24 research outputs found
Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Dengan Menggunakan Paradigma Agribisnis (Studi Kasus Pada Peternakan Sapi Potong Molan) di Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara
This study aims to determine the Analysis of Molan Cattle Fattening Business Analysis. This research was carried out at the Molan Cattle Fattening Business in Tanjung Jati Village, Binjai District, Binjai City. The research is a case study. The selection of research locations with consideration of the business of Molan Cattle Farming is a profitable business. The data were collected by doing observation and direct interviews. The Data were analysis with descriptive and quantitative method. The results showed the total variable costs incurred 1 409 600 000 IDR, fixed costs amounting to 75,000,000 IDR with 1 950 000 000 IDR in revenues. The profitability value is 31.34%. The results showed the number of cattle fattening as many as 150 heads with income of 465 400 000 IDR. BEP Fattening Molan Cattle Fattening Business is 267,858,142 IDR by maintaining 21 cows. The conclusion of this research is the profitability of Molan Cattle Fattening is 31.34% higher than the interest bank of 6 percent and The Value of BEP as much as 267 858 142 IDR with maintaining 21 tails.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan Desa Tanjung Jati Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan usaha Peternakan Sapi Potong Molan merupakan usaha yang menguntungkan. Metode pengambilan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung. Metode analisis data secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Total biaya variabel yang dikeluarkan 1 409 600 000 rupiah, biaya tetap sebesar 75 000 000 rupiah dengan penerimaan 1 950 000 000 rupiah. Nilai profitabilitas sebesar 31.34 persen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ternak sapi penggemukan sebanyak 150 ekor dengan pendapatan sebesar 465 400 000 rupiah. BEP Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan sebesar 267 858 142 rupiah dengan memelihara 21 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah analisis usaha sapi potong Molan mempunyai nilai profitabilitas 31.34 persen lebih tinggi dari suku bunga Bank sebesar 6 persen dan Nilai BEP sebesar 267 858 142 rupiah dengan memelihara 21 ekor
Analisis Break Even Point Usaha Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Semarang
This research analyzes the Break-Even Point of smallholder dairy Farming and to know the maintenance of dairy cattle in Semarang Regency. A survey method was used in this research. The sampling technique in this study used the Multistage Random Sampling Method. Respondents studied were 80 dairy farmers. The data obtained were analyzed descriptively and quantitatively. The result showed BEP in Semarang regency based on revenue of IDR 31, 916/day and based on the amount of production of 10.57 liters/day. The average revenue volume of production/ day is 24.88 Liters/day and the average revenue is IDR 70,771/day thus the dairy business is already operating above the Break-Even Point. The maintenance of dairy cows consists of feeding (forage and concentrate) and drinking adlibitum, livestock sanitation is carried out twice a day, 12 months of calving interval, the type of pen is conventional and milking is done twice a day, namely in the morning and evening.Tujuan Penelitian untuk menganalisis titik impas (Break Even Point) usaha sapi perah dan mengetahui pemeliharaan sapi perah rakyat di Kabupaten Semarang. Metode penelitian adalah survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Metode Multistage Random Sampling. Jumlah responden adalah 80 orang peternak. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan BEP di Kabupaten Semarang berdasarkan penerimaan sebesar Rp 31.916/hari dan jumlah produksi sebesar 10,47 liter/hari. Penerimaan rata-rata volume produksi/hari sebesar 24,88 liter/hari dan penerimaan rata-rata Rp 70.771/hari. Dengan demikian maka usaha sapi perah sudah beroperasi di atas Break Even Point. Pemeliharaan sapi perah terdiri dari pemberian pakan (hijauan dan konsentrat) serta minum secara adlibitum, sanitasi ternak dilakukan dua kali sehari, calving internal 12 bulan, tipe kandang adalah konvensional dan pemerahan sapi dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari
Manajemen Pakan dan Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat di Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Langkat
