232 research outputs found

    PARTISIPASI PEMUDA KARANG TARUNA DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA CURUP PINANG INDAH DI DESA GUNUNG SARI KECAMATAN REBANG TANGKAS KABUPATEN WAY KANAN

    No full text
    ABSTRAK Keindahan alam Negara Indonesia sudah tekenal sampai ke manca negara sehingga dapat menarik wisatawan baik dalam maupun luar negri untuk berkunjung dan menikmati wisata alam yang ada di Indonesia. Di Provinsi Lampung tepatnya di Kabupaten Way Kanan Kecamatan Rebang Tangkas desa Gunung Sari terdapat sebuah Curup atau air terjun yang cukup indah namun kurangnya pengetahuan dan ketidakberdayaan masyarakat serta kurangnya kesadaran masyarakat mengakibatkan masyarakat tidak mampu mengelola curup tersebut. Dari fenomena tersebut maka Pemuda Karang Taruna berusaha memberikan sumbangsih ide dan pemikiran kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk memanfaatkan SDA Desa Gunung Sari yaitu Curup Pinang Indah menjadi destinasi ekowisata desa. Penulis mengadakan penelitian mengenai partisipasi pemuda karang taruna dalam pengembangan ekowisata curup pinang indah di Desa Gunung Sari Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way kanan. Dengan rumusan masalah: Bagaimana partisipasi pemuda karang taruna dalam pengembangan ekowisata curup pinang indah di Desa Gunung Sari Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way kanan ?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi pemuda karang taruna dalam pengembangan ekowisata curup pinang indah di Desa Gunung Sari Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way kanan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 8 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Setelah data terkumpul dianalisis dengan metode induktif. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, didapat temuan sebagai berikut : Partisipasi pemuda Karang Taruna dalam pembangunan ekowisata curup Piang Indah dilakukan dengan cara partisipasi dalam bentuk Ide dan pemikiran, partisipasi dalam perencanaan, partisipasi dalam bentuk pelaksanaan program berupa ; pembiayaan program, kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Sarana Ekowisata, ekowisata curup pinang indah, dan Evaluasi. Dalam iii Partisipasi pemuda Karang Taruna desa Gunung Sari dapat dikatakan berhasil karena dapat berpartisipasi dalam dalam pembangunan Curup Pinang Indah dalam bentuk ide, pemikiran, perencanaan dan tenaga sehingga Curup Pinang Indah dapat menjadi ekowisata desa. Kata kunci : Partisipasi, Pemuda Karang Tarun

    Resiliensi Tokoh Sari terhadap Trauma Tragedi Banyuwangi 1998 dalam Novel Perempuan BersampurMerah Karya Intan Andaru

    No full text
    Novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru menyajikan fakta tentang tragedi Banyuwangi tahun 1998 yang merenggut ratusan korban jiwa. Novel ini diangkat dari kejadian nyata. Tragedi dalam penelitian ini layak untuk diangkat sebagai penelitian, karena mampu dijadikan pelajaran tentang bagaimana mengelola konflik. Penelitian ini bertujuan mengkaji resiliensi tokoh Sari terhadap trauma tragedi Banyuwangi 1998. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dan memanfaatkan teori-teori psikologi sastra. Data diperoleh melalui teknik simak catat dan analisis isi novel Perempuan Bersampur Merah. Penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen dari struktur cerita mendukung pada isu yang dibincangkan. Secara keseluruhan, novel Perempuan Bersampur Merah merupakan narasi tentang pandangan-pandangan negatif yang melekat pada dukun santet, anak dukun santet, penari gandrung, perempuan hamil dan anak yang lahir di luar nikah, perempuan dewasa yang belum menikah, serta keturunan aktivis partai terlarang. Tokoh utama menunjukkan sikap resilien dalam menghadapi traumanya. Hasil penelitian fokus pertama menyajikan data bahwa pada bentuk trauma tokoh Sari pascatragedi pembantaian dukun santet di Banyuwangi, bentuk-bentuk trauma yang dialami tokoh Sari berupa trauma psikologis, trauma psychosis,dan trauma diseases. Kedua, terdapat upaya resiliensi pasca tragedi pembantaian dukun santet di Banyuwangi. Resiliensi yang dialami Sari berupa mengubah cara pandang positif, kepercayaan diri, bersikap tenang, kontrol respon diri, dan fleksibelitas. Simpulan dalam penelitian ini terdapat kalimat yang menunjukkan sikap tokoh mengalami trauma, upaya resiliensi, maupun gambar ilustrasi yang menjelaskan mengenai kejadian tragedi Banyuwangi 1998. Pengarang menunjukkan berbagai macam bentuk trauma yang dialami tokoh Sari. Dengan adanya trauma sikap manusia mengimbanginya dengan strategi resiliensi seperti yang pengarang tuliskan. Sebagaimana trauma kekerasan tidak selalu membuat tokoh menjadi terpuruk, tetapi justru mampu menyintasi keadaan dan resiliensi yang pada akhirnya menjadi tokoh yang lebih kuat. novel Perenpuan Bersampu Merah strategis dipadankan pada siswa sekolah menengah keatas sebagai pelajaran untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Peneliti selanjutnya diperlukan untuk memperoleh persepsi siswa SMA terhadap trauma yang dialami tokoh Sari dalam novel bertema kekerasan sebagai upaya edukasi menghindari perundungan di sekolah. Kata Kunci : Resiliensi Tokoh, Trauma Tragedi Banyuwangi, Nove

    ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG SEBAGAI CALON GURU

    No full text
    ABSTRAK Keterampilan Dasar Mengajar merupakan suatu keterampilan (skills) dengan karakteristik khusus yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang pendidik untuk melakukan tugas dan kewajiban dalam proses pembelajaran secara efektif, efisien, dan profesional. Keterampilan dasar mengajar ini terdiri dari keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan memberi penguatan, keterampilan bertanya, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Keterampilan Dasar Mengajar mahasiswa Pendidikan Biologi di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung sebagai calon guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Biologi UIN Raden Intan Lampung. Sampel penelitian adalah mahasiswa semester 6 tahun ajaran 2020/2021 yang mengikuti mata kuliah microteaching serta melakukan praktek microteaching. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling. Data diperoleh melalui instrument wawancara, angket, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan metode triangulasi data yaitu triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa mahasiswa pendidikan biologi telah menerapkan Keterampilan dasar mengajar dan dikategorikan terampil, hal ini dapat dibuktikan dari data pengisian angket diperoleh rata rata skor sebesar 84, 9% dan data hasil observasi pada pelaksanaan praktek mengajar microteaching yang dilihat melalui video praktek mengajar yang mahasiswa pendidikan biologi upload di sosial media mereka diperoleh rata rata skor sebesar 80, 7%. Nilai keterampilan dasar mengajar tertinggi terdapat pada aspek keterampilan menjelaskan, sedangkan nilai keterampilan dasar mengajar terendah terdapat pada aspek keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Kata kunci: keterampilan dasar mengajar, mahasiswa pendidikan biologi, calon guru. iiABSTRACT The basic teaching skills are a skill (skills) dengan special characteristics that must be owned and controlled by an educator to carry out duties and obligatioms in the learning process effectively, efficiently, and professionally. The basic teaching skills consist of opening skills and closing lessons, explained skills, skill hold variations, strengthening skills, asking skills, class managing skills, small group teaching skills and individuals, and the skills guiding small group discussions. The purpose of this study was to determine the basic skills of teaching students as prospective teachers at the State Islamic University of Raden Intan Lampung. This type of research is descriptive research with qualitative methods. The research was conducted at the biology eduation study program at the State Islamic University of Raden Intan Lampung. The research sample is 6 semester students of the 2020/2021 academic year who take microteaching courses as well as doing microteaching practice. Sampling was carried out using a proportional random sampling technique. Data were obtained through interview instruments, questionnaires, surveys and documentation using the data triangulation method, namely technical triangulation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and data verification. Based on the results of data analysis, it is known that biology education students have applied basic teaching skills, this can be proven from the data filling out the questionnaire obtained an average score of 84, 9% and data from observations on the implementation of microteaching teaching practices seen through teaching practices videons by biology education students uploads on their social media obtained average of 80, 7%. The highest value of basic teaching skills is in the aspect of explaining skills, while the lowest value of basic teaching skills is in the aspect of skills in guiding small discussions. Keywords: basic teaching skills, biology education studnts, prospective teacher. ii

    HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DAN KEPRIBADIAN NEUROTICISM DENGAN KECENDERUNGAN NOMOPHOBIA PADA SISWA SMA ASSALAM TANJUNG SARI

