mengetahui secara mendalam kegiatan yang dilakukan Ustadzah Pipik. melalui observasi melihat pada realita yang dilakukan peneliti. Dan juga menggunakan wawancara langsung terhadap Ustadzah Pipik Dian Irawati. Subjek penelitian ini adalah keluarganya dari Ustadzah Pipik Dian Irawati. Namun peneliti ingin memfokuskan pada permasalahan peranan dakwah Ustadzah Pipik sebagai Ibu rumah tangga. Menurut Gross Masson dan A. W. Mc Eachern sebagaimana dikutip oleh David Barry mendefinisikan peran sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenalkan pada individu yang menempatkan kedudukan sosial tertentu. Si sini peneliti mengkaitkan metode peranan, karena peneliti ingin mengetahui peranan ustadzah Pipik sebagai ibu rumah tangga dilihat dari segi kedudukan sosialnya ia sebagai seorang ibu rumah tangga. Dari sini peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa Ustadzah Pipik Dian Irawati sebagai ibu rumah tangga memiliki peranan yang sangat penting dalam mendampingi suami serta kesuksesan dakwah suaminya. Ustadzah Pipik juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mendakwahi keluarga terutama anak-anaknya karena seorang ibu merupakan madrasah bagi anak-anakny

    KONSEP REWARD DAN PUNISHMENT MENURUT IRAWATI ISTADI (KAJIAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM)

    No full text
    Abstract: This research was conducted to find out how reward and punishment according to Irawati certainly does not conflict with the value of Islamic education. This is a library research the data of which were taken from several works of Irawati Istadi and direct interviews with her. The researcher also took some data from several researchers who discussed Irawati Istadi\u27s thoughts and from Islamic education figures whose thoughts had relevance to the research theme. Content analysis methods is applied to draw conclusions. From this research, it can be concluded that the concept of reward and punishment according to Irawati Istadi turns out to be compatible with the Islamic education. However, in Irawati\u27s thought, there are also some differences shows the development of thoughts from previous figures of Islamic education and certainly did not conflict with the values of Islamic education. Keywords: reward, punishment, Islamic education, Irawati Istadi, educator

    Implementasi pasal 29 UUD 1945 tentang kebebasan beribadah di Indonesia (studi judicial review Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan / oleh Irawati

    No full text
    abstrak A. Nama IRAWATI (NIM. 205016050) B. Judul Skripsi: IMPLEMENTASI PASAL 29 UUD 1945 TENTANG KEBEBASAN BERIBADAH DI INDONESIA (STUDI JUDICIAL REVIEW UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN) C. Halaman : vii + 104 + 2008 D. Kata Kunci: Implementasi Keputusan Mahkamah Konstitusi Tentang Judicial Review UU Perkawinan E. Isi Abstrak Poligami merupakan salah satu jenis ibadah dalam agama Islam yang pelaksanaannya dalam bentuk perkawinan, di mana seorang pria muslim diperbolehkan untuk mempunyai atau menikah lagi dengan satu atau lebih dari seorang isteri. Berdasarkan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 12/PUU-V/2007 tentang Judicial Review di mana putusan Mahkamah Konstitusi didasari pada prinsip kaidah Figh terhadap undang-undang kebebasan beribadah di Indonesia yang dijamin oleh Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Poligami dapat dilaksanakan apabila seorang suami dapat berlaku adil terhadap isteri-isterinya, sebagaimana tercantum dalam Al-Quran An-Nissa surat 4 Ayat (3). Menurut Undang-Undang Perkawinan seorang suami dapat melakukan poligami harus mengikuti persyaratan dan alasan yang sudah diatur di dalamnya undang-undang. Dalam Pasal 3 Ayat (2) mengatakan pengadilan dapat memberikan ijin kepada suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan, misalnya isteri, anak dan orang-orang terdekatnya. Oleh karena itu seorang suami wajib mengajukan permohonan kepada pengadilan harus memenuhi syarat-syarat dalam Pasal 4 Ayat (1) menurut Undang-Undang Perkawinan tersebut. Persyaratan ini telah diatur oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tetapi tidak melanggar dalam Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 yang kebebasan beragama. Penulis ini menggunakan metode normatif dan empiris. F. Daftar Acuan : 23 + (1964-2006) G. Pembimbing Rasji, S.H., M.H. H. Penulis Irawat

