3 research outputs found
Implementasi Metode Tahfidz Qur’an di Yayasan Pendidikan Semesta Mengaji
Memorizing the Al-Quran requires an appropriate method that is appropriate to the development of each child who memorizes it. The method used makes a major contribution to the formation of a golden generation of Islam who memorize and understand the Al-Quran in depth. The aim of this research is to determine the tahfiz Quran method implemented at the Semesta Education Foundation in terms of planning, implementation, evaluation and the obstacles faced. The method used in this research is qualitative with data collection techniques using participant observation and in-depth interviews. All existing data is analyzed using the stages of data condensation, data display and verification. The findings in this research are that the planning of the tahfidz method for memorizing the Koran at the Semesta Mengaji Education Foundation is carried out at the beginning of each school year. However, if there is an urgent problem that arises related to the implementation of the tahfidz method in memorizing the Koran, a solution will be discussed and a solution will be sought at daily meetings, up to monthly meetings. The implementation of the Quran tahfidz method at the Semesta Mengaji Education Foundation uses the tikrar method, where a student repeats the verses approximately 5 to 40 times until they are memorized. Evaluation of the tahfidz method for memorizing the Koran at the Semesta Mengaji Education Foundation is carried out with the Final Evaluation of Students, where students take a level test, written test and unwritten test. Obstacles faced in memorizing the Koran at the Semesta Mengaji Education Foundation include immature age levels, variations in comprehension ability in memorizing, motivation to memorize that is not consistent and is not fluent in reading the Al-Quran
INOVASI PENDIDIKAN MELALUI SKB 3 MENTERI
Inovasi diidentifikasi sebagai suatu proses kreatifitas yang menciptakan objek dan substansi baru yang bermanfaat, melampaui sekedar penemuan jangka panjang. Dalam konteks pendidikan, inovasi dianggap suatu keharusan untuk mengikuti perkembangan zaman dan mencapai terobosan baru. Salah satu contoh inovasi adalah Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri (SKB Tiga Menteri), yang dikeluarkan oleh pemerintah indonesia sebagai upaya membangun karakter toleransi dimansyarakat yang beresensi melakakukan pelarangan, pemaksaan, atau kekhususan agama. SKB Tiga Menteri dianggap sebagau langkah inovatif untuk menciptakan lembaga pendidikan yang mencetak generasi penerus bangsa. Inovasi pendidikan melalui kebijakan seperti SKB Tiga Menteri menjadi kunci untuk mencapai pendidikan yang lebih baik dan sejalan dengan tujuan pendidikan nasional
PENDIDIKAN LINGKUNGAN DALAM QS AL-MULK AYAT 3-4
Masalah lingkungan telah menjadi isu global yang menuntut solusi berkelanjutan. Pendidikan lingkungan berbasis Al-Qur'an merupakan pendekatan integral yang menanamkan nilai-nilai spiritual dan etika sebagai landasan dalam menjaga kelestarian alam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengeksplorasi konsep pendidikan lingkungan dalam Al-Qur'an, terutama dari ayat-ayat yang menggambarkan manusia sebagai khalifah di bumi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur'an dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutannya. Implementasi konsep ini dalam pendidikan lingkungan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam merawat lingkungan hidup sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT
