1,721,065 research outputs found

    Tinjauan Pendampingan Pastoral Terhadap Penyalahguna Narkotika di Rumah Tahanan Kelas IIB Kota Salatiga

    Get PDF
    Masalah yang serius adalah tingginya tingkat penyalahgunaan narkotika di masyarakat. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kondisi mental seseorang, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai upaya pendampingan pastoral terhadap penyalahguna narkotika. Upaya tersebut merupakan bentuk proses pemulihan para pengguna narkoba agar bisa melepaskan diri dari kecanduan tersebut. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali fenomena yang terkait dengan individu atau kelompok tertentu. Subjek pada penelitian ini adalah narapidana kasus narkotika di Rumah Tahanan Kelas IIB Kota Salatiga. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa narasumber mengkategorikan dirinya sebagai orang yang tingkat spiritualnya rendah. Sehingga hal ini menjadi dasar bahwa pendampingan pastoral perlu ditingkatkan secara personal. Memberikan penyuluhan melalui pendekatan personal memiliki dampak yang signifikan bagi pengguna narkotika. Namun, keberhasilan pendampingan pastoral tergantung pada respons pengguna, keluarga, dan masyarakat sekitarnya. Respons tersebut mencakup penerimaan dan dukungan terhadap perubahan pengguna narkoba dalam upaya kesembuhan dari kecanduan. Penelitian ini difokuskan pada subjek yang sedang menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan Kelas IIB Kota Salatiga. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berharap penelitian selanjutnya dapat lebih menerapkan pendampingan pastoral secara konkret dan tepat, bukan hanya mempelajarinya.The serious issue at hand is the high prevalence of drug abuse in society. Drug abuse not only has an impact on an individual's mental well-being but also leads to physical damage. This research aims to evaluate the effectiveness of pastoral counseling in addressing drug addiction. The efforts made in this context are part of the recovery process for drug users to overcome their addiction. The research adopts a qualitative method with a descriptive approach, aiming to explore phenomena related to specific individuals or groups. The subjects of this study are inmates convicted of drug-related offenses in the Class IIB Detention Center in Salatiga City. The findings of this research indicate that the interviewees categorize themselves as individuals who are not closely connected to religion. Consequently, this serves as a basis for the need to enhance personalized pastoral counseling. Delivering counseling through a personal approach has a significant impact on drug users. However, the success of pastoral counseling depends on the response from drug users, their families, and the surrounding community. This response encompasses acceptance and support for the changes made by drug users in their efforts towards recovery. This research is focused on subjects currently serving their sentences in the Class IIB Detention Center in Salatiga City. Based on the research outcomes, the author hopes that future studies will not only investigate pastoral counseling but also implement it in a concrete and precise manner

    Fi Ra Wali: Konstruksi Mystic Sphere tentang Sagu Dalam Narasi dan Praktik Sosio-Kultur Masyarakat Sentani

