1,721,084 research outputs found
Perancangan Aplikasi Keanggotaan Yamaha Vixion Club Indonesia Regional Jateng dan DIY Berbasis Web
Sistem informasi merupakan sistem yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan yang sama dan menjadikan sebuah data informasi yang berguna serta bermanfaat bagi penerimanya. Yamaha Vixion ClubIndonesia (YVCI) Regional Jateng dan DIY dalam pendataan anggota masih menggunakan kertas, sehingga pendataan anggota belum tersimpan dengan baik. Pada penelitian ini akan dibangun suatu aplikasi keanggotaan berbasis website, untuk membantu kepengurusan Regional dalam mengelola data anggota. Tahapan pada penelitian ini menggunakan metode prototype sebagai proses pembangunan sistem dan menggunakan UML (Unified Modelling Language) sebagai bahas pemodelan sistem. Hasil dari penelitian ini untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan data anggota, data chapter, dan agenda
The Educational Development Strategy To Increase The Number Of Students At Getasan Christian Junior High School: Educational Development Strategy To Increase The Number Of Students At Getasan Christian Junior High School
Perkembangan sektor pendidikan dan standar kualitas yang meningkat, menyebabkan pihak sekolah harus selalu eksis menarik calon pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemasaran jasa Pendidikan pada SMP Kristen Getasan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah Goal Oriented Evaluation dengan variabel Marketing Mix-5P (Product, Price, Place, People dan Promotion) guna penjabaran pemasaran disetiap aspek pemasarannya. Dengan analisis secara kualitatif terhadap variabel Marketing Mix-5P. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan Triangulasi data. Hasil penelitian terkait evaluasi terhadap 5P menunjukkan bahwa perumusan tujuan umum, tujuan khusus, dan tujuan terkait perilaku konsumen untuk variabel product, price, place, people sudah dilaksanakan dengan baik oleh pihak sekolah, dan mudah dipahami. Namun evaluasi tidak menemukan adanya penentuan terkait situasi dan Teknik pengukuran yang digunakan untuk menentukan keberhasilan tujuan yang dirumuskan. Dalam pemasaran people dan promotion belum diketemukan tujuan umum, tujuan khusus, maupun tujuan terkait dengan perilaku.
Kata Kunci: Jasa Pendidikan, Goal Oriented Evaluation, Marketing MixThe development of the education sector and increasing quality standards mean that schools must always exist to attract potential customers. The aim of this research is to evaluate the marketing of educational services at Getasan Christian Middle School. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The evaluation model used is Goal Oriented Evaluation with Marketing Mix-5P variables (Product, Price, Place, People and Promotion) to explain marketing in every marketing aspect. With qualitative analysis of the Marketing Mix-5P variables. Data collection was carried out through observation and interviews. The data analysis technique uses data triangulation. The results of research related to the evaluation of the 5Ps show that the formulation of general goals, specific goals, and goals related to consumer behavior for the product, price, place, people variables has been implemented well by the school, and is easy to understand. However, the evaluation did not find any determination regarding the situation and measurement techniques used to determine the success of the goals formulated. In people marketing and promotion, there are no general goals, specific goals, or goals related to behavior
Keywords: Educational Services, Goal Oriented Evaluation, Marketing Mi
Evaluasi Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah di Ensino Secundaria Geral Cristal, Dili, Timor Leste
This study aims to evaluate the leadership role of school principals in Ensino Secundario Geral Cristal. This type of research is a descriptive qualitative by using the Discrepancy evaluation model. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results showed that (1) the design component has a category that shows the role of principal leadership using management with good planning to make initial programs in accordance with the mission and vision in the learning process; (2) the installation component shows the leadership role of the principal in complementing the facilities and infrastructure as school facilities; (3) the process component shows that teaching and learning activities are in accordance with the curriculum and the role of the principal in strengthening teacher performance in learning; (4) the product component shows that the school has produced competent students
