1,720,970 research outputs found
Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran
Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran
Memetakan Habituasi Membacakan Buku pada Anak Berbasis Literasi Keluarga
Orang tua menjadi tonggak pertama stimulus ilmu pengetahuan kepada anak. Orang tua memiliki peran penting dalam menyemai habituasi bagi anak. Habituasi-habituasi yang didapatkan oleh anak akan berpengaruh kepada perekembangan kemampuan ilmu pengetahuan yang anak miliki. Habituasi membacakan buku pada anak yang dilakukan oleh orang tua menjadi solusi penting dalam menciptakan kemahiran berbahasa sejak dini pada anak. Hal ini terjadi karena kegiatan habituasi adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang yang mampu mengkondisikan anak berkolaborasi dengan stimulus ilmu pengetahuan yang diberikan oleh orang tua. Artikel ini bertujuan untuk memanfaatkan dan mengetahui efektivitasi kegiatan habituasi membacakan buku pada anak dalam menumbumbuhkan kemahiran berbahasa melalui literasi yang dilakukan oleh orang tua. Artikel ini ditulis berdasarkan studi lapangan penulis kepada satu keluarga dengan dua orang anak yang mendisain habituasi membacakan buku dalam lingkungan keluarga di kehidupan sehari-hari. Berdasalkan hasil penelitian ini menjawab persoalan kontekstual mengenai tantangan-tantangan berbahasa dan strategi di lingkungan keluarga dalam kemahiran berbahasa. Habituasi membacakan buku merupakan factor pendampingan dalam menanamkan literasi melalui keluaraga dan menumbuhkan kemahiran berbahasa pada anak
PENGARUH METODE FUN LEARNING TERADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PADA SISWA TK USIA 5-6 TK MELATI
Matematika merupakan salah satu jenis pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Matematika pada anak usia dini dapat ter- diri dari konsep angka, pola dan hubungan-hubungannya, geometri, pengukuran serta pengumpulan, penyajian data dan organisasi. Tujuan penelitian ini ialah guna melihat dampak teknik fun learning terhadap hasil belajar matematika dengan materi penjumlahan pada TK MELATI Desa Pancabakti Kec. Tegineneng Kab. Pesawaran. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian tindakan ruang kelas. Subjek dalam studi ini terdiri dari 22 siswa TK MELATI Desa Pancabakti Kec. Tegineneng Kab. Pesawaran. Penelitian ini mengunakan instrumen penghimpun data. Merujuk analisis hasil penilaian di setiap siklus, telah terjadi pertumbuhan yang sangat besar di setiap siklus. Hal ini tercermin dari hasil penguasaan siswa pada siklus I dengan daya serap atau penguasaan (77%) dan meningkat pada siklus II (95,45%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan fun learning memiliki dampak yang sangat luar biasa terhadap efek pengenalan materi penjumlahan pada TK MELATI Desa Pancabakti Kec. Tegineneng Kab. PesawaranTahun Pelajaran 2022/2023.
Mathematics is a type of knowledge that humans need to carry out their daily lives. Mathematics in early childhood can consist of the concept of numbers, patterns and their relationships, geometry, measurement and collection, presentation of data and organization. The aim of this research is to see the impact of fun learning techniques on mathematics learning outcomes with addition material at MELATI Kindergarten, Pancabakti Village, District. Tegineneng District. Pesawaran. This research uses classroom action research techniques. The subjects in this study consisted of 22 MELATI Kindergarten students, Pancabakti Village, Kec. Tegineneng District. Pesawaran. This research uses data collection instruments. Referring to the analysis of the assessment results in each cycle, there has been enormous growth in each cycle. This is reflected in the results of student mastery in cycle I with absorption or mastery (77%) and increased in cycle II (95.45%). So it can be concluded that the fun learning approach has a tremendous impact on the effect of introducing addition material at MELATI Kindergarten, Pancabakti Village, District. Tegineneng District. Pesawaran Academic Year 2022/2023
Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran
Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran
Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Pra-Menyendok Dengan Menggunakan Media Playdough Pada Kelompok A di Suwitama Montessori Tahun Pelajaran 2023/2024
Persoalan kemampuan motorik kecil anak tidak berkembang sebagaimana mestinya penting untuk dikaji lebih lanjut. Mengajari anak betapa pentingnya meningkatkan keterampilan motorik dapat membantu mereka terus berkembang. Salah satunya adalah meningkatkan kemampuan motorik kecil dengan menggunakan media playdough. Bermain playdough dapat membantu anak meningkatkan keterampilan motorik halusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana media playdough dapat digunakan untuk membantu anak meningkatkan keterampilan motorik halusnya. Penggunaan media playdough di sekolah dapat membantu anak meningkatkan kemampuan motorik halusnya sehingga berdampak baik bagi dirinya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, fokus pada interaksi antara peneliti dan anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengoordinasikan tangan dan mata untuk melakukan gerakan-gerakan rumit yang memenuhi persyaratan berkembang sangat baik (BSB) merupakan bidang perkembangan yang paling maju. Selain itu, media playdough dapat membantu anak mengembangkan kemampuan motorik kecilnya. Keterampilan motorik halus anak-anak saat ini meningkat 50% (BSB)
Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran
Shifting the Way the Public Forms Religious Understanding in the Era of Digital Disruption
The era of digital disruption has brought a major transformation in the way people access, understand, and form religious beliefs. Advances in information and communication technology, particularly through the internet and social media, have created new spaces that challenge conventional religious authority structures. This article aims to analyze how digital disruption changes the pattern of religious formation among the public, focusing on changes in the source of authority, religious learning mechanisms, and the dynamics of virtual communities. This study uses a qualitative-descriptive approach with literature studies and digital observations. The results of the study show that there is a shift in religious authority from formal institutions to religious figures who are active on social media, there is a tendency for fragmentation and polarization in religious discourse, the emergence of an economic religious content encourages the commodification of religion, and the weak digital literacy of the community increases the potential for the spread of false, intolerant, or extreme religious information. These findings confirm the need for adaptive strategies for religious institutions and the improvement of people\u27s religious digital literacy
- …
