1,721,018 research outputs found
Rancang Bangun Penimbang Otomatis Berbasis Arduino Uno
Pembuatan rancang bangun penimbang otomatis berbasis arduino uno
memanfaatkan sensor load cell sebagai alat ukur berat beban yang akan
ditimbang, dan menggunakan motor servo untuk membuka dan menutup kran
wadah beban secara otomatis
Rancang Bangun Driver Motor Bldc 6 Kutub 3 Fasa Menggunakan Mosfet 75nf75
Motor BLDC adalah jenis motor BLDC yang tidak menggunakan sikat
atau brush. Penyebab emisi gas buang, dan kebutuhan listrik yang sangat
meningkat. Agar motor BLDC dapat dikendalikan secara akurat, maka dibutuhkan
suatu alat untuk menggerakan dan mengendalikan putaran motor BLDC yang
biasa disebut dengan penggerak daya atau driver motor BLDC. Driver motor
BLDC merupakan suatu kesatuan rangkaian elektronika daya dan untuk
melakukan pengendalian kecepatannya dibutuhkan rangkaian kontrolnya.
Rangkaian daya atau driver ini terdiri atas 6 buah MOSFET yang berfungsi
sebagai penyakelaran dan kemudian menyuplai koil pada motor BLDC, dan
dibuat dengan bentuk rangkaian jembatan penuh. Untuk mengatur perubahan
waktu penyakelaran tersebut, diperlukan rangkaian kontrolnya dengan
menggunakan IC Hex Inverter 4049 sebagai pengganti PWM (pulse width
modulation) sebagai sinyal penggerak motor BLDC. Perancangan driver motor
BLDC dengan jenis mosfet 75NF75 lebih baik daripada tipe IRF9540.
Kemudian, keluaran dari driver motor BLDC sebanyak 3 fasa atau 3 buah kabel
U,V, dan W langsung terhubung ke 3 buah koil pada motor BLDC. Lalu, dari
motor BLDC tersebut akan memberikan kedudukan atau posisi putaran motor
kepada IC Hex Inverter 4049 dengan menggunakan sensor hall yang ada pada
motor BLDC agar motor dapat berputar ke tahapan selanjutnya. Perlu adanya
penelitian lebih lanjut untuk membandingkan antara daya pengukuran dengan
jenis mosfet lainnya yang lebih baik dari tipe 75NF75 dan IRF 954
Kit Aquascape Berbasis Internet of Things melalui Aplikasi Blynk dengan Arduino Uno untuk Pemeliharaan Lilaeopsis Brasiliensis
Aquascape merupakan hobi baru dalam kalangan para penggemar ikan hias.
Bukan ikan yang dijadikan sebagai subjek utama dalam aquascape, melainkan
tanaman yang menjadi subjek utama. Salah satu jenis tanaman hias aquascape
adalah lilaeopsis brasiliensis. Penentu utama dalam perawatan lilaeopsis
brasiliensis pada aquascape adalah kualitas air, yang meliputi pH air dan
kekeruhan. Perawatan pH ini sangat menyibukkan pemilik aquascape agar selalu
berada di rumah. Oleh sebab itu, dibutuhkan kit aquascape dengan pengatur pH
otomatis yang dapat dipantau dari jarak jauh atau IoT (Internet of Things) dengan
filter dan lampu LED.
Perancangan kit aquascape ini menggunakan sebuah sensor pH beserta modul
E201C, sebuah filter dan lampu LED. Sensor pH dan modul E201C digunakan
untuk membaca pH aquascape. Kit Aquascape ini juga menggunakan LCD16x2
untuk menampilkan pH dan nilai ADC, Motor servo untuk menuangkan larutan
asam dan basa dan aplikasi Blynk untuk memantau dari jarak jauh.
