47 research outputs found
ANALISIS PENGGUNAAN E-MODUL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA; STUDI LITERATUR
Artikel ini merupakan bagian dari penelitian terkait pengembangan e-modul Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berorientasi keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah menengah pertama (SMP). Artikel ini mendeskripsikan salah satu hasil analisis kebutuhan yakni kajian penelitan terdahulu terkait penggunaan e-modul dalam pembelajaran fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yakni kajian artikel-artikel hasil penelitian terkait penggunaan e-modul dalam pembelajaran fisika yang dipublikasikan pada jurnal maupun prosiding di Indonesia. Berdasarkan hasil kajian penelitian terdahulu disimpulkan bahwa e-modul telah banyak digunakan dalam pembelajaran fisika. E-modul dapat dirancang dengan menggunakan software 3D pageflip professional, adobe animate CC, sigil, kvisoft flipbook maker, exe-Learning, aplikasi berbasis android atau integrasi aplikasi CMS wordpress, situs berbagi video Youtube dan QMS classmarker. Pengembangan e-modul dalam pembelajaran fisika ditujukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, meningkatkan keterampilan proses sains, literasi sains, motivasi serta hasil belajar siswa. Hasil kajian ini dapat dimafaatkan sebagai acuan dalam melakukan pengembangan e-modul dalam pembelajaran fisika di masa yang akan datang.Â
MODEL PEMBERDAYAAN GURU MATA PELAJARAN EKSAKTA; Suatu Upaya Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran pada Madrasah di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara
Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta pada madrasah di lingkungan kantor wilayah kementerian agama provinsi Maluku Utara. Draf model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta yang dikembangkan terdiri dari empat tahap yakni: 1) TQA (Teacher Quality Asessment), 2) Pelatihan (Training of Trainers), 3) Pendampingan (implementasi hasil pelatihan di Madrasah) dan 4) Refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Educational Research and Development). Akan tetapi, pelaksanaan penelitian ini baru sampai pada uji coba skala terbatas. Berdasarkan hasil uji coba skala terbatas disimpulkan bahwa model pemberdayaan guru yang dikembangkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran pada madrasah yang ditandai dengan; 1) adanya peningkatan penguasaan guru terhadap materi ajar, 2) peningkatan pemahaman guru tentang pendekatan, model dan metode, serta kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran (RPP), 3) terciptanya kegiatan pembelajaran yang berciri student centered yang diharapkan mampu memberdayakan kemampuan berpikir siswa, 4) perbaikan pada asesmen yang dilakukan menuju terlaksananya asesmen autentik. Draf model ini masih perlu diujicoba secara lebih luas sehingga dapat dihasilkan model final yang dapat digunakan untuk program pemberdayaan guru dalam lingkup yang lebih luas
MODEL PEMBERDAYAAN GURU MATA PELAJARAN EKSAKTA; Suatu Upaya Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran pada Madrasah di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara
Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta pada madrasah di lingkungan kantor wilayah kementerian agama provinsi Maluku Utara. Draf model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta yang dikembangkan terdiri dari empat tahap yakni: 1) TQA (Teacher Quality Asessment), 2) Pelatihan (Training of Trainers), 3) Pendampingan (implementasi hasil pelatihan di Madrasah) dan 4) Refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Educational Research and Development). Akan tetapi, pelaksanaan penelitian ini baru sampai pada uji coba skala terbatas. Berdasarkan hasil uji coba skala terbatas disimpulkan bahwa model pemberdayaan guru yang dikembangkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran pada madrasah yang ditandai dengan; 1) adanya peningkatan penguasaan guru terhadap materi ajar, 2) peningkatan pemahaman guru tentang pendekatan, model dan metode, serta kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran (RPP), 3) terciptanya kegiatan pembelajaran yang berciri student centered yang diharapkan mampu memberdayakan kemampuan berpikir siswa, 4) perbaikan pada asesmen yang dilakukan menuju terlaksananya asesmen autentik. Draf model ini masih perlu diujicoba secara lebih luas sehingga dapat dihasilkan model final yang dapat digunakan untuk program pemberdayaan guru dalam lingkup yang lebih luas
