1,721,043 research outputs found
Effect of holes system designing for low energy stove using coffee husk bio-pellet as solid fuel
PERBAIKAN FASILITAS KERJA SECARA ERGONOMI PADA PEMBELAH KAYU BERBASIS GERAK (MOBILE WOOD SPLITTER)
Kendaraan Pembelah Kayu (Grandong) adalah kendaraan yang digerakkan oleh mesin diesel yang digabungkan ke pulley untuk menggerakkan mesin pemotong menggunakan v-belt. Kendaraan tersebut dalam penerapan prinsip ergonomi masih kurang, sehingga keluhan kerja sering dirasakan oleh para operator. Oleh karena itu, dilakukan analisa ergonomi dan lingkungan kerja untuk kenyamanan dan keselamatan operator. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi faktor lingkungan kerja (kebisingan dan alat pelindung diri) Mobile Wood Splitter, memberikan usulan perbaikan kondisi lingkungan kerja,dan memberikan alternatif desain Mobile Wood Splitter yang sesuai dengan prinsip ergonomi. Manfaat yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan dalam keselamatan kerja bagi operator.Metode penelitian dengan menggunakan wawancara, kuesioner dan pengukuran langsung pada mesin dan operator. Jumlah sampling 15 operator dan 3 kendaraan di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Hasil pengukuran tersebut dihitung rata-rata, standar deviasinya dan persentil. Hasil penggukuran dan pengolahan data kuisioner pada operator kerja,menujukkan responden mengalami keluhan akibat kelelahan kerja. Perhitungan pada lingkungan kondisi kerja, diketahui rata-rata nilai kebisingan sebelum produksi 105,2 dBA dan ketika produksi kebisingan yaitu 119,1 dBA. Nilai ambang kebisingan saat kerja yaitu maksimal 85 dBA, sehingga operator harus menggunakan peredam telinga. Pada saat proses produksi masih banyak operator yang mengalami keluhan kerja, maka perlu alternatif desain ukuran baru yang sesuai dimensi ukur operator. Ada 4 alternatif desain yaitu, (1) tinggi papan pemotong kayu dengan alternatif ukuran ideal 95 cm yaitu berdasarkan anthropometri pada tinggi siku berdiri, (2) jarak tempat pemotong dengan alternatif ukuran ideal 74 cm yaitu berdasarkan jangkauan tangan operator stasiun kerja berdiri, (3) jarak kursi dengan alat pengemudi dengan ukuran alternatif ideal 48 cm berdasarkan jangkauan tangan kedepan pada stasiun kerja duduk dan 57 cm untuk tinggi kursi. Penelitian ini terkendala pada jumlah sample kendaraan pembelah kayu yang minim, sehingga disarankan dalam penelitian berikutnya untuk menambah jumlah sample sesuai jumlah kebutuhan kayu pada daerah penelitian
Rancang Bangun Destilator Elektrik untuk Destilasi Bioetanol Rumput Laut Eucheuma Cottonii
Cadangan bahan bakar minyak, khususnya dari bahan bakar fosil yang
tidak dapat diperbarui menuntut manusia untuk mencari sumber bahan bakar
alternatif yang dapat diperbarui. Mengantisipasi kondisi diatas, maka dibutuhkan
adanya sumber energi yang dapat diperbarui dan bersifat berkelanjutan
(renewable and sustainable energy). ). Bahan yang dapat dijadikan bahan baku
bioetanol adalah rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum.
Pembuatan bioetanol melibatkan proses destilasi yaitu zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Dalam hal ini etanol
mempunyai titik didih sebesar 79°C. Sehingga perlu untuk mengontrol temperatur
saat proses destilasi berlangsung. Perlu adanya introduksi teknologi untuk
mengatasi masalah tersebut. Upaya yang dilakukan dalam produksi bioetanol
adalah menggunakan destilator elektrik dengan sistem kontrol temperatur.
Penelitian ini merancang bangun destilator elektrik dan menguji kinerja hasil
rancangan dengan pengamatan laju destilasi dan kadar alkohol yang dihasilkan.
