1,721,067 research outputs found
PERANAN WAITER ATAU WAITRESS DALAM MELAYANI TAMU DI CANTING RESTAURANT ATRIA HOTEL MALANG
Food and Beverage Department adalah bagian dari hotel yang mengurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan pelayanan makanan dan minuman serta kebutuhan lain yang terkait, dari para tamu yang tinggal maupun yang tidak tinggal di hotel tersebut dan dikelola secara komersial serta profesional. Food and beverage department merupakan departemen yang sangat mutlak diperlukan di hotel dalam penyediaan, pelayanan makanan dan minuman dalam menjalankan tugasnya food and beverage department terbagi menjadi dua bagian yang saling bergantung satu sama lain dan harus saling bekerjasama. Dua bagian tersebut adalah Food and beverage service dan food and beverage product. Food and beverage service terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya food and beverage manager, outlet manager, food and beverage administration, assistent restaurant manager, food and beverage supervisor, food and beverage captain, waiter/waitress yang bertujuan untuk memaksimalkan program kerja yang telah dilaksanakan oleh food and beverage departmen
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ NEEDS AND PREFERENCES TO DEVELOP ENGLISH TEXTBOOK FOR THE SEVENTH GRADERS
This paper is compiled to address the students’ needs regarding topics and material preferences in learning English also their present difficulties. The incompatibility of the current textbook is indicated by the students’ scores on multiple academic assessments. One of the main factors is that most students did not learn English in Elementary School; hence they only know a few isolated English words. As a result, they struggle to comprehend the full English content. This descriptive-quantitative research extracted the students’ bilingual status, opinions, purposes, and topic preferences from 55 students to develop a more compatible English textbook. As a result, the questionnaire and the interview show that the students want elementary-level material, accessible pronunciation examples, involvement of Bahasa Indonesia, and topics based on local content
Proses Disiplin Karyawan Dalam Mendukung Penerapan Reward dan Punishment di Hotel Royal Darmo Malioboro Yogyakarta
Di dalam dunia kerja, disiplin kerja merupakan kepatuhan terhadap aturan
yang ada di perusahaan, disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikann
terhadap kinerja karyawan. Di Royal Darmo Malioboro memiliki standar
operasional prosedur (SOP) sebagai penilaian kinerja karyawan untuk memenuhi
standar kualifikasi yang sesuai dengan kriteria perusahaan dan juga sebagai tolak
ukur untuk mendapatkan karyawan yang mampu memahami tugas-tugas sesuai
dengan deskripsi pekerjaannya. Dalam penerapan disiplin kerja perusahaan
memiliki aspek seperti kehadiran karyawan, ketepatan jam masuk kerja,
kepatuhan terhadap perintah atasan dan aturan yang ada di perusahaan dan juga
terdapat standar dalam berpakaian.
Dalam penerapan reward di Royal Darmo Malioboro melakukan penilaian
kinerja kepada karyawan. Penilaian kinerja karyawan dinilai oleh atasan, jika
penilaian kinerja di atas 70 maka karyawan mendapatkan reward contohnya yaitu
promosi kenaikan jabatan dan kenaikan gaji. Sebelum penilaian kinerja, karyawan
akan mendapatkan rekomendasi dari atasan melalui form promosi penilaian
kinerja karyawan tersebut, setelah karyawan mendapatkan reward tersebut maka
harus mengisi form promosi jabatan dan penilaian kinerja. Setelah mengisi form
promosi jabatan tersebut dan juga dilampirkan penilaian kinerja yang sudah
disetujui oleh manajemen, maka Human Resources Department (HRD) menilai
dan dikonversikan ke data perhitungan kenaikan gaji sesquicentennial level,
kemudian hasil tersebut diberitahukan kepada karyawan yang bersangkutan.
