1,723,328 research outputs found

    Hasan Basri Aktan ile sözlü tarih görüşmesi

    No full text
    Bu görüşme, Doç. Dr. Erol Kaya tarafından, Şehre Tanıklık Edenler: Erzincan'ın Sözlü Tarih Envanteri Projesi başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Bu proje kapsamında yapılan görüşmelerin sayısı 58'dir.1952 yılında Erzincan’ın Kemaliye ilçesinde doğan Hasan Basri Aktan, kısaca çocukluğundan, eğitiminden ve ailesinden bahsetmektedir. Devamında meslek hayatı ile ilgili bilgiler veren Aktan, Maliye Bakanlığı’ndaki yurtiçi ve yurtdışı görevlerini anlatır. Görevi süresince Türkiye’nin ekonomi politikalarına ve bunların icrasına şahit olan Aktan, bu konularda bildiklerini de aktarır. Çocukluk yıllarına dönerek özellikle kırsal yaşama ve buradaki sosyal yapıya değinir. Son olarak, Erzincan’ın geleceği hakkındaki düşüncelerini anlatır.Avrupa Birliği Eğitim ve Gençlik Programları Merkezi BaşkanlığıErol KayaKaya, Erol. Şehre tanıklık edenler: Erzincan sözlü tarih çalışması. Erzincan: [y.y], 2012. (c. I-II)

    Hasan Basri Dokgöz ile sözlü tarih görüşmesi

    No full text
    Bu görüşme, Doç. Dr. Erol Kaya tarafından, Şehre Tanıklık Edenler: Erzincan'ın Sözlü Tarih Envanteri Projesi başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Bu proje kapsamında yapılan görüşmelerin sayısı 58'dir.1926 yılında Erzincan’da doğan Hasan Basri Dokgöz, görüşmeye babası ve babasının intisap ettiği şeyh efendi hakkında bilgiler vererek başlar. Doğduğu semtten ve Erzincan kültüründen bahseden Dokgöz, evlilik törenleri, yeme içme kültürü gibi sosyal yaşama dair konulara değinir. Dönemin şartlarında sağlık hizmetlerinin nasıl verildiğini aktaran Dokgöz, o zamanlar revaçta olan mesleklerden ve eğitimin kalitesinden bahseder. 1939 Erzincan Depremi sırasında savaş ve diğer sebepler dolayısıyla ekonomik sıkıntılarla boğuşan halk, tam bir dar boğaza girer. Dönemin tacirleri bu sıkıntıları gidermek için çeşitli girişimlerde bulunur. Deprem sırasında ve sonrasında şahit olduğu olayları aktardıktan sonra şehrin yeniden imarından ve depremzedelerin yerleştirildiği muvakkat şehirden bahsetmektedir. Meslek hayatı hakkında bilgiler veren Dokgöz, dönemin esnaflık anlayışı ve ticaret ahlakına da değinir. Son olarak Erzincan yöresine ait edebi öğelerden örnekler verir.Avrupa Birliği Eğitim ve Gençlik Programları Merkezi BaşkanlığıErol KayaKaya, Erol. Şehre tanıklık edenler: Erzincan sözlü tarih çalışması. Erzincan: [y.y], 2012. (c. I-II)

