1,720,986 research outputs found
Dampak Pembangunan Sport Garden Pada Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember
Pembangunan merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan
terencana melalui berbagai macam kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan
taraf kehidupan masyarakat
Implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (Bsps) Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember Tahun 2014 (Pelaksanaan Program Pada Warga Penerima Program Di Dusun Krajan Dan Jatirejo)
Latar belakang, masalah sosial yang terjadi dalam bentuk kesenjangan ekonomi
seperti kemiskinan pada saat ini masih menjadi persoalan serius pemerintah dalam hal
penanggulangannya. Khususnya dalam hal ini pada masyarakat miskin yang tidak
mempunyai rumah layak huni. Kebutuhan rumah atau perumahan yang layak huni merupakan
salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap manusia dalam melangsungkan
kehidupannya. Pemerintah dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya yaitu
mewujudkan suatu kesejahteraan sosial yang adil dan merata bagi warga Negaranya, melalui
perumusan suatu kebijakan, hingga pelaksanaannya dalam bentuk jaminan sosial berbentuk
program yang terfokus, merupakan serangkaian usaha untuk menjawab persoalan yang hadir
di dalam masyarakat salah satunya yaitu di bidang perumahan, dalam hal ini ialah program
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), program ini dilaksanakan oleh Kementrian
Perumahan Rakyat (Kemenpera) program ini merupakan bantuan dana sebesar 7.000.000
sampai 15.000.000 rupiah yang diberikan kepada masyarakat miskin atau Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR) yang digunakan untuk pembelian bahan material yang
kemudian akan digunakan untuk merehabilitasi atau memperbaiki rumah menjadi layak huni,
sehat, dan aman..
Penelitian ini mengenai Implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan
Swadaya Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember tahun 2014. Tujuan
penelitian ini yaitu mendiskripsikan dan menganalisis pelaksanaan Program Bantuan
Stimulan Perumahan Swadaya tahun 2014 di Dusun Krajan dan Jatirejo desa Sidodadi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode
pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui pengumpulan data mentah, transkip data, pembuatan koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi, dan penyimpulan akhir. Dalammenguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dengan data atau sumber, metode wawancara, dan teori
STRATEGI MASYARAKAT YANG KEHILANGAN LAHAN PERTANIAN DALAM MENGOPTIMALKAN PENDAPATAN (Studi Deskriptif pada Masyarakat Tani yang Kehilangan Lahan Pertanian di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, Kota Kediri)
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk strategi masyarakat
tani yang kehilangan lahan pertanian dalam mengoptimalkan pendapatan. Metode
yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian
deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan snowball sampling dan
purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini,
yaitu metode observasi partisipasi pasif dan tersamar, metode wawancara mendalam
(indepth interview), dan metode dokumentasi menggunakan bentuk tertulis dan tak
tertulis, seperti catatan lapang, rekaman suara, buku, artikel, internet, perundangundangan,
foto, dan skripsi atau penelitian terdahulu. Teknik analisis data
menggunakan beberapa tahapan yaitu mulai dari pengumpulan data mentah,
transkrip data, pembuatan koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara,
triangulasi dan penyimpulan akhir. Teknik uji keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber.
Hasil penelitian tentang strategi masyarakat tani yang kehilangan lahan
pertanian dalam mengoptimalkan pendapatan adalah melakukan dua strategi yaitu
strategi on farm dan non-farm. Pada strategi on farm dilakukan dengan melakukan
sewa lahan kemudian melakukan pemilihan bibit yaitu bibit unggul dan perawatan
tanaman agar hasil pertanian optimal. Pada strategi non-farm dengan melakukan
banyak hal, mulai dari diversifikasi usaha pada sektor informal dan formal yaitu
menjadi satpam, jualan batagor, buka warung, dan jual burung, kemudian untuk
peran anggota keluarga yaitu istri sebagai tiang ekonomi kedua yang membantu
suami, pemanfaatan organisasi produktif seperti arisan dan bank sebagai tempat
menabung dan meminjam uang, dan jaringan sosial dari teman dan saudara yang
memberi informasi terkait pekerjaan dan memberikan pinjaman. Strategi-strategi
tersebut sangat membantu terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga pada
masyarakattani yang telah kehilangan lahan. Kebutuhan pokok merupakan
kebutuhan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jadi kesejahteraan bisa
tercapai jika kebutuhan pokok dalam keluarga masyarakat tani dapat terpenuhi
dengan baik, dan itu hanya bisa dilakukan dengan cara masyarakat tani
mengoptimalkan pendapatannya
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN MELALUI USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN (di Desa Banjaranyar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan)
Penelitian ini ingin mengetahui upaya atau usaha apa saja yang di lakukan
oleh istri-istri nelayan miskin dalam memenuhi kebutuhan keluarga, Dengan
menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan
data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi.