Kit Aquascape ini dapat mengatur pH air aquascape menggunakan sensor pH
beserta modul E201C dengan selisih maksimal 3% dengan pengukuran
menggunakan pH meter. Kit Aquascape ini dapat dipantau dari jarak jauh
menggunakan aplikasi Blynk melalui modul wifi esp8266 dengan ketepatan data
dibawah 2% dari perbandingan dengan data pada tampilan lcd16x2 pada Kit
Aquascape
ANALISIS POTENSI PEMBANGUNAN BTS VSAT PT. INDOSAT SALES AREA JEMBER DI PERKEBUNAN BLAWAN MENGGUNAKAN MODEL PROPAGASI TWO RAY GROUND
Pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi membuat operator-operator seluler di Indonesia saling berlomba untuk terus meningkatkan pelayanannya. Salah satunya dengan cara melalui pembangunan jaringan baru di daerah yang belum terjangkau oleh jaringan layanan telekomunikasi, contohnya seperti studi kasus pada PT. Indosat Sales Area Jember yang akan melakukan pembangunan BTS VSAT di perkebunan Blawan, Kabupaten Bondowoso menggunakan model propagasi two ray ground. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa kualitas sistem komunikasi VSAT ditentukan melalui analisa perhitungan link budget yang dihasilkan, yaitu meliputi bandwidth sebesar , gain GDMG sebesar 45,89 dB dan GBLW sebesar 41,95 dB, EIRP (Effective Isotropic Radiated Power) sebesar 58,9 dBW, Redaman Ruang Bebas (Path Loss LFS) arah uplink sebesar LFS= 199,411 dB serta arah downlink sebesar LFS = 195,39 dB. Beda fase paling besar yaitu 7129,309º yang terletak pada arah 22º jarak 3,8 Km, dengan level daya terima sebesar -26 dBm. Serta level daya yang paling banyak diterima yaitu antara -20 dBm s.d -40 dBm dengan presentase penerimaan pada level ini sebesar 62,5 %
RANCANG BANGUN PENGUAT PEMANCAR TELEVISI KANAL UHF 21 MENGGUNAKAN MOSFET
Televisi menjadi salah satu pemasok informasi yang cukup berdampak bagi
masyarakat. Sekarang hampir setiap rumah memiliki satu atau lebih unit televisi. Informasi
yang disajikan yang selalu up-to-date disajikan dalam bentuk audio visual sehingga memiliki
daya tarik tersendiri bagi pemirsa yang ada dirumah. Beragam acara yang ada mampu
menghibur penontonnya. Pada mulanya, televisi dimaksudkan sebagai suatu cara lain lain
untuk menyiarkan program-program berita dan hiburan-hiburan tetapi dengan gambar, seperti
yang dilakukan siaran radio untuk suara. Kemampuan untuk menghasilkan gambar, teks,
grafik dan informasi visual telah menjadi begitu bermanfaat hingga sekarang ini
pemakaiannya jauh lebih banyak.
Dalam proses pemancarannya (transmitter), sebuah pemancar televisi tidak lepas dari
sistem penguatan pemancar. Transmitter dibangun dari beberapa komponen, yaitu osilator,
modulator, penguat daya RF (Radio Frequency), saluran transmisi, dan antena. Osilator
digunakan sebagai penghasil gelombang sinus frekuensi tinggi yang digunakan sebagai
frekuensi pembawa (fc). Modulator digunakan untuk memodulasi informasi yang akan
dibawa dengan frekuensi pembawa. Penguat daya RF digunakan untuk menguatkan daya
keluaran osilator sampai suatu nilai yang dikehendaki. Keluaran penguat daya RF
diumpankan ke antena melalui saluran transmisi. Daya keluaran dari suatu pemancar
ditentukan oleh penguat daya RF yang digunakan, sehingga pemancar berdaya kuat akan
dapat diperoleh apabila penguat daya RF yang digunakan mampu menghasilkan daya
keluaran yang besar. Pemancar yang umum dipasarkan adalah pemancar dengan daya
keluaran kecil. Pemancar berdaya besar, selain sulit diperoleh harganya juga sangat mahal.
Selain itu, penggunaan pemancar komersial terbatas pada daya keluaran dan frekuensi kerja
yang telah dispesifikasikan.
Penguat sinyal menggunakan FET memiliki keuntungan impedansi input yang sangat
tinggi sehingga dapat digunakan untuk menguatkan sinyal yang sangat lemah (kecil). Untuk
membuat penguat sinyal menggunakan FET dapat dilakukan dengan pemberian tegangan bias
pada FET, pada dasarnya pemberian tegangan bias pada FET adalah antara gate dan source
harus mendapat tegangan bias mundur. Tegangan bias untuk FET dapat diberikan dengan
berbagai cara. Diantara yang paling banyak digunakan untuk rangkaian penguat FET adalah
self-bias. Pemberian tegangan bias yang tepat akan menjamin FET dapat bekerja pada daerah
yang aktif.
