2 research outputs found
PERAN EWOM DALAM MEMBENTUK BRAND ATTITUDE DAN PURCHASE INTENTION PADA BRAND ROLLOVER REACTION
ABSTRACT
The purpose of this paper is to examine how user-generated positive social electronic word-of-mouth (eWOM) via Instagram affects brand attitude and, consequently, influences purchase intention of Rollover Reaction Lip Cream. The spending patterns of consumers, particularly decision-makers, have been affected to a substantial degree by the strong presence of brands on the web. eWOM, one among the shape of net product reviews, exercises extensive influence not only on the consumers’ attitude towards the brand but also impacts their buying intentions. A survey-based empirical study was conducted to examine the influence of social eWOM on brand attitude and purchase intention of consumers. Structural equation modeling (SEM) was applied using data collected from 120 respondents comprising users of Instagram. The research established that user-generated positive eWOM on social networking site, Instagram has an influence on Brand attitude and Purchase intention, and Brand attitude was found to be the biggest influence on purchase intention.
Keywords: Brand attitude, Purchase intention, Instagram, Online Shop, Social eWOM
ABSTRAK
Electronic Word Of Mouth adalah salah satu pendekatan pemasaran yang digunakan pada era media sosial saat ini. Cepatnya arus informasi membuat konsumen melakukan transaksi informasi mengenai brand yang mereka gunakan atau mereka sukai dengan bentuk interaksi online.Tujuan penelitian ini untuk melihat interaksi Electronic Word Of Mouth yang positif dari pengguna sosial media Instagram berdampak pada brand attitude dan juga purchase intention terhadap brand Lipcream Rollover Reaction. EWOM tidak hanya mempengaruhi sikap pengguna terhadap merek lipstik lokal ini tetapi juga mempengaruhi keinginan membeli para konsumen. Penelitian yang berdasarkan survei ini dilakukan untuk melihat dampak dari social eWOM terhadap brand attitude dan purchase intention Lip Cream merek Rollover Reaction. Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk mengoleksi data 120 responden yang merupakan pengguna Instagram. Riset ini menemukan bahwa sosial eWOM positif dari pengguna instagram memiliki pengaruh terhadap brand attitude. Social eWOM positif juga memengaruhi purchase decision dari produk Lip Cream Rollover Reaction. Dari hasil temuan kami, ternyata brand attitude memiliki pengaruh terbesar terhadap purchase decision.
Kata Kunci: Instagram, eWOM, Brand attitude, Purchase intention, Social eWO
ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN PERPUTARAN UANG DI INDONESIA PADA SAAT SEBELUM DAN SESUDAH MARAKNYA DIGITAL PAYMENT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
ABSTRAK
Penelitian ini di dasari dengan adanya perubahan sitem alat
pembayaran dimana pada jaman dahulu sistem pembayaran
menggunakan sistem barter, yang dimana bertransaksi dengan
menggunakan pertukaran barang yang disepakati. Namun, karna
banyaknya kekurangan dalam transaksi barter perubahan alat
pembayaran menjadi uang komoditas (commodity currency.
Selanjutnya alat pembayran berubah menjadi uang, yang terdiri dari
uang kertas dan uang logam. Lalu alat pembayaran mengalami
revolusi yaitu munculnya sistem pembayaran yang berupa e-money
atau digital payment. dari permasalahan ini maka penulis tertarik
untuk menelitinya.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
“apakah terdapat perbedaan perbandingan kecepatan perpuataran uang
di Indonesia pada saat sebelum dan sesudah maraknya digital payment
? dan Bgaimana analisis kecepatan perputaran uang di Indonesia pada
saat sebelum dan sesudah maraknya digital paymment dalam
perspektif ekonomi islam?”. Dan penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah terdapat perbedaan perbandingan kecepatan
perputaran uang di Indonesia pada saat sebelum dan sesudah
maraknya digital payment dan untuk emngetahui bagimana kecepatan
perputaran uang di Indonesia pada saat maraknya digital payment
dalam perspektif ekonomi islam.