    Hasan Basri: Perjalanan Birokrat Sejati

    No full text
    Kehadiran tokoh sangat berarti dalam pembangunan bangsa dan negara. Menurut Carlyle, tanpa tokoh tidak akan terjadi perubahan. Ada beraneka ragam tokoh mulai dari pelopor di bidang pendidikan, pemerintahan, pertanian, industri, teknologi dan juga mereka yang berjasa dalam bidang kebudayaan. Berdasarkan tingkat popularitas pula dapat diperhatikan; tokoh lokal, nasional, dan dunia. Akan tetapi yang terpenting dari semua itu adalah perjuangan mereka dalam kemaslahatan umat. Jika kita tempatkan sebagai warga negara, maka tokoh telah berjasa bagi pembangunan bangsa dan negara. Di Indonesia tokoh pada akhirnya akan dikenang sebagai seorang pahlawan. Berbeda dengan usaha perjuangan kemerdekaan para tokoh bangsa lebih dekat dengan sebutan pahlawan perjuang kemerdekaan, namun setelah kemerdekaan tokoh bangsa akrab dengan sebutan pahlawan pembangunan, seperti pada zaman Orde Baru Presiden Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Sesuai dengan jiwa zaman, maka para pemimpin negara pada masa Orde Baru mulai dari tingkat nasional hingga daerah berada pada satu visi dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan ini dikenal dengan PELITA (Pembangunan Lima Tahun). PELITA tentu tidak akan berhasil tanpa perjuangan dari tokoh lokal, seperti halnya gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, hingga RW dan RT. Bupati memiliki peran berarti dalam pengembangan kawasan. Pelaksanaan pembangunan di daerah bukanlah hal yang mudah terutama di periode awal PELITA. Kehadiran kepala daerah tingkat kabupaten barangkali lebih penting karena mereka merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Seorang bupati lebih banyak terlibat dalam bidang agraria karena sektor pertanian merupakan andalan untuk mengembangkan daerahnya. Para bupati akan menghadapi tantangan besar dalam melaksanakan kebijakan pembangunan, namun berkat kekuatan dan kesabaran hambatan yang dihadapi berhasil dilewati untuk membangun bangsa. Satu di antara pemimpin di Sumatera Barat yang berperan besar bagi perubahan di daerah adalah Bupati Kabupaten Solok periode 1975–1985, Hasan Basri. Beliau boleh dikatakan sebagai salah satu bupati yang berhasil membangun daerahnya setelah peristiwa pergolakan di Indonesia. Mulai dari peristiwa PRRI hingga peristiwa tahun 1965, berpengaruh besar terhadap hubungan pusat dengan daerah. Banyak orang Minangkabau yang kemudian mengalami trauma, bahkan menukar nama dengan nama-nama Jawa. Selanjutnya, peristiwa 1965 yang bersifat nasional telah menggoyahkan sendi-sendi kebangsaan termasuk Sumatera Barat. Waktu pemulihan cukup beragam. Memasuki tahun 1970-an situasi di Sumatera Barat masih memprihatinkan karena masyarakat mengalami kesulitan pangan akibat inflasi yang tinggi. Situasi inilah yang dihadapi oleh Hasan Basri dalam perjalanannya sebagai birokrat sejak diangkat sebagai Pejabat Wali Kota tahun 1970, Wali Kota Solok tahun 1971–1975, dan Bupati Kabupaten Solok pada periode 1975–1985. Kehadiran Hasan Basri membuka pintu pembangunan dengan beragam permasalahan, baik sosial, ekonomi, politik, maupun keamanan. Periode awal kepemimpinan Hasan Basri memulai pembangunan di Kabupaten Solok di tahun 1975 dihadapkan dengan situasi yang menantang dan melelahkan. Usaha yang dilakukan oleh Hasan Basri tidaklah kecil karena memulai atau manaruko, banyak bidang yang diusahakan, mulai dari sistem administrasi, pemerintahan, pembangunan di bidang pertanian, peternakan, tata kota, dan kesehatan masyarakat. Dapat dibayangkan pada awal mula Kabupaten Solok berada di tangan Hasan Basri, sehingga dengan demikian penting kiranya dituliskan perjuangan Hasan Basri membangun Kabupaten Solok sebagai salah satu periode penting dalam perjalanan karirnya

    Religion and Society on Hasan Basri Çantay

    No full text
    Araştırmamızın konusu Hasan Basri Çantay'ın din ve toplum hakkındaki görüşleridir. Hasan Basri Çantay, II. Meşrutiyetin ilanını takip eden yıllarda çıkarmaya başladığı gazetelerle başladığı yazı hayatına ömrünün sonuna kadar devam etmiştir. O, çok yönlü bir ilim adamıdır. Ömrü boyunca İslam Dininin öğrenilmesi, öğretilmesi, yaşanması amacıyla gazeteler çıkarmış, ilmi sahada eserler yazmış ve şiirler kaleme almıştır. Düşüncelerinin oluşumunda Osmanlı'nın son dönemindeki fikri akımlardan İslamcılık ile Cumhuriyet dönemindeki muhafazakâr düşünce etkili olmuştur.The subject of my research is the opinions of Hasan Basri Çantay about the religion and society. Until the end of his life, Hasan Basri Çantay continued his literary life which he started off with newspapers following years after the Second Constitutional Monarchy Declaration. He was a versatile scientist. Throughout his life, in order the Islamic religion to be learned, thought and lived he started the newspapers, wrote poems and works in the area of science. Islamism from the last era of Ottoman period and conservative thought from Republic period was effective in the formation of his thoughts