Mengacu pada permasalahan – permasalahan diatas, maka dalam penelitian ini akan
dirancang penguat pemancar televisi kanal 21 UHF menggunakan mosfet. Dengan
menggunakan metode ini maka akan didapatkan daya RF output yang besar sehingga dapat
memperluas daya pancar. Dalam penelitian ini menggunakan mosfet RD15HVF1 sebagai
rangkaian penguat akhir. Dalam pengujian frekuensi didapatkan nilai frekuensi yang bekerja
adalah 471,07 MHz dengan error persen sebesar 0,04% dengan daya RF output yang
dihasilkan adalah 2,5 watt pada saat tegangan drain 12,5 volt dan daya RF output terbesar
dihasilkan pada saat tegangan drain 14 volt sebesar 3 watt
ANALISIS KUALITAS PARAMETER QoS RADIO STREAMING MENGGUNAKAN SHOUTCAST PADA PERANGKAT 802.11 G
Layanan multimedia dalam bentuk radio streaming salah satunya televisi,
audio, dan data yang disalurkan kepada pelanggan melalui jaringan Internet
Protocol (IP) yang dijamin kualitasnya Quality of Service (QoS), security
(keamananya), realibility (keandalanya) dan memungkinkan komunikasi antar
pelanggan secara dua arah atau interaktif secara real time. Akan tetapi layanan
yang besifat real time biasanya memiliki berbagai macam hambatan yang dapat
mengurangi kualitas dari layanan tersebut. Hasil uji coba jaringan internet pada
radio streaming dengan pengaturan encoder 128 Kbps memiliki kualitas
streaming paling baik dibandingkan dengan pengaturan encoder 24 Kbps, 48
Kbps, dan 96 Kbps. Dari pengamatan semakin besar pengaturan encoder-nya
semakin besar throughput yang didapat. Delay pada radio streaming dapat
dikategorikan memenuhi QoS sangat baik dengan rekomendasi ITU-T G.114,
dengan rata-rata delay baik 0 ms sampai dengan 150 ms, delay yang didapat pada
radio streaming dengan format MP3 sebesar 71,91 ms, sedangkan delay yang
didapat radio streaming dengan format AAC sebesar 76,64 ms
ANALISIS THROUGHPUT PADA KOMUNIKASI OPTIK RUANG BEBAS (KORUB) UNTUK TWO SITE
Sistem telekomunikasi selalu menuntut kualitas sinyal di penerima benar-benar sesuai dengan sinyal asli yang
dikirimkan oleh pemancar. Kawat tembaga adalah fixed line (tidak mobile) dan bandwidth yang sempit (sekitar 4khz).
Sebagai salah satu alternatifnya, sistem wireless yang memanfaatkan frekuensi cahaya sebagai media transmisi. Sistem
komunikasi optik ruang bebas (KORUB) atau yang sering disebut juga dengan free space optic communication
(FSOC), merupakan sistem komunikasi optik yang menggunakan atmosfer sebagai media propagasinya. Sistem ini
menggunakan pancaran cahaya untuk mengirim full-duplex Gigabit Ethernet throughput data, suara, dan komunikasi
video secara simultan melalui udara. Sumber cahaya yang digunakan dapat berupa LED (Light Emitting Diode)
maupun Laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
besar throughput yang dihasilkan oleh antena receiver dan transmitter (two site) pada sistem komunikasi ruang bebas.
Sehingga kedepannya sistem komunikasi ini dapat lebih dimanfaatkan dikembangkan untuk dapat mengatasi
permasalahan telekomunikasi yang ada saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai throughput paling besar
terdapat pada penelitian dengan jarak 4 meter, dan paling rendah terdapat pada 20 meter. Dengan nilai throughput
paling besar adalah sebesar 148,9555388 bit/s, dan yang paling kecil 105,2163845 bit/s. Sedangkan Data error paling
besar terdapat pada pengujian dengan jarak 6 meter
Analisis Kinerja Sistem Telemetri 915 Mhz Suhu Dan Kelembaban Pada Tanaman Kedelai Di Desa Gunung Anyar
Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang unggul di
Indonesia. Bahkan di hampir setiap komponen kebutuhan masyarakat, kedelai
menjadi bahan penting dalam setiap bahan masakan yang bisa dalam berupa
kecap, tempe, tahu dan lain sebagainya. Besarnya akan kebutuhan itu juga harus
diimbangi dengan peningkatan produktivitas dari tanaman kedelai yaitu bisa
dengan cara mengembangkan bio-teknologi atau pada teknologi pertaniannya.
Pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk mengembangkan penelitian
agar sebuah teknologi penanaman kedelai menjadi lebih baik, yaitu dengan cara
membuat sebuah sistem monitoring yang terdiri pendeteksian kelembaban dan
suhu pada sebuah media taman yang pada penlitian ini menggunakan Greenhouse.
Sistem tersebut adalah sistem telemetri yang menggunakan wireless supaya
pengukurannya dapat dilakukan secara jarak jauh dan hasil data dapat
dimonitoring secara real time. Untuk dapat melakukan penelitian secara real time
dan dapat memberikan informasi yang spesifik mengenai kelayakan dari media
tanam sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, peneliti juga berfokus pada
pentransmisian data dari antena agar selain monitoring dapat dilakukan secara
real time, jangkauan jarak pancar dari sistem ini juga dapat lebih optimal atau
lebih jauh. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan antena microstrip untuk
dipasangkan ke dalam sistem transmisi data.
