1,720,990 research outputs found

    Brain Television: A Research of Visual Effects for Early Years

    Full text link
    This study examined television program effects towards young children. Television has become an increasingly accepted entertainment washing tool in children’s brain. Previous research has indicated that television program can be destructive if it is not used wisely. It is really hard to avoid television as a kid. People at home usually get into TV – children and parents. In some families, television is sometimes turned on even without anyone watch it. It is common for parents and caregivers to use TV as a substitute babysitter. Besides, many parents buy videos aiming at making their kids smart. But how does watching TV really affect children? This study explained the advantages and disadvantages of watching TV for early years

    Merangsang Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia Dini dengan Media Video

    Full text link
    Sejatinya kecerdasan anak tidak bisa dinilai dari kemampuan membaca dan menghitung saja, setiap anak mempunyai pola perkembangan dan pertumbuhan yang unik, sebagai seorang pendidik kita harus mampu memaksimalkan masa emas anak untuk merangsang semua kecerdasan yang dimiliki anak, salah satunya adalah kecerdasan visual spasial dimana kecerdasan ini berpusat pada otak kanan, sehingga nantinya daya kreatifitas dan imajinasi anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui peran media video dalam merangsang kecerdasan visual spasial anak usia dini. Media video meupakan salah satu media visual yang dapat dikembangkan dan menjadi solusi alternatif dalam pembelajaran anak usia dini sehingga kajian yang mendalam bisa menjadi bahan masukan bagi para pemerhati dan pelaku pendidikan

    PEMBELAJARAN TEMATIK GUNA MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAK-TER DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS I SD

    No full text
    Abstract: The objective of this research is to instill character values through thematic learning in 1st - grade student of SDN Prambon in the academic year of 2013/2014. The subject of this research  was the 1st grade students of SDN Prambon of Madiun Regency as many as 10 students. While the object was the implementation of character values and to improve mathematics learning outcome through thematic learning. This research was form of action research. This study was conducted in two cycles.. Data collection techniques used were interviews, direct observation, testing and documentation. Based on the results of this study concluded that the application of thematic learning can instill character values. The first cycle of 10 students that reached KKM (Standard of minimum completeness of mastery learning) as many as 6 people or 60% and the percentage of students whose value was below the KKM as many as 9 people or the percentage reached 40%. There was indicators that have not reached the target of 75% were accurate, cooperation and contribute ideas, while in the second cycle of character values instilled all reach its target whether it be from an aspect or aspects of per indicator. Then from the 10 students who took the tests all have scores above KKM or percentage reached 100% . Abstrak: Tujuan penelitian adalah menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran tematik pada siswa kelas I SDN Prambon tahun pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas I SDN Prambon Madiun  yang terdiri dari 10 siswa. Sedangkan objeknya adalah penanaman nilai-nilai karakter dan peningkatan hasil belajar matematika melalui pembelajaran tematik. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran tematik dapat menanamkan nilai-nilai karakter. Pada Siklus pertama 10 siswa yang nilainya mencapai KKM sebanyak 6 orang atau persentasenya mencapai 60% dan siswa yang nilainya dibawah KKM sebanyak 9 orang atau persentasenya mencapai 40%.  Ada indikator yang belum mencapai target 75% yaitu cermat, kerjasama dan menyumbang ide, sedangkan dalam siklus kedua nilai-nilai karakter yang ditanamkan semua telah mencapai target yang ditetapkan sebelumnya baik itu dilihat dari per aspek maupun dari per indikator aspeknya. Kemudian dari 10 siswa yang mengikuti tes semuanya memiliki nilai di atas KKM atau persentasenya mencapai 100%. Kata Kunci : Tematik, Karakter, Matematika

    DONGENG UNTUK ANAK USIA DINI : MENGINSPIRASI TANPA MENGGURUI

    Full text link
    Seorang guru yang tidak bisa mendongeng ibarat seorang yang tanpa kepala. Keterampilan mendongeng dan bercerita adalah kemampuan wajib yang harus dimiliki guru dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Guru yang baik adalah sosok yang dirindukan anak didiknya, dengan metode dongeng guru bisa menjadi sosok yang inspiratif. Dongeng adalah sebuah metode turun temurun yang sudah lama dikenal oleh masyarakat, banyak hal yang bisa dilakukan melalui dongeng; memberi petuah, nasehat, pelajaran, bahkan inspirasi. Dongeng sebagai warisan sejarah seharusnya dapat menjadi cara menyampaikan pesan tanpa menggurui tapi dapat memberi inspirasi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui metode dongeng sebagai upaya penyampaian pesan, memberi kesan, dan dapat dijadikan inspirasi bagi anak. Kata Kunci : Dongeng, Guru, Anak Usia Dini, Menggurui, Inspiras

