107 research outputs found
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Pada Kompetensi Dasar Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Untuk Kelas X Akl DI Smk Negeri Darul Ulum Muncar Banyuwangi
Media pembelajaran dengan memanfaatkan TIK akan membuat siswa lebih tertarik pada proses pembelajaran sehingga siswa mudah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang memanfaatkan TIK biasanya menggunakan komputer atau laptop. Seiring dengan perkembangan TIK, media pembelajaran tidak hanya menggunakan komputer atau laptop, namun juga bisa menggunakan ponsel pintar atau yang sering disebut smartphone. Smartphone memiliki berbagai jenis sistem operasi seperti android, iOS, windows phone, dan lain-lain. Namun, sistem operasi yang banyak digunakan oleh guru maupun siswa yaitu android. Menurut guru mata pelajaran akuntansi dasar SMK Negeri Darul Ulum Muncar Banyuwangi media pembelajaran yang digunakan pada kompetensi dasar laporan keuangan perusahaan jasa belum menarik dan efektif. Oleh karena itu, media tersebut perlu dikembangkan menjadi media pembelajaran berbasis android yang lebih menarik dan efektif. Media pembelajaran berbasis android ini berbentuk aplikasi dengan beragam tampilan menu, yaitu kompetensi dasar, materi, video pembelajaran, latihan soal, pengumpulan tugas, dan kuis sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Four-D dari Thiagarajan et al yang memiliki tahap define, design, dan develop. Uji coba produk dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada kelompok terbatas dan kelompok luas yang terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji coba dilaksanakan setelah proses validasi oleh validator materi, media, dan bahasa. Uji coba kelompok terbatas dilakukan di kelas X AKL 3 dengan jumlah 10 siswa. Uji coba kelompok luas dilakukan di kelas X AKL 1 sebagai kelas eksperimen dan X AKL 2 sebagai kelas kontrol
Analisis Penyebab Kesulitan Belajar Materi Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang dan Solusinya Pada Siswa Kelas XI Akuntansi Smkn 1 Jember Tahun Ajaran 2018-2019
Belajar memiliki peranan yang sangat penting terhadap perubahan
tingkah laku seseorang ke arah yang lebih baik. Belajar juga memiliki tujuan
yang ingin dicapai, namun dalam proses mencapai tujuan belajar tidak
senantiasa berhasil, sering kali terjadi kegagalan atau kesulitan yang dialami
oleh siswa. Siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Jember mengalami kesulitan
belajar pada mata pelajaran akuntansi kompetensi dasar ayat jurnal
penyesuaian perusahaan dagang yang identik dengan proses menganalisis dan
menghitung. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas XI Akuntansi
SMKN 1 Jember pada materi ayat jurnal penyesuaian perusahaan dagang dapat
disebabkan oleh faktor intern yaitu, faktor intelegensi, kesiapan siswa dalam
belajar dan minat belajar siswa terhadap materi ayat jurnal penyesuaian. Faktor
intelegensi meliputi: (1) keterampilan siswa dalam mengerjakan ayat jurnal
penyesuaian, (2) ketelitian siswa dalam mengerjakan ayat jurnal penyesuaian,
dan (3) kemandirian siswa dalam mengerjakan ayat jurnal penyesuaian. Siswa
yang mengalami kesulitan belajar pada materi ayat jurnal penyesuaian ditandai
dengan rendahnya nilai tugas 1, tugas 2 dan ulangan harian yang masih di
bawah 75.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar
materi ayat jurnal peneysuaian perusahaan dagang dan solusinya pada siswa
kelas XI Akuntansi SMKN 1 Jember tahun ajaran 2018-2019. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif.
Penentuan lokasi dalam penelitian ini menggunakan metode purposive area.
Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode
observasi, dokumen, angket dan wawancara. Analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan
kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kesulitan belajar yang
dialami oleh siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Jember, yaitu (1) keterampilan
siswa dalam mengerjakan ayat jurnal penyesuaian masih di kategorikan rendah,
yaitu sebesar 46,4%. Rendahnya keterampilan siswa disebabkan karena
pemahaman konsep dasar siswa dalam menentukan letak akun antara debet dan
kredit juga masih rendah, (2) ketelitian siswa dalam mengerjakan ayat jurnal
penyesuaian masih di kategorikan rendah, yaitu sebesar 41,6%. Rendahnya
ketelitian siswa disebabkan karena siswa tidak memeriksa kembali hasil dari
mengerjakan soal ayat jurnal penyesuaian dan penyebab lainnya adalah kondisi
kelas kurang kondusif untuk dijadikan ruang belajar, (3) kemandirian siswa
dalam mengerjakan ayat jurnal penyesuaian juga masih di kategorikan rendah,
yaitu sebesar 50%. Rendahnya kemandirian siswa disebabkan karena siswa
sering mencontek pekerjaan teman ketika ulangan harian atau pun mengerjakan
tugas dan juga siswa kurang percaya diri terhadap kemampuan dirinya sendiri
pada saat mengerjakan ayat jurnal penyesuaian.
Faktor lain selain intelegensi yaitu, (4) kesiapan siswa dalam belajar
jurnal penyesuaian di kategorikan rendah, yaitu sebesar 45%. Rendahnya
kesiapan belajar siswa disebabkan karena siswa tidak mempersiapkan materi
ayat jurnal penyesuaian di rumah sebelum belajar di sekolah dan siswa juga
merasa bosan di dalam kelas karena guru akuntansi yang mengajar tidak
bergantian melainkan satu kelas dipegang satu guru. (5) minat siswa dalam
belajar jurnal penyesuaian juga di kategorikan rendah, yaitu sebesar 39,2%.
Rendahnya minat belajar siswa disebabkan karena siswa tidak menyukai materi
jurnal penyesuaian
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital Pada Kompetensi Dasar Sistem Pembayaran Dan Alat Pembayaran Untuk Siswa Kelas X Ips Di Man 1 Jember.
Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan
zaman dapat menciptakan ketertarikan siswa, sehingga media pembelajaran
tersebut dapat membantu siswa untuk mempermudah memahami materi pelajaran
dan berdampak terhadap hasil belajar siswa yang semakin bagus. Penggunaan
media pembelajaran berbasis TI (Teknologi Informasi) telah dilakukan di
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember. Namun, penggunaan media tersebut
ternyata kurang memberikan hasil yang maksimal ditunjukkan dengan siswa
cenderung tidak fokus dan mudah merasa bosan selama proses pembelajaran.
Akhirnya berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi rendah sehingga
guru masih harus mengulang-ulang materi yang dijelaskan. Maka diperlukan
pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik, efisien, dan efektif
Strategi Bertahan Hidup Buruh Nelayan Desa Landangan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo
Desa Landangan merupakan kawasan pesisir pantai. Sebagian besar masyarakat landangan dengan keadaan ekonomi menengah kebawah menggantungkan hidupnya dengan bekerja sebagai buruh nelayan. Setiap harinya mereka bekerja dengan menebar dan menarik jaring ikan untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi bertahan hidup buruh nelayan di Desa LandanganKecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo. Adapun alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini karena Desa Landanganterkenal dengan hasil lautnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan subjek penelitian meggunakan metode metode purposive yaitu subjek penelitian dipilih dan ditentukan secara sengaja dengan mempertimbangkan bahwa subjek ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan proses analisis data menggunakan analisis data secara deskriptif serta pengecekan data dengan tekhnik triangulasi.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kondisi ekonomi keluarga buruh nelayan yang rendah. Dalam sehari-hari mereka hanya mengandalkan kehidupannya dari pekerjaan sebagai buruh nelayan. Upah yang diterima oleh seluruh buruh nelayan yaitu 25% setelah dipotong dengan biaya melaut serta kerusakan pada alat tangkap. Upah buruh nelayan sangat dipengaruhi hasil tangkapan ikan, ketika tidak mendapatkan hasil tangkapan atau mengalami kerugian maka upah yang diterima oleh buruh nelayan sedikit dan ketika hasil tangkapan ikan banyak maka upah yang diterima oleh buruh nelayan juga semakin besar. Upah yang diterima oleh buruh nelayan digunakan bertahan hidup.
