1,721,040 research outputs found

    ANALISIS PROFIL PROTEIN DUA VARIETAS PADI AROMATIK (Oryza sat iva L. ) DENGAN BEBERAPA PERLAKUAN NITROGEN

    No full text
    Padi Aromatik (Oryza sativa L. ) merupakan salah satu jenis padi yang memiliki kualitas baik, karena dapat mengeluarkan aroma seperti daun pandan. Padi Aromatik di Indonesia sebagian besar merupakan padi varietas lokal yang memiliki tingkat produksi rendah dari pada varietas padi non-aromatik. Peningkatan produksi padi salah satunya dipengaruhi oleh unsur Nitrogen berperan dalam meningkatkan pertumbuhan pada fase vegetatif. Kajian secara molekuler dapat dilakukan untuk mengidentifikasi proses biologis penyerapan N oleh beberapa varietas padi aromatik melalui analisis profil protein. Analisis profil protein bertujuan untuk mengidentifikasi level protein secara kuantitatif dan menggambarkan pola ekspresi pada level protein dari karakter-karakter yang berlawanan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis profil protein dua varietas lokal padi aromatik, yaitu varietas Mentik Wangi dan Rojolele dengan perlakuan unsur hara Nitrogen melalui metode 2 D Electrophoresis. Berdasarkan hasil keseluruhan analisis pengamatan morfologi, fisiologi dan molekular, maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi N yang memiliki pengaruh paling baik pada sebagian besar parameter pertumbuhan dari kedua varietas adalah konsentrasi N sedang, yaitu N2 (3.2 mM) dan N tinggi, yaitu (12.8 mM). Hal ini berkaitan erat dengan pola profil protein yang terbentuk. Pada Varietas Mentik Wangi, protein mayor memiliki ketebalan protein yang terus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi N, kemudian menurun pada konsentrasi N tertinggi (N3). Sedangkan pada Varietas Rojolele, protein mayor (dominan) juga memiliki ketebalan protein yang terus meningkat hingga mencapai konsentrasi N tertinggi (N3). Jadi dapat disimpulkan bahwa konsentrasi N yang semakin meningkat dapat meningkatkan pertumbuhan dan menambah ketebalan pita atau spot protein mayor

    Pengaruh Cekaman Salinitas terhadap Hasil Produksi Tanaman Padi Pandan Wangi

    No full text
    Padi pandan wangi adalah padi khas Cianjur yang berasal dari padi bulu varietas lokal yang mempunyai banyak keunggulan. Keunggulan dari beras pandan wangi yaitu dilihat dari segi penampilan fisik yang baik, rasa yang pulen dan beraroma pandan (Yahya, 2017). Tingkat salinitas yang tinggi menjadi salah satu faktor kendala dalam budidaya padi pandan wangi. Salinitas adalah keadaan garam yang terlarut dalam jumlah berlebihan, sehingga dapat mengakibatkan dampak buruk bagi pertumbuhan tanaman (Suhartini dan Harjosudarmo, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dalam media terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi pandan wangi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2018 sampai 12 Agustus 2018 di Green House dan laboratorium CDAST Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian larutan NaCl sebagai cekaman salinitas. Perlakuan tersebut berjumlah enam perlakuan yaitu 0 mM (kontrol), 50 mM, 100 mM, 150 mM, 200 mM dan 250 mM dengan enam ulangan yang diaplikasikan pada saat tanaman berumur 50 hst dan 60 hst. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANOVA) dan selanjutnya akan diuji dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf kepercayaan 95%. Parameter pengamatan yaitu pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi pandan wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cekaman salinitas pada tanaman padi pandan wangi berpengaruh menurunkan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi pandan wangi yang meliputi variabel tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, bobot kering total gabah per tanaman, bobot kering gabah isi per tanaman, bobot kering gabah hampa per tanaman, jumlah gabah isi per tanaman dan jumlah gabah hampa per tanaman

    Analisis Genetika dan Morofologi Persilangan Padi Aromatik Pare Pulu Mandoti dan Padi Hitam Hare Lahok F3 Menggunakan Penanda RAPD