Penetapan informan menggunakan teknik purposive, dengan jumlah informan 18
orang. Informan dibagi kedalam dua jenis yaitu informan pokok dan informan
tambahan, informan pokok yaitu suami (nelayan) dan istri para nelayan, pemilik
industri kecil ikan asin dan kepala desa adalah sebagai informan tambahan
Hasil yang di dapat selama melakukan penelitian tersebut adalah : 1),
banyak ikan yang awalnya berharga murah, dapat menjadi ikan yang mempunyai
harga tinggi karena diolah menjadi ikan asin, 2) upaya istri-istri nelayan dalam
membantu pemenuhan kebutuhan keluarga yaitu dengan bekerja di pengolahan
ikan asin, 3) selama musim barat para nelayan banyak yang tidak bekerja karena
tingginya ombak dan kencangnya angin, jadi mereka sangat terbantu dengan
penghasilan istri yang bekerja di tempat pengolahan ikan asin yang ada di Desa
Banjaranyar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka peneliti dapat mengetahui
usaha-usaha yang dilakukan oleh para istri nelayan miskin dapat membantu dalam
memenuhi kebutuhan keluarga, pada saat musim barat dimana para nelayan
banyak yang tidak bekerja karena angin dan ombak yang besar, hasil dari istri
nelayan yang bekerja di tempat pembuatan ikan asin dapat membantu pendapatan
dan kesejahteraan keluarga
MOTIVASI PEDAGANG ASONGAN BERJUALAN DI KAWASAN TERMINAL KECAMATAN PAKUSARI (Studi Deskriptif di Terminal Pakusari, Kabupaten Jember)
Semakin kecilnya peluang kerja di sektor formal membuat para pedagang asongan memilih bekerja di sektor informal. Di Terminal Pakusari Jember ada fenomena menarik yaitu keberadaan para pedagang asongan yang menjajakan barang daganganya ke penumpang bus dan angkutan umum lainya. Loyalitas dan tanggung jawab yang dimiliki oleh pedagang asongan terhadap keluarga, mendorong untuk tetap optimis memenuhi kebutuhan keluarganya.
Tujuan dalam penelitian ini yaitu menjelaskan, mendeskripsikan tentang motivasi pedagang asongan berjualan di terminal Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Tehnik penentuan informan menggunakan tehnik purposive. Data dikumpulkan dengan metode observasi partisipan pasif, dan wawancara mendalam serta studi dokumentasi, seperti literatur, dokumen yang resmi, foto-foto, dan sebagainya. Tehnik analisis data menggunakan beberapa tahapan yaitu mulai dari pengumpulan data mentah, transkrip data, pembuatan koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi dan penyimpulan akhir. Untuk teknik uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data.
Kesimpulan hasil temuan di lapangan motivasi pedagang asongan berjualan di kawasan terminal Pakusari dapat diangkat menjadi tiga pokok pembicaraan sebagai berikut : pertama, adalah faktor- faktor Intern dan ekstern, hal ini meliputi dorongan-dorongan yang ada pada diri orang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Kedua, adalah faktor pengambilan keputusan motivasi pedagang asongan bekerja di Terminal Pakusari, di dasarkan pada beberapa hal yaitu, semangat kerja yang tinggi, kemiskinan, dan juga status kepemilikan tempat tinggal. Ketiga, adalah Hal-hal yang yang mempengaruhi pendapatan pedagang asongan yang berjualan di terminal Pakusari adalah modal, lokasi, waktu berjualan, semangat pantang menyerah, dan juga lingkungan yang mendukung
Strategi Bertahan Hidup Buruh Tani dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok ” (Studi Deskriptif Dusun Calok Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember)
Masyarakat yang sadar akan pentingnya kebutuhan hidup akan berusaha terhindar dari kemiskinan supaya mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Kebutuhan pokok merupakan salah satu aspek psikologis dan biologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) bagi setiap individu. Seperti yang dilakukan oleh penduduk yang menjadi objek penelitian ini, daerah yang menjadi objek penelitian ialah di Dusun Calok Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Sebagian besar penduduk di Dusun Calok bekerja sebagai buruh tani, mereka sangat bergantung kepada profesi yang mereka tekuni sebaga buruh tani.