    GAMIFICATION FOR EARLY CHILDHOOD USING ‘LINGOKIDS’ APPLICATION

    No full text
    The introduction of language can start at an early age, although English is not a language that must be mastered in Indonesia. However, introducing this language for early childhood will not be an incorrect choice. This article discusses the application of Lingokids thoroughly in various countries. Data obtained by document analysis and literature were then analyzed using qualitative narative-descriptive method.There are some results from document and literature studies in some non-English countries. This application has become one of the applications used in English introduction

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BEYOND CENTER AND CIRCLE TIME (BCCT) DI TK AISYIAH DAGANGAN MADIUN

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan BCCT di TK Aisyiah Dagangan Madiun. Kerangka pemikiran penelitian ini adalah pembelajaran BCCT pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia, pendekatan ini dipandang efektif untuk meningkatkan pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hal ini untuk memaparkan kegiatan pembelajaran di TK Aisyiyah. Kajian dipusatkan pada model pembelajaran BCCT (beyond center and circle learning) yang diterapkan di TK (baik didalam maupun diluar kelas). Responden yang dipilih adalah murid di TK Aisyiyah yang mengalami dan melakukan langsung semua aktivitas, serta guru yang mengajar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa TK ABA Aisyiyah Dagangan Madiun Kekuatan TK ABA Aisyiyah Dagangan adalah mampu memanfaatkan alat-alat permainan edukatif dari barang bekas serta semangat dan kreatifitas pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Kata Kunci : TK ABA, BCCT, Implementas

    MEMASYARAKATKAN GERAKAN MASYARAKAT MENGAJAR

    Full text link
    Gerakan masyarakat mengajar dicetuskan sebagai sebuah gagasan untuk melibatkan masyarakat dalam pendidikan, masyarakat pada umumnya memandang bahwa pendidikan adalah tanggung jawab sekolah dan para guru. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk gerakan masyarakat mengajar dan bagaiamana penerapan gerakan ini dalam masyarakat. Dari hasil studi pustaka, serta pengamatan lapangan bentuk dari pendidikan ini dilakukan melalui sebuah gerakan Solo Mengajar yang dilaksanakan di kota Solo oleh para volunteer baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat sekitar, kegiatan ini dilaksanakan di berbagai Taman Cerdas dan Rumah Mengajar yang tersebar di Kota Solo, bentuk kegiatannya adalah pembelajaran untuk anak usia SD serta kegiatan lain, seperti outbond,memperingatiHariNasionaldanmenghargai budayalokal, semua kegiataninibertujuanuntukmembentukkarakteranak. Keywords:GerakanMasyarakatMengajar,SoloMengajar,TamanCerdas

    PEMIKIRAN HOWARD GARDNER DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

    No full text
    Promises independence Indonesia has spoken by the agents of history, one promise is the co-educating the nation, of course, those promises have not been fully met, that generation has passed, but not with the spoken promise, that promise will remain imprinted in the minds of the generations thereafter , we have to participate repay the appointment, although mouth did not give yet a calling of souls who move the hearts and minds to intervene to guide the realization of this promise. By nature children are born with millions of uniqueness, even children are not always visible twins are similar in all respects, be aware that the duty to educate children inherent in every human being, to educate is to lead children and all human beings are born to be a leader. Educating is not the work, especially of that educating should be higher than just earn money, educate should be fair, be understandable, and brought the child to the noble human decency. This article will discuss educating children in terms of various aspects of the philosophical and theoretical thinking by Howard Gardne

    Buletin Sebagai Media Parenting PAUD

    Full text link
    Lembaga PAUD merupakan salah satu milestone pendidikan Indonesia, usia dini merupakan masa penting dalam perkembangan maupun pertumbuhan anak, diperlukan perlakuan yang benar dan tepat dalam mengajar mendidik serta menstimulasi tumbuh kembang mereka. Guru sebagai orangtua mereka disekolah memiliki tanggung jawab yang tidak mudah. Seringkali, orangtua yang mengantar anak ke sekolah memiliki persepsi dan pandangan yang berbeda dalam pendidikan di sekolah, ada yang sangat reseptif, ada juga yang sangat tidak acuh dengan pendidikan anak mereka, ada pula yang sangat agresif dengan ikut mengajar dikelas. Dari berbagai macam pertimbangan tersebut muncul sebuah gagasan untuk membuat sebuah buletin tentang dunia anak, dengan harapan menyamakan persepsi serta memediasi antara sekolah dan orang tua
    corecore