Pendekatan yang gunakan dalam penelitian ini merupakan
pendekatan kuantitatif, pendekatan ini bersumber dari data yang
bersifat angka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
menggunakan metode parametric dengan menggunakan pendekatan
intermediasi dan juga penelitian komperatif yang artinya penelitian ini
bersifat membandingkan. Populasi yang di gunakan dalam penelitian
ini adalah laporan data perputaran uang di Indonesia pada kurun
waktu triwulan I 2014 sampai triwulan IV 2021. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari jurnal,
majalah, buku dan data statistic. Dalam penelitian ini, instrument
peneliti menggunakan uji deskriptif, uji normalitas, uji paired sample
T-test dan uji hipotesis. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah aplikasi SPSS sebagai alat analisinya yang bertujuan untuk
melihat perbandingan antara kecepatan perputaran uang kartal di
Indonesia pada saat sebelum dan sesudah adanya digital payment.Hasil penelitian ini melalui uji paired sample T-test kecepatan
perputaran uang pada saat sebelum dan sesudah adanya digital
payment yang menghasilkan nilai signifikasi sebesar 0,000 atau α <
0,05, besarnya nilai signifikansi tersebut menunjukan bahwa H0
diterima. Berdasarkan output uji paired t test sample di peroleh Thitung
= 9.222 di mana lebih besar dari Ttabel = 0.69120, dan berdasarkan dari
Ttabel diperoleh nilai sig P = 0.000 < 0.05, maka dapat disimpulkan
hipotesis yang diajukan penulis diterima yang artinya terdapat
perbedaan yang signifikan antara kecepatan perputaran uang pada
saat sebelum dan sesudah maraknya digital payment. Perbedaan
terletak pada kecepatan perputaran uang sebelum digital payment di
Indonesia lebih tinggi di bandingkan dengan perputaran uang pada
saat sesudah digital payment. Dalam konsep ekonomi islam uang
adalah suatu yang bersifat flow concept dan merupakan public goods.
Dengan demikian, fungsi uang bukanlah sebagi penyimpanan nilai,
yang akan merubah fungsi uang sebagai komoditi perdagangan. Oleh
karna itu, sifat uang adalah mengalir dan berputar tanpa ada hambatan.
Semakin cepat perputaran uang akan semakin baik. Uang harus
berputar terus sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang lebih
besar. Untuk itu uang perlu digunakan untuk investasi sektor rill. Jika
uang tida di investasikan di sektor rill maka uang tidak akan
mendatangkan apa-apa.
Kata Kunci: Kecepatan Perputaran Uang, Digital Payment.
ABSTRACT
This research is based on a change in the payment instrument
system where in ancient times the payment system used a barter
system, where transactions were made using the agreed exchange of
goods. However, due to the many deficiencies in barter transactions,
the means of payment changed to commodity currency. Furthermore,
the means of payment changed to money, which consisted of
banknotes and coins. Then the means of payment underwent a
revolution, namely the emergence of a payment system in the form of
e-money or digital payment. From this problem, the authors are
interested in researching it. The formulation of the problem in this
study is "are there differences in the comparison of the speed of
circulation of money in Indonesia before and after the rise of digital
payments? and How is the analysis of the speed of circulation of
money in Indonesia before and after the rise of digital payments in an
Islamic economic perspective?”. And this study aims to find out
whether there are differences in the comparison of the speed of
circulation of money in Indonesia at the time before and after the rise
of digital payments and to find out how the velocity of circulation of
money in Indonesia is when digital payments are rampant in an
Islamic economic perspective .
The approach used in this study is a quantitative approach,
this approach originates from numerical data. This research is a
descriptive research using a parametric method using an
intermediation approach and also comparative research, which means
that this research is comparative in nature. The population used in
this study is a report on money circulation data in Indonesia in the
period from the first quarter of 2014 to the fourth quarter of 2021. The
data collection technique used is secondary data obtained from
journals, magazines, books and statistical data. In this study, the
research instrument used descriptive test, normality test, paired
sample T-test and hypothesis testing. The analytical tool used in this
study is the SPSS application as an analytical tool which aims to see a
comparison between the velocity of currency circulation in Indonesia
before and after digital payments. The results of this study were through a paired sample T-test of
velocity of money at the time before and after digital payments which
resulted in a significance value of 0.000 or α <0.05, the magnitude of
the significance value indicated that H0 was accepted. Based on the
output of the paired t test sample obtained Tcount = 9.222 which is
greater than Ttable = 0.69120, and based on Ttable obtained sig P =
0.000 <0.05, it can be concluded that the hypothesis proposed by the
author is accepted, which means that there is a significant difference
between speed circulation of money before and after the rise of digital
payments. The difference lies in the speed of circulation of money
before digital payments in Indonesia is higher than the circulation of
money after digital payments. In the Islamic economic concept, money
is a flow concept and is a public good. Thus, the function of money is
not as a store of value, which will change the function of money as a
trading commodity. Therefore, the nature of money is to flow and
rotate without any obstacles. The faster the velocity of money, the
better. Money must continue to rotate so that it can bring greater
profits. For that money needs to be used for real sector investment. If
money is not invested in the real sector, money will not bring
anything.
Keywords: Velocity of Money, Digital Payment