    Retorika dakwah Pipik Dian Irawati

    No full text
    Berdakwah pada dasarnya merupakan aktivitas lisan yang mulia yang disampaikan secara formal melalui berbagai macam forum resmi taupun sekedar berbicara dengan perorangan dengan tujuan mengajak mereka ke jalan Allah SWT. Namun dalam berdakwah seorang da?i dituntun agar dapat memahami betul apa yang di inginkan oleh mad?u agar dakwah yang disampaikan oleh da?i tersampaikan dengan baik kepada jamaah sehingga dapat merubah jalan pikiran orang lain ke dalam perbuatan yang lebih baik sesuai dengan ajaran islam.dan dengan ilmu retorik dakwah maka kita akan mengajak mereka ke jalan yang dirihoi Allah. Umi Pipik Dian Irawati mampu merekrut jamaah dengan banyak sebagaimana dengan bertambahnya jamaah yang hadir dalam majelis taklimnya. Dari Uraian Diatas timbul pertanyaan yaitu : Bagaimana Konsep Retorika Dakwah Pipik Dian Iawati? Bagaimana penerapan retorika Pipik Dian Irawati dalam berdakwah? Untuk mendapatkan hal yang objektif dan representative dalam penelitian ini maka, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis. Dengan Cara mengumpulkan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan Metode Deskriptif analisis, yaitu metode yang mendeskrisikan gagasan primer yang diperoleh dari hasil wawancara yang akan menafisirkan penafsiran penulis. Mengetahui bagaimana konsep retorika dakwah Pipik Dian Irawati serta penerapannya dalam berdakwah, Dari beberapa kali pengamatan penulis pada retorika dakwah yang beliau gunakan terbilang cukup bagus, dikemas dengan semenarik mungkin sehinnga materi dakwah pun mudah dipahami oleh jamaah. Dakwah yang beliau gunakan bersifat memberikan nasihat-nasihat. mampu mengemas materi dakwah dengan menarik agar jamaah mudah memahaminya dan mau melaksanakan apa yang dimaksud oleh da?i. dan entertiment, dalam berdakwahpun beliau menyisipkan canda tawa agar dakwah terlihat lebih santai dan mad?u tidak merasa jenuh atau bosan mendengarkanny

    UAS Strategi Internasional

    No full text
    By San San Irawati Moeljono, 13011805

    Tari Tradisi"Bedhaya Kakung"

    No full text
    Tari Tradisi"Bedhaya Kakung" Penyaji: Irawati Kusumasari, Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendopo ISI Surakart

    Strategi Politik Irawati Meuraksa Pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2019 Di Kota Padang

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemenangan Irawati Meuraksa sebagai salah satu calon legislatif perempuan pada pemilihan legislatif Kota Padang tahun 2019. Irawati Meuraksa merupakan calon legislatif perempuan yang diusung oleh Partai Amanat Nasional dengan perolehan 3.664 suara dengan daerah pemilihan Padang Timur dan Padang Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi politik yang dilakukan Irawati Meuraksa pada pemilihan umum legislatif tahun 2019 di Kota Padang . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi politik Peter Schroder, yaitu strategi offensive dan defensive. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Irawati Meuraksa menjalankan strategi politik offensive dan defensive. Strategi offensive yang dilakukan yaitu melibatkan tokoh masyarakat, menyusun program pro rakyat, penggunaan media cetak dan online, pemetaan wilayah dan kelompok masyarakat, pengoptimalan peran PAN yang memiliki struktrural yang komplit, dan keterlibatan Hendri Septa dalam mensosialisasikan Irawati Meuraksa. Kemudian strategi defensive yang dilakukan, yaitu dengan segementasi yang difokuskan Irawati Meuraksa adalah kaum ibu-ibu dimana kaum ibu-ibu memiliki loyalitas yang tinggi dan cenderung mudah untuk dimobilisasi karena adanya kesamaan identitas
    corecore