16 research outputs found
SAYYID MUHAMMAD THANTHAWI DAN PERANANNYA DALAM TAFSIR ALQUR‟AN (Telaah Metodologi Kitab : Tafsir al-Wasīth)
Fadhilatul Imamil Akbar Sayyid Muhammad Thanthawi Syaikhul Azhar Al- Syarif (1928-2010),adalah sorang ulama dimasa modern dengan multi disiplin ilmu, khususnya dalam bidang tafsir al-Qur‟an. Salah satu penafsir tematik al-Qur‟an terbaik yang pernah dimiliki al-Azhar al-Syarif adalah penulis kitab tafsir al-Wasith. Dengan bahasa yang mudah, lugas dan sederhana serta jauh dari riwayat-riwayat israiliyat dan fanatisme mazhab menjadikan tafsir ini sangat pantas disejajarkan dengan tafsir-tafsir yang lain buah tangan ulama-ulama mufassirin yang terkenal. penulis memaparkan dan menganalisa tentang sejarah hidup dan metodologi yang dikembangkan oleh Syekh Thantawi dalam tafsir al-Wasith. Hasilnya terlihat bahwa metodologi penafsirannya berdasarkan metode tahlili sehingga terkesan subyektif. Ia menghubungkannya dengan ayat al-Quran dan Hadis-Hadis Nabi saw serta pendapat para sahabat dan tabi‟in. walaupun sampai saat ini hadis-hadis dalam tafsir ini belum teruji kwalitas keshahihannya. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multidisipliner sesuai isi kandungan ayat dan dengan penguraiannya yang sistematis menjadikan tafsir ini terkesan sederhana namun sarat dengan makna dan ilmu pengetahuan
RIBA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN
Abstract
This paper aims to understand the meaning and essence of usury in the Koran, thus
providing a complete understanding to distinguish transactional practices that have
prevailed in the Arab community, including the sale and purchase and to understand
the Qoran solutions to combat the practice of usury.
Using descriptive analysis method with socio-historical approach to
interpretation, verses that discuss usury, analyzing and linking (absurd) between
verses on usury. The first result, that usury question is ad'afan mudh'afatan happens
to contain elements of economic practices ekploitasi. secondly, usury actors
experience the chaos and confusion in life and last the Qoran offers charity (including
alms) as a concept ta'awwun (help) to those in need.
Keywords: Riba, Al-Quran, and charity
MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
AbstractThis study discusses al-Aqsam fi al-Qur'an (Interpretation of 'A'isyah bint al-Shati 'in Kitab al-Tafsir al-Baya ni li al -Qur'a al-Karim). This research conducted library research by using the hermeneutics, philology, sociology, historical, and psychological approach. Results of this study conclude that curse in Tafsir al-Bayani is composed two aspects, the etymology and terminology. In terms of etymology, curse is true meaning and earnest pronounced by the reciter. As for the aspects of terminology, curse is a verse by way of sensory reasoning. It is diverting attention (la fitah) of something that can be felt (Hissi) to something abstract. The forms of curse are two, the oath with the letter wau al-qasam and vows with the letter la. The function of curse in al-Tafsir al-Bayani has shifted from its original function of which is to exalt or glorify oath object into a rhetorical aged in which aims to analogize between muqsam bih with Javab al-qasam.Keyword: curse, Bint Syati, interpretation. AbstrakTulisan ini membahas topik al-Aqsam fi al-Qur’an (Studi Penafsiran ‘A’isyah bint al-Syati’ dalam Kitab al-Tafsir al-Bayani li al-Qur’an al-Karim tentang Ayat-ayat sumpah). Untuk menjawab permasalahan pokok di atas maka dilakukan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir, filologi, sosiologi, historis, dan psikologis. Hasil Penelitian ini menyimpulkan: 1) Hakikat qasam dalam al-Tafsir al-Bayani terdiri dari dua aspek, yaitu etimologi dan terminologi. Dari segi etimologi qasam bermakna sumpah yang benar berbeda dengan kata half yang mengandung arti kebohongan sumpah dan ketidaksungguhan si pengucapnya. Secara terminologi, qasam adalah gaya bahasa dalam al-Qur’an yang menjelaskan makna sebuah ayat dengan cara penalaran indrawi yaitu pengalihan perhatian (lafitah) dari sesuatu yang dapat dirasakan (hissi) kepada sesuatu yang abstrak. 2) Bentuknya ada dua, yaitu sumpah dengan huruf wau al-qasam dan sumpah dengan huruf la. 3) Fungsi qasam dalam al-Tafsir al-Bayani telah beralih dari fungsi asalnya yakni untuk mengagungkan atau memuliakan objek sumpah menjadi sebuah retorika bayani yang bertujuan menganalogikan antara muqsam bih dengan jawab al-qasam.Keyword: Qasam, Bint Syati, tafsir
DINAMIKA KARAKTERISTIK PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Studi Analisis Tematik Ayat-Ayat Tentang Pendidikan)
