11 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Subtitusi Pozolan Dan Penambahan Serat Karet Ban Bekas Kendaraan Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Normal

    No full text
    Used tires are one of the largest contributors to inorganic material wasted, as a result of the rapidly increasing growth of vehicles. The use of waste tires as a substitute material or as an enhancer in a concrete mixture reduces the level of environmental pollution. The quality of the plan on the concrete plan is f'c 17 MPa is the minimum requirement for structural concrete in SNI 2847-2019. This study was conducted on 20 test objects measuring 15 x 30 cm, 15 test objects using 5%, 10%, and15% used vehicle tire fiber and 10% pozzolana, while for comparison, 5 pieces of normal concrete test objects were used. The method used in this study was to use SNI 03-2491-2002, SNI 2460-2014, SNI 2847-2019, ACI 2.11.1-91, and ASTM C 618-03. The tensile strength of normal concrete is 2.44 MPa and its variations are 2.34 MPa, 2.27 MPa, and 2.23 MPa, respectively. The ratio of the tensile strength of compressive strength to the normal concrete specimens, materials, and designs and their corresponding variations is 13.34%, 19,14%, 19,19%, and 20,52%. As well as the ratio of tensile strength of split and normal concrete of 17 MPa in a row is 13.37%, 13.34%, and 13.09%

    Pengaruh Serat Ban Bekas dan Abu Batu Bara Terhadap Kuat Tarik Beton

    No full text
    In today's modern era, technological developments are needed to increase development in all fields. The manufacture of concrete can use partial cement substitution materials through the use of industrial by-products such as fly ash and fiber waste from used tires. The benefit of this research is to develop knowledge about concrete technology. The method used in this research is the ACI 211.1-91 (American Concrete Institute) and ASTM (American Society for Testing and Materials) methods with variations in the addition of used tire fiber by 0%, 5%, 10%, 15%, and 5% addition of fly ash from the weight of cement in each variation. The test object used is a cylinder with dimensions of 15 cm x 30 cm with a total of 20 test objects, the planned concrete quality is 17.00 MPa. The tensile strength of concrete test was carried out at the age of 28 days. The results of this study are that concrete with a variation of 0% produces a tensile strength of 2.32 MPa; while the tensile strength with variations of 5%, 10% and 15% were 2.71 MPa, 2.50 MPa and 2.41 MPa. The tensile strength of concrete using tire fiber waste and fly ash increases compared to normal concrete

    PENGARUH BENTUK KOLOM TERHADAP GAYA LATERAL GEMPA PADA GEDUNG LANDMARK BSI ACEH

    No full text
    Posisi geografis Indonesia yang terletak antara lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Indonesia terletak di jalur gunung api (ring of fire) bagian dari cincin api Pasifik. Ruang lingkup penelitian ini adalah Penelitian ini mengacu pada SNI-1726-2019, SNI-1727-2020 dan SNI-2847-2019, dengan menggunakan metode gempa dinamis (respons spektrum) tetap mempertahankan mutu beton, mutu baja. Hasil berat total bangunan: gedung landmark BSI Aceh dengan kolom spiral 16.443,05 ton lebih kecil saat bangunan tersebut didesain menggunakan kolom terikat sebesar 17.222,20 ton. Diagram Moment: desain dengan kolom terikat sebesar = 1103.04 kN-m dan kolom spiral memiliki nilai moment M3 = 1579,61 kN-m. Gaya aksial: gedung dengan kolom spiral sebesar nilai = -2284,69 , dan pada gedung kolom terikat memiliki nilai = -2767,47 . Displacement Lateral Maksimum Setiap Lantai: Gedung dengan kolom terikat memiliki displacement sebesar 0.018mm dan desain kolom spiral sebesar 0.023mm. gaya geser: pada gedung dengan kolom spiral yaitu sebesar = -8,54 kN/m dan kolom terikat sebesar = -154,53 kN/m dapat disimpulkan bahwa desain gedung dengan kolom spiral menawarkan kekuatan, stabilitas, dan keandalan struktural yang lebih baik daripada desain gedung dengan kolom terikat

    Evaluasi Substitusi Limbah Beton pada Agregat Kasar Terhadap Performa Tarik Lentur Beton (5%, 10%, 15%)