The purpose of this study is to determine the feed management and profitability of smallholder beef cattle farming. The study was conducted in Langkat Regency with a total of 80 respondents from smallholder beef cattle business. The method of the study is a survey. The data analysis used is descriptive quantitative. Data were analyzed using income analysis, profitability and One Sample T-Test using SPSS. The results showed that the management of feed, namely the feed provided only consisted of forage, feeding was given in the morning and evening and the way of feeding was the Kreman method. Based on the results of calculations during the covid 19 pandemic, the total of revenue were Rp. 16,122,500; production cost of Rp. 12,389,581. The amount of income is Rp. 3,732,919. Profitability value of 23.15% is greater than BRI Bank deposits of 4%, so the beef cattle business is declared profitable and feasible to be developed.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pakan dan profitabilitas usaha peternakan sapi potong rakyat. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Langkat dengan jumlah responden sebanyak 80 peternak usaha sapi potong rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Analisis data yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis pendapatan, profitabilitas dan One Sample T-Test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan manajemen pakan yaitu pakan yang diberikan hanya terdiri dari hijauan, pemberian pakan diberikan pada pagi dan sore hari dan cara pemberian pakan dengan metode kreman. Berdasarkan hasil perhitungan selama pandemi covid 19, jumlah penerimaan sebesar Rp 16.122.500; biaya produksi sebesar Rp 12.389.581. Besarnya pendapatan sebesar Rp 3.732.919. Nilai Profitabilitas sebesar 23,15% lebih besar dari deposito Bank BRI sebesar 4% maka usaha sapi potong dinyatakan menguntungkan dan layak dikembangkan
Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat di Kabupaten Langkat
This study aims to determine the characteristics and feasibility of smallholder beef cattle business in Langkat Regency. This research was conducted in May 2020. The research method used was a survey method. The sampling technique used in this study was the Multistage Random Sampling Method. Respondents were beef cattle breeders who were taken randomly as many as 80 respondents. The data collection method is the method of observation and direct interviews with breeders. Methods of data analysis are descriptive and quantitative. The results show the characteristics of the breeders, namely the age of the productive age breeders, namely 40-50 years (47 people), the education level of the breeders who were mostly educated in junior high school was 48.75% and the breeding experience was 11-20 years as many as 51 people (63.75%). . Business feasibility, namely an ROI of 27.45%, is greater than the interest rate on Bank BRI's deposit interest of 4%. NPV of IDR 452,758 is worth greater than zero. The Net BC ratio value of 1.01 is greater than 1. IRR of 14,05%, is greater than the interest rate on Bank BRI's credit interest of 6%. The conclusion of this study is that the business is declared financially feasible because it is able to generate a return on investment and the revenue received is greater than the expenditure so that the business is profitable and feasible to develop.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan usaha sapi potong rakyat di Kabupaten Langkat. Penelitian ini dilaksanakan Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Metode Multistage Random Sampling. Responden adalah peternak sapi potong rakyat diambil secara acak sebanyak 80 responden. Metode pengambilan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung kepada peternak. Metode analisis data secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik peternak yaitu usia peternak berusia produktif yaitu 40-50 Tahun (47 orang), tingkat pendidikan peternak sebagian besar berpendidikan Sekolah Menengah Pertama 48,75% dan Pengalaman beternak yaitu 11-20 Tahun sebanyak 51 orang (63,75%). Kelayakan usaha yaitu ROI sebesar 27,45% lebih besar dari pada tingkat bunga deposito Bank BRI sebesar 4%. NPV sebesar Rp 452.758 bernilai lebih besar dari Nol. Nilai Net BC ratio 1,01 lebih besar dari 1. IRR sebesar 14,05 lebih besar dari tingkat bunga kredit Bank BRI sebesar 6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usaha dinyatakan layak secara finansial karena mampu menghasilkan laba atas investasi yang ditanamkan dan penerimaan yang diterima lebih besar daripada pengeluaran sehingga usaha menguntungkan dan layak untuk dikembangkan
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Petelur di Kota Samarinda
