1,722,021 research outputs found
Analisis Nilai-Nilai Filsafat Rasionalisme dalam Buku Fahruddin Faiz
Philosophy is a subject of study that is widely discussed. Many philosophical texts attract attention. One Muslim scholar who has written many books on philosophy, namely Dr. Fahruddin Faiz, one of the books that talks about rationalism is a book entitled "Disappearing, Finding Your True Self". In this research, the writer wants to examine more deeply about the values of the philosophy of rationalism contained in his work. The focus of this research is How the description of the book Disappears, Finds Your True Self by Dr. Fahruddin Faiz How to Analyze the Values of Rationalism Philosophy in Dr. Fahruddin Faiz. The purpose of this research is to find out the substance of the book: Disappearing, Finding Your True Self by Dr. Fahruddin Faiz. Analyzing Dr.'s thoughts. Fahruddin Faiz on the Philosophical Values of Rationalism in the Book Disappearing, Finding Your True Self. In this study, the authors used a type of library research (library research). The object of this research is the values of the philosophy of rationalism in Dr. Fahruddin Faiz's book entitled Disappearing to Find Your True Self. This research activity is in the form of reading text books, listening to online seminars on reviewing the book and the author recognizes, identifies ideas and main ideas so that they become a whole meaning and find philosophical values. The results of this study are to explain that in the book Disappearing to Find Your True Self there are several values originating from Rene Descartes, namely, Principles and Motto of Life, starting to philosophize, finding true truth through reason, thinking is innate ideas, Cartesian ethics which explains God , Mind and Matter, then about philosophical advice. Also explained that Fahruddin Faiz is an expert in Islamic philosophy who wrote this book with a passing approach, namely the method of seeing the truth of one thing with another perspective of truth. The climax lies in the similarity value in every spiritual teaching
NASEHAT ONLINE FAHRUDDIN FAIZ: PERSPEKTIF KONSELING ONLINE
Tesis ini mengkaji Nasehat online Fahruddin Faiz: perspektif konseling online/Cyber Counseling. Diskursus layanan konseling online masih kurang populer dikalangan anak muda, akibatnya eksistensi konseling online tidak dikenal luas oleh anak muda perkotaan apa lagi pedesaan. Fahruddin Faiz adalah salah satu selebritas keilmuan yang merepresentasikan konseling online dalam hal ini yang dimaksud ialah melakukan nasehat secara online. Oleh karenanya penelitian ini berkontribusi terhadap studi Bimbingan Konseling Islam, khusunya studi ketokohan sekaligus wacana nasehat online. Penelitian ini juga merupakn studi kualitatif dengan mengkaji data yang diperoleh secara offline dan online nasehat Fahruddin Faiz.
Tesis ini menunjukan bahwa Fahruddin Faiz telah dilegitimasi oleh Natezen sebagai konselor online dengan angka 30% (sangat setuju) dan 70% (setuju). Netizen yang dimaksud ialah reponden yang mengisi kuesioner yang penulis sebarkan dengan menggunakan WhatsApp dan Email, ada 14 keseluruhan responde yang mengisi kuesioner kemudian 14 diantaranya peneliti memilih 10 secara objektif dan dengan pertimbangan kepentingan objektifnya data dalam penelitian ini. Dengan demikian Fahruddin Faiz positif sebagai konselor online versi netizen atau jamaahnya. Selain dari pada itu keefektifan nasehat online Fahruddin Faiz bagi Netizennya sebagai alternatif untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialaminya secara data sama dengan angka yang diperoleh dalam melegitimasi Fahruddin Faiz sebagai konselor online yaitu angka 30% (sangat setuju) dan 70% (setuju). Artinya nasehat online Fahruddin Faiz bagi netizenya positif bermanfaat sekaligus mampu menjadi alternatif terbaik dalam menyelesaikan msalah. Dalam tesis ini juga membagi empat nasehat online Fahruddin Faiz yang bersinggungan langsung dengan maslah yang dihadapi oleh anak muda, yaitu: Pertama, nasehat tentang bagaimana manusia hidup. Kedua, nasehat tentang bagaimana manusia berbahagia. Ketiga, nasehat tentang bagaimana manusia mencintai, dan. Keempat, nasehat tentang bagaimana manusia berkarakter yang baik. Nasehat-nasehat Fahruddin Faiz tersebut bermaksud tentang pengembangan diri (self develoment)
Analisis Nilai-Nilai Filsafat Rasionalisme dalam Buku Fahruddin Faiz
Filsafat menjadi bahan studi yang banyak dibicarakan. Banyak teks filsafat yang menarik perhatian. Salah seorang cendikiawan muslim banyak menulis buku bertemakan filsafat yakni Dr. Fahruddin Faiz, salah satu buku yang membicarakan rasionalisme adalah buku yang berjudul “Menghilang, Menemukan Diri Sejati”. Dalam penelitian ini penulis ingin menelisik lebih dalam mengenai nilai-nilai filsafat rasionalisme yang terkandung dalam karyanya. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana deskripsi buku Menghilang, Menemukan Diri Sejati karya Dr. Fahruddin Faiz Bagaiamana Analisis Nilai-Nilai Filsafat Rasionalisme Dalam Buku Dr. Fahruddin Faiz. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui substansi buku: Menghilang, Menemukan Diri Sejati karya Dr. Fahruddin Faiz. Menganalisis pemikiran Dr. Fahruddin Faiz tentang Nilai-nilai Filsafat Rasionalisme dalam Buku Menghilang, Menemukan Diri Sejati. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Objek penelitian ini berupa nilai-nilai filsafat rasionalisme dalam buku Dr, Fahruddin Faiz yang berjudul Menghilang Menemukan Diri Sejati. Kegiatan penelitian ini berupa membaca teks buku, mendengarkan seminar online bedah buku tersebut dan penulis mengenali, mengidentifikasi gagasan-gagasan dan pokok pikiran hingga menjadi sebuah keutuhan makna dan menemukan nilai-nilai filosofis. Hasil penelitian ini adalah menjelaskan bahwasanya didalam buku Menghilang Menemukan Diri Sejati terdapat beberapa nilai yang bersumber dari Rene Descrates yaitu, Prinsip dan Moto Hidup, memulai untuk berfilsafat, menemukan kebenaran sejati melalui akal, berpikir merupakan gagasan bawaan innate ideas, etika Cartesian yang menjelaskan tentang Tuhan, Pikiran dan Materi, kemudian tentang nasihat filosofis. Juga menerangkan bahwa Fahruddin Faiz adalah seorang pakar filsafat islam yang menulis buku ini dengan pendekatan passing over Yaitu metode melihat sisi kebenaran satu hal dengan perspektif kebenaran yang lain. Puncaknya terdapat pada ada nilai kesamaan di setiap ajaran spiritua
Strategi Kesantunan Tuturan Fahruddin Faiz dalam Video Ceramah Ngaji Filsafat pada Kanal Youtube Mjs Channel
The main discusses in this research is politeness strategy used by Fahruddin Faiz
in Ngaji Filsafat on Youtube Channel of MJS Channel. Fahruddin Faiz is a speaker of
Ngaji Filsafat. The purpose of this research is to describe of politeness strategy by
Fahruddin Faiz based on politeness theory by Brown and Levinson (1987). The method of
this research is observation method and note-taking techniques. The author presents data
in transcript of five videos of speeches selected. The analysis data in this research is
classifies the untterances wichh include of the politeness strategy by Brown and Levinson,
are bald on record, positive politeness strategy, negative politeness strategy, and off
record based on politeness theory by Brown and Levinson (1987). The result of data
analysis shows that speaker uses bald on record with one substrategy, positive politeness strategy with eight substrategies, negative politeness strategy with five substrategies, and off record with four substrategies. Based on five themes taken for research, the type of
politeness mostly used by speaker is positive politeness strategy.