    Full text link
    Padi adalah salah satu tanaman sereal penting, dan digunakan sebagai makanan pokok sepertiga dari populasi dunia. Padi aromatik merupakan bagian kelompok kecil dan khusus dari genus Oryza L. yang memiliki kualitas tinggi dan keistimewaan aroma khas wangi pandan atau wangi seperti ‘popcorn’. Aroma wangi tersebut berasal dari senyawa kimia yang mudah menguap apabila terjadi peningkatan suhu. Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang memiliki kandungan antosianin yang tinggi, memiliki khasiat sebagai antioksidan, sebagai anti kanker, mencegah gangguan fungsi ginjal dan memperbaiki kerusakan sel hati. Berdasarkan kelebihan yang dimiliki padi aromatik dan padi hitam, diperlukan penelitian untuk mengetahui informasi tentang keragaman genetik lebih lanjut melalui pendekatan morfologi dan molekuler. Data informasi fenotip dari 9 genotipe tanaman padi F3 menunjukkan hasil yang beragam terhadap tinggi tanaman pada saat panen, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, Namun tidak berbeda pada variabel bobot 1000 biji gabah, umur panen dan berbunga. berdasarkan analisis genetika dari 9 genotipe tanaman padi F3 menunjukkan hasil yang beragam. Hal ini dapat dilihat total 30 DNA yang teramplifikasi oleh 9 primer dan rerata jumlah pita DNA polimorfik teramplifikasi 2,5 tiap primer (OPB-01, OPB-03, OPB-04, OPB-06, OPB-07, OPB-12, OPB-13, OPB-17, dan OPB-18). Hasil analisis genetik menggunakan program NTSYSpc (Numerical Taxonomy and Multivariate Análisis System), mengasilkan 2 grup, perbedaan grup tersebut didasarkan pada perbedaan warna beras Pare Pulu Mandoti berwarna merah dengan Hare Lahok yang berwarna hitam, nilai jarak kekerabatannya antara 2 grup sebesar 0,62

    Kemampuan Recovery Beberapa Varietas Tanaman Padi Hitam (Oryza sativa L. indica) Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Fase Pertumbuhan

    No full text
    Padi beras hitam merupakan tanaman pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Seiring dengan kesadaran masyarakat pentingnya kesehatan, padi beras hitam mulai diminati. 148 juta ha lahan di Indonesia merupakan lahan kering dan \sekitar 84,365 ha lahan sawah mengalami kekeringan pada periode Januari- Juli 2011. Lahan kering ini dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman padi hitam. Drought recovery merupakan salah satu mekanisme ketahanan tanaman padi terhadap cekaman kekeringan selama periode tertentu pada awal pertumbuhan ditandai dengan kemampuan kembali hijau. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat ketahanan cekaman kekeringan pada beberapa varietas padi hitam untuk mengembangkan varietas padi hitam yang toleran cekaman kekeringan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan menerapkan perlakuan cekaman kekeringan kemudian disiram kembali pada 10 varietas padi hitam. Hasil data kemudian dianalisis menggunakan analisis varians dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT taraf 5 %. Hasil terbaik kemudian di SDS PAGE dan elektoforesis 2D untuk mengetahui apabila ada perubahan protein dari tanaman yang tercekam. Varietas lumajang memiliki respon morfologis dan fisiologis yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya. Hasil elektroforosis 2D menunjukkan munculnya spot protein baru setelah mengalami cekaman kekeringan pada berat molekul antara 10-15kDa, begitupun dengan hasil SDSPAGE menunjukkan munculnya pita protein baru pada berat molekul 10-20 kDa

    Pengaruh Molibdenum (Mo) terhadap Aktifitas Enzim Nitrat Reduktase pada Fase Pertumbuhan Padi HItam

    No full text
    Padi hitam adalah varietas padi lokal dengan produktivitas rendah serta berumur panjang dan postur yang tinggi, namun memiliki berbagai kebutuhan kesehatan yang tinggi dibanding jenis padi lainnya. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi hitam dengan memberikan pupuk mikro yaitu Molibdenum (Mo). Mo dapat berperan dalam katalisator untuk reduksi nitrogen, dimana nitrogen sendiri dapat berperan dalam pemacu pertumbuhan secara umum terutama fase vegetatif yang dapat membantu meningkatkan produksi padi hitam. Mo nantinya dapat mempengaruhi aktivitas enzim Nitrat Reduktase (NR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi molibdenum terhadap peningkatan kandungan enzim nitrat reduktase pada tanaman padi hitam. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 taraf dan 4 ulangan. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, aktivitas NR, kandungan klorofil pada padi hitam. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, jika hasil berbeda nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan 5%. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu konsentrasi optimal pemberian molibdenum pada padi hitam Banjarnegara sebesar 0,123 μM (M2) dengan hasil pengukuran tinggi, biomasa kering dan klorofil memiliki nilai hasil tertinggi. Hasil pengukuran tinggi tanaman, biomasa kering dan klorofil tanaman pada perlakuan M2 secara berturut turut yaitu 14,2 cm, 0,016 gram, dan 1,8 μg klorofil/ gram sampel. Berdasarkan penelitian dimana hasil pengukuran variabel pengamatan menunjukkan adanya korelasi antara hasil nitrat reduktase dengan variabel pegamatan dan dipengaruhi dengan adanya pemberian molibdenum sesuai perlakuan yang dilakukan. Semakin tinggi konsentrasi perlakua