Hasil yang akan diamati dalam penelitian ini adalah kondisi lapangan
lapangan secara real time yang berisikan data suhu, kelembaban dan kriteria
media tanam serta jarak jangkauan pancar dari sistem monitoring ini
Prototipe Sistem Buka Tutup Bascule Bridge Otomatis untuk Perlintasan Kapal Berbasis Arduino Mega
Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan untuk mereka yang tinggal di wilayah yang sulit dijangkau, yakni wilayah yang terpisah oleh sungai, jurang, tebing ataupun laut. Pada satu sisi keberadaan jembatan terkadang menjadi penghalang untuk alat transportasi lainnya, yaitu kapal besar yang akan melintasi sungai ataupun laut dalam perjalanannya yang sering kali terhalang oleh jembatan. Guna untuk memudahkan pelayaran kapal besar inilah, diperlukan jembatan yang dapat bergerak. Prototipe jembatan bergerak dengan jenis jembatan terbuka atau bascule bridge ini dibagi menjadi 2 bagian utama, yakni bagian jembatan dan bagian kapal. Komponen yang terdapat pada jembatan dikendalikan oleh Arduino Mega 2560 sebagai mikrokontroler yang berfungsi sebagai pemroses data masukan dan perintah. Pada bagian jembatan terdiri dari 2 buah sensor Infrared sebagai pemicu untuk menaikkan dan menurunkan jembatan secara otomatis, 2 buah Load Cell sebagai pendeteksi kekosongan jembatan dari alat transportasi darat, 4 buah portal sebagai penggerak jembatan dan portal jembatan agar dapat naik dan turun, sebuah NRF24L01 sebagai komunikasi jarak jauh dengan kapal besar, 4 buah LCD dan sebuah buzzer yang berfungsi sebagai proteksi untuk pengguna jembatan. Sedangkan pada kapal mikrokontroler yang digunakan adalah Arduino Nano dan terdapat NRF24L01 sebagai komunikasi jarak jauh dengan jembatan. Ketika kapal besar menuju jembatan, secara otomatis count down kedatangan kapal akan ditampilkan pada LCD 1 & 2 untuk peringatan pada transportasi darat bahwa jembatan akan segera ditutup. Setelah kapal memasuki area jembatan dan menyentuh sensor Infrared, portal menutup dan buzzer berbunyi secara otomatis. Ketika pada jembatan masih terdapat kendaraan, LCD 3 & 4 akan menampilkan peringatan pada kapal utnuk menunggu. Setelah jembatan kosong, jembatan akan naik membentuk sudut 90° dan akan kembali membentuk sudut 180° ketika kapal telah melewati jembatan
Rancang Bangun Sistem Monitoring Polutan Udara berbasis Arduino Uno
Polusi udara merupakan hal yang dapat membahyakan kesehatan manusia.
Dimana polusi udara tidak dapat dilihat dengan kasat mata atau mata telanjang
saja. Polusi udara hanya dapat diukur menggunakan alat tertentu, dimana alat
tersebut mengukur besarnya tingkat polusi udara disuatu daerah.
Pada alat ini menggunakan 2 sensor yaitu menggunakan sensor MQ-2 dan
sensor MQ-135. Dimana pada sensor MQ-2 digunakan untuk mengukur
Hidrogen (H2), kemudian untuk sensor MQ-135 digunakan untuk mengukur
Carbon Dioxide (CO2), Asam Sulfat (NH4), Aseton (CH3COCH3). Dimana pada
kedua sensor tersebut terdapat proses pemansan sensor atau heating voltage
sensor selama 1 menit dengan tegangan 5 volt. Dan untuk proses pengambilan
data yaitu 1 menit 60 detik dengan tegangan 5 volt. Selain menggunakan sensor
gas tersebut, alat ini menggunakan arduino uno sebagai pengolah data dari
pembacaan sensor gas tersebut. Kemudian Lcd dimana digunakan untuk
menampilkan hasil pengolahan data dari arduino uno.
Pada buzzer sendiri proses penggunaan dengan menentukan treshold
sebesar 55. Dimana nilai 55 tersebut diambil dari nilai ADC dari kedua sensor
tersebut. Sehingga ketika nilai treshold bernilai 55 maka buzzer akan berbunyi,
pada saat nilai treshold bernilai lebih dari 55 maka buzzer akan berbunyi.
Pada pengambilan data apabila nilai ADC sensor tersebut naik, maka nilai
polusi udara naik. Nilai polusi udara menggunakan satuan PPM yaitu Part Per
Milion. Pengukuran dilakukan dengan 4 kondisi waktu yaitu pagi, siang, sore,
malam. Dimana dengan 4 kondisi tersebut diambil 2 suasana, yaitu pada saat
suasana sepi dan suasana ramai
- …