Keyword: Politeness Strategy, Speech, Fahruddin Faiz, Ngaji Filsafat
HERMENEUTIKA AL QUR'AN: Teori, Kritik dan Implementasinya
Buku daras untuk mata kuliah Hermeneutika Al-Qur'an level S1 Tulisan bersama Fahruddin Faiz dan Ali Usman. Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijag
Diksi dan Gaya Bahasa dalam Konsep-Konsep Filosofi pada Ceramah Fahruddin Faiz : Kajian Semantik
Pada ceramah Fahruddin Faiz banyak mengandung motifasi-motifasi tentang filosofi kehidupan yang membuat pendengar tertarik untuk mendengarkan ceramahnya terus-menerus. Diksi dan gaya bahasa yang tepat dan diulang-ulang mampu membuat pendengar memahami isi dari cermah filosofinya. Penelitian ini menggunakan kajian semantik diksi dan gaya bahasa. Penelitian ini dilakukan agar memahami dan mengetahui pemakaian diksi dan gaya bahasa pada ceramah-ceramah filosofi Fahruddin Faiz.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ada dua hal yaitu (1) bagaimana penggunaan diksi dalam konsep-konsep filosofi kebencian, filosofi cinta, filosofi kebebasan, filosofi kebahagiaan, dan filosofi pemaafan pada ceramah Fahruddin Faiz; dan (2) bagaimana penggunaan gaya bahasa pada konsep-konsep ceramah filosofi Fahruddin Faiz. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu (1) mendiskripsikan penggunaan diksi dalam konsep-konsep filosofi kebencian, filososfi cinta, filosofi kebebasan, filosofi kebahagiaan, dan filosofi pemaafan pada ceramah Fahruddin Faiz; dan (2) mendiskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam konsep konsep filosofi pada ceramah Fahruddin Faiz. Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan baru dan menambah ilmu linguistik khususnya semantik. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat berkembang, menjadi refrensi, dan dapat menjadi informasi baru mengenai diksi dan gaya bahasa.
Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dan tiga tahapan yaitu : penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Penyediaan data menggunakan metode simak dengan menyimak video ceramah
ix
filosofi Fahruddin Faiz, kemudian mencatatnya. Peneliti mencatat data yang berupa diksi dan gaya bahasa pada ceramah filosofi Fahrruddin Faiz dan diklarifikasi berdasarkan jenis diksi dan gaya bahasanya. Setelah diperoleh data diksi dan gaya bahasa. Peneliti menggunakan metode padan refrensial untuk menganalisis data, lalu menginterpretasikannya. Peneliti menggunakan metode informal untuk penyajian hasil analisis data karena dalam penyajian hasil analisis data menggunakan kata-kata biasa, bukan menggunakan lambang-lambang.
Penelitian ini diperoleh diksi dalam konsep-konsep filosofi pada ceramah filosofi Fahruddin Faiz. Diksi yang diperoleh ada enam macam yaitu diksi dalam filosofi kebencian, diksi dalam filosofi cinta, diksi dalam filosofi kebebasan, diksi dalam filosofi kebahagiaan, dan diksi dalam filosofi pemaafan. Penelitian diksi ini tidak seperti biasanya yang mencari makna denotatif dan konotatif, melainkan mencari makna diksi melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lalu diinterpretasi menurut pengetahuan Fahruddin Faiz dan peneliti.