    Hasan Basri: Perjalanan Birokrat Sejati

    No full text
    Kehadiran tokoh sangat berarti dalam pembangunan bangsa dan negara. Menurut Carlyle, tanpa tokoh tidak akan terjadi perubahan. Ada beraneka ragam tokoh mulai dari pelopor di bidang pendidikan, pemerintahan, pertanian, industri, teknologi dan juga mereka yang berjasa dalam bidang kebudayaan. Berdasarkan tingkat popularitas pula dapat diperhatikan; tokoh lokal, nasional, dan dunia. Akan tetapi yang terpenting dari semua itu adalah perjuangan mereka dalam kemaslahatan umat. Jika kita tempatkan sebagai warga negara, maka tokoh telah berjasa bagi pembangunan bangsa dan negara. Di Indonesia tokoh pada akhirnya akan dikenang sebagai seorang pahlawan. Berbeda dengan usaha perjuangan kemerdekaan para tokoh bangsa lebih dekat dengan sebutan pahlawan perjuang kemerdekaan, namun setelah kemerdekaan tokoh bangsa akrab dengan sebutan pahlawan pembangunan, seperti pada zaman Orde Baru Presiden Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Sesuai dengan jiwa zaman, maka para pemimpin negara pada masa Orde Baru mulai dari tingkat nasional hingga daerah berada pada satu visi dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan ini dikenal dengan PELITA (Pembangunan Lima Tahun). PELITA tentu tidak akan berhasil tanpa perjuangan dari tokoh lokal, seperti halnya gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, hingga RW dan RT. Bupati memiliki peran berarti dalam pengembangan kawasan. Pelaksanaan pembangunan di daerah bukanlah hal yang mudah terutama di periode awal PELITA. Kehadiran kepala daerah tingkat kabupaten barangkali lebih penting karena mereka merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Seorang bupati lebih banyak terlibat dalam bidang agraria karena sektor pertanian merupakan andalan untuk mengembangkan daerahnya. Para bupati akan menghadapi tantangan besar dalam melaksanakan kebijakan pembangunan, namun berkat kekuatan dan kesabaran hambatan yang dihadapi berhasil dilewati untuk membangun bangsa. Satu di antara pemimpin di Sumatera Barat yang berperan besar bagi perubahan di daerah adalah Bupati Kabupaten Solok periode 1975–1985, Hasan Basri. Beliau boleh dikatakan sebagai salah satu bupati yang berhasil membangun daerahnya setelah peristiwa pergolakan di Indonesia. Mulai dari peristiwa PRRI hingga peristiwa tahun 1965, berpengaruh besar terhadap hubungan pusat dengan daerah. Banyak orang Minangkabau yang kemudian mengalami trauma, bahkan menukar nama dengan nama-nama Jawa. Selanjutnya, peristiwa 1965 yang bersifat nasional telah menggoyahkan sendi-sendi kebangsaan termasuk Sumatera Barat. Waktu pemulihan cukup beragam. Memasuki tahun 1970-an situasi di Sumatera Barat masih memprihatinkan karena masyarakat mengalami kesulitan pangan akibat inflasi yang tinggi. Situasi inilah yang dihadapi oleh Hasan Basri dalam perjalanannya sebagai birokrat sejak diangkat sebagai Pejabat Wali Kota tahun 1970, Wali Kota Solok tahun 1971–1975, dan Bupati Kabupaten Solok pada periode 1975–1985. Kehadiran Hasan Basri membuka pintu pembangunan dengan beragam permasalahan, baik sosial, ekonomi, politik, maupun keamanan. Periode awal kepemimpinan Hasan Basri memulai pembangunan di Kabupaten Solok di tahun 1975 dihadapkan dengan situasi yang menantang dan melelahkan. Usaha yang dilakukan oleh Hasan Basri tidaklah kecil karena memulai atau manaruko, banyak bidang yang diusahakan, mulai dari sistem administrasi, pemerintahan, pembangunan di bidang pertanian, peternakan, tata kota, dan kesehatan masyarakat. Dapat dibayangkan pada awal mula Kabupaten Solok berada di tangan Hasan Basri, sehingga dengan demikian penting kiranya dituliskan perjuangan Hasan Basri membangun Kabupaten Solok sebagai salah satu periode penting dalam perjalanan karirnya