Untuk penerapan punishment terlebih dahulu harus ada berita acara pelanggaran
karyawan oleh atasan, setelah adanya berita tersebut perusahaan memberikan
punishment kepada karyawan sesuai dengan peraturan yang ada di peraturan
perusahaan, dengan demikian karyawan bisa diberikan punishmen
Prosedur Kerja Staf Pusat Informasi Wisatadi Terminal Brawijaya Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata merupakan unsur pelaksana urusan
pemerintahan bidang kebudayaan dan bidang pariwisata yang menjadi
kewenangan daerah yang dipimpin oleh Kepala Dinas. Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata bertugas sebagai pelaksana, pengawas sekaligus penanggung jawab
atas segala hal yang berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan sector
pariwisata dan sector budaya di Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan tugasnya
dalam membantu Bupati untuk melaksanakan urusan pemerintahan dibidang
kebudayaan dan dibidang pariwisata yang menjadi kewenangan daerah dan tugas
pembantuan yang diberikan kepada kabupaten tersebut. Selain tugas-tugas pokok
yang dimiliki Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, adapun tugas lain
yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yaitu menyediakan
informasi terkait objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi dengan
menyediakan pusat informasi wisata atau tourism information center (TIC).
Berdasarkan namanya kantor ini berfungsi sebagai penyedia informasi terkait
objek-objek wisata maupun event yang ada di Kabupaten Banyuwangi kepada
wisatawan. Berdasarkan fungsinya untuk menyediakan informasi bagi wisatawan,
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi juga menyediakan staf
di setiap TIC. Staf yang disediakan oleh pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
merupakan karyawan dinas tersebut atau bisa juga mahasiswa yang sedang
magang.
Pusat Informasi Wisata atau tourism information center (TIC) adalah suatu
wadah yang mewadahi berbagai data yang telah diolah untuk digunakan dalam
memperlancar perjalanan kunjungan, dan juga merupakan bentuk fasilitas terpadu
yang menampung kegiatan pelayanan informasi untuk memberikan pengetahuan
kepada wisatawan.Pusat informasi wisata dapat ditemukan di sebagian besar kota
besar dan kecil termasuk di Kabupaten Banyuwangi yang sudah memiliki pusat
informasi wisata di beberapa tempat, salah satunya di Terminal Brawijaya.
Terminal ini terletak di jaringan jalan lingkar luar kota (Jalan Brawijaya,
Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Raden Wijaya), tepatnya di
Jalan Brawijaya. Terminal ini melayani beberapa rute Antar Kota Dalam
Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Pulau
Jawa, Bali dan Madura dan terhubung dengan shelter pusat angkutan kota. Jadi
bagi wisatawan dari luar Kabupaten Banyuwangi yang datang menggunakan
angkutan bus bisa langsung mencari informasi seputar objek wisata dan event
Kabupaten Banyuwangi di TIC yang terdapat di terminal brawijaya dan disana
sudah ada staf yang siap memberikan informasi kepada wisatawan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam meyediakan staf di TIC memilih
karyawan maupun mahasiswa magang yang mampu bekerja berdasarkan prosedur
kerja yang ada dan memenuhi kualifikasi sebagai seorang staf. Beberapa
kualifikasi yang harus dipenuhi yaitu, ramah, rapi, teliti, mampu berkomunikasi
dengan baik, dan bisa setidaknya satu bahasa asing. Kualifikasi tersebut
merupakan yang paling mendasar bagi staf yang bekerja di TIC dikarenakan
penampilan dan cara berkomunikasi merupakan poin utama untuk memberikan
kesan yang baik terhadap wisatawan.
