1,721,009 research outputs found

    KAJIAN KESIAPAN IMPLEMENTASI BISNIS CONTINUITY MANAGEMENT SYSTEM (BCMS) BERBASIS ISO 22301 (STUDI KASUS: PT XYZ)

    No full text
    Seiring dengan makin berkembang dan semakin matang kondisi industri IT di tanah air maka saat ini mulai muncul tuntutan dari calon pengguna jasa atau pengguna eksisting kepada PT XYZ mengenai keharusan memiliki Bussniess Continuity Management System (BCMS) dalam penyediaan layanannya. Hal tersebut yang melatar belakangi management PT XYZ untuk melakukan implementasi BCMS. Adapun tujuan dari implementasi ini adalah menghasilkan pemetaan kondisi as-is terhadap ISO 22301, menentukan tingkat kesiapan PT XYZ dalam implementasi ISO 22301, mendapatkan strategi pemenuhan gap dan memiliki panduan atau prosedur operational baku (POB) mengenai BCMS. Penelitian ini diawali dengan studi literatur, kemudian pemetaan kondisi as-is dilakukan dengan melakukan review dokumen, wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk mendapatkan kesimpulan kesiapan. Kemudian dilakukan analisa gap dan ditentukan strategi pemenuhan gap. Hasil penelitian ini dari cheklist assessmen 106 kontrol 39,6% kontrol comply, 46.2% comply dengan catatan dan 14.1% belum comply. Didukung dengan pernyataan top managemen. Bahwa PT XYZ siap implementasi ISO 22301 dengan catatan dapat melakukan perbaikan-perbaikan proses, implementasi dan dokumentasi

    Infrastruktur Informasi Filmless Radiology

    No full text

    Kajian Kesiapan Implementasi Bisnis Continuity Management System (BCMS) Berbasis Iso 22301 (Studi Kasus: PT XYZ)

    No full text
    Seiring dengan makin berkembang dan semakin matang kondisi industri IT di tanah air maka saat ini mulai muncul tuntutan dari calon pengguna jasa atau pengguna eksisting kepada PT XYZ mengenai keharusan memiliki Bussniess Continuity Management System (BCMS) dalam penyediaan layanannya. Hal tersebut yang melatar belakangi management PT XYZ untuk melakukan implementasi BCMS. Adapun tujuan dari implementasi ini adalah menghasilkan pemetaan kondisi as-is terhadap ISO 22301, menentukan tingkat kesiapan PT XYZ dalam implementasi ISO 22301, mendapatkan strategi pemenuhan gap dan  memiliki panduan atau prosedur operational baku (POB) mengenai BCMS. Penelitian ini diawali dengan studi literatur, kemudian pemetaan kondisi as-is dilakukan dengan melakukan review dokumen, wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk mendapatkan kesimpulan kesiapan. Kemudian dilakukan analisa gap dan ditentukan strategi pemenuhan gap. Hasil penelitian ini dari cheklist assessmen 106 kontrol 39,6% kontrol comply, 46.2% comply dengan catatan dan 14.1% belum comply. Didukung dengan pernyataan top managemen. Bahwa PT XYZ siap implementasi ISO 22301 dengan catatan dapat melakukan perbaikan-perbaikan proses, implementasi dan dokumentasi.</jats:p

    Pembuatan Sistem Informasi Cuti pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan Menggunakan PHP dan MySQL

    Full text link
    Proses pengelolaan cuti pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) pada saat ini masih dilakukan secara manual. Pengecekan  sisa cuti, pengajuan cuti, dan persetujuan cuti dilakukan secara berjenjang dan masih mengandalkan kartu cuti yang terdapat pada masing-masing data arsip pegawai.Proses pengelolaan cuti tersebut memiliki beberapa kelemahan. Pegawai tidak bisa mengetahui sisa hak cuti pribadi dan pengambilan cuti oleh rekan kerja secara langsung, sehingga pegawai tidak bisa melakukan manajemen cuti dengan baik. Pimpinan juga belum dapat mengambil keputusan cuti berdasarkan prinsip pemerataan hak cuti pegawai. Kelemahan yang lain adalah proses pengurusan cuti pegawai kurang efektif dan efisien. Pada penelitian ini, diusulkan pembuatan sistem informasicuti berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP(PHP Hypertext Preprocessor) dan basis data MySQL. Aplikasi tersebut diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ditemui dalam pengelolaan cuti secara manual pada KPPN.</p

    Pembuatan Sistem Informasi Rekonsiliasi Keuangan Negara Menggunakan PHP dan MySQL