    No full text
    ABSTRAK Hubungan Antara Kesepian Dan Kepribadian Neuroticism Dengan Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa SMA Assalam Tanjung Sari Oleh: Kiki Indah Lestari Pengguna internet terbanyak yang mengakses smartphone merupakan kelompok kalangan remaja. Penggunaan smartphone yang berlebihan salah satunya dapat memicu kecenderungan nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dan kepribadian neuroticism dengan kecenderungan nomophobia pada siswa SMA Assalam Tanjung Sari.Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA Assalam Tanjung Sari kelas XI IPA dan IPS. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan melibatkan responden. Pengumpulan data menggunakan skala kecenderungan nomophobia sebanyak aitem (α = , ), skala kesepian sebanyak aitem(α = , ) dan skala kepribadian neuroticism sebanyak aitem(α = , ). Teknik analis data yang digunakan adalah analisis regresi bergandadengan bantuan software JASP . Hasil penelitian menunjukan nilai R= dengan nilai signifikansi (p<. ) artinya ada hubungan positif signifikan antara kesepian dan kepribadian neuroticism dengan kecenderungan nomophobia dengan sumbangan efektif sebesar . Sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Kecenderungan Nomophobia, Kesepian dan Kepribadian Neuroticism. ABSTRAK The Relationship Between Loneliness And Personality Neuroticism With The Tendency Of Nomophobia In High School Students Assalam Tanjung Sari By: Kiki Indah Lestari Most internet users who access smartphones are teenagers. One of the excessive use of smartphones can trigger nomophobia tendencies. This study aims to determine the relationship between loneliness and neuroticism personality with nomophobia tendencies in Assalam Tanjung Sari High School students. The population in this study were Assalam Tanjung Sari High School students in class XI Science and Social Sciences. The sampling technique used was total sampling involving respondents. Data collection used a nomophobia tendency scale of items (α = ), a loneliness scale of items (α = ) and a neuroticism personality scale of items (α = ). The data analysis technique used is multiple regression analysis with the help of JASP software. The results showed that the value of R = with a significance value (p <. ) means that there is a significant positive relationship between loneliness and neuroticism personality with nomophobia tendencies with an effective contribution of . The rest is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Nomophobia Tendency, Loneliness and Neuroticism Personality

    Analisis Pengembangan Usaha Industri Pada IP Intan Perabot Di Jalan Melati Pekanbaru

    No full text
    This study aims to obtain information data and analyze data 1) Market Aspects as a place to sell products 2) Aspects of technology and innovation in the IP Intan Perabot business 3) Capital aspects used in the IP Intan Perabot industry 4) Management aspects as manage and control the running of IP Intan Perabot's business. The type of research used is descriptive qualitative, which describes the actual situation about the state of the object of research by collecting data from observations and interviews, so as to get an analysis formula of the problem being faced. The sampling technique used is simple random sampling, where each element or member of the population has the same opportunity to be selected as a sample, so that the sample in this study was 2 people. Data collection methods used were interviews, observation, documentation. The data analysis technique was used when data collection was in progress. The results of this study reveal that 1) the market as a place to sell the products produced is still not broad, due to limited access to information and promotions carried out are not optimal to expand the market, and the target market is less diverse 2) technology and innovation in IP Intan Perabot is already good, making it easier for the production process, shortening time, increasing the production of goods, minimizing accidents, damage and innovation that has been quite successful 3) industrial capital IP Intan Perabot uses private capital from business owners for all business and production activities, availability of capital which is limited results in limited production of goods. 4) management is used as a tool to control and manage the business so that it runs as expected

    MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI

    No full text
    ABSTRAK MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh: Indah Permata Sari 1511060069 Dalam modul ini akan dibahas mengenai media pembelajaran, media pembelajaran biologi, peran dan kedudukan media dalam pembelajaran biologi, prinsip multiple representation dalam media pembelajaran biologi, pengembangan media pembelajaran biologi, media pembelajaran biologi inovatif, media pembelajaran biologi hasil studi pengembangan. Modul media pembelajaran biologi ini dibuat untuk mahasiswa pendidikan Biologi sebagai sumber belajar, karena dalam pembelajaran biologi mahasiswa masih kesulitan menemukan sumber belajarnya. Modul ini dibuat dengan tujuan dapat membantu pebelajar atau mahasiswa dalam proses penemuan ilmu pengetahuan, serta dapat menambah pengetahuan secara luas. Modul ini memiliki capaian pembelajaran yaitu mampu menganalisis dinamika dan kebutuhan media pembelajaran biologi sekolah/perguruan tinggi, mampu merumuskan gagasan solusi kebutuhan media pembelajaran biologi berdasarkan hasil analisis kebutuhan, mampu melakukan pengembangan media pembelajaran biologi sebagai solusi kebutuhan media pembelajaran biologi. Kata kunci: Media pembelajaran biologi, inovatif, multiple representatio

