1 research outputs found

    Analysis Of The Feasibility Level Of Oil Palm Farming In Batu Payung Dua Village, District Marau, Ketapang Regency, West Kalimantan

    No full text
    Suatu usahatani akan dikatakan layak apabila usahatani tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal kepada petani terutama dalam meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani kelapa sawit dan menganalisis tingkat kelayakan usahatani kelapa sawit tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2023 di Desa Batu Payung Dua Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan kuesioner sebagai panduan dari wawancara. Dari hasil penelitian sebanyak 18 petani kelapa sawit yang dijadikan responden menggunakan pendekatan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pengeluaran usahatani, analisis penerimaan usahatani, analisis pendapatan usahatani, dan analisis kelayakan usahatani. Hasil analisis menunjukkan total produksi kelapa sawit di Desa Batu Payung Dua sebesar 618.108kg/tahun, dengan rata-rata harga penjualaan sebesar Rp 1.473/kg. Adapun biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp 297.421.080/tahun, dengan nilai penerimaan sebesar Rp 910.335.727/tahun, sedangkan nilai pendapatan sebesar Rp 612.914.647/tahun. Maka diperoleh analisis kelayakan usahatani dalam R/C rasio sebesar 3,06, dan break even point harga jual sebesar Rp 481,18/kg, serta break event point unit didapatkan nilai sebesar 93.319 kg/tahun. Oleh sebab itu usahatani kelapa sawit di Desa Batu Payung Dua Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat layak untuk dilanjutkan.A farming business will be said to be feasible if the farming business can provide maximum benefits to farmers, especially in increasing farmer income. This research aims to determine the income of oil palm farming and analyze the level of feasibility of oil palm farming. The research was carried out in August-September 2023 in Batu Payung Dua Village, Marau District, Ketapang Regency, West Kalimantan, with a quantitative approach using a questionnaire as an interview guide. From the research results, 18 oil palm farmers were used as respondents using a nonprobability sampling approach with purposive sampling technique. The analysis used in this research is farming expenditure analysis, farming revenue analysis, farming income analysis, and farming feasibility analysis. The results of the analysis show that total palm oil production in Batu Payung Dua Village is 618,108kg/year, with an average selling price of IDR 1,473/kg. The production costs incurred by farmers are IDR 297,421,080/year, with a revenue value of IDR 910,335,727/year, while the income value is IDR 612,914,647/year. So an analysis of the feasibility of farming was obtained in an R/C ratio of 3.06, and the break even point selling price was IDR 481.18/kg, and the break event point unit value was 93,319 kg/year. Therefore, oil palm farming in Batu Payung Dua Village, Marau District, Ketapang Regency, West Kalimantan is worth continuing
    corecore