    Hasan Basri: Perjalanan Birokrat Sejati

    No full text
    Kehadiran tokoh sangat berarti dalam pembangunan bangsa dan negara. Menurut Carlyle, tanpa tokoh tidak akan terjadi perubahan. Ada beraneka ragam tokoh mulai dari pelopor di bidang pendidikan, pemerintahan, pertanian, industri, teknologi dan juga mereka yang berjasa dalam bidang kebudayaan. Berdasarkan tingkat popularitas pula dapat diperhatikan; tokoh lokal, nasional, dan dunia. Akan tetapi yang terpenting dari semua itu adalah perjuangan mereka dalam kemaslahatan umat. Jika kita tempatkan sebagai warga negara, maka tokoh telah berjasa bagi pembangunan bangsa dan negara. Di Indonesia tokoh pada akhirnya akan dikenang sebagai seorang pahlawan. Berbeda dengan usaha perjuangan kemerdekaan para tokoh bangsa lebih dekat dengan sebutan pahlawan perjuang kemerdekaan, namun setelah kemerdekaan tokoh bangsa akrab dengan sebutan pahlawan pembangunan, seperti pada zaman Orde Baru Presiden Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Sesuai dengan jiwa zaman, maka para pemimpin negara pada masa Orde Baru mulai dari tingkat nasional hingga daerah berada pada satu visi dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan ini dikenal dengan PELITA (Pembangunan Lima Tahun). PELITA tentu tidak akan berhasil tanpa perjuangan dari tokoh lokal, seperti halnya gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, hingga RW dan RT. Bupati memiliki peran berarti dalam pengembangan kawasan. Pelaksanaan pembangunan di daerah bukanlah hal yang mudah terutama di periode awal PELITA. Kehadiran kepala daerah tingkat kabupaten barangkali lebih penting karena mereka merupakan ujung tombak pelaksana di lapangan. Seorang bupati lebih banyak terlibat dalam bidang agraria karena sektor pertanian merupakan andalan untuk mengembangkan daerahnya. Para bupati akan menghadapi tantangan besar dalam melaksanakan kebijakan pembangunan, namun berkat kekuatan dan kesabaran hambatan yang dihadapi berhasil dilewati untuk membangun bangsa. Satu di antara pemimpin di Sumatera Barat yang berperan besar bagi perubahan di daerah adalah Bupati Kabupaten Solok periode 1975–1985, Hasan Basri. Beliau boleh dikatakan sebagai salah satu bupati yang berhasil membangun daerahnya setelah peristiwa pergolakan di Indonesia. Mulai dari peristiwa PRRI hingga peristiwa tahun 1965, berpengaruh besar terhadap hubungan pusat dengan daerah. Banyak orang Minangkabau yang kemudian mengalami trauma, bahkan menukar nama dengan nama-nama Jawa. Selanjutnya, peristiwa 1965 yang bersifat nasional telah menggoyahkan sendi-sendi kebangsaan termasuk Sumatera Barat. Waktu pemulihan cukup beragam. Memasuki tahun 1970-an situasi di Sumatera Barat masih memprihatinkan karena masyarakat mengalami kesulitan pangan akibat inflasi yang tinggi. Situasi inilah yang dihadapi oleh Hasan Basri dalam perjalanannya sebagai birokrat sejak diangkat sebagai Pejabat Wali Kota tahun 1970, Wali Kota Solok tahun 1971–1975, dan Bupati Kabupaten Solok pada periode 1975–1985. Kehadiran Hasan Basri membuka pintu pembangunan dengan beragam permasalahan, baik sosial, ekonomi, politik, maupun keamanan. Periode awal kepemimpinan Hasan Basri memulai pembangunan di Kabupaten Solok di tahun 1975 dihadapkan dengan situasi yang menantang dan melelahkan. Usaha yang dilakukan oleh Hasan Basri tidaklah kecil karena memulai atau manaruko, banyak bidang yang diusahakan, mulai dari sistem administrasi, pemerintahan, pembangunan di bidang pertanian, peternakan, tata kota, dan kesehatan masyarakat. Dapat dibayangkan pada awal mula Kabupaten Solok berada di tangan Hasan Basri, sehingga dengan demikian penting kiranya dituliskan perjuangan Hasan Basri membangun Kabupaten Solok sebagai salah satu periode penting dalam perjalanan karirnya