Berbagai strategi yang dilakukan oleh buruh nelayan untuk tetap bertahan hidup diantaranya yaitu strategi aktif, strategi pasif dan strategi jaringan. Strategi aktif merupakan strategi yang dilakukan oleh buruh nelayan dengan cara mengoptimalkan segala potensi yang ada di dalam keluarga seperti membiarkan istri dan anak mereka untuk bekerja demi membantu perekonomian keluarga. selain strategi aktif buruh nelayan juga melakukan strategi pasif yaitu dengan cara mengurangi kebutuhan keluarga atau hidup hemat. Strategi berikutnya yang dilakukan oleh buruh nelayan yaitu strategi jaringan dimana para buruh nelayan menjalin relasi baik secara informal dengan lingkungan disekitar lingkungan sekitar Desa Landangan, selain itu strategi yang dilakukan sperti meminjam uang kepada saudara, tetangga, ataupun warung-warung sekitar. Berbagai strategi yang dilakukan oleh buruh nelayan tersebut semata-mata hanya untuk tetap bertahan hidup
Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pabrik Kerupuk UD Syam Jaya di Desa Klatakan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember
Kompensasi yang diberikan oleh perusahaan dapat meningkatkan kinerja
karyawan. Kompensasi yang diterima juga dapat meningkatkan pemenuhan
kebutuhan hidup karyawan. Kompensasi sangat penting karena sebagai dorongan
utama seseorang untuk bekerja dan semangat karyawan dalam bekerja. Besar
kecilnya kompensasi yang diterima karyawan merupakan ukuran terhadap
kepuasan kerja karyawan. Apabila kompensasi yang diberikan perusahaan sangat
adil untuk karyawan, maka karyawan akan termotivasi untuk lebih baik dalam
melakukan pekerjaannya dan lebih bertanggung jawab atas masing-masing tugas
yang diberikan oleh perusahaan. Pemberian kompensasi oleh perusahaan kepada
karyawan disesuaikan dengan kinerja karyawan. Semakin tinggi kinerja karyawan
maka akan menerima kompensasi yang lebih besar. Pemberian kompensasi
kepada karyawan akan berpengaruh pada kinerja karyawan. Meningkatnya kinerja
karyawan dapat dilihat dari membaiknya dan meningkatnya kuantitas dan kualitas
output
Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas Pada CV Macarindo Berkah Group Jember
Kegiatan pengeluaran kas tidak dapat dipisahkan dari usaha industri. Hal ini dikarenakan usaha industri dalam menjalankan usahanya membutuhkan kas untuk pengeluaran sehari-hari. Sehingga perusahaan harus menjaga kas agar dapat digunakan secara optimal tanpa mengganggu kegiatan operasional. Pengeluaran kas membutuhkan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang sesuai dengan standar SIA pengeluaran kas. SIA pengeluaran kas memiliki alur sistematis dalam mencatat seluruh transaksi pengeluaran kas. Prosedur SIA pengeluaran kas merupakan bentuk pengendalian internal untuk menghindari kecurangan, penyelewengan, penyimpangan ataupun penyalahgunaan anggaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian SIA pengeluaran kas yang diterapkan oleh CV Macarindo Berkah Group Jember dengan standar yang berlaku dan mendeskripsikan hambatan dalam menerapkan SIA pengeluaran kas tersebut.