Tujuan dalam penulisan ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis Strategi Buruh Tani Dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok keluarga yang berada di Dusun Calok, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis, dalam menguji keabsahan data penelitian menggunaka triangulasi sumber.
Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam kehidupan sehai-hari. Menjadi buruh tani merupakan pekerjaan pokok memenuhi kebutuhan pokok keluarga, namun penghasilan menjadi buruh tani tidak sama dengan harga kebutuhan pokok yang semakin lama semakin tinggi. Dengan penghasilan yang tidak menentu membuat buruh tani harus mencari pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Berbagai strategi yang mereka lakukan guna mendapatkan penghasilan tambahan bisa memenuhi kebutuhan keluarga.
ix
Dengan meningkatnya pendapatanam untuk memenuhi kebutuhan pokok, menjadi buruh tani berpenghasilan yang tidak menentu membuat para buruh tani harus mencari pekerjaan sampingan demi bisa memenuhi kebutuhan pokok. Dari hasil temuan dilapangan bahwasanya buruh tani di Dusun Calok memiliki beberapa strategi yang mereka lakukan untuk menambah pendapatan mereka. Selain menjadi buruh tani, masyarakat Dusun Calok merangkap menjadi peternak sapi, namun sapi tersebut bukanlah milik mereka sendiri melainkan milik orang lain yang dititipkan. Pekerjaan sampingan buruh tani yaitu kayu bakar, rumput, dan sayuran untuk dijual. Oleh karna itu anggota keluarga seperti anaknya yang membantu kepala keluarga mendapatkan penghasilan tambahan.
Selain itu juga buruh tani juga memanfaatkan jaringan sosial yang berada di kalangan masyarakat Dusun Calok, jaringan sosial ini dimanfaatkan oleh buruh tani untuk mencar pekerjaan disaat musim panen sudah berakhir. Dengan memanfaatkan jaringan sosial buruh tani merasa terbantu disaat mereka tidak mempunyai pekerjaan. Pola hidup hemat juga mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pola hidup hemat ini juga merupakan strategi buruh tani mengurangi pengeluaran keluarga. Dengan cara berhemat buruh tani diharapkan menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran
Strategi Masyarakat yang Kehilangan Lahan Pertanian dalam Mengoptimalkan Pendapatan (Studi Deskriptif pada Masyarakat Tani yang Kehilangan Lahan Pertanian di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, Kota Kediri)
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk strategi masyarakat
tani yang kehilangan lahan pertanian dalam mengoptimalkan pendapatan. Metode
yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian
deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan snowball sampling dan
purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini,
yaitu metode observasi partisipasi pasif dan tersamar, metode wawancara mendalam
(indepth interview), dan metode dokumentasi menggunakan bentuk tertulis dan tak
tertulis, seperti catatan lapang, rekaman suara, buku, artikel, internet, perundangundangan,
foto, dan skripsi atau penelitian terdahulu. Teknik analisis data
menggunakan beberapa tahapan yaitu mulai dari pengumpulan data mentah,
transkrip data, pembuatan koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara,
triangulasi dan penyimpulan akhir. Teknik uji keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber.
