178 research outputs found

    TRANSFORMASI IDENTITAS PERUSAHAAN NEGARA: STUDI KASUS PLN

    Get PDF
    Perusahaan Listrik Negara Republik Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai PT. PLN (Persero) hadir sebagai satu-satunya perusahaan yang memberikan jasa pengadaan listrik bagi seluruh rakyat Indonesia yang berada dalam 35 propinsi yang tersebar di bumi Indonesia. Sepak terjang dari PT. PLN masih jauh dari harapan yang dinginkan oleh konsumen yaitu masyarakat Indonesia pada umumnya. Di beberapa daerah ditanah air masih sering terjadi adanya pemadaman bergilir ataupun juga belum tersedianya listrik dibeberapa daerah pelosok tanah air. Merunut usia yang telah berumur lebih dari 50 tahun, berikut beberapa rekam histori yang kami ambil dari beberapa media online Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengeluhkan lamanya proses pengadaan pada proyek kelistrikan yang dilakukan PT PLN (Persero). Lamanya proses dikhawatirkan bisa membuat program kelistrikan 35 ribu Mega Watt (MW) molor. Penasihat APLSI Heru Dewanto mengatakan, saat ini sebanyak 17.400 Mega Watt (MW) yang sudah melalui penandatanganan perjanjian penjualan listrik (Power Purchase Agreement/PPA). Namun dari total tersebut, sebesar 10 ribu MW tahap pertama hingga kini belum melalui tahap financial closing untuk bisa memulaikonstruksi. "Dari 17.400 itu carry over sebelumnya 10 ribu baru PPA," kata Heru di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/7/2016). Heru menuturkan, pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas terbesar ‎1.000 Mw membutuhkan waktu 4,5 tahun. Bila dihitung mundur, dengan masa pembangunan baru berlangsung pada tahun ini maka pembangkit tersebut baru bisa rampung pada 2020 atau meleset dari target waktu program 35 ribu MW

    PENGARUH BULLYING DALAM KOMUNIKASI INTERNAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN WISATA

    Get PDF
    Abstract: Communication within an organization is very basic, but bad communication can damage the existingcultural order within an organization. Poor communication can cause bullying and have an impact on employeeproductivity. This study aims to determine how much influence bullying in internal communication onperformance employee.Paradigm of research is positivistic and research method used is survey with quantitative approach. Dataanalysis method used is multiple linear regression. Furthermore, the object of his research is the employee ofthe South Jakarta Tourist Company, amounting to 55 employees taken with a sampling census. Result of t testcalculation, the influence of internal communication (X1) on performance employee (Y) obtained count valuetcount 4,707> 2,007 ttable with significance value 0.000 2.007 table with significance value0.001 3.18 (Ftabel) and the significancevalue is 0.000 <0.05. So that can be stated internal communication and bullying effect simultaneously toperformance employee. The magnitude of influence on the basis of the coefficient of determination of the twoindependent variables to the dependent variable is 0.768 or 76.8%. While the remaining 23.2% influenced byother variables that are not described in this study. Keywords: internal communication, bullying, employee performanc

    MENDUKUNG STRATEGI PROMOSI TERINTEGRASI MOBILE APPLICATION “OTOCARE” PT. ASURANSI ASTRA

    No full text
    In support of mobile application "Otocare", PT. Astra Insurance requires an integrated promotional strategy, with the movement of all components owned by the company, designing it, and also apply it in the strictly dynamics of competence Insurance company in Indonesia. This research has purpose to know and analyze from various application of promotion strategy that support the implementation of Mobile application "Otocare", so that will be found any obstacles in the implementation, and given the solution to limit the barrier, and improve service to Customer PT. Astra Insurance. This study uses the theory of Integrated Marketing Communication (IMC) Belch, using constructivist paradigm, with qualitative research design. Methods were performed with in-depth interviews, with a single case study approach, which placed the case as the focus of the study. From the data obtained then in though by testing the validity of data with trustworthtiness, namely authenticity, and triangulation of data. The results in this study are an analysis of various promotional channels conducted in support of mobile application service "otocare" using SOSTAC model. From all analyzes and results obtained can be concluded that the implementation of promotional strategies to support mobile application "Otocare" This can improve services for customers Garda Oto, PT. Astra Insurance.Keywords : Communication, Promotion Strategy, Mobile application, IMC, SOSTA

    MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DALAM MENINGKATKAN REGISTRASI PELANGGAN JASA TELEKOMUNIKASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Kartu Prabayar Seluler)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk merekonstruksi penggunaan media sosial oleh Kementerian atau Lembaga Pemerintahan, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam menyebarluaskan pesan yang terdapat dalam suatu regulasi atau peraturan kepada masyarakat. Menggunakan paradigma konstruktivis, penelitian ini merekonstruksi proses manajemen public relations menggunakan 4 tahap sesuai dengan proses manajemen public relations yang dikemukakan oleh Cutlip dan Center (pengidentifikasian masalah, perencanaan program PR, pelaksanaan komunikasi, dan evaluasi), dengan mengambil studi kasus terhadap penggunaan media sosial Kementerian dalam mengkomunikasikan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Kartu Prabayar Seluler.Analisis yang dihasilkan dari penelitian ini memperlihatkan bagaimana Kementerian Komunikasi dan Informatika memenuhi seluruh tahapan proses dalam manajemen proses public relations. Pada masing-masing tahap proses manajemen public relations, masih terdapat kendala atau hambatan komunikasi yang ditemui. Pada tahap pertama, pengidentifikasian permasalahan, Kementerian Komunikasi dan Informatika belum mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan media sosial yang dimiliki secara khusus. Pada tahapan perencanaan program PR, proses yang dilakukan telah cukup representatif dengan adanya penjadwalan program-program PR untuk mengkomunikasikan registrasi jasa telekomunikasi. Meskipun demikian, program PR yang dijadwalkan dengan menggunakan media sosial belum menunjukkan perhatian terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi. Pada tahap pelaksanaan komunikasi, khususnya penggunaan media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika cukup memberikan muatan konten dan penjelasan yang beragam mengenai kampanye registrasi jasa telekomunikasi sesuai dengan penjadwalan program PR pada tahap sebelumnya. Pada tahap Manajemen PR terakhir, tahap evaluasi, belum terdapat mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan manajemen PR menggunakan media sosial. Hal ini menyebabkan, tahapan manajemen yang dilakukan belum dapat dinilai dan disempurnakan lebih lanjut.Meskipun tidak semua tahapan proses dipenuhi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, hasil yang diharapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui peningkatan jumlah registrasi pelanggan jasa telekomunikasi dapat tercapai. Selain tahapan manajemen PR yang belum seluruhnya dilaksanakan, terdapat beberapa hambatan komunikasi, diantaranya pada lingkup komunikasi organisasi secara internal dan keterbatasan SDM pengelola media sosial, yang mempengaruhi manajemen proses PR yang dilakukan. Penggunaan media sosial sebagai sarana PR oleh Pemerintah memerlukan fokus tersendiri, khususnya dengan makin berkembangnya penggunaan teknologi informasi di tengah masyarakat serta makin banyaknya pengguna media sosial di Indonesia, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi diseminasi regulasi dan peraturan yang berlaku bagi masyarakat.
    corecore