The R/C ratio of laying chickens and the breeders' earnings from rearing laying hens over a year are being researched in this study. This study was carried out in the Lempauke District of Samarinda. Since the laying hen breeding sector is sufficiently large and contains more animals than other industries, a purposeful sample was utilized for the study. The average profit for laying hen farmers in Samarinda is now known to be Rp. 1,378,263,000 for a single period year with a total of 5,000 chickens raised, and the results of the calculation of the level of enterprise efficiency R/C ratio of 2,68 indicate that the Layer chicken Farming in the city of Samarinda is suitable to operate.Dalam penelitian ini, bertujuan melihat rasio R/C ayam petelur dan pendapatan peternak setahun dari beternak ayam petelur. Tempat penelitian ini adalah Kecamatan Lempauke Samarinda. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah ayam petelur karena usaha ini termasuk usaha yang cukup besar daripada usaha dibidang peternakan lainnya. Dengan pemeliharaan sebanyak 5.000 ayam dalam satu tahun periode, rata-rata keuntungan peternak ayam petelur Samarinda sebesar Rp. 1.378.263.000, selain itu hasil perhitungan tingkat efisiensi usaha R/C 2,68 menunjukkan bahwa peternakan ayam petelur kota Samarinda layak untuk dijalankan
Manajemen Pemeliharaan dan Pakan Usaha Peternakan Kerbau di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi manajemen pemeliharaan dan pakan yang diberikan kepada ternak kerbau. Lokasi Penelitian berada di Desa Tinambung Kecamatan Tinambung. Metode penelitian yang digunakan metode survei. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 30 peternak kerbau. Analisis data secara dilakukan secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan ternak kerbau yang dilakukan peternak masih sangat tradisional yang dilakukan secara ekstensif dimana ternak kerbau diperlihara dengan cara digembalakan. Ternak kerbau dikandangkan hanya pada saat melahirkan saja. Manajemen pemberian pakan yang diterapkan peternak masih belum tepat untuk memenuhi kebutuhan pakan. Jumlah pakan belum memenuhi kebutuhan oleh karena kerbau hanya digembalakan. Ternak tidak diberi pakan berupa konsentrat, serta frekuensi dan cara pemberian pakan yang belum tepat. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat peternak kerbau belum menerapkan manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan yang baik terhadap ternak kerbau
Analisis Kepuasan Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Panen Sayuran Didesa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo
Karo Regency is the largest horticultural production center in North Sumatra. In conducting outreach activities about the socialization of vegetable waste processing on agricultural land in Lingga Village, Simpang Empat District, Karo Regency, it is hoped that the extension workers can measure farmer satisfaction. This study aims to assess the level of farmer satisfaction with the socialization of vegetable waste processing on agricultural land. The analytical method used is the Job Description Index (JDI) job satisfaction analysis method by taking the entire population of the Arihta Ersada farmer group as many as 27 people. For farmer characteristics, multiple linear regression tests were carried out using the SPSS application. This study shows a very good assessment for each indicator set. The JDI indicator of this study was simultaneously very good as much as 43.8%, with a good rating of 34%, a poor satisfaction level of 12.3% and very bad 9.9%. While the partial of each indicator shows that this socialization is considered very good at 40.7%, the results of composting are 51.9%, income opportunities are 40.7%, the quality of socializers is 77.8%, farmer partners are 40.7%, and the condition of vegetable waste is 11.1%. The conclusion of this study shows that most of the farmers are very satisfied with the socialization of agricultural waste processing. Processing of agricultural waste is needed for fertilizer substitution, which has been a large cost opportunity and in the end is able to become a form of implementing organic agriculture.Kabupaten Karo merupakan sentra produksi hortikultura terbesar di Sumatera Utara. Dalam melakukan kegiatan penyuluhan tentang sosialisasi pengolahan limbah sayuran di lahan pertanian Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo diharapkan penyuluh dapat melakukan pengukuran kepuasan petani. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kepuasan petani terhadap sosialisasi pengolahan limbah sayuran di lahan pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kepuasan kerja Job Description Index (JDI) dengan mengambil seluruh populasi kelompok tani Arihta Ersada sebanyak 27 orang. Untuk karakteristisk petani dilakukan dengan uji regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS. Penelitian ini menunjukkan penilaian yang sangat baik untuk setiap indikator yang ditetapkan. Indikator JDI penelitian ini secara simultan adalah sangat baik sebanyak 43,8%, dengan penilaian baik sebanyak 34%, tingkat kepuasan yang buruk sebanyak 12,3 % dan sangat buruk 9,9%. Sedangkan parsial setiap indikator menunjukkan bahwa sosialisasi ini dinilai sangat baik sebesar 40,7%, hasil pengomposan sebesar 51,9%, peluang pendapatan sebesar 40,7%, kualitas sosialisator sebesar 77,8%, rekanan petani sebesar 40,7%, dan kondisi limbah sayuran sebesar 11,1%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani merasa sangat puas terhadap sosialisasi pengolahan limbah hasil tani. Pengolahan limbah hasil tani diperlukan untuk subtitusi pupuk yang selama ini menjadi peluang biaya yang besar dan pada akhirnya mampu menjadi salah satu bentuk penerapan pertanian organik