Penerapan Supervisi Klinis Dengan Pendekatan Kolaboratif Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Di Smp
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMP Swasta Bintang Laut Telukdalam melalui penerapan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif oleh kepala sekolah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Tagart yang merupakan sebuah model penelitian yang dilakukan dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan atau tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, observaisi, dokumentasi, dan angket. Tekinik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMP Swasta Bintang Laut Telukdalam yang dapat dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai kompetensi pedagogik guru yaitu: sebelum pemeberian tindakan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif rata-rata nilai kompetensi pedagogik guru 63, setelah pemberian tindakan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif meningkat menjadi 78 pada siklus I dan 81 pada siklus II yang berada di atas kriteria keberhasilan yang ditentukan yaitu 75. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMP Swasta Bintang Laut TelukdalamThis research aims to improve the pedagogical competence of teachers at Bintang Laut Telukdalam Private Middle School through the implementation of clinical supervision with a collaborative approach by the school principal. This type of research is school action research. This research used the Kemmis and Tagart model which is a research model carried out in 4 stages, namely planning, implementation or action, observation and reflection. The techniques of data analysis used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data collection techniques used by researcher are interviews, observation, documentation and questionnaires. The results of the research show that the implementation of clinical supervision with a collaborative approach by the principal can increase the pedagogical competence of teachers at Bintang Laut Telukdalam Private Middle School which can be proven by increasing the average teacher pedagogical competency score, namely: before providing clinical supervision with a collaborative approach the average competency score teacher pedagogy was 63, after providing clinical supervision with a collaborative approach it increased to 78 in cycle I and 81 in cycle II which was above the specified success criteria, namely 75. From these results it can be concluded that the implementation of clinical supervision with a collaborative approach can increase teachers pedagogy competency at Bintang Laut Telukdalam Private Middle School
Perancangan UI/UX Aplikasi E-Learning Bahasa Pemrograman Berbasis Mobile Menggunakan Konsep Gamifikasi
Code Blast merupakan sebuah aplikasi E – Learning yang menyediakan
pembelajaran mengenai bahasa pemrograman. Aplikasi Code Blast ini memberikan
berbagai pembelajaran seperti materi, latihan soal, ulas kesalahan, dan juga area
kreasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perancangan User Interface (UI) dan
User Experience (UX) aplikasi Code Blast yang dapat membantu pengguna dalam
mempelajari bahasa pemrograman menggunakan konsep gamifikasi. Dengan
adanya konsep gamifikasi, pengguna akan belajar seolah – olah seperti sedang
bermain game sehingga pengguna tidak merasa bosan. UI / UX ini dibuat
menggunakan metode design thinking, metode ini melewati berbagai tahap yang
dapat memberikan solusi – solusi permasalahan yang ada. Hasil pengujian
memperlihatkan skor yang diperoleh dari penilaian SUS sebesar 95 yang
menandakan bahwa rancangan prototype aplikasi Code Blast dinilai dapat diterima
dengan baik oleh pengguna. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penelitian ini
menghasilkan prototype aplikasi Code Blast berbasis mobile yang dapat memenuhi
kebutuhan pengguna berdasarkan pengujian yang dilakukan kepada beberapa
responden.Code Blast is an E-Learning application designed to facilitate learning about
programming languages. It offers a variety of lessons including instructional
materials, practice questions, error review, and a creative platform. This research
endeavors to craft a User Interface (UI) and User Experience (UX) for the Code
Blast application, employing gamification principles to enhance user engagement.