    No full text
    Pemanfaatan limbah sebagai substitusi atau bahan tambahan dalam campuran beton dapat menurunkan tingkat pencemaran lingkungan. Limbah beton menjadi salah satu kontributor limbah terbesar. Pada penelitian terdahulu dengan mensubtitusi limbah beton sebagai pengganti agregat kasar dapat mengetahui kuat tarik lentur beton terjadi penurunan pada mutu tinggi diatas 25 MPa. Pengujian dilaksanakan di Laboratorium Kontruksi Bahan Bangunan prodi teknik sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Kuat tekan beton rencana adalah f'c 15 MPa. Penelitian ini dilakukan pada 12 buah benda uji  berukuran 15 x 15 x 60 cm 9 buah benda uji  menggunakan  5%, 10%, 15% limbah beton sebagai pengganti agregat kasar, sedangkan untuk pembanding digunakan 3 buah benda uji beton normal. Pengambilan Limbah beton diambil dari hasil penelitian kuat tekan di Universitas Syiah Kuala dengan mutu 25 MPa. Masing-masing variasi sebanyak 3 buah benda uji, serta perawatan benda uji dengan perendaman dalam bak dan  pengujian akan dilakukan sampai beton berumur 28 hari. Hasil dari penelitian ini akan dibandingkan beton normal dengan menggunakan Limbah beton sebagai pengganti agregat kasar dengan variasi 5%,10% dan 15%. Kuat tarik lentur beton normal sebesar 3,011 MPa Sedangkan variasi 5% dan 10% serta 15% mengalami penurunan yaitu sebesar 2,663 MPa, 2,696 MPa dan 2,666 MPa, Penurunan tersebut disebabkan masih dikategorikan stabil karena penurunan tersebut dikontrol dengan hasil kuat tekan tidak mencapai 1 MPa, sehinggga dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar pada pengujian kuat tarik lentur beton tidak bisa digunakan pada beton struktural tetapi bisa digunakan paa beton non-struktura

    Analisa Perbandingan Waktu, Biaya dan Tenaga Kerja pada Pekerjaan Pengecoran Plat Lantai Menggunakan Concrete Lift dan Concrete Pump pada Pembangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Pusdalops Tahap III Kota Banda Aceh)

    No full text
    Pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kota Banda Aceh pada tahun 2022 ialah lanjutan tahap ke-3 dengan nilai kontrak Rp. 4.743.223.815,00 untuk melanjutkan pekerjaan dari lantai 2 sampai dengan lantai 3 dan finishing yang dikerjakan oleh PT. Harum Jaya dengan masa kontrak dari 20 April 2022 sampai dengan 16 Desember 2022. Letak lokasi proyek berada di Gampong Ilie Kec. Ulee Kareng kota Banda Aceh dengan kondisi exsisting terdapat rumah penduduk dan sekolahan yang membuat lokasi proyek ini sedikit sempit. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya ruang untuk menempatkan alat truck mixer dan concrete pump untuk berdiri secara bersamaan, sehingga mempengaruhi waktu pelaksanaan pekerjaan, biaya dan jumlah tenaga kerja, dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut penulis membuat perbandingan antara penggunaan alat concrete pump dan concrete lift. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua peralatan tersebut, sehingga didapatkan peralatan mana yang lebih efesien digunakan saat pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu kuantitatif dan survey lapangan, kuantitatif digunakan untuk menghitung waktu, biaya dan tenaga kerja dari alat concrete pump dengan mengikuti nilai koefesien dari AHSP SNI tahun 2016, sedangkan untuk alat concrete lift menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh data yang diperlukan. Hasil dari penelitian ini didapatkan waktu pengecoran dua segmen menggunakan alat concrete lift memerlukan waktu 443,16 menit (7,39 jam) dan alat concrete pump membutuhkan waktu 40,30 menit (0,67 jam). Tenaga kerja yang dibutuhkan alat concrete lift adalah 26 orang dan alat concrete pump membutuhkan 32 orang. Selanjutnya pada biaya untuk alat concrete pump adalah sebesar Rp. 43.365.000,00 dan biaya yang diperlukan alat concrete lift adalah sebesar Rp. 27.545.886,14. Pada Bagan balok (Barchart) alat  concrete lift lebih efisien dalam bagian tenaga kerja dan biaya, sedangkan alat concrete pump lebih unggul dalam waktu pelaksanaan

    Analisis Efisiensi Biaya Antara Metode Patch Repair (Tambalan) dan Overlay (Pelapisan Ulang) Untuk Perbaikan Jalan Aspal di Banda Aceh

    No full text
    Roads as an element of national transportation have an important role, especially in supporting the economic, social, cultural, and environmental sectors. Road conditions in Banda Aceh in 2025 indicate challenges in infrastructure. In road damage, there are several repairs such as repairs and overlays that require high costs. The purpose of this study is to compare the cost efficiency between the patch repair method and the overlay method. This research method is quantitative with research procedures guided by Bina Marga. Data analysis was carried out in this study using Microsoft Excel. Based on the results of the research that has been done, the level of road damage on Jl. Kamboja with a research sample of 6000 m2, there are 3 types of damage: patches, cracks, and holes. The total amount of damage on this is 30.0 with additional asphalt concrete damage of 0.51% with a damage area of ​​30.8 m2. From the research that has been done, there are 2 repair methods on this road. For road repairs using the patch repair method on Jl. Cambodia spent less time on the project, with a total budget of Rp59,003,177. Patch repairs were more effective and more economical than overlay repairs. Overlay repairs, on the other hand, cost Rp119,633,072.70, taking longer to complete. For emergency budgets, patch repairs are recommended over overlay repairs

