1,721,047 research outputs found

    Efektivitas Formulasi Bionematisida Cair Berbahan Aktif Bakteri Endofit dan Rizobakteri terhadap Populasi Nematoda Pratylenchus coffeae pada Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora) serta Pemanfaatannya sebagai Buku Nonteks

    No full text
    Nematoda Pratylenchus coffeae merupakan salah satu jenis nematoda parasit yang menyerang tanaman kopi. Nematoda ini sangat berbahaya karena berdampak pada penurunan produksi sebesar 28,7%-78,4%. Upaya pengendalian yang banyak dilakukan masyarakat saat ini dengan bionematisida sintetik. Hal ini memberikan banyak dampak negatif bagi ekologi lingkungan sehingga perlu dilakukan upaya pengelolaan hama terpadu salah satunya dengan menggunakan kombinasi bakteri endofit dan rizobakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh empat jenis formulasi bionematisida cair dari bakteri endofit dan rizobakteri dalam mengendalikan populasi nematoda Pratylenchus coffeae serta dalam merangsang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini juga menghasilkan buku nonteks “Potensi Mikroorganisme Dalam Pengendalian Hayati” sebagai media informasi bagi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan setiap perlakuan terdapat 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sub ulangan. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2019 hingga Maret 2020 yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap pengaplikasian di lapang, pengamatan selama empat bulan serta tahap analisis setelah perlakuan. Tahap persiapan dalam penelitian ini meliputi tahap persiapan alat dan bahan, tahap persiapan tanaman dan media tanam, dan tahap persiapan nematoda Pratylenchus coffeae. Setelah tahap persiapan dilanjutkan dengan pengaplikasian bionematisida cair dan nematoda Pratylenchus coffeae. Kemudian dilakukan pengamatan selama empat bulan yang meliputi pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun hingga pada bulan ke empat dilakukan perhitungan berat basah dan berat kering akar serta tajuk. Tahap ini dilakukan di empat tempat yaitu Laboratorium GeMBio (Genetika Mikrobiologi Bioteknologi) Pendidikan Biologi FKIP universitas Jember untuk pembuatan formulasi bionematisida cair. Empat jenis formulasi tersebut yaitu Formulasi A (Pseudomonasdiminuta : Bacillus subtilis : Bacillus sp. (SK7) : Bacillus sp. (KB ¼) = 1:3:3:1), formulasi B (1:1:3:3), formulasi C (3:1:1:3), formulasi D (3:3:1:1). Kedua di Laboratorium Perumahan Istana Tidar untuk persiapan dan perhitungan nematoda. Ketiga yaitu di Green House Perumahan Istana Tidar untuk proses aplikasi serta perawatan sampel. Dan keempat yaitu di Laboratorium Zoologi Pendidikan Biologi Universitas Jember untuk proses pengovenan tajuk dan akar. Data penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS Versi 23 yaitu uji ANOVA dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan formulasi menyebabkan perbedaan hasil dari segi penekanan populasi nematoda Pratylenchus coffeae serta dalam peningkatan pertumbuhan bibit kopi robusta. Keempat formulasi memiliki kemampuan yang efektif dalam menekan populasi nematoda P. coffeae serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. Persentase penekanan berkisar antara 57,43%-90,76%. Hal ini karena bakteri uji yaitu Pseudomonas diminuta, Bacillus subtilis dan Bacillus sp. merupakan kedua jenis genus yang mampu menghasilkan enzim kitinase. Enzim kitinase ini berfungsi untuk mendegradasi dinding sel patogen yang disusun oleh senyawa kitin seperti pada dinding sel nematoda Pratylenchus coffeae. Selain itu bakteri tersebut mampu menghasilkan senyawa yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti hormon IAA (Indole Acetic Acid) dan hormon sitokinin. Formulasi yang berpotensi paling tinggi terhadap penekanan nematoda Pratylenchus coffeae dan menghasilkan pertumbuhan paling besar yaitu formulasi D (3:3:1:1) dengan persentase penekanan sebesar 90,76%. Produk pendidikan berupa buku nonteks yang berjudul “Potensi Mikroorganisme Dalam Pengendalian Hayati” telah dinyatakan Sangat Layak digunakan sebagai media informasi bagi masyarakat dengan persentase skor sebesar 88,70%