Prosedur kerja adalah urutan-urutan yang telah dibuat dalam melakukan
suatu pekerjaan dimana terdapat tahapan demi tahapan yang harus dilalui
sehingga terlihat jelas adanya aturan yang harus ditaati oleh orang yang akan
menjalankan prosedur kerja pada bidang tugas yang telah mereka kerjakan dan
membuat suatu pekerjaan itu mudah dimengerti dan dipahami. Dengan adanya
standar operasional prosedur kerja di suatu lembaga, organisasi atau perusahaan
maka dapat dilakukan evaluasi dan peningkatan kualitas kerja yang lebih baik
seiring dengan berjalannya waktu
PENTINGNYA PENERAPAN STANDART OPERASIONAL PROSEDUR DALAM PELAYANAN YANG DIBERIKAN OLEH KARYAWAN TERHADAP TAMU DI RUBY RESTO ROYAL HOTEL n’ LOUNGE JEMBER
Hotel merupakan sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan
memberikan fasilitas pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanan
barang bawaan, pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas atau
perabotan dan dapat menikmati hiasan-hiasan yang ada di dalamnya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana staf Ruby Resto n’ Lounge
memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar operasional prosedu
Prosedur Penyajian Makanan Dan Minuman Kepada Tamu Oleh Waiter/Waitress Di Vis a Vis Restaurant Jw Marriott Surabaya
Vis a Vis Restaurant merupakan restoran yang memiliki konsep fine dining restaurant, yaitu restoran yang sangat mengutamakan penyajian dan pelayanan makanan dan minuman terhadap tamu. Mengutamakan pelayanan kepada tamu merupakan hal yang harus dilakukan pada Vis a Vis Restaurant. Pelayanan yang diberikan dimulai dari tamu datang hingga tamu pulang. Tamu yang datang akan disambut dengan ramah dan sopan serta tamu akan diberikan pelayanan secara intensif selama menyantap makanan di Vis a Vis Restaurant. Banyak hal yang diperhatikan pada Vis a Vis Restaurant diantaranya saat menyajikan makanan dan minuman dan saat proses pelayanan dalam penyajian makanan dan minuman kepada tamu yang dilakukan oleh waiter/waitress yang ada di Vis a Vis Restaurant. Ketika menyajikan makanan dan minuman kepada tamu terdapat tata cara penyajian atau bisa disebut dengan prosedur. Prosedur penyajian makanan dan minuman pada Vis a Vis Restaurant antara lain mengatur tentang napkin, table set up, menu knowledge, food quality presentation, maintaining restaurant, beverage order serve beverage, food order, serve appetizer, serve entrée, clear plate, dessert order, dan clear table. Proses pelayanan dalam penyajian makanan dan minuman juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan pada Vis a Vis Resturant. Proses pelayanan dalam penyajian makanan dan minuman dimulai dari greeting the guest, seating the guest, unfolding napkin, presenting menu, beverage order, food order, serve beverage, serve food, clear up, dan sampai pada peoses payment. Semua proses-proses tersebut terdapat dalam service sequence sehingga akan memudahkan bagi waiter/waitress untuk melaksanakan tugas dan kewajiban mereka
Metode Penerapan Strategi Pemasaran Paket Wisata Di PT. Luna Gemilang Sentosa Indonesia
Untuk memasarkan paket wisata PT. Luna Sentosa Gemilang Indonesia
menggunakan metode direct marketing atau secara personal dan telemarketing
atau menggunakan media komunikasi. Teori dasar marketing adalah proses
penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi
mengenal barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan
keinginan manusia. Marketing dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia
yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Di PT. Luna Gemilang
Sentosa Indonesia biasanya menggunakan metode telemarketing dan direct
marketing untuk memasarkan paket wisata.
Selama penulis melakukan praktek kerja nyata di PT. Luna Sentosa
Gemilang Indonesia, penulis membantu memasarkan produk dengan cara direct
marketing yang dilakukan terhadap instansi pemerintah seperti Puskesmas dan
instansi swasta seperti Mitra Medika yang berada di Bondowoso. Adapun proses
direct marketing di PT. Luna Sentosa Gemilang Indonesia adalah mencari dan
menyeleksi pelanggan baru atau mengidentifikasi prospek, pendekatan
pendahuluan/penjajakan, pendekatan pada klien, presentasi (penyajian dan
peragaan), mengatasi keberatan dan negosiasi, menutup penjualan, pasca
penjualan, tour/outbound, pasca tour menyerahkan CD event, foto + pigura +
beberapa hal yang dijanjikan selama marketing dan sudah menjadi kesepakatan
kedua belah pihak, setelah tour selesai dilaksanakan maka marketing memiliki
hak untuk mendapatkan fee marketing, dan memo dari marketing operational
(MO) bisa dicairkan di accounting, tidak lupa hasil angket tour dikonfirmasi oleh
MO kepada marketing sebagai hasil pasca tour dan segala sesuatu yang
menyangkut kegiatan tour diketahui oleh marketing (hal yang positif maupun
kritik dan saran kepada perusahaan).
Berdasarkan hasil praktek kerja nyata, strategi marketing yang dilakukan di
PT Luna Sentosa Gemilang Indonesia terdapat dua macam cara yaitu pertama
dilakukan dengan cara direct marketing yang dilakukan berkomunikasi secara
langsung dengan target customer dan yang kedua dengan cara telemarketing yang
menggunakan perantara media elektronik seperti instagram, facebook, atau
website sebagai media pemasaran
Proses Pembuatan Event Skala Internasional di PT. Bintan Resort Cakrawala Studi Kasus Tour De Bintan
Keindahan destinasi pariwisata Indonesia telah diakui dunia dan telah mendapatkan penghargaan dari berbagai kalangan pariwisata. Di tahun 2017 pariwisata Indonesia telah berhasil masuk 50 besar pariwisata dunia pada urutan ke 42. Menteri Pariwisata bapak Arief Yahya menargetkan 17 juta wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia pada 2018.