    PENGARUH AMMONIUM (NH4 +) DAN NITRAT (NO3 -) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI TANAMAN KEMANGI (Ocimum basilicum) DENGAN SISTEM HIDROPONIK

    No full text
    Penambahan konsentrasi NH4 + dan NO3 - berpengaruh terhadap kandungan minyak atsiri tanaman kemangi. Konsentrasi NH4 + (3 x 10-3 mol/l) dan NO3 - + (3 x 10-3 mol/l) menghasilkan minyak atsiri terbanyak yakni 0,050 ml. Penambahan NH4 dan NO3 - berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kemangi seperti tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat segar

    AKTIVITAS ENZIM β-1,3-GLUKANASE, KANDUNGAN FENOL, DAN KARBOHIDRAT PADA KAKAO (Theobroma cacao L.) HASIL MUTASI MENGGUNAKAN ETHYL METHANE SULFONATE (EMS)

    No full text
    Kakao merupakan komoditas penting bagi perekonomian nasional yang berperan sebagai sumber mata pencaharian bagi petani dan sumber devisa bagi Indonesia. Produktivitas kakao di Indonesia yang masih sangat rendah disebabkan oleh serangan penyakit busuk buah kakao (Phytophthora palmivora). Salah satu metode untuk memperoleh tanaman kakao yang resisten terhadap penyakit busuk buah adalah dengan mutasi menggunakan EMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas enzim β-1,3-glukanase, kandungan fenol dan karbohidrat pada kakao klon GC 7 hasil mutasi menggunakan EMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas relatif enzim β-1,3-glukanase pada kakao kategori rentan, moderat, dan resisten terhadap P. palmivora menghasilkan glukosa masing-masing 96,842; 180,322; dan 204,630 μg/mL enzim/jam, sedangkan aktivitas spesifik 0,869; 1,028; dan 2,016 mg/mg protein/jam. Kandungan fenol masing-masing 3,600; 4,763; dan 5,198 mg/g sampel daun. Kandungan gula reduksi dan sukrosa semakin rendah dengan semakin tingginya tingkat ketahanan kakao terhadap P. palmivora, sedangkan kandungan amilum semakin tinggi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kakao hasil mutasi menggunakan EMS kategori resisten terhadap P. palmivora memiliki aktivitas enzim β-1,3-glukanase, kandungan fenol, dan amilum lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kakao yang moderat atau rentan, sedangkan kandungan gula reduksi dan sukrosa semakin rendah

    RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) HASIL MUTASI DENGAN SODIUM AZIDE (SA)

    No full text
    Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas utama untuk dibudidayakan karena merupakan makanan pokok sehari-hari lebih dari 90% penduduk Indonesia. Data terbaru menurut BPS (2015), bahwa produksi padi tahun 2014 sebanyak 70,83 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 0,45 juta ton (0,63%) dibandingkan tahun 2013. Turunnya produktivitas padi sawah disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu iklim yang selalu berubah, adanya konversi lahan dan kurangnya ketersediaan air (Azwir and Ridwan, 2009). Maka alternatif yang bisa dilakukan yaitu dengan menanam padi gogo yang tahan kering. Namun, varietas padi gogo yang ada daya hasilnya rendah. Oleh sebab itu, dilakukan upaya peningkatkan produksi padi gogo melalui mutasi kimia menggunakan Sodium azide (NaN3). Sodium azide (NaN3) merupakan senyawa mutagen yang kuat dalam mutasi tanaman. Melalui inovasi mutasi genetik dengan mutagen kimia Sodium Azide, diharapkan dapat menciptakan variasi genetik pada tanaman padi gogo yang diinduksi dengan mutagen tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon akibat mutasi dengan menggunakan Sodium azide terhadap pertumbuhan dan produksi padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Jember tepatnya di Green House Fakultas Pertanian Universitas Jember pada bulan April hingga September 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial antara 2 varietas padi yaitu Situ Bagendit dan Towuti dengan 4 taraf konsentrasi Sodium azide yaitu kontrol, 0.004%, 0.008%, dan 0.016% yang dikombinasikan menjadi V1K0 (Situ Bagendit tanpa mutasi), V2K0 (Towuti tanpa mutasi), V1K1 (Situ Bagendit, 0.004%), V2K1 (Towuti, 0.004%), V1K2 (Situ Bagendit, 0.008%), V2K2 (Towuti, 0.008%), V1K3 (Situ Bagendit, 0.016%) dan V2K3 (Towuti, 0.008%) dimana tiap-tiap perlakuan diulang 3 kali