    ANALISIS FAKTOR HARGA, PENDAPATAN, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN DALAM BERBELANJA DI PASAR SRENGAT KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Analisis Faktor Harga, Pendapatan, Dan Kualitas Produk Terhadap Preferensi Konsumen Dalam Berbelanja di Pasar Srengat Kabupaten Blitar” ini ditulis oleh Sinta Indah Intan Permata Sari, NIM. 12402173065, jurusan Ekonomi Syariah dengan pembimbing Ahmad Budiman, M.S.I. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya preferensi belanja yang dimiliki oleh konsumen. Dengan preferensi yang sudah dimiliki, maka seorang konsumen akan membandingkan dan memilah-milah tempat belanja berdasarkan karakteristik mereka. Apabila sudah sesuai dengan kriterianya, maka tempat belanja itu akan menjadi langganan mereka. Seorang konsumen kala berbelanja di pasar tentu didasarkan preferensi yang telah dimilikinya. Preferensi konsumen tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek, diantaranya aspek harga, pendapatan, dan mutu produk. Berbagai faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam berbelanja, maka peneliti menguji pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap preferensi konsumen dalam berbelanja. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) bagaimana pengaruh faktor harga terhadap preferensi konsumen belanja di Pasar Srengat?, (2) bagaimana pengaruh faktor pendapatan terhadap preferensi konsumen belanja di Pasar Srengat?, (3) bagaimana pengaruh faktor kualitas produk terhadap preferensi konsumen belanja di Pasar Srengat?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dan quota sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan antara lain: uji validitas, uji realibilitas, uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji ultikolinearitas, dan uji heterokedastisitas, uji regresi linear berganda, uji hipotesis, meliputi uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) secara parsial harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen dalam berbelanja di Pasar Srengat Kabupaten Blitar, (2) secara parsial pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen dalam berbelanja di Pasar Srengat Kabupaten Blitar, (3) secara parsial kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen dalam berbelanja di Pasar Srengat Kabupaten Blitar. Kata Kunci: Harga, Pendapatan, Kualitas Produk, Preferensi Konsume

    ANALISIS SOFTSKILLS MAHASISWA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KURIKULUM PGMI FTK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Keterampilan merupakan kemampuan dalam menggunakan akal, fikiran, ide serta kreatifitas dalam mengerjakan atau mengubah sesuatu menjadi lebih bermakna. Soft yang berarti lunak atau lembut sedangkan skills merupakan suatu kemampuan atau keterampilan. Jadi jika digabungkan softskills berarti suatu kemampuan yang ada dalam diri seseorang yang membedakan mereka dengan orang lain. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang tidak bisa diukur atau tidak dapat terlihat. Softskills pada mahasiswa memiliki manfaat yang sangat baik untuk mahasiswa maupun urgensi terkait agar lebih memperhatikan akan softskills pada mahasiswa. Dalam penelitian ini peneliti merumuskan masalah yaitu bagaimana softskills mahasiswa PGMI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui softskills mahasiswa dan hubungannya dengan kurikulum di PGMI UIN Raden Intan Lampung. Dalam kurikulum softskills dituangkan ke dalam mata kuliah yang ada di PGMI. Sehubungan dengan kurikulum maka softskills diimplementasikan ke dalam mata kuliah di PGMI. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini sedang berlangsung. Dengan kata lain penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan yang ada. Penelitian kali ini meneliti mahasiswa Prodi PGMI semester VI. Alasan pemilihan tempat pada penelitian ini adalah peneliti dapat ikut serta dalam proses pembelajaran untuk mengamati mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan hasil bahwa softskills mahasiswa Prodi PGMI semester VI sudah baik. Terlihat saat pengamatan berlangsung bahwa terdapat mahasiswa yang sudah mempunyai keterampilan diluar dari kemampuan akademis. Terdapat beberapa mahasiswa yang memiliki keterampilan tetapi belum memperdalam kreatifitas tersebut. Softskills juga sangat baik digunakan dalam pembelajaran karena di dalam pembelajaran tidak hanya kognitif saja yang dinilai dengan softskills mahasiswa bisa berkomunikasi, bekerjasama dengan baik. Jadi softskills mahasiswa prodi PGMI sudah berjalan dengan baik. Kata kunci : Analisis, Softskills, Mahasiswa, Kurikulu

    KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MTs DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER

    No full text
    Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik di abad 21 ini. Berdasarkan Kemdikbud (2017) kemampuan yang harus dimiliki peserta didik adalah kemampuan 4C (Critical thinking and Problem solving, Communication, Collaboration, Creative and Innovative). Kemampuan komunikasi matematis penting karena pemahaman siswa akan berkembang ketika mereka mengomunikasikan strategi atau metode penyelesaian masalah yang mereka terima. Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dalam mengomunikasikan ide matematis mereka ke dalam bentuk lisan ataupun tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan masalah kontekstual ditinjau dari perbedaan gender di salah satu pondok pesantren di Pandeglang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling dengan mengambil enam peserta didik, baik putra maupun putri yang memiliki kemampuan awal matematika tinggi, sedang dan kurang untuk mengerjakan masalah matematika kontekstual materi bangun datar di kelas VII. Teknik analisis data didasarkan pada penskoran jawaban siswa dan indikator kemampuan komunikasi matematis, yang meliputi mampu memahami maksud dari soal, mampu untuk menuangkan ide/ gagasan mereka ke dalam bahasa matematika serta mampu dalam mengomunikasikan (menjelaskan) ide/ gagasan matematik mereka. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kemampuan peserta didik dibagi menjadi dua kategori, yaitu baik dan cukup. Hasil dari wawancara diketahui bahwa banyak dari peserta didik yang kurang mampu dalam menjelaskan ide/ gagasan matematik mereka. Perbedaan jawaban juga terlihat dari jawaban peserta didik putra dan putri. Peserta didik putra cenderung menjawab dengan lugas dan singkat, sedangkan peserta didik putri cenderung menjawab dengan detail dan berbelit-belit. Kata Kunci: Kemampuan komunikasi matematis, Masalah kontekstual, Perbedaan gender ABSTRACT Intan Indah Sari. (1604600). Mathematical Communication Ability of MTs Students in Solving Contextual Problems in View of Gender Differences. Mathematical communication ability is one of the abilities that students must have in the 21st century. Based on the Ministry of Education and Culture (2017) the ability that must be possessed by students is the 4C ability (Critical thinking and Problem solving, Communication, Collaboration, Creative and Innovative). Mathematical communication ability is important because it grows students' understanding when they communicate the strategies or problem solving methods they receive. Mathematical communication ability is the ability to communicate their mathematical ideas in spoken or written form. This research aims to determine the mathematical communication ability of students in solving contextual problems in view of gender differences in one of the Islamic boarding schools in Pandeglang. The approach used is a qualitative with a descriptive method. The sample was taken using the Purposive Sampling technique by taking six students, both boys and girls who have high, medium and low early mathematical abilities to work on contextual math problems with two-dimentional figure in grade VII. Data analysis techniques was based on scoring student answers and indicators of mathematical communication skills, which include being able to understand the meaning of the questions, being able to pour their ideas into mathematical language and being able to communicate (explain) their mathematical ideas. Based on the results of this research, it can be seen that the ability of students is consist of two categories, namely good and sufficient. However, students have different achievements for each indicator. The results of the interviews showed that many of the students were less able to explain their mathematical ideas. The difference in answers can also be seen from the answers of male and female students. Male students tend to answer in a straightforward and concise manner, while female students tend to answer in detail and convoluted. Keywords: Mathematical communication ability, Contextual problems, Gender Difference

    PENGEMBANGAN POCKET BOOK BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD/MI

    No full text
    ABSTRAK PENGEMBANGAN POCKET BOOK BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD/MI Oleh Eka Yulia Indah Sari Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan kelayakan media pembelajaran pocket book berbasis multimedia menggunakan adobe flash cs6 pada pembelajaran tematik kelas V SD/MI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan prosedur 4 D (Four D Model). Data yang diambil dalam penelitian ini yaitu ahli materi, ahli media, respon pendidik, dan respon peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SDIT Fitrah Insani Kedamaian Bandar Lampung dan MI Al-Hikmah Bandar Lampung. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yakni berupa angket yang diberikan kepada ahli materi dan ahli media. Adapun angket respon pendidik serta angket respon peserta didik untuk melihat kemenarikan produk yang telah dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran pocket book berbasis multimedia layak digunakan sebagai media pembelajaran pada pembelajaran tematik kelas V SD/MI. Hal ini dapat dilihat dari hasil perolehan validasi ahli materi sebesar 79,3%, ahli media sebesar 84,7%, tanggapan pendidik sebesar 88,9%, dan tanggapan peserta didik sebesar 93,15%. Berdasarkan hasil perolehan tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pocket book berbasis multimedia layak digunakan sebagai media pembelajaran pada pembelajaran tematik kelas V SD/MI. Kata Kunci: Adobe Flash CS6, Multimedia, Pembelajaran Tematik, Pocket Boo
    corecore