Penelitian ini dilaksanakan di Bengkel Mesin Peralatan Pertanian yang berlokasi
di Jalan Danau Toba VII Blok 2 No. 173A Jember. Perancangan, konstruksi dan
uji kinerja destilator elektrik dimulai pada 7 Desember 2017 sampai dengan 15
April 2018. Uji kinerja destilator elektrik yaitu uji kinerja otomasi alat untuk
menghasilkan bioetanol. Dalam pengujian alat distilasi variabel yang perlu
diamati adalah suhu, laju destilasi, dan kadar etanol rumput laut. Prosedur uji
kinerja dari destilator yaitu mengukur berat bahan (kg) terfermentasi yang akan
didestilasi, atur suhu maksimal pada termokontroller sebesar 80°C, mengamati
waktu keluar cairan pertama kali, serta mengukur laju destilasi. Hasil penelitian
ini yaitu kadar alkohol pada setiap sampel bahan adalah 42% v/v pada sampel 24
jam, 31% v/v pada sampel 48 jam, dan 45% v/v pada sampel 72 jam. Berdasarkan
uji kinerja, rata-rata laju destilasi sebesar 0,70 ml/menit. Nilai laju destilasi
berturut-turut dari bahan terfermentasi 24, 48, dan 72 jam adalah 0,72, 0,61, dan
0,77 ml/menit. Rendemen yang dihasilkan oleh destilator elektrik ini adalah 8%
pada percobaan pertama, 7% pada percobaan kedua dan 9% pada percobaan
ketiga
Modifikasi Kompor Biomassa Beremisi Rendah Berbahan Bakar Biopelet Limbah Kulit Kopi
Konsumsi energi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Energi yang
selama ini dikonsumsi masih bertumpu pada energi fosil seperti bahan bakar
minyak dan gas. Setiap tahun konsumsi bahan bakar minyak dan gas meningkat
namun produksinya semakin menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi penurunan produksi energi tersebut adalah dengan menciptakan energi
terbarukan, salah satunya yaitu biopelet limbah kulit kopi. Media yang dapat
digunakan untuk memanfaatkan energi terbarukan adalah kompor biomassa,
namun beberapa kompor biomassa mempunyai efisiensi yang rendah dan emisi
yang tinggi
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA MESIN PENGERING DALAM PROSES PRODUKSI BIOPELET LIMBAH KULIT KOPI
Tingkat pemakaian bahan bakar khususnya bahan bakar fosil semakin
meningkat seiring dengan bertambahnya populasi manusia dan laju industri di
berbagai negara khususnya di Indonesia. Tingkat konsumsi minyak dan gas terus
meningkat namun tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan baku energi fosil
yang terbatas
Modifikasi Kompor Biomassa Beremisi Rendah Berbahan Bakar Biopelet Limbah Kulit Kopi
Konsumsi energi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Energi yang selama ini dikonsumsi masih bertumpu pada energi fosil seperti bahan bakar minyak dan gas. Setiap tahun konsumsi bahan bakar minyak dan gas meningkat namun produksinya semakin menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan produksi energi tersebut adalah dengan menciptakan energi terbarukan, salah satunya yaitu biopelet limbah kulit kopi. Media yang dapat digunakan untuk memanfaatkan energi terbarukan adalah kompor biomassa, namun beberapa kompor biomassa mempunyai efisiensi yang rendah dan emisi yang tinggi. Hal ini disebabkan karena lubang pada tabung pembakaran kompor masih belum sesuai sehingga perlu dilakukan modifikasi
Modifikasi Alat Pembuat Kompos Blok Limbah Kulit Kopi sebagai Media Tanam pada Tanaman Bayam
Harjomulyo merupakan salah satu desa di Kabupaten Jember yang mempunyai perkebunan kopi 778,79 Ha. Produk sampingan hasil pengolahan kopi di Harjomulyo belum termanfaatkan secara optimal seperti kulit kopi. Limbah kulit kopi memiliki potensi sebagai kompos blok yang digunakan sebagai media tanam. Sebelumnya, pada pembutan kompos blok menggunakan alat pencetak dengan ukuran tabung 10x14 cm digunakan sebagai media pembibitan tanaman. Sehingga perlu dilakukan modifikasi di bagian tabung pencetak dengan memperbesar ukuran menjadi 16x20 cm. Waktu penelitian dimulai bulan April – September 2018 di Desa Harjomulyo dan Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Parameter yang diukur yaitu pengaruh tekanan terhadap densitas, dan pengaruh densitas terhadap pertumbuhan tanaman. Modifikasi alat pembuat kompos blok memiliki beberapa bagian yaitu tutup tabung, tabung, manometer, lubang angin masuk, pipa karet, dan lubang pengeluaran angin.