Event menjadi salah satu ajang promosi pariwisata di Indonesia untuk mendatangkan wisatawan. Event-event tersebut tergabung dalam kalender yang di sebut Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018. Salah satu provinsi di Indonesia yang terjadwal dalam Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 ialah Kepulauan Riau. Enam event Kepulauan Riau masuk dalam Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 dari total 130 event yang tersebar di daerah Kepulauan riau. Salah satu event di Kepulauan Riau yang tidak hanya populer di Indonesia namun juga dunia adalah Tour de Bintan.
Tour de Bintan merupakan sport tourism yang diselenggarakan oleh PT. Bintan Resort Cakrawala dan bekerjasama bersama Pemerintah daerah serta masyarakat lokal. Selain berhasil masuk dalam kalender Calender of Event Wonderful Indonesia, Tour de Bintan berhasil masuk dalam kalender olahraga dunia Union Cycliste Internasionale (UCI). Event yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini telah disiapkan sejak setahun sebelum acara tersebut dimulai. Untuk pembuatan event Tour de Bintan penulis membahas dua bagian yaitu proses perencanaan event dan produksi event.
Terdapat beberapa tahap dalam perencanaan Tour de Bintan seperti menjabarkan ide menjadi konsep, pembentukan tim, pembagian kerja, pengembangan konsep kreatif, penentuan observasi, promosi, publikasi dan sosialisasi dan yang terakhir yaitu penyelesaian administrasi. Sedangkan untuk tahap-tahap produksi event yaitu kesiapan pengisi acara, kesiapan pelengkapan, kesiapan pengamanan, kesiapan kru dan proses event sesuai dengan rundown.
Konsep yang dilaksanakan hampir sama seperti konsep balap sepeda lainnya, yang membedakan yaitu keindahan alam yang disajikan. Tidak banyak kendala yang dihadapi dalam produksi event, kendala dari event ini yaitu tidak tersedianya ambulans berstandar internasional sehingga mereka membawanya dari Singapura. Meskipun Tour de Bintan telah dikenal olah turis asing, namun kurangnya promosi di dalam negeri membuat tidak semua masyarakat mengetahui mengenai event ini sehingga membutuhkan dukungan dari banyak pihak dalam promosi
Prosedur Pengolahan Kue Di Pastry Section Untuk Menjaga Kualitas Produk Di Aerofood Catering Service Site Rs. Dr. Soebandi Jember
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman suku, bangsa, dan budaya yang khas. Saat ini pariwisata Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan wisata kuliner nya. Dengan berkembangnya wisata kuliner dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memulai usaha jasa seperti usaha makanan dan minuman atau catering. Catering adalah suatu usaha di bidang jasa yang menyediakan atau melayani permintaan makanan untuk berbagai macam keperluan sesuai dengan pesanan baik makanan berat hingga makanan penutup seperti pastry. Pastry merupakan bagian dari food product atau kitchen yang ada di dalam lingkup food and beverage departement yang mempunyai tugas dalam pembuatan dessert atau makanan penutup, snack atau makanan pengirim minuman, seperti kue dan roti. Aerofood Catering Service merupakan salah satu cabang usaha PT Aerowisata (anak perusahaan Garuda Indonesia) yang bergerak di bidang layanan catering service untuk penerbangan dan industrial minyak dan rumah sakit internasional. Aerofood Catering Service juga bekerja sama dengan Rumah Sakit dr. Soebandi Jember dan Bandara Notohadinegoro Jember. Aerofood Catering Service Site (rumah sakit) RS. dr. Soebandi Jember merupakan cabang dari Aerofood Catering Service Surabaya yang menyediakan makanan untuk pasien yaitu di bagian gizi, bagian butcher, bagian pastry, bagian kitchen , bagian prepare, bagian washing dan waiter. Pada bagian pastry dapat mempelajari prosedur pengolahan kue dengan baik dan cara menjaga kualitas kue di Aerofood Catering Service Site (rumah sakit) RS. dr. Soebandi Jember. Kue yang dibuat di Aerofood Catering Service Site (rumah sakit) RS. dr. Soebandi Jember yaitu nagasari, lumpia ayam, lemper jagung manis, lapis, banana cake, kue cantik manis, pukis, brownie