Penelitian ini menerapkan penelitian deskriptif evaluatif untuk menganalisis kesesuaian SIA pengeluaran kas yang diterapkan oleh CV Macarindo Berkah Group Jember dengan standar yang berlaku dan mendeskripsikan hambatan dalam menerapkan SIA tersebut. Penentuan lokasi dipilih dengan cara purposive area. Sumber data yang diperoleh dari data utama berupa dokumen yang digunakan dalam SIA pengeluaran kas dan data pendukung berupa hasil wawancara terkait hambatan dalam penerapan SIA pengeluaran kas serta profil usaha. Metode pengumpulan data menggunakan dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yaitu deskriptif evaluatif
Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember Tahun 2011-2017
Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang memiliki berbagai macam objek wisata. Objek wisata tersebut terdiri atas wisata pantai, pegunungan, pemandian, air terjun, agro dan budaya. Objek wisata tersebut berjumlah 65 yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu sarana prasarana sudah cukup memadai, seperti hotel, restoran dan infrastruktur lainnya. Kabupaten Jember juga menerapkan pengembangan pariwisata yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jember pada tahun 2008. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah yang akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah. Oleh karena itu, perlu adanya kajian mengenai sektor pariwisata dalam kaitannya dengan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah khususnya pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember pada tahun 20112017, melihat trend pendapatan dan ramalan pendapatan sektor pariwisata pada tahun-tahun selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif kuantitatif. Penentuan daerah penelitian di pilih dengan sengaja yaitu menggunakan metode purposive area. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari BPS Kabupaten Jember, Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Jember dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis proporsionalitas dan analisis trend. Analisis proporsionalitas digunakan untuk melihat berapa besar persentase kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Jember tahun 2011-2017 dan analisis trend digunakan untuk melihat trend pendapatan serta melihat ramalan pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Jember pada tahun-tahun selanjutnya. Analisis trend yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis trend dengan menggunakan metode Least Square Method. Metode analisis Least Square Method ini digunakan karena memiliki tingkat error yang kecil, data yang akan dianalisis tidak melebihi dari 10 tahun, dan data tersebut berjumlah ganjil. Hasil analisis kontribusi pada penelitian ini menunjukkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah yang setiap tahunnya mengalami fluktuatif, meskipun setiap tahunnya pendapatan dari sektor pariwisata selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2011 kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Jember sebesar 3,96 %. Kontribusi pada tahun 2011 ini adalah kontribusi terbesar yang diberikan oleh sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Jember selama kurun waktu 7 tahun terakhir yaitu dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2017. Kontribusi terbesar ini disebabkan karena pendapatan sektor pariwisata dari penerimaan retribusi tempat parkir khusus cukup besar serta kecilnya peningkatan penerimaan sektor-sektor PAD lainnya yang sah dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Bapeda Kabupaten Jember, 2011). Sedangkan untuk kontribusi terendah terdapat pada tahun 2017 yaitu sebesar 2,87%. Total pendapatan sektor pariwisata sendiri mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,1 miliar, namun yang terjadi kontribusi sektor pariwisata menurun pada tahun ini. Penurunan kontribusi disebabkan karena peningkatan penerimaan dari sumber Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah yang sangat tinggi. Sehingga menyebabkan kontribusi sektor pariwisata sangat kecil meskipun total pendapatan dari sektor pariwisata sendiri mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hasil analisi kontribusi diatas menunjukkan bahwa meskipun total penerimaan dari sektor pariwisata setiap tahunnya mengalami kenaikan, namun belum tentu kontribusinya akan mengelami kenaikan pula. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti penurunan dari total pendapatan sektor pariwisata itu sendiri atau peningkatan dari sumber-sumber PAD lainnya yang lebih besar dibandingkan dengan sektor pariwisata tersebut. Hasil analisis kontribusi juga menunjukkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember selama kurun waktu 7 tahun yaitu dari tahun 2011-2017 masih dikatakan sangat kurang, kontribusinya hanya berkisar antara 2,87% - 3,96%. Dikatakan sangat kurang karena kontribusi masih dibawah 10 %, hal ini sesuai dengan klasifikasi kriteria kontribusi yang dikeluarkan oleh Depdagri, Kemendagri No. 690.900.327 dalam Abdul Halim (2008:233), jika kontribusi berkisar antara 0-10%, kontribusi tersebut dikatakan sangat kurang. Analisis selanjutnya yaitu mengenai analisis trend yang digunakan untuk melihat trend pendapatan dan ramalan pendapatan di tahun-tahun selanjutnya. Hasil analisis data menunjukkan trend pendapatan pada tahun 2011 sebesar 7,27 miliar dan pada tahun terakhir yaitu 2017 trend pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Jember sebesar 20,09 miliar. Untuk trend kedepannya, pendapatan dari sektor Sektor Pariwisata Kabupaten Jember akan terus mengalami peningkatan. Ramalan pendapatan pada tahun 2018 sekitar 22,23 miliar dan pada tahun 2024 ramalan pendapatannya sebesar 35,06 miliar. Hasil analisis trend ini menunjukkan bahwa trend pendapatan sektor pariwisata Kabupaten Jember termasuk trend positif. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Maryati (2010), jika rata-rata perubahan bertambah maka trend tersebut adalah trend positif, begitupula sebaliknya jika rata-rata perubahan berkurang maka trend tersebut adalah trend negatif atau trend yang mempunyai kecenderungan menurun. Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan hasil analisis data yang menunjukkan trend pendapatan pada tahun 2018 adalah sebesar 22,23 miliar dan terus mengalami kenaikan di tahun-tahun selanjutnya. Ramalan pendapatan dari sektor pariwisata di Kabupaten Jember akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Ramalan pendapatan ini adalah sebagai acuan untuk melihat seberapa besar pendapatan sektor pariwisata, yang nantinya akan berkontribusi terhadap PAD Kabupaten Jember. Hal tersebut akan berpengaruh positif jika pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Jember terus dikembangkan. Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas, dengan adanya analisis kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember akan dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam hal merencanakan, mengoptimalkan, dan mengevaluasi suatu sektor yang berkaitan dengan pengembangan perekonomian daerah khususnya sektor pariwisata tersebut. Selain itu, sektor pariwisata harus terus dikembangkan agar dapat meningkatkan perekonomian daerah dan berpengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah, khususnya Kabupaten Jember yang memiliki objek wisata yang banyak dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan serta telah menjadi Kota Karnaval Dunia melalui pengembangan JFC (Jember Fashion Carnaval) yang telah berlangsung selama kurang lebih 16 tahun
Pengaruh Kuantitas Produk dan Harga Jual terhadap Pendapatan Usahatani Jamur Merang (Studi kasus Pada Kelompok Tani Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember)
Kabupaten Jember memiliki beberapa komoditas unggulan, salah satunya yaitu komoditas holtikultura jenis sayuran jamur. Jenis jamur yang banyak dibudidayakan oleh petani salah satunya yaitu jamur merang. Usaha tani jamur merang di Kabupaten Jember telah memiliki pasar yang jelas. Selain itu, dengan adanya kelompok tani, para petani akan terbantu dalam hal memasarkan produksi jamur yang telah dihasilkan. Salah satu kelompok tani jamur merang yang ada di Kabupaten Jember yaitu Paguyuban Kaola Mandiri yang berlokasi di Desa Rambipuji. Petani dalam melakukan kegiatan usahatani, tujuan utamanya adalah untuk memperoleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat produk yang dihasilkan petani, maka pendapatan kotor (penerimaan) juga akan meningkat, sehingga dapat memberikan pendapatan yang maksimal dari usaha tani jamur merang tersebut. Adanya usaha tani jamur merang yang dilakukan para petani yang tergabung dalam Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji, diharapkan dapat memberikan pendapatan yang maksimal dari usaha tani jamur merang tersebut. Selain itu, petani tertarik untuk membudidayakan usaha tani jamur merang karena harga jamur relatif stabil dan tergolong tinggi jika dibandingkan jenis sayuran lainnya. harga jual dan kuantitas produksi dari jamur merang juga menentukan besar pendapatan yang akan diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan kuantitas produk dan harga jual terhadap pendapatan usahatani jamur merang dan untuk mengetahui variabel manakah yang memiliki pengaruh dominan diantara kuantitas produk dan harga jual terhadap pendapatan usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena dalam prosedur dan analisisnya peneliti menggunakan metode statistik dan angka – angka. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive area, penentuan responden menggunakan teknik sampling jenuh (samplingsensus) sebanyak 33 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari angket, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan yaitu analisis inferensial yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis varian garis regresi, uji f, uji t, efektivitas garis regresi berganda (koefisien determinasi), dan standart error of estimate regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS 22.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan LnY = 0,575 Ln_X1 + 0,151 Ln_X2 dengan nilai Rsquare sebesar 0,688, nilai Fhitung sebesar 33,037, Ftabel 3,316 pada taraf signifikansi 0,05 dengan kriteria pengujian Fhitung > Ftabel, maka hipotesis I diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas produk dan harga jual berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri sebesar 68,8%, sedangkan sisanya 31,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian. Berdasarkan nilai Thitung X1 sebesar 7,007, X2 sebesar 2,331, dengan nilai Ttabel 2,042 pada taraf signifikansi 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis II diterima yaitu variabel kuantitas produk X1 berpengaruh dominan sebesar 58,5%, dan harga jual sebesar 10,3% terhadap pendapatan usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember
Pengaruh Inovasi Teknologi Dan Penggunaan Input Terhadap Hasil Produksi (Studi Kasus Ikm Keripik Dan Kerupuk Di Kabupaten Jember)
Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu penyumbang utama sektor industri pengolahan di Indonesia karena keunggulannya sebagai subsektor industri padat karya dan pemasok kebutuhan pasar domestik. (Airlangga Hartarto, koran sindo(30/1/2017)). Kontribusi IKM menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik, hal ini dibuktikan pada awal 2016 kontribusi sektor IKM terhadap pertumbuhan industri non-migas meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Selain itu, pada periode Januari-November 2016 ekspor IKM mencapai USD 24,7 miliar atau memberikan kontribusi 24,8 persen terhadap total ekspor industri non-migas. Industri Kecil Menengah menggunakan inovasi teknologi dan penggunaan input berupa modal dan bahan baku untuk melakukan proses produksi. Inovasi teknologi pada saat ini sagat penting untuk diperhatikan pada saat kegiatan produksi. Penggunaan inovasi teknologi adalah mesin vacum frying, spinner, dan mesin pemotong kerupuk. Mesin tersebut dapat menghasilkan keripik dan kerupuk dalam jumlah yang banyak serta kualitas yang baik, oleh karena itu pemilik IKM harus selalu menjaga mesin-mesin tersebut yang bertujuan untuk menekan biaya produksi. Penggunaan input berupa modal sangat penting untuk diperhatikan, jumlah modal yang dimiliki oleh pemilik IKM dapat memperlancar jalannya proses produksi, serta pengadaan alat-alat untuk proses produksi namun masih ada pemilik IKM keripik dan kerupuk yang memiliki modal terbatas sehingga menyebabkan proses produksi kurang efisien, misalnya dengan terbatasnya modal yang dimiliki pemilik IKM keripik dan kerupuk tidak bisa memiliki jumlah mesin yang mencukupi. Penggunaan input pada bahan baku, harga yang berubah-ubah serta musim panen yang tidak selalu ada menjadikan pemilik IKM menyediakan persediaan bahan baku untuk digunakan ketika terjadi kenaikan harga bahan baku serta ketika terjadi musim gagal panen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh signifikan inovasi teknologi dan penggunaan input terhadap hasil produksi (studi kasus IKM keripik dan kerupuk di Kabupaten Jember) dan untuk mengetahui variabel manakah yang memiliki pengaruh dominan antara inovasi teknologi dan penggunaan input terhadap hasil produksi IKM keripik dan kerupuk di Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang lokasi penelitiannya ditentukan dengan menggunakan metode metode purposive sampling area, penentuan responden menggunakan metode purposive sampling sebanyak 32 responden, mengumpulkan data menggunakan angket, dokumen dan wawancara. Angket yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas kemudian dianalisis menggunakan analisis inferensial dengan melalui perhitungan uji regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis varian garis regresi, uji f, uji t, efektivitas garis regresi berganda (koefisien determinasi), dan standart error of estimate regresi linier berganda dibantu dengan software SPSS 22.