1,720,972 research outputs found

    MENGENAL ORBIT SUNSINKRONUS SEBAGAI ORBIT SATELIT LAPAN TUBSAT

    No full text
    Hal. 59-63 :ilus.; 30 c

    Orbit Polar Sunsinkronus sebagai Orbit Pilihan Satelit Mikro LAPAN-TUBSAT

    No full text
    Hal. 138-150: ilus.; 25 c

    Perkiraan Umur Satelit LEO akibat adanya gaya hambat Atmosferik

    No full text
    Suatu model matemalis dikembangkan untuk memperkirakan lama ( umur ) satelit dapat berada di orbit rendah , jika satelit tersebut lidak mempunyai kontrol orbit dan sikap ( attitude and orbit control systems). Model ini didasarkan atas pengaruh gaya hambat atmosferik yang ternyata cukup signifikan dalam memperpendek umur satelit.Hal. 99-105 : Ilus. ; 23 cm

    SAMPAH ANTARIKSA MASALAH DI MASA KINI DAN ESOK

    No full text
    RINGKASAN Tidak hanya di permukaan bumi, ternyata polusi juga sudah menjadi masalah di lingkungan antariksa. Polusi yang berupa sampah antariksa berasal dari sebaran benda-benda langit, yang kemudian ditambah benda-benda bekas buatan manusia seperti roket, satelit, pesawat antariksa yang sudah tidak berfungsi, tetapi tetap berada di orbit, mengakibatkan gangguan terhadap satelit yang beroperasi. Berdasarkan hasil studi pada tahun 1999 diperkirakan terdapat sekitar 2 juta kg sampah antariksa yang tersebar di orbit rendah dengan ukuran lebih besar dari 1 cm3. Benda dengan ukuran sebesar 1 cm3 tersebut sudah dapat merusak kamera dan komponen satelit lainnya. Untuk memecahkan masalah tersebut, para ahli antariksa sibuk melakukan studi, seperti NASA yang terkenal dengan proyek ORION-nya, atau dikeluarkannya aturan-aturan khusus dalam perancangan satelit. (Jika satelit tidak lagi beroperasi tidak akan merupakan salah satu sumber penyebab terjadinya sampah antariksa).Hal.72-78 :ilus.; 30 c

    ANALISA BENTUK LINTASAN SATELIT AKIBAT PENYIMPANGAN SUDUT INJEKSI PADA SAAT PENEMBAKAN ROKET TINGKAT AKHIR. WP-SOR

    No full text
    Ringkasan Dalain tulisan ini disajikan .analisa bentuk lintasan satelit akibat penyimpangan sudut injeksi pada saat penembakan roket tine* :at akhir Wahana Peluncur Satelit Orbit Rendah (WPSOR). Dalam analisa dapat ditunjukkan bahwa semakin rendah ketinggian orbit yang akan dicapai, maka semakin kecil pula penyimpangan sudut injeksi yang diperbolehkan.Hlm. 184-19

    PREDIKSI AWAL UNTUK MENENTUKAN STABILITAS ROKET SERI RX -I5O LAPAN

    No full text
    Hal. 84-98: ilus.; 25 c

    Mengetahui Kualitas Nosel Untuk Motor Roket RKX 100-L400

    No full text
    Telah dilakukan uji gaya dorong terhadap roket berdiameter 10 cm dengan panjang40 cm, yang dikenal dengan roket seri RKX100 L400. Dari hasil pengujian didapatkangaya dorong untuk RKX100 L400-03 sebesar 300 Kgf. Tekanan ruang bakar sebesar 40kg/cm2. Dari hasil ini dengan menggunakan nilai faktor kualitas sebagai parameteruntuk melihat kinerja motor roket, ternyata prestasi motor raket RKX100 L400 sebesar0,86 atau sebesar 6.25 persen sedikit lebih rendah dari harga suatu motor roket yangideal Rendahnya kinetja motor roket ini mungkin akibatfaktor teknis selama pembuatannosel dan pembuatan propelan. Walaupun demikian dengan harga diatas 0,86 sudahcukup layak untuk diterbangkan dalam rangka penelitian dan pengembangan.Hal.63-7

    RANCANGAN TEKNIK PENGUJIAN VIBRASI ROKET MENGGUNAKAN METODE INTERFEROMETRI

    No full text
    Wahana Antariksa atau roket sebelum diluncurka ke angkasa biasanya harus melewati bebagai macam uji. Baik uji terhadap pengaruh gangguan mekanis seperti vibrasi, gaya kejut dan gangguan akibat lingkungan seperti temperatur yang ekstrim, tekanan, kelembaban salinitas dan sebagainya. Khusus untuk penggukuran vibrasi secara konvisonal biasanya dilakukan dengan cara benda yang di uji diletaka diatas meja getar kemudian digetarkan denga prekuensi tertentu. Getaran yang terjadi kemudian ditangkap dengan sensor melalui suatu sistem akuisisi data dan hasilnya diinterprestasikan. Sistim ini melibatkan banyak perangkat subsistem seperti sensor, Analog to Digital Convertor (ADC), sistem tranmisi, penerima dan pengelolah data DAC. Dengan banyaknya subsistem yang dilibatkan tentunya tingkat ketelitian data yang diperoleh semakin berkurang.Sehubungan dengan hal tersebut, dalam tulisan ini dikemukakan suatu rancangan sistem pengukuran verrasi roket dengan metode interfrometri. Cara ini menggunakan prinsip interfrometri, yaitu apabila pada suatu benda yang bergetar (vibrasi) dikenai suatu berkas sinar laser, sinar pantul akan berinterfrensi dengan sinar referensi dari suber laser yang sama. Hal ini mengakibatkan intensitas sinar yang ditangkap oleh sensor mengalami perubahan. Prinsif interfrometrik yang digunakan dalam pengujian ini adalah metode interfrometer michelson. Dengan demikian jika intensitas pantulan sinar ini dapat diukur dengan suatu hubungan (model) matematis tertentu, besarnya vibrasi yang terjadi pada tersebut akan dapat diketahui.Hlm. 166-17
    corecore