    Full text link
    Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171 Tahun 2007 setiap Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) wajib melakukan rekonsiliasi transaksi keuangan dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sebagai kuasa Bendahara Umum Negara di daerah. Rekonsiliasi adalah proses membandingkan catatan keuangan yang ada di Bendahara Umum Negara dengan catatan keuangan yang ada di kementerian/lembaga untuk memastikan bahwa kedua pihak telah mencatat semua transaksi keuangan dengan benar. Proses rekonsiliasi dilakukan dengan cara Bendahara dari satuan kerja yang bersangkutan datang langsung ke KPPN dan menyerahkan dokumen  serta arsip data komputer. Proses rekonsiliasi yang dilakukan dengan datang langsung ke KPPN menyebabkan satuan kerja yang jauh dari KPPN kesulitan untuk melakukan rekonsiliasi karena terkendala masalah jarak dan waktu. Alternatif lain rekonsiliasi adalah dengan mengirim data rekonsiliasi melalui email, namun ketika rekonsiliasi ternyata salah dan harus dilakukan koreksi, satuan kerja mengalami kesulitan dalam koreksi dikarenakan tidak mengetahui data bagian yang harus dikoreksi. Melalui penelitian ini penulis akan membuat Sistem Informasi Rekonsiliasi Keuangan Negara berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Sistem rekonsiliasi ini akan melibatkan satuan kerja dalam mengupload data ADK SAI sebagai masukan dalam proses rekonsiliasi

    Pembuatan Sistem Informasi Beasiswa Internal Direktorat Jenderal Perbendaharaan Menggunakan PHP dan MySQL

    Full text link
    Saat ini pengelolaan beasiswa yang dilakukan bagian pengembangan pegawai pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan menggunakan masih manual.Penggunaan  aplikasibertujuan untuk memberikan kemudahan-kemudahan yang antara lain lebih kemudahan dalam management data terkait data yang ada.Dengan adanya management data yang lebih baik tersebut nantinya juga memberikan manfaat apabila data-data tersebut dibutuhkan untuk diolah untuk berbagai keperluan. Dengan beberapa manfaat yang ditawarkan oleh penggunaan aplikasi yang mendukung bisnis proses pengelolaan beasiswa yang dikelola bagian pengembangan pegawai, maka penggunaan aplikasi yang mendukung proses bisnis ini layak untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini, penulis akan membuat Sistem Informasi Beasiswa Internal  menggunakan PHP (Hypertext Preprocessor) dan MySQL. PHP merupakan salah satu bahasa pemprograman yang digunakan dalam pemgembangan aplikasi yang berbasis web dan MySql adalah database management system yang didistribusikan gratis yang berada di bawah General Public License (GPL). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi pengelolaan beasiswa internal yang ditujukan untuk membantu pengelolaan beasiswa pada bagian pengembangan pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan.</p

    Penggunaan Teknologi Augmented Reality Berbasis Barcode sebagai Sarana Penyampaian Informasi Spesifikasi dan Harga Barang yang Interaktif Berbasis Android, Studi Kasus pada Toko Elektronik ABC Surabaya

    Full text link
    Augmented reality adalah suatu teknologi yang memungkinkan orang untuk memvisualisasikan dunia maya sebagai bagian dari dunia nyata yang ada di sekitar secara efektif sehingga membuat dunia nyata seakan-akan dapat terhubung dengan dunia maya dan dapat terjadi suatu interaksi  (Jacobs, 2012). Dewasa ini, penggunaan teknologi augmented reality pada perangkat mobile (telepon genggam dan tablet) memang masih tergolong minim. Padahal, teknologi ini memiliki potensi yang besar untuk memperkaya telekomunikasi untuk menjadi lebih efektif. Selain teknologi Augmented Reality, penggunaan teknologi Barcode juga sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Barcode merupakan suatu kumpulan data optic yang dibaca oleh mesin. Namun penggunaan teknologi Barcode masih terbatas penggunaannya dan belum menyediakan informasi yang lebih bagi para penggunanya. Umumnya teknologi ini digunakan pada toko retail sebagai UPC (Universal Price Code) atau pembaca harga barang secara otomatis. Meskipun teknologi Augmented Reality dan Barcode telah dikembangkan namun tidak sepenuhnya dapat memenuhi semua kebutuhan user. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali ketika akan membeli barang elektronik konsumen merasa kebingungan dan tidak mengetahui spesifikasi dari barang yang hendak dibeli. Konsumen sering merasa “salah beli” karena tidak mengetahui kualitas barang yang dibelinya. </em
    corecore