Hasil dari penelitian ini diperoleh dengan pengujian secara fungsional dan elementer. Uji Fungsional dilakukan dengan menghitung daya yang dikeluarkan dengan variasi tekanan menggunakan dongkrak yaitu tekanan 500 psi dan 600 psi. Hasil perhitungannya adalah sebesar 512 watt dan 525 watt. Selanjutnya uji elementer dilakukan dengan mengukur pengaruh tekanan terhadap densitas kompos blok, dan pengaruh densitas terhadap pertumbuhan tanaman. Hasil densitas pada proses pembuatan kompos blok dengan tekanan 500 psi sebesar
101,23 dan 103,81 kg/m3, sedangkan densitas pada tekanan 600 psi sebesar 116,47 dan 116,81 kg/m3.
Kompos blok yang sudah dicetak ditanami bayam, dan diukur pengaruh densitas terhadap pertumbuhan bayam dengan pengamatan secara vegetative selama 15 hari. Tanaman yang ditanam pada tekanan 500 psi. Hasil data tanam selama 15 hari menunjukkan bahwa pertumbuhan pertumbuhan yang paling cepat adalah kontrol menggunakan tanah biasa tanpa tekanan. Hal tersebut dikarenakan semakin padat media tanam dapat memperlambat proses pertumbuhan tanaman bayam karena akar tidak bisa menyerap air dan oksigen secara maksimal
EFEKTIVITAS PENGOLAHAN TANAH TANAMAN TEBU DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN KALITELEPAK BANYUWANGI
PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Kalitelepak Banyuwangi merupakan
salah satu perkebunan yang berada di Kecamatan Glenmore Kabupaten
Banyuwangi dengan total luas lahan kebun sebesar 1.765,64 Ha. Sehubungan
dengan adanya pembangunan pabrik gula di Kebun Kalirejo Glenmore, maka
sebagian tanaman kakao di kebun Kalitelepak dikonversi menjadi tanaman tebu.
Berdasarkan kalkulasi tahun 2015, tanaman tebu yang diproses di PG Glenmore
terhitung lebih menguntungkan. Berbagai penggunaan alat pengolahan tanah
seperti bajak singkal, bajak piringan, garu piringan dan bajak pemalir mempunyai
perbedaan dari segi kedalaman pengolahan tanah, porositas tanah dan kinerja
pengolahan tanah. Oleh sebab itu, diperlukan pengkajian tentang dampak berbagai
variasi dan kombinasi penggunaan alat bajak terhadap kedalaman, porositas tanah,
kinerja pengolahan tanah dan pertumbuhan akar tanaman tebu. Data yang
diperoleh dapat digunakan sebagai rujukan pada proses pengolahan tanah agar
mendapatkan pola yang sesuai untuk tanaman tebu di Kebun Kalitelepak. Alat dan
bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah Traktor John Deere Seri 6100,
Bajak singkal (Moldboard plow), Bajak piringan (Offset disk plow), Garu piringan
(Offset harrow disk plow), Bajak pemalir (Middlebreaker plow), Pisau, Ring
Sample, Rol meter, Cangkul, Bahan bakar solar. Variabel yang diukur pada
penelitian ini adalah kedalaman pengolahan tanah, porositas tanah, kadar air
tanah, kinerja pengolahan tanah dan analisis pertumbuhan akar tanaman tebu.
Pengaruh kadar air tanah mempengaruhi tingkat keremahan hasil pengolahan
tanah. Kadar air tanah dibawah 0,25 cm3 dapat mengakibatkan tanah menjadi
keras, sehingga tingkat porositas dibawah 40%. Pengolahan tanah dikadar air
lebih dari 0,6 cm3 dapat mengakibatkan tanah menjadi lengket pada mata bajak,
sehingga mengganggu proses pengolahan tanah dan menurunkan nilai porositas
tanah. Seluruh perlakuan pengolahan tanah ketiga (akhir pengolahan tanah)
menghasilkan kedalaman pengolahan tanah yang serupa sedalam 55 cm.