MODEL PEMBERDAYAAN GURU MATA PELAJARAN EKSAKTA; Suatu Upaya Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran pada Madrasah di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara
Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta pada madrasah di lingkungan kantor wilayah kementerian agama provinsi Maluku Utara. Draf model pemberdayaan guru mata pelajaran eksakta yang dikembangkan terdiri dari empat tahap yakni: 1) TQA (Teacher Quality Asessment), 2) Pelatihan (Training of Trainers), 3) Pendampingan (implementasi hasil pelatihan di Madrasah) dan 4) Refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Educational Research and Development). Akan tetapi, pelaksanaan penelitian ini baru sampai pada uji coba skala terbatas. Berdasarkan hasil uji coba skala terbatas disimpulkan bahwa model pemberdayaan guru yang dikembangkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran pada madrasah yang ditandai dengan; 1) adanya peningkatan penguasaan guru terhadap materi ajar, 2) peningkatan pemahaman guru tentang pendekatan, model dan metode, serta kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran (RPP), 3) terciptanya kegiatan pembelajaran yang berciri student centered yang diharapkan mampu memberdayakan kemampuan berpikir siswa, 4) perbaikan pada asesmen yang dilakukan menuju terlaksananya asesmen autentik. Draf model ini masih perlu diujicoba secara lebih luas sehingga dapat dihasilkan model final yang dapat digunakan untuk program pemberdayaan guru dalam lingkup yang lebih luas
Pengembangan Media Video Tutorial Model Discovery Learning Materi Tekanan Hidrostatis. In Prosiding Seminar Kontribusi Fisika 2017, pp. 300-304
Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan media video tutorial model discovery learning pada materi tekanan hidrostatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pada artikel ini dipaparkan hasil uji kelayakan media video tutorial model discovery learning menurut ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan juga guru-guru fisika sebagai pengguna media. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan media menurut ahli materi fisika dikategorikan sangat baik (76,4%), menurut ahli media pembelajaran dikategorikan baik (71,8%), menurut ahli pedagogik dikategorikan baik (72,2%), menurut guru fisika terkait aspek desain media dan keterlaksanaan sintaks model discovery learning dikategorikan sangat baik dengan besar persentase masing-masing sebesar 81,4% dan 83,5%. Berdasarkan hasil uji validasi disimpulkan bahwa media video tutorial model discovery learning yang dikembangkan telah layak untuk ditindaklanjuti pada uji coba secara terbatas
Pengembangan Media Video Tutorial Model Discovery Learning Materi Tekanan Hidrostatis. In Prosiding Seminar Kontribusi Fisika 2017, pp. 300-304
Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan media video tutorial model discovery learning pada materi tekanan hidrostatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pada artikel ini dipaparkan hasil uji kelayakan media video tutorial model discovery learning menurut ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan juga guru-guru fisika sebagai pengguna media. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan media menurut ahli materi fisika dikategorikan sangat baik (76,4%), menurut ahli media pembelajaran dikategorikan baik (71,8%), menurut ahli pedagogik dikategorikan baik (72,2%), menurut guru fisika terkait aspek desain media dan keterlaksanaan sintaks model discovery learning dikategorikan sangat baik dengan besar persentase masing-masing sebesar 81,4% dan 83,5%. Berdasarkan hasil uji validasi disimpulkan bahwa media video tutorial model discovery learning yang dikembangkan telah layak untuk ditindaklanjuti pada uji coba secara terbatas
The left-wing road to fascism : an investigation of the influence of 'socialist' ideas upon the political ideology of the British Union of Fascists.