    Get PDF
    Fi Ra Wali dalam konteks masyarakat Sentani adalah bagian dari proses fenomena dialektika. Ia terpelihara dan dihidupi dalam ruang-ruang perjumpaan yang sakral, sebagai bagian dari realitas kultural kosmik mereka. Pengalaman yang sakral ini secara fungsional melahirkan loyalitas terhadap realitas moral guna memperlakukan alam sebagai saudara. Fi Ra Wali sebagai konsep diri orang Sentani dalam relasi emosional dengan sagu, memiliki sejarah suci tentang leluhur mereka, yang menyebabkan sagu adalah hidup atau kehidupan bagi orang Sentani. Sebagai perwujudan dari realitas kosmik, pada satu sisi, sagu menjadi makanan pokok tetapi pada sisi yang lain, sagu memiliki getaran jiwa yang bersifat anonim dan impersonal. Ia tidak hanya sekedar berfungsi sebagai tanaman lokal atau pohon yang memiliki kekuatan supranatural, tapi ia juga menjadi simbol kelompok yang dapat mengintegrasi semua klan atau kelompok sosial dalam masyarakat, Pertalian antar klan atau kelompok sosial terjadi karena adanya perjumpaan, hubungan dan hidup bersama yang dapat memobilisasi ruang-ruang kepentingan bersama dan nilai komunal. Sagu sebagai simbol suci bukan pada bendanya, tetapi pada cara mengekspresikan nilai dan sikap, sehingga sagu memiliki nilai yang lebih besar, suci, dan transenden dari yang lain. Karena itu, pewarisan nilai dari generasi ke generasi merupakan wujud komitmen moral untuk menghargai perbuatan ilahi di masa lampau serta tetap membangun kohesi sosial di tengah arus modernisasi. Modernisasi turut mempengaruhi tatanan nilai dan perilaku sosial masyarakat Sentani yang plural, karena itu muncullah gerakan glokalisasi dalam bentuk resistensi ala masyarakat Sentani sebagai bentuk penolakan terhadap kelompok dominan yang mengeser tradisi dan budaya lokal guna mempertahankan sagu sebagai komuditas utama yang memberi hidup. Riset etnografi dan teknik fenomenologi akan menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif yakni observasi partisipan, wawancara dan studi pustaka digunakan untuk memperoleh data valid demi kepentingan riset. Identitas biasanya terkonstruksi secara kelembagaan berdasarkan kesepakatan juridis dan normative secara kolektif. Disertasi ini menyingkapkan bahwa identitas dapat terkonstruksi secara naratif dalam interaksi keseharian (everyday angagement) di tengah masyarakat. Keseharian hidup melahirkan pengalaman otentik sakral dalam relasi-relasi sosial, baik dalam ruang fisik maupun ruang spiritual orang Sentani. Identitas yang terkonstruksi dari realitas kultural kosmik yang ada dalam kosmologi, mampu mengintegrasikan masyarakat dalam sui generis (klan) guna menghadapi perubahan sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, disertasi ini berkesimpulan bahwa Fi Ra Wali telah menciptakan ruang-ruang perjumpaan yang sakral (mistic sphere) sifatnya dalam mengumuli konteks yang multikultur.Fi R a Wali in the context of Sentani community is part of the process of dialectical phenomenon. It is preserved and lived in sacred meeting spaces, as part of their cosmic cultural reality. This sacred experience functionally breeds loyalty to moral reality in order to treat nature as brothers and sisters. Fi Ra Wali as a self-concept of Sentani people in an emotional relationship with sago, has a sacred history about their ancestors, which causes sago is life or life for Sentani people. As an embodiment of cosmic reality, on the one hand, sago becomes a staple food but on the other hand, sago has an anonymous and impersonal vibration of the soul. It not only functions as a local plant or tree that has supernatural powers, but it also becomes a symbol of a group that can integrate all clans or social groups in society, Relationships between clans or social groups occur because ofencounters, relationships and living together that can mobilize spaces of shared interest and communal values. Sago as a symbol of the sacred is not on the object, but on the way to express values and attitudes, so that sago has a greater value, holy, and transcendent than others. Therefore, the inheritance of values from generation to generation is a form of moral commitment to respect past divine deeds and to continue to build social cohesion in the midst of modernization. Modernization also influences the plurality of values and social behavior of the Sentani people, because of that the glocalization movement emerged in the form of resistance in the style of the Sentani people as a form of rejection of the dominant group that shifted local traditions and culture to maintain sago as the main community that gives life. Ethnographic research and phenomenology techniques will use qualitative data collection techniques namely participant observation, interviews and literature study used to obtain valid data for research purposes. Identity is usually constructed institutionally based on collective juridical and normative agreements. This dissertation reveals that identity can be constructed in a narrative in daily interactions ( everyday anga ge ment ) in the community. Everyday life gives birth to authentic sacred experiences in social relations, both in the physical space and the spiritual space of the Sentani people. Identities constructed from cosmic cultural realities that exist in cosmology are able to integrate society in sui generis (clans) in order to deal with social changes in society. Thus, this dissertation concludes that Fi Ra Wali has created spaces of encounter is sacred ( mystic sphere ) mengumuli nature in a multicultural context

    Mangapuli sebagai Pendampingan Kedukaan Berbasis Budaya bagi Masyarakat Batak Toba di Desa Hinalang Bagasan Kabupaten Toba