Perlakuan dua menghasilkan porositas tanah lebih tinggi sebesar 51,69% pada
pengolahan tanah ketiga (pengolahan tanah akhir). Perlakuan dua terefektif dari
segi hasil pertumbuhan akar tunas yang lebih banyak dan mampu bekerja pada
kadar air tanah yang basah sampai 0,5 cm3. Kedalaman olah tanah 55 cm dan
porositas tanah 51,69% di perlakuan dua menghasilkan volume tanah remah yang
banyak sehingga mampu menghasilkan jumlah akar terbanyak sampai 138 akar
tunas
Rancang Bangun Mesin Pengayak Benih Jagung Mekanisme Getar
Berdasarkan analisis data penelitian maka diperoleh kesimpulan sebagai
berikut.
1. Rancang bangun berhasil menghasilkan mesin pengayak benih jagung.
2. Hasil uji kinerja mesin pengayak benih jagung berdasarkan uji fungsional
berhasil mensortasi benih jagung sesuai ukuran ayakan dan bekerja sesuai
fungsinya, dan berdasarkan uji elementer dapat diketahui kapasitas mesin
pengayak benih jagung sebesar 360 kg/jam.
3. Percobaan terbaik hasil ayakan dan besar kehilangan yaitu percobaan sedang
dengan nilai kecepatan putar 2726 ppm dengan persentase kotoran dan
kehilangan 1,04
Pembuatan Kompos Blok Limbah Kulit Buah Kakao Dan Aplikasinya Pada Pertumbuhan Tanaman Tomat dan Sawi Hijau
Limbah kulit buah kakao memiliki kandungan unsur hara yang dapat
dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman. Terbukti setelah kulit buah kakao
melalui proses fermentasi terdapat kandungan unsur hara yang tinggi yaitu N
(0,9%), P (1,49%), K (4,2%). Salah satu pemanfaatan limbah kulit buah kakao
adalah sebagai media tanam berupa kompos blok. Penggunaan kompos blok
memiliki beberapa keuntungan, yaitu mengurangi penumpukan limbah kulit
kakao, dan efektif digunakan sebagai media tanam pada lahan sempit. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui tekanan yang baik pada pembuatan kompos
blok limbah kulit buah kakao. Tekanan yang diberikan pada pencetakan kompos
blok menggunakan dua variasi tekanan yaitu 300 psi dan 200 psi. Kompos blok
yang telah dicetak memiliki nilai densitas. Setelah didapatkan nilai densitas
tersebut kemudian dilakukan perbandingan nilai tersebut dengan menggunakan
grafik batang dan dijelaskan secara deskriptif sesuai teori. Kompos blok yang
telah dibuat tersebut kemudian dilakukan penanaman tomat dan sawi hijau dan
diamati pertumbuhan vegetatif berupa tinggi batang dan jumlah daun selama dua
minggu. Data pertumbuhan tersebut akan digambarkan menggunakan grafik garis
dan dijelaskan secara deskriptif menggunakan teori yang sesuai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan yang menghasilkan densitas
yang paling padat dan porositas yang paling kecil adalah tekanan 300 psi
sedangkan tekanan 200 psi memiliki nilai densitas yang lebih kecil. Hal tersebut
dikarenakan teori tekanan dapat mempengaruhi pencetakan kompos blok limbah
kulit buah kakao. Hasil pertumbuhan data tanam yang ditanam menggunakan
kompos blok tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman yang paling
cepat adalah tanaman yang ditanam pada kontrol yaitu tanah biasa tanpa tekanan dengan tinggi 3 cm pada setiap dua minggunya. Hal tersebut dikarenakan tanah
yang paling padat dapat memperlambat pertumbuhan tanaman tomat dan sawi
hijau.
Pada tanaman yang ditanam pada densitas yang paling padat menghasilkan
nilai pertumbuhan yang sangat lambat, sehingga secara teori benar bahwa
kepadatan tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pada penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa tekanan pada kompos blok yang baik adalah pada
tekanan 200 psi karena memiliki kesamaan dengan kontrol tanah tanpa tekanan
yang dibuat untuk penanaman
- …