    Dampak U-Turn terhadap Kelancaran Pengguna Flyover di Simpang Surabaya

    No full text
    Peningkatan prasarana transportasi dilakukan dalam beberapa bentuk misalnya penataan system transportasi secara terpadu, termasuk pada ruas jalan dapat dilakukan pemasangan median yang juga diikuti dengan pembukaan jalan berupa U-Turn. Fasilitas U-Turn tidak secara keseluruhan mengatasi masalah konflik, sebab U-Turn itu sendiri akan menimbulkan permasalahan konflik tersendiri. Kota Banda Aceh sebagai kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, memiliki masalah kemacetan di berbagai titik. Salah satunya di Simpang Surabaya. Walaupun pemerintah telah mengupayakan masalah penataan tarnsportasi di daerah tersebut dengan pembangunan flyover, namun, perlu dipelajari dampak dari pembangunan flyover, terutama terkait dengan penggunaan jalan pada persimpangan tanjakan dan turunan flyover. Tidak dapat dipungkiri adanya U-Turn di area flyover memberi dampak bagi pola pergerakan kendaraan. Penelitian difokuskan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh U-Turn bagi pergerakan kendaraan di area flyover Simpang Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang digunakan untuk meneliti dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan serta analisis data yang dapat diukur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengolahan data dilakukan dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS), berupa metode analisis linear berganda, koefisien determinasi, uji F, uji t, dan menentukan uji korelasi. Dari hasil penelitian pengaruh u-turn terhadap pengguna flyover pada Simpang Surabaya sangat berpengaruh, didapatkan model yang terbaik yaitu Y = 0,724 X8 + 0,795 X10 + 0,896 X11, merupakan model regresi yang sesuai menggambarkan pengaruh 3 (tiga) variabel bebas, Cuaca (X8), Pengaruh Waktu Perjalanan (X10) dan Opsi Alternatif Rekayasa (X11) yang secara bersamaan mempengaruhi pengguna kendaraan (Y)

    Peran Masyarakat Dalam Rangka Mengatasi Pemanasan Global

    No full text
    Pemanasan global merupakan kejadian yang selalu berulang-ulang di dalam kehidupan manusia, di mana sinar matahari yang masuk ke dalam lapisan bumi, sebahagian diserap oleh bumi dan sebahagian lagi dipantulkan dan terperangkap di dalam bumi. Manusia selaku makhluk hidup di muka bumi berperan dalam menjaga pemanasan global. SMP Negeri 3 Ingin Jaya, Aceh Besar merupakan sekolah yang terletak di belakang toko-toko berlokasi di jalan Bandara Sim, Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Lokasinya yang sedikit tertutup oleh toko-toko dan kurang adanya pepohonan, maka diperlukan solusi dalam hal mengatasi pemanasan global. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menciptakan kepedulian guru dan siswa/i dalam mengurangi pemanasan global. Metode yang dilaksanakan adalah penyuluhan kepada guru dan siswa/i. Pengabdian tersebut bermula dari survey ke lapangan, diskusi dengan kepala sekolah, wawancara lisan dengan guru dan siswa/i, serta penyuluhan. Sosulsi yang ditawarkan untuk mengatasi pemanasan global, yaitu: membangun ruang terbuka hijau (dengan luas minimal 30% dari luas keseluruhan tanah), penggunaan energi alternatif, pendidikan ke masyarakat luas, dan beton ramah lingkungan. Hasil akhir dari pengabdian ini yaitu meningkatnya kesadaran dan pemahaman guru dan siswa/i terhadap pemanasan global

    Tinjauan Kuat Tekan Beton Berupa Serat Ban Bekas dan Pozolan Di Dalam Agregat Halus

    No full text
    Pemanfaatan limbah sebagai bahan pengganti atau bahan tambahan pada campuran beton dapat mengurangi tingkat pencemaran lingkungan. Salah satu limbah yang telah banyak dimanfaatkan oleh peneliti dalam beton adalah ban bekas. Serat yang ada dalam ban bekas digunakan sebagai bahan tambah terhadap semen maupun agregat. Namun, beberapa penelitian menunjukkan kekuatan beton menurun. Pada penelitian ini, serat ban bekas dikombinasikan dengan bahan lain yang mengandung silika yaitu pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kuat tekan beton yang menggunakan pozzolan sebagai pengganti sebahagian agregat halus sebesar 10% dan serat ban bekas sebagai bahan aditif sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Bahan Pozolan yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Krueng Raya, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, sedangkan serat ban bekas kendaraan berasal dari Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium, dengan kuat tekan betn rencana sebesar 17,00 MPa, dengan benda uji berjumlah 20 buah, di mana setiap variasi terdiri dari 5 benda uji. Pengujian berupa kuat tekan beton terhadap perendaman benda uji selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% berturut-turut didapatkan sebesar 18,29 MPa, 12,23 MPa, 11,82 MPa, dan 10,84 MPa. Kuat tekan beton menurun, hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah serat ban bekas yang ditambahkan ke dalam beton, sehingga daya ikat antar serat dan semen menjadi tidak baik
    corecore