The primary conclusion drawn by the thesis is that the political ideology of the BUF clearly exhibited a left-wing strand which is described as the BUF's brand of fascist
'socialism'. This strand (whilst a travestic and heretical form of socialism) considered the BUF to be more radical and virile than the Labour movement and, alone amongst political movements, capable of bringing about a national revolution which would contain a socio-economic reorientation of the country along classic socialist lines - an end to poverty, the building of houses and job creation - with Trade Unions taking a central role, within the framework of the Corporate State, in the industrial decision making process. It is not suggested that this strand was a self-contained concept within the BUF. The thesis has simply taken the heuristic step of grouping together these ideas in order to highlight
the presence of an identifiable strand within the BUF's political ideology. The thesis supports the school of academic thought which believes that fascism must be taken seriously as a genuine political ideology if it is to be understood. Fascism is viewed as an eclectic political
ideology containing a clear potential (although one not
necessarily realised) to exhibit a strand of thought which was at base a fascistic revision of socialism. In
regards to the methodology adopted by the thesis, the generic theories of fascism devised by Griffin, Sternhell, Eatwell and Payne, it was concluded that in tile context of this thesis all proved capable of predicting the potential
inherent in fascist ideology to grow from left-wing roots and exhibit a brand of fascist 'socialism'. In terms
of the theories' use as research tools it is Griffin's which stands out, due to its combination of profundity and
lucidity, which gives his theory an operational simplicity,
flexibility and heuristic quality
Aspects of the fantastic grotesque in the works of V. Mayakovsky, M. Bulgakov and E. Schwartz
The grotesque in Soviet literature ls a field of study whlch has been neglected both in the Soviet Union and the West. In the Soviet Union interest in the grotesque reached a high point in the formalist criticism of the twenties, since the grotesque is one of the most clearly expressed devices of defamiliarisation. After a long period of taboo a revival takes place in the sixties. An attempt has been made in thls thesis to define the grotesque and to apply this definition to the works of V. Mayakovaky, M. Bulgakoy and E. Schwartz. We are primarily concerned with the structural features of their grotesque and the relationshlp of these to comedy and tragedy. While very similar in its structure and its use of comedy devices, the grotesque of all three writers differs substantially in its nature. We have attempted to establish the reasons for the differences and to define the function of their grotesque
The cumulative risk of pharmaceuticals in New Jersey surface water to human health
Surface water in New Jersey is used to supply many residential drinking water facilities. In the surface water, there are contaminants from industrial and residential sources, one set of these contaminants being pharmaceuticals. This research looks at the concentrations of 18 pharmaceuticals in 30 locations in New Jersey, their acceptable daily exposures, and potential drug-drug interactions. The surface water sampling and analytical concentration determination was done by United States Geological survey (USGS) personnel according to their protocols and analyzed in a USGS laboratory. Acceptable daily exposures (ADE) for human health were set for each pharmaceutical in the study. Each pair of pharmaceuticals was researched for known adverse health interactions and their potential impact on human health was quantified. This interaction factor ranged from 0.4 times to 5.0 times the adverse effect, as measured in some cases by plasma levels in man. These factors were brought together using a cumulative hazard index risk assessment calculation to assess the overall risk of pharmaceuticals in surface water to human health. The cumulative risk was assessed for each of the 30 sample locations, and none reached the level of human health concern. When including the potential from drug-drug interactions in the assessment, the risk did increase but not an appreciable amount. The Hazard Index (HI) for the sample locations ranged from <0.00001 to 0.01 with the drug-drug interaction (DDI) only adding less than 1.2 times increase to the overall risk. When the simulation of these mixtures was extended to an extreme for drug-drug interactions, 7 times a noticeable increase in the calculated risk was seen, but in no cases did the risk in any of the sample locations reach a level of concern.Dr.P.H.Includes bibliographical referencesby Nicholas Michael Rode
An examination of some proposed correlates of depressive illness
Ten depressed subjects, ten recovered subjects and ten control subjects were assessed by the use of the Beck Depression Inventory, the Hostility Direction of Hostility Questionnaire, the Rotter Internal-External Control Scale and the Bene Anthony Family Relations Test. The depressed subjects differed significantly from the recovered and control group in the amount of hostility shown, and from the control group in the direction of hostility. Depressives did not differ significantly from the other two groups in their scores of the amount of internal control, nor in the way they perceived family relations in childhood. The results were seen to support Freud's and Bibring's theories concerning amount and direction of hostility. Rotter's internal-external control hypothesis could not be demonstrated. Nor did family feelings in childhood contribute to Bibring's theory of helplessness. The Family Relations Test was not able to distinguish between family relations of depressives and non- depressives