    [Takvim yaprağında yer alan Bestekar Hasan Basri Bey'e ait bilgiler]

    No full text
    Taha Toros Arşivi, Dosya No: 180-Hasan Basri Be

    JEJAK DAKWAH INSPIRATIF K.H. HASAN BASRI SEBAGAI ULAMA DARI KALIMANTAN

    Full text link
    Orang Banjar mayoritas beragama Islam, hal ini dapat dilihat pada Satu Data Banua, data tersebut menunjukkan bahwa pemeluk agama Islam di Kalimantan Selatan mencapai 97%. Keislaman pada kawasan Kalimantan itu bukanlah secara langsung, akan tetapi banyak proses yang sudah terjadi dan dilalui oleh masyarakat banjar. Hal ini tidak terlepas oleh peran ulama ataupun tokoh Islam dalam usaha dakwahnya. Salah satu ulama yang berasal dari Kalimantan ialah K.H. Hasan Basri. Beliau merupakan ulama yang berasal dari Kalimantan, yang aktif dibeberapa bidang organisasi. Beliau dikenal sebagai tokoh ulama yang terkemuka yang memiliki kekhasan dalam pemikiran dan kepemimpinan. K.H. Hasan Basri dalam kepemimpinannya banyak menduduki posisi pimpinan di berbagai organisasi baik di keagamaan ataupun di kemasyarakatan, terutama di Majelis Ulama Indonesia. K.H. Hasan Basri walaupun sejak usia belia beliau dibesarkan tanpa ayah, namun hal itu tidak membuat beliau merasa kekurangan. Beliau tumbuh menjadi anak yang cerdas, yang memiliki impian yang tinggi. Alhasil usahanya yang begitu keras dalam berjuang, membuat cita-citanya terwujud. Hal ini penting untuk diteladani agar memberi tahu  masyarakat lokal dan global dalam mengenang jasa-jasa beliau, menginspirasi kaum muda, dan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya. Sosok K.H. Hasan Basri dapat kita jadikan tauladan karena beliau sangat berhati-hati dalam bertutur kata, mendengarkan pendapat dari orang lain, menghormati pendapat setiap orang, selalu menjalin tali silaturrahmi, pantang menyerah dalam menghadapi segala cobaan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak, dan selalu mencari jalan keluar dengan bermusyawarah. Penulisan penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumensi dan teknik analisis data berupa analisis isi

    Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Nasabah PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) KK Hasan Basri Banjarmasin

    Full text link
    Persaingan yang tajam dan ketat yang mendominasi saat ini membauat orientasi perbankan difokuskan pada upaya memenuhi keinginan dan kebutuhan nasabah agar dapat menguasai pangsa pasar. Penjelasan pegawai BSI KK Hasan Basri kepada nasabah berbelit-belit menjadi nasabah tersebut bingung dan pegawai Bank Syariah Indonesia KK Hasan Basri kurang peduli kepada nasabah. Metode penelitian ini kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris dengan tujuan untuk memperoleh gambaran dan memperoleh data responden pada Bank BSI KK Hasan Basri. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh langsung dari nasabah Bank BSI KK Hasan Basri dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya pengaruh pada variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) KK Hasan Basri Banjarmasin dikatakan berpengaruh positif. Karena pada hasil uji Koefisien Determinasi bahwa koefisien korelasi (R2 ) sebesar 0,809. Nilai R 2 sebesar 0,809 yang berarti 80,9%, menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang dirasakan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kepuasan nasabah PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) KK Hasan Basri Banjarmasi
    corecore