    Pengembangan Alat Kondensasi Atmospheric Water Sample Generator Pengukur Konsentrasi Oksigen Udara Ambien Dan Pemanfaatannya Sebagai Buku Manual Prosedur Penggunaan Alat Untuk Mendukung Praktikum

    No full text
    Kualitas konsentrasi oksigen udara saat ini bisa diukur dengan menggunakan alat pendukung yang telah ada, diantaranya dengan penentuan konsentrasi oksigen menggunakan alat oxygen meter atau DO meter digital yaitu penentuan oksigen terlarut metode elektrokimia.Prinsip kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalam larutan elektrolit atau kelembaban udara yang masuk pada alat DO meter, probe ini biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). Namun dengan cara ini memiliki kelemahan serta akurasi yang kurang tepat karena tidak semua nilai keseluruhan oksigen terbaca yang ada pada sampel. Pengembangan alat kondensasi atmospheric water sample generator pengukur konsentrasi oksigen udara ambien dan pemanfaatannya sebagai buku manual prosedur penggunaan alat untuk mendukung praktikum bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan alat dan uji akurasi serta pemanfaatannya sebagai buku manual prosedur penggunaan alat untuk mendukung praktikum, proses penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan R2D2. Proses pengembangan alat dilakukan setelah tahap pendefinisian, kemudian melakukan tahap pendesainan, setelah alat serta produk buku terbentuk maka dilakukan proses kalibrasi dan pengujian alat serta validasi ahli untuk produk buku. Proses pengembangan dengan penggabungan beberapa teknologi alat sampling udara ambien serta metode analisis gas di udara secara analitis, karena peran akurasi pengukuran sangat dibutuhkan di dalam aspek ilmu pengetahuan dan di kehidupan sehari-hari. Hasilnya pengembangan alat ini tergolong sukses dilaksanankan dengan proses pengembangan dilakukan secara bertahap sehigga diketahui desain serta spesifikasi alat yang dibuat sesuai dengan persyaratan dasar alat kondensasi serta alat sampling udara ambien yakni impinger dengan mekanisme kerja berdasarkan jumlah udara yang dihisap menggunakan metode kondensasi dan analisis kimiawi sampel menggunakan metode titrasi winkler. Berdasar hasil uji independent samples T-test data hasil kalibrasi uji kesalahan pengukuran dengan metode titrasi dan elektrokimia digital tersebut, diketahui signifikansi hasil pengukuran bahwa nilai t hitung sebesar 1.247 dan t tabel (df=4) = 2,78 besarnya signifikansi p 0,280, karena t hitung 1.247 < t tabel = 2,78 dan sig 0,280 > 0,05 berati tidak ada perbedaan siginfikan antara pengukuran sampel menggunakan kedua metode tersebut. Sedangkan hasil uji independent samples T-test dari hasil uji kalibrasi kesalahan pengukuran alat yang dikembangkan atmospheric water sample generator dengan alat oksigen meter digital tersebut diketahui signifikansi hasil diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 1.330 dan t tabel (df=4) = 2,78 besarnya signifikansi p 0,254, karena t hitung 1.330 0,05 berati tidak ada perbedaan siginfikan antara pengukuran sampel menggunakan kedua metode tersebut sehingga alat yang dikembangkan merupakan produk yang siap digunakan. Hasil validasi produk buku manual prosedur penggunaan alat diketahui penilaian oleh ahli materi dan ahli media buku direrata mendapatkan 75% dengan kategori termasuk buku sudah layak digunakan namun masih harus direvisi terlebih dahulu sebelum digunakan dimasyarakat