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Mangapuli yang merupakan budaya Batak Toba sebagai pendampingan kedukaan berbasis budaya bagi masyarakat Batak Toba yang mengalami kedukaan di desa Hinalang Bagasan. Penelitian ini dimotivasi oleh fakta bahwa, budaya Mangapuli adalah kegiatan belasungkawa yang dilakukan oleh sanak keluarga untuk menghibur orang yang sedang berduka. Mangapuli bukan hanya sekadar kegiatan menghibur dengan kata-kata saja, melainkan memiliki nilai dan makna yang lebih dari sekedar menghibur. Berangkat dari masalah ini, sehingga sangat penting untuk mengkaji mangapuli dari pendampingan kedukaan dalam masyarakat Batak Toba khususnya di Desa Hinalang Bagasan, Kabupaten Toba, dengan fokus penelitian bagaimana pemaknaan mangapuli dalam masyarakat Batak Toba, dan bagaimana nilai serta makna yang ada dari rangkaian proses mangapuli. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dari rumusan masalah. Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara semistruktural, dan untuk menentukan informan dengan menggunakan snowball dan purposive, dimana terdapat informan kunci dan informan pendukung yang direkomendasikan informan kunci dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dilakukan di Desa Hinalang Bagasan Kabupaten Toba. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya Mangapuli memiliki makna dan nilai marsihaholongan dalam bahasa Indonesia saling mengasihi, parsaoran dalam bahasa Indonesia kebersamaan, marsiurupan dalam bahasa Indonesia saling membantu, marsisarion dalam bahasa Indonesia saling mempedulikan, dan partinaonan dalam bahasa Indonesia saling menanggung dukacita, beban musibah satu dengan yang lain. Direkomendasikan bagi instansi pendidikan, masyarakat Hinalang dan gereja untuk melaksanakan dan menjaga eksistensi Mangapuli menjadi budaya dalam pendampingan kedukaan berbasis budaya. Namuin, dalam penelitian ini penulis belum sampai membahas tentang relasi lintas agama dalam melaksanakan Mangapuli, dan agama ekstrim yang tidak melaksanakan Mangapuli saat mengalami kedukaan karena doktrin gereja. Maka penelitian lebih lanjut direkomendasikan bagi para peneliti di bidang ini untuk memperlengkapinya

    Komitmen Spiritual sebagai Loyalitas, Nilai Religi, dan Manajemen Sumber Daya Manusia di PT. Akuradata Cendikiatama Ekspertia (ACE) Solusindo

    No full text
    Loyalitas sumber daya manusia bagi perusahaan adalah elemen krusial untuk mendapatkan kepercayaan klien melalui penyelesaian pekerjaan. Tingkat loyalitas karyawan yang rendah menjadi permasalahan mendasar bagi perusahaan untuk mencapai visi, misi dan tujuan pendirian perusahaan. Model pengembangan loyalitas karyawan berbasis nilai religi dan manajemen sumber daya manusia mengedepankan nilai identitas, penatalayanan, tujuan, kekeluargaan dan kesatuan ekonomik melalui metodologi penelitian dan pengembangan. Metodologi tersebut menyertakan pendekatan deskriptif analisis, mixed method, quasi eksperimen, dan partisipatif dalam program intervensi Komitmen Spiritual. Observasi, wawancara dan angket untuk mendapatkan data kualitatatif dan data kuantitatif. Eksperimen digunakan untuk membuktikan efektivitas model secara statistikal signifikan, sedangkan wawancara dan observasi lapangan digunakan untuk memperoleh secara praktikal signifikan dampak model. Pengembangan model teruji Komitmen Spiritual menghantarkan hasil akhir teruji sebagai model Komitmen Spiritual dalam meningkatkan loyalitas karyawan berbasis nilai religi dan manajemen sumber daya manusia. Model Komitmen Spiritual merekomendasikan kepada perusahaan dalam mengembangkan nilai – nilai religi sebagai pemaknaan diri untuk mendapatkan loyalitas karyawan. Penelitian lebih lanjut juga direkomendasikan bagi para peneliti di bidang ini untuk memperlengkapi model ini