Tulisan ini tentang karakteristik pendidikan perspektif al-Quran dilatarbelakangi oleh berbagai teori pendidikan dan ijtihadpara ilmuan dalam mencari sistem pendidikan terbaik bagi pesertadidik dan perkembangannya juga memunculkan lembaga-lembagapendidikan berlabel agama Islam dari tingkat dasar sampaiperguruan tinggi, kemudian dalam al-Quran terdapat banyak ayattentang pendidikan baik hakikat dan unsur-unsurnya menggugahpenulis untuk melihat sejauh mana konsep pendidikan perspektif al-Qur’an.Tulisan ini adalah library research dengan mengeksplorasiberbagai ayat-ayat tentang pendidikan dalam al-Qur’an sertapetunjuk hadis yang relevan kemudian dianalisis dengan pendekatantafsir tematik sehingga berhasil memunculkan karakteristik dantujuan pendidikan dalam al-Quran.Terdapat tiga term pendidikan dalam al-Quran: tarbiyah,ta’lim dan ta’dib. Kata tarbiyah lebih mewakili pendidikan Islamperspektif al-Quran karena maknanya mencakup mendidik,mengajar, mengasuh, membimbing (Q.S al-Fatihah ayat 2).Kemudian pendidik sesungguhnya adalah Allah Swt melalui rasulrasul-Nya untuk menciptakan insan kamil dengan segala karakterterpujinya (Q.S al-Taubah ayat 128 dan al-Alaq ayat 1-5) olehkarena itu tujuan pendidikan dalam al-Quran adalah memeliharafitrah manusia menuju kesempurnaan (Q.S al-Dzariyat ayat 56).Kata Kunci: Pendidikan, al-Quran, da
KAJIAN FILSAFAT HUKUM ISLAM DALAM Al-QURAN
Tulisan ini mengungkap hakikat , sejarah dan fungsi hukum Islam serta hubungannyadengan al-Quran dan Hadis. Hukum Islam selalu terpojok oleh opini negatifemasyarakat non muslim dan memposisikannya sebagai hukum irrasional dan penuhkekerasan. Tulisan ini menggambarkan hikmah dan bagaimana seharusnya hokumIslam dipahami. Dengan pendekatan sejarah dan tafsir, penulis menggunakan motedediskriptif analisis tentang filsafat hukum Islam dan hasilnya bahwa filsafat hukumislam terbagi kepada dua rumusan, yaitu falsafah tasyri dan falsyafah syariah.Falsafah tasyri: Falsafah yang memancarkan hukum Islam atau menguatkannya danmemeliharanya. Falsafat syari’ah: Filsafat yang di ungkapkan dari materi-materihukum Islam, seperti ibadah, muamalah, jinayah, uqubah dan sebagainya. Filsafat inibertugas membicarakan hakikat dan rahasia hukum Islam. Dalam perkembangannyafilsafat hukum Islam ini berdasar dari al-Quran dan hadis yang berusahamempertemukan ajaran Islam dengan hasil-hasil pemikiran para filosuf Yunani, dantasawuf Islam yang berbaur dengan berbagai macam unsur: India, Parsi, Cina danYunani. Sehingga mengindikasikan bahwa mempergunakan akal dan pikiran atauberpikir falsafi itu sangat perlu dalam memahami berbagai persoalan.Kata Kunci: filsafat, hukum, Islam, al-Quran
MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah)
Abstract
This study discusses al-Aqsam fi al-Qur'an (Interpretation of 'A'isyah bint al-Shati 'in Kitab al-Tafsir al-Baya ni li al -Qur'a al-Karim). This research conducted library research by using the hermeneutics, philology, sociology, historical, and psychological approach. Results of this study conclude that curse in Tafsir al-Bayani is composed two aspects, the etymology and terminology. In terms of etymology, curse is true meaning and earnest pronounced by the reciter. As for the aspects of terminology, curse is a verse by way of sensory reasoning. It is diverting attention (la fitah) of something that can be felt (Hissi) to something abstract. The forms of curse are two, the oath with the letter wau al-qasam and vows with the letter la. The function of curse in al-Tafsir al-Bayani has shifted from its original function of which is to exalt or glorify oath object into a rhetorical aged in which aims to analogize between muqsam bih with Javab al-qasam.
Keyword: curse, Bint Syati, interpretation.
Abstrak
Tulisan ini membahas topik al-Aqsam fi al-Qur’an (Studi Penafsiran ‘A’isyah bint al-Syati’ dalam Kitab al-Tafsir al-Bayani li al-Qur’an al-Karim tentang Ayat-ayat sumpah). Untuk menjawab permasalahan pokok di atas maka dilakukan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir, filologi, sosiologi, historis, dan psikologis. Hasil Penelitian ini menyimpulkan: 1) Hakikat qasam dalam al-Tafsir al-Bayani terdiri dari dua aspek, yaitu etimologi dan terminologi. Dari segi etimologi qasam bermakna sumpah yang benar berbeda dengan kata half yang mengandung arti kebohongan sumpah dan ketidaksungguhan si pengucapnya. Secara terminologi, qasam adalah gaya bahasa dalam al-Qur’an yang menjelaskan makna sebuah ayat dengan cara penalaran indrawi yaitu pengalihan perhatian (lafitah) dari sesuatu yang dapat dirasakan (hissi) kepada sesuatu yang abstrak. 2) Bentuknya ada dua, yaitu sumpah dengan huruf wau al-qasam dan sumpah dengan huruf la. 3) Fungsi qasam dalam al-Tafsir al-Bayani telah beralih dari fungsi asalnya yakni untuk mengagungkan atau memuliakan objek sumpah menjadi sebuah retorika bayani yang bertujuan menganalogikan antara muqsam bih dengan jawab al-qasam.