Gaya bahasa yang terdapat pada ceramah Fahruddin Faiz adalah gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang meliputi : gaya bahasa klimaks, gaya bahasa antiklimaks, dan gaya bahasa repetisi. Gaya bahasa repetisi yang ditemukan ada empat yaitu gaya bahasa repetisi epikzuaksis, gaya bahasa repetisi tautoles, gaya bahasa repetisi anafora, dan gaya bahasa repetisi epistrofa. Gaya bahasa yang banyak digunakan oleh Fahruddin Faiz adalah gaya bahasa repetisi, lebih tepatnya repetisi epikzuaksis. Gaya bahasa repetisi pada dasarnya adalah gaya bahasa perulangan bunyi kata, frasa atau klausa dalam kalimat. Penggunaan diksi dan gaya bahasa yang tepat pada ceramah Fahruddin Faiz agar penonton atau pendengar ceramahnya lebih mudah memahami filosofi yang terkenal sulit dipahaminya
Actualization of Moderate Islam in Sufism: Philosophy, Fahruddin Faiz\u27s View
The development of religious moderation is influenced by philosophical tasawuf, which gives a new face to science. This study aims to explain Fahruddin Faiz\u27s preaching in the actualization of moderate Islam. The focus of this research examines how the actualization of moderate Islam in the philosophical tasawuf of Fahruddin Faiz\u27s view uses the method of library research (library research) a qualitative with discourse analysis. The findings in this study are that prior to the existence of philosophical tasawuf, tasawuf was still pure and had not been touched by philosophical teachings. so that in the end there was philosophical tasawuf where tasawuf was also influenced by philosophy, one proof of this is the existence of moderate tasawuf. And other findings that in Fahruddin Faiz\u27s preaching regarding moderate Islam have several characteristics, including: tawazun (balanced), tawassut (not excessive), i\u27tidal (fair), tasamuh (tolerant), and i\u27tishad (simple). There is a strong connection with moderate tasawuf which means inter-religious tolerance that grows through the application of these characteristics. Fahruddin Faiz likens a tolerant person to the sea, because the sea is wide open, accepting anything. The sea is a symbol of relaxation, relief, and breadth.The development of religious moderation is influenced by philosophical tasawuf, which gives a new face to science. This study aims to explain Fahruddin Faiz\u27s preaching in the actualization of moderate Islam. The focus of this research examines how the actualization of moderate Islam in the philosophical tasawuf of Fahruddin Faiz\u27s view uses the method of library research (library research) a qualitative with discourse analysis. The findings in this study are that prior to the existence of philosophical tasawuf, tasawuf was still pure and had not been touched by philosophical teachings. so that in the end there was philosophical tasawuf where tasawuf was also influenced by philosophy, one proof of this is the existence of moderate tasawuf. And other findings that in Fahruddin Faiz\u27s preaching regarding moderate Islam have several characteristics, including: tawazun (proportional), tawassut (middle), i\u27tidal (fair), tasamuh (tolerant), and i\u27tishad (simple). There is a strong connection with moderate tasawuf which means inter-religious tolerance that grows through the application of these characteristics. Fahruddin Faiz likens a tolerant person to the sea, because the sea is wide open, accepting anything. The sea is a symbol of relaxation, relief, and breadth
Eksistensialisme dalam kehilangan dan penemuan diri: Studi kritis atas pemikiran Fahruddin Faiz
Krisis identitas dan pencarian makna hidup merupakan tantangan utama yang dihadapi individu di era kontemporer, terutama di tengah derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial yang pesat. Eksistensialisme hadir sebagai aliran filsafat yang menyoroti kebebasan, tanggung jawab, dan pencarian makna, dengan pengalaman kehilangan dan penemuan diri sebagai tema sentral. Fahruddin Faiz, seorang pemikir kontemporer Indonesia, menawarkan sintesis antara eksistensialisme Barat dan spiritualitas Islam untuk mengurai problematika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gagasan utama Fahruddin Faiz tentang eksistensi manusia, khususnya terkait proses kehilangan sebagai jalan menuju penemuan diri sejati, serta mengevaluasi relevansi pemikirannya dalam menghadapi tantangan eksistensial di era kontemporer.