Proses Pengelolaan Event Bali Heritage Food Festival 2018 Di Indonesia Tourism Development Corporation
Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan Badan
Usaha Milik Negara yang bergerak ke dibidang pariwisata. Indonesia Tourism
Development Corporation memiliki tujuan utama menyelenggarakan tersedianya
prasarana dan sarana untuk mengembangkan kawasan. Selain itu ITDC juga
mengundang investor untuk membangun hotel serta mengelola Nusa Dua sebagai
Kawasan Pariwisata yang berkelas. ITDC memiliki calendar of event di setiap
tahunnya. Dalam Calendar of event the Nusa Dua 2018 terdapat 11 event yang akan
diselenggarakan yaitu Sundown Dancing Lesson, Chinesse New Year “Sincia with
Love” 2018, Bali Heritage Food Festival 2018, Bali Blues Festival 2018, Nusa Dua
Light Festival: Under Water 2018, Art Bali, International Monetary Fund Side Event,
Badung International Night Run 2018, World or Music Art and Dance Bali 2018,
Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 dan New Year Eve. Penyelenggaraan event ini
bertujuan untuk meningkatkan revenue, mempromosikan kawasan serta
meningkatkan tingkat hunian hotel dan juga sebagai penambahan atraksi dikawasan
sebagai upaya pengoptimalisasi dan pengelolaan kawasan pariwisata Nusa Dua.
Dalam Penyelenggaraan event di Indonesia Tourism Development
Corporation khususnya Bali Heritage Food Festival 2018 berawal dari permintaan
Kementerian Pariwisata Indonesia dalam menyelenggarakan program Bali Recovery
dalam rentang waktu Februari sampai dengan Maret. Program Bali Recovery
bertujuan untuk menambah alternatif atraksi wisata serta memberikan dampak positif
dalam pemulihan pariwisata Bali pasca erupsi Gunung Agung. Oleh sebab itu tim
event ITDC melakukan proses penyelanggaraan event secara sistematis dimulai dari
tahap perencanaan. Research merupakan tahap awal perencanaan event. Sebuah riset
dilakukan guna menentukan kebutuhan, keinginan, harapan dan target pasar,
selanjutnya riset dikembangkan dalam tahapan desain yang dibuat meliputi konsep
event dan layout venue yang dapat memberikan komunikasi visual. Tahapan
selanjutnya merupakan planning, tahapan ini dikerjakan bersamaan dengan tahapan
desain diantaranya membuat pembagian kerja, rundown acara dan rancangan
anggaran biaya serta promosi.
Tim event ITDC memiliki berbagai macam kegiatan promosi yaitu press
conference, sales call, melakukan promosi melalui media sosial serta melakukan
pemasangan baliho dan triangle banner di Kawasan Pariwisata Nusa Dua. Tahapan
terakhir dalam perencanaan adalah koordinasi. Koordinasi dilakukan guna mencapai
satu tujuan yang sama dalam sebuah penyelenggaraan event. Kegiatan tersebut
meliputi koordinasi internal dan eksternal. Koordinasi internal merupakan koordiansi
yang dilakukan sesama tim ITDC selanjutnya koordinasi eksternal dilakukan bersama
dengan pihak ketiga yaitu rapat koordinasi dengan Indonesia Chef Association Bali,
mengurus surat perizinan serta technical meeting dengan pengisi acara dan tenant.
Proses produksi dimulai sejak acara belum dilaksanakan sampai berakhirnya acara.
Tim event ITDC dalam menyelenggarakan event melakukan beberapa tahapan
produksi yaitu kesiapan perlengkapan, kesiapan kru, kesiapan keamanan, kesiapan
pengisi acara dan proses event sesuai rundown. Tahapan terakhir dalam
menyelenggaraan event yaitu Evaluasi. Dalam proses evaluasi diharapkan mampu
mengetahui masalah-masalah yang timbul dan menemukan solusi untuk
memperbaikinya dalam meningkatkan kualitas event yang akan diselenggarakan
selanjutnya
- …