Keyword: Qasam, Bint Syati, tafsir
METODOLOGI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH ZUHAILY
Abstrak: Kitab tafsir al-Munir fi al-"Aqidah wa al-Syari'ah wa al al-Manhaj karya Syekh Wahba Zuhailyadalah sebuah tafsir modern yang menjawab tantanganzaman ini dan menjadi karya rujukan berbagai universitasdi dunia Islam.Corak dan warna penulisan kitab tafsir ini menawarkansebuah sistem penulisan yang sangat sederhana dan polasusunan redaksi kalimat yang mudah dipahami denganmempertahankan konsistensi serta pemaparan masalahyang sistematis dalam lingkup tema pembahasan yangdiurai dengan kemampuan dan kapabilitas pengetahuanpenulis, yang dimulai dengan menuliskan ayat ayatbahasan dengan tema sentral, mengurai ayat dalambentuk klausa dan frase yang dianggap penting pada subjudul I'rab, balagha, mufradat lugawy, menjelaskanasbab al-nuzul ayat (jika ada riwayat hadis sahih yangmendukung), tafsir dan bayan dan fiqh alhayat (konsephidup) atau hukum.Kata Kunci: Tafsir al-Muni
Karakteristik Tafsir al-Bahru al Muhith (telaah Metodologi Penafsiran Abu Hayyan al-Andalusy)
Tafsir al Bahrul al Muhit adalah sebuah tafsir yang melambungkan nama Abu Hayyan al Andalusiy dalam literature khazanah ilmu tafsir. Menjadi unik melihat latarbelakang keilmuan penulisnya yang terkenal menguasai berbagai ilmu khususnya dalam Bahasa Arab, fikih, Qiraat al-Qur’an dan sejarah karena karakteristik penafsir dalam menafsirkan al Qur'an tidak terlepas dari kondisi permasalahan yang mereka hadapi. Dalam makalah ini penulis memaparkan sejarah hidup dan metodologi yang dikembangkan atau dijadikan sebagai rel oleh Abu Hayyan al Andalusiy dalam menulis tafsirnya al Bahrul al Muhit. Hasilnya terlihat bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multidisipliner dengan didominasi oleh pendekatan kebahasaan. Abu Hayyan menggunakan ayat al Quran sebagai sumber data utama begitupula hadis nabi SAW. Tapi ia juga banyak menggunakan kaedah kebahasaan dalam menafsirkan, sehingga tafsir ini selain digolongkan sebagai tafsir bi al Ra'yi juga digolongkan dalam tafsir bi al Ma'sur.Kata kunci: Tafsir, al bahru al Muhith, Abu Hayyan al Andalusi
Economic Disability Discourse: A Critical Analysis of the Reception of Riba Hadith on Social Media
Over the past decade, the anti-usury movement that has been heavily promoted on social media has developed, particularly among Muslims in Indonesia. This establishes a pattern for how bank employees interpret the Qur'an and Sunnah, which influences their decision to leave the company and, in turn, indirectly affects the banking and financial stability of the Muslim community. This study examines the discourse surrounding the dissemination of hadith on Instagram via xbank social media from the standpoint of hadith reception. The data collected from the official xbank Indonesia account was evaluated using exegetical reception, and it was determined that the anti-usury and anti-hijrah banking movements were founded on literal decontextualized readings. Contextual and maqasid issues pertaining to the benefits of texts are not adequately addressed in interpretation/syarah. Without a thorough analysis of the hadith’s interpretation, the hadith of usury is used to condemn the majority of banking activities. In fact, the maqāṣid hadith of the Prophet (peace be upon him) can be used to formulate modern financial system formulations so that the two do not exclude each other
Economic Disability Discourse: A Critical Analysis of the Reception of Riba Hadith on Social Media
Over the past decade, the anti-usury movement that has been heavily promoted on social media has developed, particularly among Muslims in Indonesia. This establishes a pattern for how bank employees interpret the Qur'an and Sunnah, which influences their decision to leave the company and, in turn, indirectly affects the banking and financial stability of the Muslim community. This study examines the discourse surrounding the dissemination of hadith on Instagram via xbank social media from the standpoint of hadith reception. The data collected from the official xbank Indonesia account was evaluated using exegetical reception, and it was determined that the anti-usury and anti-hijrah banking movements were founded on literal decontextualized readings. Contextual and maqasid issues pertaining to the benefits of texts are not adequately addressed in interpretation/syarah. Without a thorough analysis of the hadith’s interpretation, the hadith of usury is used to condemn the majority of banking activities. In fact, the maqāṣid hadith of the Prophet (peace be upon him) can be used to formulate modern financial system formulations so that the two do not exclude each other
