2 research outputs found
Peningkatan pengetahuan santri dalam mengatasi penyakit dan penerapan PHBS di lingkungan pesantren melalui penyuluhan kesehatan
Abstrak Salah satu jenis penyakit yang banyak terjadi di lingkungan pesantren adalah terdapat para santri dan santriwati yang mengalami masalah kesehatan, khususnya kasus penyakit kulit. Penyuluhan tentang penyakit kulit dilakukan di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Yumna yang dilakukan oleh tim PKM Farmasi Uniga, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan kulit khususnya penyakit scabies. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media brosur dan presentasi langsung. Lingkungan pesantren yang mengharuskan santri tinggal bersama di asrama menjadi faktor risiko penyebaran penyakit kulit seperti scabies. Masalah kebersihan lingkungan, pakaian dan perlengkapan pribadi yang menjadi penyebab utamanya. Berdasarkan evaluasi kegiatan frekuensi membersihkan asrama cukup tinggi yaitu sebesar 84% yang dilakukan setiap hari, namun masih perlu edukasi tambahan mengenai pencegahan penyakit. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman santri terhadap penyakit kulit, termasuk penyebab dan cara penularan scabies. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya kebersihan pribadi dan lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit sehingga dapat menciptakan perilaku hidup sehat di pesantren. Kata kunci: kesehatan; penyuluhan; penyakit kulit; scabies; pesantren. Abstract One type of disease that often occurs in Islamic boarding school environments is that there are male and female students who experience health problems, especially cases of skin disease. The counseling on skin diseases was conducted at Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Yumna by PKM team of pharmacy is aiming to enhance students knowledge of skin health, particularly scabies. The counseling utilized brochures and direct presentations as media. The pesantren environment, which requires students to live together in dormitories, poses a risk factor for the spread of skin diseases such as scabies. Issues related to environmental cleanliness, clothing, and personal belongings are the primary causes. Based on the activity evaluation, the frequency of dormitory cleaning was relatively high at 84%, conducted daily. However, additional education on disease prevention is still necessary. The counseling results showed an improvement in students' understanding of skin diseases, including the causes and transmission of scabies. This activity successfully raised students' awareness of the importance of personal and environmental hygiene in preventing disease transmission, thereby fostering healthy living behavior within the pesantren. Keywords: health; counseling; skin disease; scabies; pesantren
Penyuluhan Kesadaran Lingkungan dan Pembuatan Saringan Jelantah Berbahan Limbah di Desa Cihurip
Valorisasi minyak jelantah menjadi biodiesel memerlukan sampel yang bersih. Di Cihurip, sabut kelapa yang berpotensi sebagai adsorben justru menjadi limbah non estetika dan empat tempat wisata juga menjadi sumber limbah botol plastik dan masker bekas. Masyarakat di tempat wisata yang membuang limbah minyak sembarangan juga berpotensi merusak keindahan desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya dan cara pemanfaatan limbah botol plastik, sabut kelapa, masker bekas dan minyak goreng, diwujudkan melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan filter minyak jelantah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya membuang minyak jelantah sembarangan sebesar 21,05%, bahaya sampah botol plastik bagi kesehatan sebesar 52,63%, pemanfaatan kembali sampah masker sebesar 73,68%, cara membersihkan masker bekas sebesar 89,47% dan bahaya pembuangan sabut kelapa secara sembarangan sebesar 73,68%. Tingkat kepuasan peserta pelatihan secara keseluruhan terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mencapai 89,47% dan pelatihan diharapkan menjadi inspirasi bagi Karang Taruna dalam menjaga lingkungan, menjaga aset wisata, dan potensi menciptakan ekonomi kreatif berbasis minyak jelantah