    AKTIVITAS ENZIM PEROKSIDASE, KATALASE, DAN KANDUNGAN PROTEIN PADA KAKAO (Theobroma cacao L.) HASIL MUTASI MENGGUNAKAN ETHYL METHANE SULFONATE (EMS)

    Full text link
    Kakao merupakan komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional. Namun, produktivitas kakao di Indonesia masih sangat rendah. Rendahnya produktivitas kakao di Indonesia disebabkan oleh penyakit busuk buah kakao. Salah satu cara untuk memperoleh klon unggul yaitu dengan melakukan mutasi terhadap biji kakao menggunakan EMS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas enzim peroksidase dan katalase, serta kandungan protein pada kakao hasil mutasi menggunakan EMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kakao hasil mutasi menggunakan EMS kategori rentan, moderat, dan tahan terhadap P. palmivora memiliki aktivitas relatif enzim peroksidase masing-masing sebesar 12,950; 16,700; dan 13,786 U/mL enzim/jam, aktivitas spesifik 66,597; 82,969; dan 72,878 U/mg protein/jam, sedangkan aktivitas relatif katalase 3,871; 5,559; dan 2,017 %/mL enzim/jam, aktivitas spesifik 22,675; 27,328; dan 10,436 %/mg protein/jam, kandungan protein adalah 6,627; 6,837; dan 8,772 mg/g sampel. Hasil elektroforesis protein menunjukkan adanya perubahan pola pita protein pada tanaman kakao hasil mutasi menggunakan EMS. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas enzim peroksidase dan katalase tertinggi terdapat pada kakao kategori moderat dibandingkan dengan dengan kategori rentan dan resisten

    KAJIAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN GULA BIT TROPIS (Beta vulgaris L.)

    No full text
    Rendemen gula tebu di Indonesia rata-rata adalah 7 – 9%. Permasalahan fluktuasi produktivitas gula nasional dapat ditanggulangi salah satunya dengan menambah bahan baku gula. Salah satu bahan baku yang potensial adalah Gula bit. Potensi gula bit di Indonesia cukup besar karena dapat produksi 2 kali dalam setahun. Gula bit tropis selain umur genjah juga memiliki rendemen gula mencapai 14-20%. Kualitas dan kuantitas tanaman bit (Beta vulgaris L.) salah satunya bergantung pada teknik budidaya. Pemupukan merupakan salah satu unsur dari teknik budidaya yang perlu dikaji agar memperoleh dosis pupuk yang optimal bagi pertumbuhan dan pekembangan tanaman bit. Secara umum, nitrogen merupakan unsur penting yang dibutuhkan tanaman pada masa vegetatif. Nitrogen merupakan faktor pembatas dalam produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan tanaman bit tropis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai Juli 2016 bertempat di Rumah Kaca (Green house), Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Analisis dilaksanakan di laboratorium CDAST Universitas Jember. Penelitian ini disusun dengan menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Faktor yang digunakan adalah beberapa dosis pupuk Nitrogen (N). Variabel pengamatan meliputi berat segar daun, kandungan sukrosa umbi, kadar sukrosa umbi, volume umbi, berat segar umbi dan klorofil total pada daun. Berdasarkan hasil penelitian tentang kajian dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan gula bit dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis pupuk nitrogen mempengaruhi peningkatan atau berkorelasi positif dengan variabel pengamatan klorofil daun, berat segar umbi, volume umbi dan kandungan sukrosa umbi
    corecore