    Pengembangan Multimedia Life-Like pada Pokok Bahasan Kingdom Plantae untuk Media Pembelajaran Biologi SMA

    No full text
    Validitas multimedia Life-like pada pokok bahasan Kingdom Plantae untuk media pembelajaran Biologi SMA tergolong sangat valid dengan persentase penilaian 88,13 %. Kepraktisan multimedia Life-like pada pokok bahasan Kingdom Plantae untuk media pembelajaran Biologi SMA tergolong sangat praktis dengan rata-rata persentase penilaian 88,17 %. Efektivitas multimedia Life-like pada pokok bahasan Kingdom Plantae untuk media pembelajaran Biologi SMA tergolong efektif karena menunjukkan rata-rata nilai Normalized gain yang berkategori tinggi yaitu 0,8 di SMA Negeri 4 Jember dan sedang yaitu 0,6 di SMA Negeri Pakusari

    Hubungan Kualitas Biologi, Kimia, Fisika Air Sumur Dengan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Jember dan Pemanfaatannya Sebagai Buku Ilmiah Populer

    Full text link
    Berdasarkan kualitas biologi air bersih dapat dikatakan layak digunakan apabila air tersebut tidak mengandung mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, air bersih yang digunakan masyarakat di Kabupaten Jember belum diketahui kelayakannya bagi kesehatan tubuh manusia. Secara Kimia air yang layak dikonsumsi adalah air yang memiliki pH 6,5-8,5. Apabila air memiliki pH kurang atau lebih dari 6,5-8,5 maka air tersebut tidak layak digunakan. Secara fisika juga perlu diperhatikan. Air yang layak dikonsumsi adalah air yang jernih serta tidak mengandung bau dan rasa. Apabila air memiliki bau maupun rasa secara mutlak bahwa air tersebut memiliki tingkat pencemaran yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan kualitas biologi, kimia, fisika, pada air sumur Kabupaten Jember yang berdasarkan PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang “Persyaratan Kualitas Air Minum”. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium mikrobiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Penelitian diawali dengan pengambilan sempel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian melakukan uji MPN, uji derajat keasaman (pH), uji organoleptik, uji TDS, dan uji kadar oksigen terlarut (DO) terhadap masing-masing sampel. Uji MPN dilakukan dengan 3 tahap yakni uji pendugaan, uji penegasan, dan uji kepastian yang masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan. Uji derajat keasaman menggunakan pH meter. Uji Organoleptik warna, bau dan rasa menggunakan 10 responden terpilih berdasarkan hasil tes kondisi fisik yang diperoleh dari angket. Sementara untuk uji TDS yaitu menghitung padatan terlarut tiap sampel dalam satuan mg/L (ppm). Dan uji kadar oksigen terlarut menggunakan alat DO meter dalam satuan ppm (part per million). Hasil analisis kualitas biologi, kimia, fisika pada air sumur berdasarkan kepadatan penduduk didapatkan hasil bahwasannya terdapat enam air sumur yaitu air sumur K2, air sumur K3, air sumur A1, air sumur A2, air sumur A3, dan air sumur air sumur T3 yang tidak aman untuk dikonsumsi. Pada aspek kualitas fisika berupa TDS dari sembilan sampel dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi dan dari segi aspek organoleptik dari segi warna terdapat dua sampel yang tidak layak konsumsi yaitu A2 dan A3, dari segi bau terdapat dua sampel yang tidak layak konsumsi yaitu sampel A1 dan A2, sedangkan dari segi rasa seluruhnya aman untuk dikonsumsi. Sedangkan dari segi aspek kimia dari sembilan sampel seluruhnya dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi baik dari segi derajat keasaman (pH) dan oksigen terlarut (DO) karena masih dibawah batas maksimum yang ditentukan oleh Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/ 2010. Antara kepadatan penduduk dengan kualitas biologi tidak terdapat hubungan yang signifikan yang ditandai dengan nilai signifikansi yaitu 0,343. Antara kepadatan penduduk dengan kualitas fisika air sumur terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai signifikasni yaitu 0,043. Antara hubungan kepadatan penduduk dengan kualitas kimia dapat disimpulkan bahwasannya antara kepadatan penduduk dengan derajat keasaman air (pH) tidak terdapat korelasi yang signifikan yang ditandai dengan nilai signifikansi sebesar 0,297. Sedangkan antara kepadatan penduduk dengan kadar oksigen terlarut (DO) memiliki nilai signifikani sebesar 0,001 yang berarti antara keduanya terdapat hubungan yang signifikan. Kepadatan penduduk berkorelasi negatif dengan kadar oksigen terlarut (DO) yang mana harga negatif berarti kenaikan jumlah penduduk diikuti dengan penurunan kadar oksigen terlarut (DO). Selanjutnya adapun uji kelayakan buku ilmiah populer diperoleh rerata nilai validasi adalah 85%. Berdasarkan rata-rata nilai validasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa produk buku ilmiah yang telah disusun layak untuk dijadikan media informasi bagi masyarakat. Hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan PERMENKES RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 maka dapat disimpulkan bahwa dari segi aspek biologi air bersih yang dikonsumsi masyarakat enam dari sembilan sampel tidak memenuhi syarat dan tidak layak dikonsumsi. Secara aspek kimia semua sampel memenuhi syarat. Sedangkan dari segi aspek fisika seluruh sampel memenuhi persyaratan sesuai dengan PERMENKES RI No.492/MENKES/ PER/IV/2010