Hasil penelitian tentang strategi masyarakat tani yang kehilangan lahan
pertanian dalam mengoptimalkan pendapatan adalah melakukan dua strategi yaitu
strategi on farm dan non-farm. Pada strategi on farm dilakukan dengan melakukan
sewa lahan kemudian melakukan pemilihan bibit yaitu bibit unggul dan perawatan
tanaman agar hasil pertanian optimal. Pada strategi non-farm dengan melakukan
banyak hal, mulai dari diversifikasi usaha pada sektor informal dan formal yaitu
menjadi satpam, jualan batagor, buka warung, dan jual burung, kemudian untuk
peran anggota keluarga yaitu istri sebagai tiang ekonomi kedua yang membantu
suami, pemanfaatan organisasi produktif seperti arisan dan bank sebagai tempat
menabung dan meminjam uang, dan jaringan sosial dari teman dan saudara yang
memberi informasi terkait pekerjaan dan memberikan pinjaman. Strategi-strategi
tersebut sangat membantu terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga pada
masyarakattani yang telah kehilangan lahan. Kebutuhan pokok merupakan
kebutuhan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jadi kesejahteraan bisa
tercapai jika kebutuhan pokok dalam keluarga masyarakat tani dapat terpenuhi
dengan baik, dan itu hanya bisa dilakukan dengan cara masyarakat tani
mengoptimalkan pendapatannya
PENGEMBANGAN MASYARAKAT PADA DESA PRODUKTIF MELALUI KEWIRAUSAHAAN HANDYCRAFT TASBIH DAN AKSESORIS
Dalam upaya menanggulangi permasalahan kemiskinan dan pengangguran yang terjadi di Indonesia, pemerintah dalam hal ini KEMENAKERTRAN (Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Republik Indonesia telah meluncurkan program pengembangan 132 desa produktif yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia, dengan tujuan untuk menciptakan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja di kawasan pedesaan, serta menjadikan desa berkembang melalui produk-produk yang dihasilkan. Dalam program pengembangan 132 desa produktif tersebut, Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember adalah salah satu desa yang berhasil di canangkan dan diresmikan sebagai desa produktif tingkat nasional oleh KEMENAKERTRAN pada tanggal 19 Januari 2013. Desa Tutul dinilai telah memenuhi kriteria untuk menjadi desa produktif, karena Desa Tutul memiliki potensi sumber daya lokal berupa kewirausahaan handycraft tasbih dan aksesoris yang dikelola oleh sebagian besar masyarakatnya dan berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Tutul.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis proses pengembangan masyarakat pada desa produktif (Desa Tutul) melalui kewirausahaan handycraft tasbih dan aksesoris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, penentuan informan menggunakan metode snowball, pengumpulan data yang dilakukan meliputi wawancara mendalam(indept interview) semi terstruktur, observasi partisipan pasif, dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber data.
viii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pengembangan masyarakat pada desa produktif melalui kewirausahaan handycraft tasbih dan aksesoris di Desa Tutul melibatkan diantaranya; 1)Pemanfaatan sumber daya lokal industri handycraft tasbih dan aksesoris yang sudah ada sejak lama di Desa Tutul, pemanfaatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat setempat dan meningkatkan produktivitas desa melalui penyerapan tenaga kerja. 2)melibatkan bakat, minat dan keahlian masyarakat Desa Tutul, yakni didominasi oleh pengrajin handycraft (tasbih dan aksesoris) yang telah mampu mengelola potensi sumber daya lokal yang ada di Desa Tutul menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup bersama masyarakatnya. 3)Penaksiran keuntungan-keuntungan alam dari lokalitas tertentu, juga selalu diperhatikan oleh masyarakat Tutul (pengrajin) dalam proses mengolah industri lokal handycraft khas Desa Tutul, upaya yang dilakukan pengrajin untuk menjaga keseimbangan ekologis ialah dengan mendaur ulang limbah-limbah sisa industri menjadi produk yang memiliki nilai guna. Dan 4)melibatkan dukungan dari pemerintah setempat, yaitu pemerintah Desa Tutul telah memberikan dukunganya dalam bentuk peranannya sebagai perantara (broker), pemercepet perubahan (enabler), dan sebagai pendidik (educator) kepada masyarakat Tutul terutama pengrajin dalam upaya mengembangkan potensi ekonomi lokal Desa Tutul
UPAYA BERTAHAN HIDUP LANSIA PENGAMBIL SAMPAH DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP KELUARGANYA (Studi Deskriptif pada Lansia Pengambil Sampah di Kelurahan Karangrejo Kabupaten Banyuwangi)
Pengambil sampah sudah lazim ditemui di Kelurahan Karangrejo Kecamatan
Banyuwangi, tetapi hampir sebagian pengambil sampah di Kelurahan Karangrejo ini
merupakan para lansia yang seharusnya sudah tidak melakukan pekerjaan yang berat
seperti ini. Lansia pengambil sampah dapat dijumpai pada jam 02.00 sampai dengan
