2 research outputs found

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tomat (Lycopersico Esculentum Mill.)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interkasi antara pemberian kompos limbah kulit buah kakao dan varietas tomat terhadap pertumbuhan dan hasil, mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan hasil tomat, mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas tomat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan uji Duncan (α, 5%), terdiri dari dua faktor, yaitu : Varietas Tomat (V) dan Dosis kompos limbah kulit buah kakao (D). masing – masing 4 kali ulangan. Dua faktor terdiri dari: 1. Faktor pertama Varietas tomat (V) yang terdiri dua taraf , yaitu : V1 (Tomat Varietas Permata) dan V2 (Tomat Varietas Mirah). 2. Faktor kedua adalahdengan Dosis Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu (D0) Tanah : Pasir (Tanpa perlakuan pemberian dosis kompos) (1 : 1), (D1) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 1), (D2) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 3) dan (D3) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 5). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata terhadap interaksi perlakuan Varietas dan Dosis. Penambahan kompos limbah kulit buah kakao pada media tanam dengan perbandingan 1:1:3 dapat memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Tomat varietas permata memberikan hasil yang lebih baik dibanding varietas mirah terutama terhadap jumlah dan bobot buah

    PENGARUH BEBERAPA VARIETAS DAN WAKTU TANAM TERHADAP

    No full text
    Pengaturan waktu tanam dimaksudkan untuk menekan kompetisi antar tanaman dalam memperebutkan faktor-faktor tumbuh. Selain pengaturan waktu tanam, varietas ubijalar juga menjadi faktor produksi karena berkaitan dengan daya adaptasi terhadap lingkungan tumbuh khususnya pada pola tanam tumpangsari dengan tanaman jagung. Oleh karena itu harus diuji lebih lanjut mengenai pengaruh waktu tanam dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar pada sistem tanam tumpang sari dengan jagung. Percobaan dilaksanakan di Dusun krajan, Desa Sumberdanti, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan terhitung mulai bulan Juli 2013 sampai Desember 2013. Percobaan ini menggunakan rancangan split-plot yang terdiri dari 2 faktor dan 2 ulangan. Faktor waktu tanam sebagai petak utama yaitu pengaturan waktu tanam jagung meliputi 0 hst, 7 hst, dan 14 hst ubi jalar Faktor varietas sebagai anak petak yaitu varietas yang terdiri dari 8 varietas, yaitu Sawentar, Lokal, Beta-2, Antin, Sari, Kidal, Beni Azuma, dan Papua Salossa. Variabel pengamatan yang dilakukan adalah panjang batang, jumlah cabang ubi jalar, jumlah umbi ubijalar yang dapat dipasarkan, bobot umbi yang dapat dipasarkan dan bobot total umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas ubi jalar Papua salosa dengan waktu tanam jagung 14 hari setelah tanaman ubi jalar pada sistem tumpangsari memberikan hasil umbi tertinggi dengan jumlah umbi dapat dipasarkan sebanyak 10 umbi, dan bobot umbi dapat dipasarkan 1866 gram. Pengaturan waktu tanam jagung 14 hari setelah tanam ubi jalar pada sistem tanam tumpang sari memberikan hasil terbaik terhadap bobot total umbi ubi jalar yaitu 1570 gram. Varietas ubi jalar berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap hasil umbi ubi jalar. Diperoleh varietas yang mampu beradaptasi persaingan antar tanaman tumpangsari dengan jagung yaitu varietas Papua Salosa dengan hasil bobot total umbi 3092,33 gra
    corecore