    Identifikasi Bakteri pada Seblak di Sekitar Universitas Jember Berdasarkan Kriteria Mikrobiologi Pangan Olahan serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Petunjuk Praktikum

    No full text
    Buku petunjuk praktikum dibuat untuk membantu siswa dalam proses kerja laboratorium. Kelayakan produk buku petunjuk praktikum ditentukan melalui uji validasi oleh 3 orang validator yakni validator ahli materi, validator ahli media dan guru. Skor validasi total untuk produk buku petunjuk praktikum yang disusun berdasarkan hasil penelitian Identifikasi Bakteri pada Seblak di Sekitar Universitas Jember Berdasarkan Kriteria Mikrobiologi Pangan Olahan serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Petunjuk Praktikum adalah 176 dengan persentase rerata 78,8% dan termasuk dalam kualifikasi layak untuk dijadikan petunjuk praktikum siswa

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Owncloud Pokok Bahasan Perubahan Lingkungan Dan Daur Ulang Limbah Untuk Pembelajaran Kelas X IPA SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektivitas dari bahan ajar berbasis Owncloud.. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE dengan 5 tahapan. Validitas bahan ajar berbasis Owncloud didapat dari hasil validasi ahli materi dan pengembangan, ahli media berbasis teknologi dan informasi, dan pengguna yaitu 1 guru Biologi dari SMA Negeri 1 Muncar dan SMA Negeri 1 Purwoharjo. Kepraktisan bahan ajar berbasis Owncloud didapat dari hasil angket respon guru dan angket respon siswa. Efektivitas bahan ajar berbasis Owncloud didapat dari uji coba menggunakan penelitian tindakan melalui hasil belajar berupa pre-test dan post-test (penggunaan media dan materi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas bahan ajar berbasis Owncloud oleh ahli materi dan pengembangan sebesar 83,75 % (valid), ahli media sebesar 82,22 % (valid), dan pengguna sebesar 88,57 % (sangat valid) dan 94,28 % (sangat valid). Kepraktisan bahan ajar berbasis Owncloud menggunakan angket respon guru yaitu 90% dan respon siswa saat uji coba menggunakan penelitian tindakan di kedua sekolah yaitu 88,07 %, sehingga dikatakan sangat praktis. Efektivitas bahan ajar berbasis Owncloud menunjukkan ratarata nilai Normalized gain dari 2 sekolah secara berturut-turut yaitu 0,55 dan 0,58, sehingga memiliki rata-rata sebesar 0,57 dengan kategori sedang dan dapat dikatakan efektif karena mampu meningkatkan hasil belajar siswa dari sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis Owncloud dengan mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektivitas dari media. Validitas bahan ajar berbasis Owncloud yang divalidasi oleh para ahli dan pengguna yaitu sangat valid, kepraktisan bahan ajar berbasis Owncloud tergolong sangat praktis, dan efektivitas bahan ajar berbasis Owncloud ialah efektif. Sehingga bahan ajar berbasis Owncloud dapat digunakan sebagai sumber belajar alternatif dan media pembelajaran dalam proses pembelajaran khususnya pokok bahasan perubahan lingkungan dan daur ulang limbah