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika filosofis. Data primer diperoleh melalui telaah mendalam terhadap karya tulis, ceramah, serta wawancara langsung dengan Fahruddin Faiz, ditambah observasi partisipatif di forum “Ngaji Filsafat.” Data sekunder dikumpulkan dari literatur terkait eksistensialisme dan kajian pemikiran Fahruddin Faiz. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan pemikiran Fahruddin Faiz mengenai dinamika kehilangan dan penemuan diri, kemudian mengevaluasi relevansinya dalam konteks kehidupan masyarakat masa kini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Fahruddin Faiz tentang eksistensialisme dalam kehilangan dan penemuan diri menawarkan perspektif multidimensional yang memandang kehilangan bukan sekadar pengalaman negatif, melainkan sebagai fase penting untuk refleksi, transformasi, dan aktualisasi diri secara autentik. Proses kehilangan akibat tekanan sosial, krisis identitas, atau pengaruh teknologi digital justru menjadi titik balik menuju penemuan eksistensi autentik, sejalan dengan konsep fana dalam tasawuf sebagai jalan pertumbuhan spiritual dan eksistensial. Relevansi pemikiran Faiz semakin kuat di era digital yang sarat fragmentasi identitas dan keterasingan, dengan strategi penemuan diri melalui kesadaran, penerimaan, pengembangan, dan eksistensi autentik yang menekankan refleksi, kontemplasi, serta keseimbangan dunia digital dan fisik. Sintesis nilai spiritual dan rasional dalam pemikiran Faiz menjadi rujukan praktis dalam menghadapi krisis identitas dan pencarian makna hidup di tengah dinamika zaman kontemporer
KONSEP FITRAH MANUSIA MENURUT FAHRUDDIN FAIZ DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ABSTRAK
Irna Yunita, (2022): Konsep Fitrah Manusia menurut Fahruddin Faiz dan Implikasinya terhadap Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini membahas tentang konsep fitrah manusia menurut Fahruddin Faiz dan implikasinya terhadap pengembangan materi pembelajaran pendidikan agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep fitrah manusia menurut Fahruddin Faiz dan implikasinya terhadap pengembangan materi pembelajaran pendidikan agama Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang berhubungan dengan isi yang terkandung dalam buku karya Fahruddin Faiz. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengertian fitrah manusia yakni agama (jalan) yang diberikan Allah kepada jasad yang beradab dan bertaklif (manusia) agar senantiasa kembali ke jalan yang benar. Selanjutnya dalam buku Menghilang, Menemukan Diri Sejati Faiz mengatakan bahwa fitrah manusia ialah sifat bawaaan yang melekat pada diri seseorang yang memiliki pikiran yang dapat dikembangkan agar senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. Dalam buku Filosof Juga Manusia fitrah manusia menurut Faiz ialah manusia sejak awal telah memiliki agama. Manusia diberi potensi memilih untuk beriman atau beragama. Manusia yang beragama dengan benar akan mendapatkan kebahagiaan diakhirat. Sebaliknya jika manusia tidak beragama ataupun bragama salah akan mendapatkan siksaan diakhirat. Fungsi fitrah manusia yakni agar karakter yang baik dapat terbentuk, hendaknya manusia mendengarkan, membaca, melihat, dan merasakan yang baik pula, karena kualitas hidup ditentukan oleh hal-hal tersebut. Oleh karena itu, berusahalah agar mendekatkan diri kepada hal-hal yang baik saja. Karakteristik fitrah manusia ada empat macam yaitu kemampuan menghayati diri, kemampuan bereksistensi, pemilik kata hati, dan kemampuan menghayati kebahagiaan. Terdapat dua belas macam-macam fitrah manusia yang terdapat dalam buku karya Fahruddin Faiz yaitu fitrah beragama, berakal budi, berakhlak, kebenaran, sosial, seksual, berdoa, waktu, keadilan, kebebasan, keindahan, dan keturunan. Fitrah manusia dalam pengembangan materi pembelajaran pendidikan agama islam berimplikasi pada konsep fitrah manusia menurut Fahruddin Faiz. Implikasi konsep fitrah manusia menurut Faiz dalam pengembangan materi pembelajaran pendidikan agama Islam terdapat dalam materi akidah akhlak dan fiqih.
Kata Kunci: Konsep Fitrah Manusia, Implikasi Pengembangan Materi, Pendidikan Agama Islam
i
- …