jam 05.00 dini hari. Penghasilan yang mereka dapat perharinya tidak menentu.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Kelurahan Karangrejo
Kanupaten Banyuwangi. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini, peneliti
menggunakan metode observasi non partisipan. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan pengumpulan data, transkip data, pembuatan koding, kategorisasi data,
penyimpulan sementara, triangulasi, penyimpulan akhir. Untuk teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini adalah bentuk upaya para lansia untuk memenuhi
kebutuhan keluarganya yaitu: para lansia melakukan pekerjaan pokok sebagai
pengambil sampah. Selain melakukan pekerjaan pokok sebagai pengambil sampah,
para lansia juga melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yaitu: (1)
Diversivikasi Pekerjaan Menjadi Dua, yaitu: Sebagai pemulung, dan memiliki
pekerjaan lain. Contohnya, sebagai pengusir burung di sawah dan membantu
tetangga. (2) Optimalisasi Produk / Hasil Tambah: yaitu para lansia menjual sampahsampah
ke tempat-tempat khusus. (3) Membangun Jaringan Sosial: yaitu para lansia
membangun kepercayaan untuk dapat meminjam uang ke tetangga maupun kerabat
Peran Koperasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan Perkebunan PT Glenmore (Study Pada Koperasi Karyawan (Kopkar) “HEVEA” Perkebunan PT. Glenmore Di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi)
Seiring dengan perkembangan dan tuntutan akan kemajuan koperasi dalam
meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya. Maka
koperasi dalam suatu kebijakan perkoperasian harus mencerminkan nilai dan
prinsip koperasi sebagai wadah usaha bersama untuk memenuhi aspirasi dan
kebutuhan ekonomi anggota sehingga tumbuh menjadi kuat, sehat, mandiri dan
tangguh dalam menghadapi perkembangan ekonomi nasional dan global yang
semakin dinamis dan penuh tantangan. Seperti halnya pada Koperasi Karyawan
(Kopkar) “Hevea” Perkebunan PT Glenmore Dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Karyawan Perkebunan PT. Glenmore di Desa Margomulyo, Kecamatan
Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Desa Margomulyo merupakan Daerah yang
mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai buruh atau karyawan perkebunan yang
sudah turun temurun dengan pendapatan yang masih belum cukup mampu untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan, sektor perkebunan menjadi ujung
tombak perekonomian karyawan perkebunan dalam memenuhi kebutuhan hidup
baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan primer. Oleh karena itu, para karyawan
perkebunan memanfaatkan Koperasi Karyawan “Hevea” Perkebunan PT
Glenmore sebagai wadah dalam memenuhi kebutuhannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Koperasi Karyawan
(Kopkar) “Hevea” Perkebunan PT Glenmore Dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Karyawan Perkebunan PT. Glenmore dengan tujuan untuk memperbaiki
kehidupan sosial ekonomi karyawan perkebunan. Dengan menggunakan metode
penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di
Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Dengan
menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi pasif,
wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Penetapan informan menggunakan
teknik purposive untuk informan pokok yang berjumlah 3 orang dan untuk
informan tambahan yang berjumlah 6 orang. Setelah data terkumpul kemudian
dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dalam
penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Data yang dikumpulkan
terkait Peran Koperasi Karyawan “Hevea” Perkebunan PT Glenmore Dalam
Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan Perkebunan selanjutnya dipaparkan
secara deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, peran koperasi dalam
meningkatkan kesejahteraan karyawan perkebunan ialah: 1) Penyediaan
Kebutuhan Modal Karyawan Melalui Kegiatan Simpan Pinjam yang mana dalam
kegiatan ini bersinergi dengan perusahaan (perkebunan) dengan memotong gaji
karyawan melalui TU Perkebunan, 2) Penyediaan Sarana Kebutuhan Karyawan Melalui Usaha Toko Koperasi yang di dalamnya terdapat sembilan bahan pokok
(beras, minyak, gula, dll) dan pengangsuran pembayarannya juga melalui TU
perkebunan.
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa dengan adanya koperasi di
Desa Margomulyo tersebut berperan penting dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan karyawan dengan terpenuhi kebutuhannya. Dalam memperbaiki
penghidupan ekonomi berasaskan tolong menolong merupakan salah satu bentuk
upaya karyawan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam wadah koperasi.
Adanya koperasi dalam upaya-upaya yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan
karyawan perkebunan PT Glenmore, dapat memperbaiki kehidupan sosial
ekonomi di lingkungan masyarakat daerah perkebunan atau karyawan perkebunan
dan meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya
- …