Analisis Pertambahan Populasi Alami (Natural Increase) Ternak Kambing PE di Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertambahan populasi alami ( natural increase) ternak kambing PE di Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel adalah 83 orang peternak kambing PE yang dipilih secara sengaja dan melakukan wawancara dengan alat bantu kusioner. Parameter pengamatan dalam penelitian meliputi tingkat kelahiran, tingkat kematian dan pertambahan populasi alami ternak kambing PE di Kecamatan Alu. Hasil penelitian menunjukkan struktur populasi ternak kambing PE di Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar berdasarkan umur adalah dewasa 59 %, muda 18,9 %, dan cempe 21,9 %. Pertambahan populasi alami (natural increase) ternak kambing PE yaitu 40,92 %. Dalam upaya perbaikan produksi ternak kambing PE di Kecamatan Alu, sistem pemeliharaan masih bersifat tradisional, sistem perkawinan kambing PE adalah kawin alam dengan jarak kelahiran pertama dan kedua yaitu 8 bulan. Peternak hanya menggunakan pakan hijauan. Penanganan kesehatan ternak yang dilakukan peternak berupa vaksinasi dan sanitasi
Karakteristik Peternak Sapi Potong dalam Mendeteksi Birahi yang Menjalankan Inseminasi Buatan di Kecamatan Campalagian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakteristik peternak sapi potong yang menjalankan inseminasi buatan (IB). Lokasi penelitian berada di Kecamatan Campalagian. Metode penelitian adalah metode survei. Jumlah responden sebanyak 73 akseptor IB. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak yang menjalankan IB adalah: sebanyak 40 (54,74 %) Peternak berusia 40 – 60 tahun, sebanyak 40 (54,79 %) peternak berpendidikan SD, sebanyak 67 (91,78 %) bekerja sebagai petani-peternak, sebanyak 30 (41,09 %) telah beternak selama 15 – 20 tahun. Berdasarkan karakteristik peternak maka dapat disimpulkan bahwa usia peternak dalam menjalankan IB masih produktif, tingkat pendidikan masih rendah, lama pengalaman beternak cukup tinggi, dan hampir semua pekerjaan dijalankan sebagai petani-peterna
Pengaruh Integrasi Tanaman dan Ternak Sapi terhadap Peningkatan Pendapatan dan Produktivitas Petani (Studi Kasus : Petani Kentang di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir)
This study aims to determine the effect of integrated farming systems of plants and cattle on plant productivity and increase in farmer’s income in the daily Subdistrict of Samosir Regency. This research was conducted in the Partungko Naginjang, Janji Martahan, and Siparmahan in Harian Subdistrict, Samosir Regency. The method of this research is a case study. The data analysis used is the t-Test. The conclusion of this study is that integrated farming of crops and cattle has a significant impact on increasing land productivity with potato crops per farmer participant integrated farming is higher than farmers not participants, with differences in land productivity of 0,99 tons per hectare and integrated crop farming and cattle have a significant impact on increasing farmer’s income. The average income of integrated farmer participant per planting season is higher than the income of farmers who are not the participant with the differences in income IDR 11,562,968 per Ha. The farmers who have not utilized the integration of plants and cattle are expected to participate as participants because this program provide an increase and productivity.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi tanaman dan ternak sapi terhadap produktivitas tanaman dan peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Partungko Naginjang, Janji Martahan, dan Siparmahan di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Metode Penelitian adalah studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah uji t test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah integrasi tanaman dan ternak sapi berdampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan dengan tanaman kentang per musim tanam, petani peserta integrasi lebih tinggi dibandingkan dengan petani bukan peserta, dengan perbedaan produktivitas lahan adalah sebesar 0,99 ton per Ha dan integrasi tanaman dan ternak sapi berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani. Rata-rata pendapatan petani peserta integrasi per musim tanam lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani bukan peserta, dengan perbedaan pendapatan sebesar Rp. 11.562.968 per Ha. Kepada para petani yang belum memanfaatkan integrasi tanaman dan ternak sapi, diharapkan ikut serta sebagai peserta karena memberikan peningkatan pendapatan dan produktivitas petani