    Pengaruh Scientific Approach dalam Problem Based Learning Berbasis Mind Map terhadap Kualitas Bertanya dan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    Permasalahan pendidikan di Indonesia salah satunya adalah rendahnya mutu pendidikan di segi formal maupun informal yang diperoleh setelah membandingkan pendidikan di negara kita dengan negara lain. Penyebab hal tersebut bermula dari pengajaran pada tingkat dasar di sekolah dimana pendekatan pembelajaran selama ini berpusat pada guru sehingga murid terbiasa pasif. Peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan memperhatikan inovasi di dunia pendidikan dengan pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan efektifitas model atau metode dalam proses pembelajaran (Sudrajat, 2008). Setelah melakukan observasi di SMAN Jenggawah, permasalahan yang muncul yaitu pembelajaran tidak sesuai dengan pendekatan sains (scientific approach) yang tertera pada K-13. Guru cenderung hanya memberikan LKPD sebagai tugas. Dampak dari KBM tersebut menurunnya tingkat keaktifan siswa yang ditandai dengan kurangnya kualitas bertanya. Permasalahan yang ada menuntun pada sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan mengorientasi siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan hasil karya dan menganalisa proses pemecahan masalah (Nur, 2008). PBL juga akan didampingi oleh mind map yang diklaim baik dalam meningkatkan kemampuan recalling memori di otak. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan potensi kerja otak, sehingga perhatian terpusat pada subjek dan mampu mengembangkan cara pengaturan pikiran secara terperinci (Ristiasih, Priyono & Sukaesih, 2012). Kemudian ditinda

    Pengaruh Model Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap Pola Distribusi Pertanyaan Siswa Dimensi Pengetahuan, Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    Pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam kemajuan suatu negara. Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar merupakan salah satu faktor pendukung dalam pengembangan kemampuan penalaran kreatif matematis siswa. Akan tetapi kenyataannya siswa cenderung modah bosan dan tidak aktif selama proses pembelajaran sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi baru dalam pembelajaran sehingga membuat siswa tertarik dalam proses kegiatan belajar mengajar. SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) merupakan salah satu model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap pola distribusi pertanyaan siswa dimensi pengetahuan, keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Arjasa, Jember. Jenis penelitian ini ialah quasi eksperimen. Didalam penelitian ini, menggunakan dua kelas yang diberi perlakuan yang berbeda, dimana satu kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) sedangkan kelas yang lain sebagai kelas kontrol yakni tanpa perlakuan (dengan model pembelajaran konvensional). Pada kelas eksperimen berjumlah 31 orang siswa sedangkan pada kelas kontrol juga berjumlah 31 siswa. Pada penelitian ini dilakukan empat kali pertemuan. Adapun metode pengambilan data yakni dengan dilakukan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap pola distribusi pertanyaan siswa dimensi pengetahuan, keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa.Berdasarkan hasil analisis distribusi pertanyaan siswa dimensi pengetahuan dengan menggunakan rubrik analisa pertanyaan dimensi pengetahuan dapat diketahui bahwa distribusi pertanyaan siswa pada kelas eksperimen lebih beragam dibandingkan dengan kelas kontrol dimana didapatkan hasil jenis pertanyaan faktual (QF) dengan persentase sebesar 32,91%, jenis pertanyan konseptual (QC) sebesar 27,84%, jenis pertanyaan prosedural (QP) sebesar 24,05% dan jenis pertanyaan metakognitif (QM) sebesar 15,19%. Untuk hasil uji analisis keterampilan metakognitif siswa dengan menggunakan uji anakova menunjukkan hasil dimana taraf signifikansi yang didapat ialah sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap keterampilan metakognitif siswa. Sedangkan untuk hasil analisis hasil belajar siswa dapat diketahui bahwa pada hasil analisis uji anakova didapatkan nilai signifikansi 0,005 < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan ketiga data tersebut dapat diketahui bahwa model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) berpengaruh terhadap distribusi pertanyaan siswa dimensi pengetahuan, keterampilan metakognitif serta hasil belajar siswa karena dalam sintaks model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) menuntut siswa untuk terlibat aktif di kelas, memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk bertanya dan membantu siswa dalam menjawab pertanyaan, memahami isi teks (materi) yang dijelaskan serta merumuskan kesimpulan. Sehingga siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan distribusi pertanyaan siswa, keterampilan metakognitif serta hasil belajarnya