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y=-4,766+0,246+0,201 dengan nilai Rsquare 0,892, nilai Fhitung sebesar 120,331, Ftabel sebesar 3,328 pada taraf signifikansi 0,05dengan kriteria Fhitung > Ftabel maka hipotesis 1 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan penggunaan input memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil produksi IKM keripik dan kerupuk di Kabupaten Jember sebesar 89,2%, sedangkan sisanya 10,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan nilai thitung X1 sebesar 6,372, X2 sebesar 4,015 dengan nilai ttabel sebesar 2,045 pada taraf signifikasi 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel X1 memiliki pengaruh dominan terhadap hasil produksi IKM keripik dan kerupuk di Kabupaten Jember. Saran yang dapat diberikan peneliti kepada pemilik IKM keripik dan kerupuk di Kabupaten Jember, diharapkan untuk selalu menjaga kuantitas serta kualitas dari keripik dan kerupuk dengan cara lebih memperhatikan dan merawat mesin-mesin yang sudah ada. Karena dengan merawat inovasi teknologi pada mesin tersebut maka dapat menekan biaya produksi pada saat ini telah berpengaruh terhadap kuantitas serta kualitas produk yang lebih baik
Pengaruh Kuantitas Produk Dan Harga Jual Terhadap Pendapatan Usahatani Jamur Merang (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Paguyuban Kaola Mandiri Di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember)
Kabupaten Jember memiliki beberapa komoditas unggulan, salah satunya yaitu komoditas holtikultura jenis sayuran jamur. Jenis jamur yang banyak dibudidayakan oleh petani salah satunya yaitu jamur merang. Usaha tani jamur merang di Kabupaten Jember telah memiliki pasar yang jelas. Selain itu, dengan adanya kelompok tani, para petani akan terbantu dalam hal memasarkan produksi jamur yang telah dihasilkan. Salah satu kelompok tani jamur merang yang ada di Kabupaten Jember yaitu Paguyuban Kaola Mandiri yang berlokasi di Desa Rambipuji. Petani dalam melakukan kegiatan usahatani, tujuan utamanya adalah untuk memperoleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat produk yang dihasilkan petani, maka pendapatan kotor (penerimaan) juga akan meningkat, sehingga dapat memberikan pendapatan yang maksimal dari usaha tani jamur merang tersebut. Adanya usaha tani jamur merang yang dilakukan para petani yang tergabung dalam Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji, diharapkan dapat memberikan pendapatan yang maksimal dari usaha tani jamur merang tersebut. Selain itu, petani tertarik untuk membudidayakan usaha tani jamur merang karena harga jamur relatif stabil dan tergolong tinggi jika dibandingkan jenis sayuran lainnya. harga jual dan kuantitas produksi dari jamur merang juga menentukan besar pendapatan yang akan diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan kuantitas produk dan harga jual terhadap pendapatan usahatani jamur merang dan untuk mengetahui variabel manakah yang memiliki pengaruh dominan diantara kuantitas produk dan harga jual terhadap pendapatan usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena dalam prosedur dan analisisnya peneliti menggunakan metode statistik dan angka – angka. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive area, penentuan responden menggunakan teknik sampling jenuh (sampling sensus) sebanyak 33 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari angket, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan yaitu analisis inferensial yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis varian garis regresi, uji f, uji t, efektivitas garis regresi berganda (koefisien determinasi), dan standart error of estimate regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS 22.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan LnY = 0,575 Ln_X1 + 0,151 Ln_X2 dengan nilai Rsquare sebesar 0,688, nilai Fhitung sebesar 33,037, Ftabel 3,316 pada taraf signifikansi 0,05 dengan kriteria pengujian Fhitung > Ftabel, maka hipotesis I diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas produk dan harga jual berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri sebesar 68,8%, sedangkan sisanya 31,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian. Berdasarkan nilai Thitung X1 sebesar 7,007, X2 sebesar 2,331, dengan nilai Ttabel 2,042 pada taraf signifikansi 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis II diterima yaitu variabel kuantitas produk X1 berpengaruh dominan sebesar 58,5%, dan harga jual sebesar 10,3% terhadap pendapatan usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember
- …