Through gamification, users experience learning in a format reminiscent of playing
a game, thereby mitigating boredom. The UI/UX design process follows the design
thinking method, encompassing multiple stages to address existing challenges
effectively. The test results show that the score obtained from the SUS assessment
is 95, which indicate that the Code Blast application design is considered to be well
accepted by users. The conclusion is that the outcome of this research is a mobile based Code Blast application prototype tailored to meet user requirements,
validated through testing conducted with several respondents
Evaluasi Kualitas Jasa Sekolah Dasar dengan Model Servqual untuk Menangani Penurunan Jumlah Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas jasa di SD Kristen Kanaan Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan model SERVQUAL yang mengukur kesenjangan antara persepsi dan ekspektasi pelanggan berdasarkan dimensi reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dibantu kuesioner berinstrumen SERVQUAL dan aspek input, proses dan output sekolah. Hasil menunjukkan bahwa persepsi layanan jasa dari pelanggan cukup baik dan cukup memenuhi harapan minimum walaupun belum mencapai harapan yang diinginkan. Urutan lima dimensi SERVQUAL dari yang paling memuaskan hingga yang paling tidak memuaskan adalah: bukti fisik, keandalan, empati, jaminan, dan daya tanggap. Disimpulkan dimensi daya tanggap berada di posisi paling tidak memuaskan adalah karena saat ini manajemen SD Kristen Kanaan Banjarmasin seolah seperti tidak ada yang mengambil peran pemimpin. Hal yang dapat menjadi pertimbangan SD Kristen Kanaan adalah agar dapat menjaga dan membuktikan janji yang telah disampaikan agar pelanggan tidak mudah kecewa dan dapat melibatkan orang tua murid dalam strategi pemasaran mulut ke mulut mengingat karakter target pelanggan yang kritis, suka berkumpul dan mengobrol.This study aims to evaluate the service quality of Kanaan Christian Elementary School in Banjarmasin. Type of research is evaluative research with descriptive qualitative methods using SERVQUAL model which measures the gap between customer perceptions and expectations based on dimensions of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibility. Data were collected by interview, also using a SERVQUAL and school’s input, process and output aspect questionnaire. The results showed that the perception of service from customers is quite good and able to meet the minimum expectations although it has not reached the desired expectations. The order of SERVQUAL's five dimensions from most satisfying to least satisfying is: tangibility, reliability, empathy, assurance, and responsiveness. It can be concluded that the dimension of responsiveness is in the most unsatisfactory position because currently the management of Kanaan Christian Elementary School in Banjarmasin seems like there is no one taking a leader role. Things that can be considered by Kanaan Christian Elementary School are to keep and prove the promise that has been delivered so that customers are not easily disappointed and also involve parents in a word of mouth marketing strategy due to the character of target customers are critical, like to gather and chat together
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Berbasis Marketing Mix dalam Meningkatkan Citra dan Jumlah Peserta Didik Baru
Penelitian ini bertujuan mendapatkan strategi melalui faktor-faktor pembangun citra dengan menganalisis potensi sekolah dalam setiap variabel marketing mix untuk meningkatkan citra sekolah dan jumlah peserta didik baru di SMP Kristen Krida Wacana Sragen. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman (model interaksi). Validasi data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan 1. Strategi meningkatkan citra dan jumlah peserta didik baru: promosi, door to door, dan media sosial. 2. Kekurangan dan hambatan: kurangnya kesadaran pentingnya citra, tidak memiliki program terencana dan sistematis, tidak memiliki bagian humas dan promosi, terbatasnya anggaran dan sumber daya manusia, kurang terlibatnya komite dan yayasan, komunikasi dengan gereja kurang intensif, media sosial kurang maksimal, tidak ada terobosan promosi baru, konten promosi kurang menarik, belum ada diferensiasi, gethok tular belum maksimal, biaya promosi dan sumber daya manusia terbatas, 3. Implikasi strategi pemasaran jasa pendidikan berbasis marketing mix dalam meningkatkan citra dan jumlah peserta didik baru berupa faktor pembangun citra: 1) product: program unggulan ekstrakurikuler paduan suara, 2) price: mempertahankan harga, mencari sponsor dan donatur, 3) Place: pembenahan bagian depan sekolah. 4) promotion: perencanaan promosi yang baik, meningkatkan gethok tular, mencari keunikan, 5) people: meningkatkan kinerja, membangun komunikasi dan budaya citra sekolah, membentuk tim humas dan promosi. 6) physical evidence: pembenahan sarana prasarana, penataan lingkungan, pengecatan, sekolah hijau. 7) Process: peningkatan kualitas pelayanan dan supervisi
Evaluasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Harjosari 01
Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Harjosari 01. Penelitian evaluatif ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan model CIPP. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisa dengan teknik analisa data Miles dan Huberman. Validasi data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini meliputi dalam 4 (empat) aspek yaitu: 1) Context program GLS di SDN Harjosari 01 dikategorikan baik karena penerapaan program GLS tidak hanya perwujudan kebijakan pemerintah namun merupakan kebutuhan yang dibutuhkan SDN Harjosari 01; 2) Input program GLS SDN Harjosari 01 termasuk dalam kategori cukup, karena meskipun mendapat dukungan yang baik dari sumber daya yang tersedia namun mekanisme pelaksanaan yang dikelola oleh tim pengembang GLS belum jelas; 3) Process program GLS SDN Harjosari 01 dikategorikan cukup, karena banyaknya kegiatan yang berjalan tapi tidak sesuai jadwal. Evaluasi yang dilakuakn pun belum maksimal; 4) Product program GLS SDN Harjosari 01 dikategorikan cukup karena hanya sebagian dari tujuan program yang telah tercapai.The purpose of this research is to evaluate the School Literacy Movement (GLS) program at SDN Harjosari 01. This evaluative study using a descriptive-qualitative approach. Evaluation is done using the CIPP model. Data was collected through observation, interviews and documentation which were then analyzed by Miles and Huberman's data analysis techniques. Data validation is done using triangulation techniques which are source triangulation and techniques triangulation. The results of this study include in 4 (four) aspects, namely: 1) Context aspect of the GLS program at SDN Harjosari 01 is in category good because the implementation of the GLS program is not just follow of government’s policy but is a needed by SDN Harjosari 01; 2) Input aspect of GLS SDN Harjosari 01 program is included in the enough category, because although it has good support from available resources, but the implementation mechanism managed by the GLS development team is not yet clear; 3) process aspect of GLS program at SDN Harjosari 01 is in category enough, because of the many activities that are running but not on schedule. The evaluation carried out was not optimal; 4) Product aspects of the GLS program at SDn Harjosari 01 is in enough category, it’s just because only the part of the program's goals have been achieved
Evaluation of Teacher Performance in Learning in Public Elementary Schools Using The Charlotte Danielson Model
Evaluasi kinerja guru adalah proses menilai dan mengukur kinerja seseorang yang selalu dibandingkan dengan tujuan, sasaran, dan standar yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja guru sekolah dasar kelas 3 dan 6 dalam pembelajaran dengan menggunakan model Charlotte Danielson. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi, dengan metode deskriptif dan pendekatan Mixed methode. Penelitian dilakukan di SDN Kutowinangun 07 dan SDN Kutowinangun 08, Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket penilaian kinerja guru. Untuk menjamin validitas data, peneliti menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data numerik dari angket yang diisi oleh guru atau teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru kelas 3 dan 6 SDN Kutowinangun 07 dan SDN Kutowinangun 08 dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran, mengelola kelas, Proses pembelajaran dan dalam menunjukan tanggung jawab profesionalnya termasuk dalam kategori sangat baik. Dari hasil keempat domain di atas, dapat memberikan rekomendasi bagi kepala sekolah dan guru untuk memperbaiki kelemahan kinerja setiap guru dan terus mengembangkan kemampuan guru
ANALYSIS SENTIMENT ON AIRLINE CUSTOMER SATISFACTION USING RECURRENT NEURAL NETWORK
When talking about customer satisfaction, Twitter as a large and great media could be used to get sentiment or opinion on a product and service of a business. The sentiment will be in a form of tweet that was posted on Twitter that referred to hot debated issues subjectively. The tweet data then will be processed using machine learning to analyze the sentiment of a certain topic. This study aimed to analyze the sentiment of the Indonesian public on one of the Indonesian airlines using Deep Learning, Recurrent Neural Network (RNN) method based on the training for Long Short-Term Memory (LSTM), validation and prediction. The tweet will be selected in the span of three years (2017-2020) through the triangulation sentence sentiment process. The LSTM model gives a result of 98.5% accuracy and 92.2% validation accuracy in the data training. Whereas, the LSTM model’s data testing gives a result of 56.5% negative sentiment higher than the positive and neutral sentiment. It could be assumed that the factors which affect the negative sentiment could be used as an input to improve any business process
- …