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Pada Pokok Bahasan Ekosistem Untuk Pembelajaran Biologi SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektifitas dari media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada pokok bahasan Ekosistem untuk pembelajaran Biologi SMA. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan menggunakan model 4-D (four-D) dengan empat tahapan. Uji validitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality diperoleh dari hasil validasi dari validator materi, media, pengembangan, dan pengguna yaitu guru biologi SMA Negeri 1 Pakusari dan SMA Negeri 1 Kalisat. Sedangkan uji kepraktisan diperoleh dari pengambilan angket respon siswa dan respon guru. Efektifitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality diperoleh dari uji coba penelitian tindakan terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa berupa nilai pre-test dan post-test yang selanjutnya akan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan rumus N-gain (Normalized Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas media pembelajaran berbasis Augmented reality oleh ahli materi sebesar 82,54% (valid), ahli media sebesar 85% (valid), ahli pengembangan sebesar 80,83% (valid), dan pengguna secara berturut-turut sebesar 95,63% (sangat valid) dan 91,46% (sangat valid). Kepraktisan media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan angket respon siswa dan guru. Pada angket respon siswa diperoleh sebesar 92,18% (sangat praktis) dan angket respon guru diperoleh sebesar 90,84% (sangat praktis). Efektifitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality menunjukkan rata-rata nilai Normalized Gain (N-gain) dari dua sekolah secara berturut-turut yaitu 0,76 dan 0,75 sehingga diperoleh rata-rata yaitu 0,75 dengan kategori tinggi. Penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality mampu meningkatkan hasil belajar siswa

    Pengembangan Virtual Laboratory Kontekstual Pada Pokok Bahasan Animalia Kelas X SMA

    No full text
    Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Guru sangat menentukan peningkatan kualitas pendidikan karena tinggi rendahnya motivasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengajar guru. Pembelajaran yang terjadi di dalam kelas dapat berlangsung dengan baik (efektif, efisien dan menarik), jika seorang guru dapat melakukan perubahan dalam menyampaikan informasi yang sesuai dengan perkembangan sains dan teknologi. Salah satu cara yang dapat digunakan guru dalam menyampaikan pembelajaran khususnya sains agar mudah dipahami siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Namun, pengembangan media pembelajaran saat ini masih belum optimal disebabkan fasilitas yang kurang memadai dan masih banyak guru yang belum menguasai teknologi komputer. Oleh sebab itu diperlukan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Virtual Laboratory yang sesuai dengan kebutuhan dan cara belajar siswa saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas Virtual Laboratory kontekstual pada pokok bahasan animalia kelas X SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Media yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah multimedia interaktif berbasis Virtual Laboratory kontekstual pada pokok bahasan animalia. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan R2D2 (Reflective, Recursive, Design and Development) yang dikembangkan oleh Willis (1995). Prosedur pengembangan pada penelitian ini didasarkan pada tiga tahapan R2D2 yakni: (1) tahap pendefinisian, (2) tahap perencanaan dan pengembangan, dan (3) tahap penyebarluasan. Selanjutnya dilakukan uji kelompok kecil (Small Group Test) pada siswa kelas X SMA Negeri Rambipuji yang didasarkan pada tingkat kemampuan siswa yaitu 3 siswa kemampuan tinggi, 3 siswa kemampuan sedang, dan 3 siswa kemampuan rendah. Metode ix pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket, metode wawancara, dan validasi ahli. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data hasil validasi multimedia pembelajaran interaktif berbasis Virtual Laboratory dan hasil uji kelompok kecil (Small Group Test) serta tanggapan responden (siswa). Adapun analisis data yang digunakan adalah teknik analisa data persentase yang kemudian diubah menjadi data kualitatif deskriptif. Hasil analisis tingkat validitas multimedia pembelajaran interaktif berbasis Virtual Laboratory yang telah divalidasi oleh validator menunjukkan bahwa validasi materi yang didalamnya mencakup komponen cakupan materi, akurasi materi, kemutakhiran dan kontekstual, keaslian materi, keterampilan ilmiah, dan fungsi konten materi dalam Virtual Laboratory didapatkan rata-rata hasil validasi adalah 90,27% dengan kategori sangat baik. Validasi media yang didalamnya mencakup komponen rekayasa perangkat lunak, komunikasi visual, dan fungsi keseluruhan media pembelajaran didapatkan rata-rata hasil validasi adalah 76,67% dengan kategori cukup baik. Validasi pengguna (guru) yang didalamnya mencakup komponen isi materi, penyajian, dan fungsi keseluruhan media pembelajaran dalam pembelajaran didapatkan rata-rata hasil validasi adalah 92,23% dengan kategori sangat baik. Dari hasil validasi dapat dilihat bahwa dari validator ahli materi, ahli media, dan pengguna mendapatkan hasil bahwa multimedia pembelajaran interaktif berbasis Virtual Laboratory kontekstual siap dimanfaatkan di lapangan untuk kegiatan pembelajaran. Hasil uji kelompok kecil (Small Group Test) menunjukkan bahwa pada aspek keterbacaan multimedia interaktif berbasis Virtual Laboratory diperoleh rata-rata nilai 86,22% dengan kategori sangat baik, aspek komponen kegiatan siswa diperoleh rata-rata nilai 88,89% dengan kategori sangat baik, aspek keterbacaan kegiatan siswa diperoleh rata-rata nilai 84,44% dengan kategori sangat baik, dan aspek komponen evaluasi akhir materi diperoleh rata-rata nilai 86,67% dengan kategori sangat baik. Sedangkan hasil tanggapan responden (siswa) menunjukkan bahwa aspek pendapat siswa terhadap materi pembelajaran, media pembelajaran interaktif berbasis Virtual x Laboratory, serta simulasi yang disajikan diperoleh rata-rata nilai 85,92% dengan kategori sangat baik, aspek perasaan siswa terhadap materi pembelajaran, media pembelajaran interaktif berbasis Virtual Laboratory, serta simulasi yang disajikan diperoleh rata-rata nilai 88,88% dengan kategori sangat baik, aspek media pembelajaran interaktif Virtual Laboratory yang meliputi bahasa yang digunakan serta materi yang disajikan diperoleh rata-rata nilai 91,11% dengan kategori sangat baik, aspek media pembelajaran dan simulasi dalam media pembelajaran yang meliputi penulisan, gambar, dan letak gambar diperoleh rata-rata nilai 93,33% dengan kategori sangat baik, aspek manfaat Virtual Laboratory dalam menarik motivasi belajar siswa diperoleh rata-rata nilai 91,11% dengan kategori sangat baik, dan aspek keberlanjutan kegiatan pembelajaran menggunakan Virtual Laboratory diperoleh rata-rata nilai 95,56% dengan kategori sangat baik
    corecore