    Reimoki, Pendekatan Pendampingan, Budaya, Orang Sakit, Masyarakat Waropen

    No full text
    Tesis ini hendak mendeskripsikan kepercayaan keret Wairara terhadap Reimoki sehingga melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipergunakan untuk mendidik individu-individu baik keret Wairara sendiri maupun masyarakat Waropen pada umumnya hingga mencapai kemandirian dan pengembangan diri sepanjang hidupnya. Nilai- nilai dalam kepercayaan ini juga dapat dipergunakan untuk memberdayakan masyarakat agar saling menghidupkan dan memanusiakan. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dan internalisasi dari kearifan budaya masyarakat dalam kepercayaan terhadap Reimoki. Mengingat pendekatan pendampingan berbasis budaya sebagai alat pendekatan untuk melakukan pertolongan dan mengangkat martabat manusia, para tokoh adat dapat menjadikan pendekatan pendampingan berbasis budaya sebagai alat percepatan penyembuhan orang sakit. Dalam konteks paradigma demikian, pendekatan pendampingan berbasis budaya dapat dijadikan salah satu model pendekatan pendampingan untuk proses percepatan penyembuhan bagi masyarakat Waropen yang sakit. Tesis ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Metode kualitatif bertujuan mendeskripsikan cerita – cerita masyarakat tentang serangkaian peristiwa terkait dengan pengalaman masyarakat yang menjadi objek penelitian serta melalui pendekatan naratif dengan berfokus cerita tentang pengalaman masyarakat. Jadi dalam tesis ini penulis akan mendeskripsikan tentang cerita – cerita dan peristiwa terkait pengalaman masyarakat tentang Reimoki dari masyarakat Waropen secara khusus keret Wairara sebagai pemilik kebudayaan. Kata kunci : Ritual Pemanggilan Reimoki, Pendekatan Pendampingan, Budaya, Orang saki

    -

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan sopi sebagai media Maso Minta yang dilihat dari perspektif pendampingan keindonesiaan. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dalam melihat realita yang ada kemudian menarik kesimpulan dari apa yang terjadi. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. kepada setiap individu yang pernah menjadi juru bicara atau kepada adat dalam prosesi adat Maso Minta. Hasil dari penelitian ini adalah telah terjadinya proses pendampingan dalam adat Maso Minta yang dimana sopi sebagai medianya. Pendampingan yang terjadi dalam adat Maso Minta disebut sebagai pendampingan keindonesiaan. Pendampingan keindonesiaan dalam Maso Minta ini dilakukan secara mandiri dengan menggunakan budaya dalam keberagaman indonesia yang menghadirkan persatuan, kehidupan kebersamaan, kehidupan saling menopang, bahu-membahu membangun kehidupan dan karakter individu bahkan dalam satu komunitas untuk menjadi lebih baik dan lebih berpotensi

    Kajian Pendampingan Pastoral terhadap Kecanduan Game Online dalam Komunitas Pemuda Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Batu V

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Kecanduan game online dalam komunitas pemuda Gereja Batak Karo Protestan Batu V dari perspektif pendampingan pastoral. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kualitatif, metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif, cenderung menggunakan analisis untuk melihat realita dan menarik kesimpulan dari apa yang terjadi, metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode wawancara. Wawancara adalah suatu tindakan percakapan yang diarahkan terhadap suatu masalah tertentu dan proses tanya jawab yang dilakukan antara dua orang atau lebih. Manfaat dari penulisan ini yaitu membantu penulis dalam memahami pentingnya pendampingan pastoral bagi pemuda yang kecanduan game online. Pendampingan Pastoral adalah suatu panggilan yang harus dilakukan oleh setiap orang yang telah merespon panggilan Allah. Game online adalah game atau permainan yang terhubung dalam jaringan internet, game online adalah permainan yang berbasis elektronik dan visual. Akibat dari penggunaan game online akan mengakibatkan malas dalam belajar, sering bolos, lupa pada waktu karena keseringan bermain game online. Faktor penyebab penggunaan game online karena kurangnya pengawasan dari orangtua, orang tua terlalu memanjakan anak untuk membelikan setiap smartphone, dikarenakan pemuda tidak mendapatkan tempat untuk bercerita tentang permasalahan yang dihadapinya.This paper aims to examine online game addiction in the youth community of the Batak Karo Protestant Church Batu V from the perspective of pastoral accompaniment. The method used in this paper is qualitative research method, qualitative research method is descriptive research, tends to use analysis to see reality and draw conclusions from what happens, research method conducted using interview method. An interview is an act of conversation directed towards a particular issue and a question and answer process conducted between two or more people. The benefit of this writing is that it helps the author understand the importance of pastoral care for youth who are addicted to online games. Pastoral care is a calling that must be done by everyone who has responded to God's call. Online games are games or games that are connected to the internet network, online games are games that are based on electronics and visuals. As a result of using online games will result in being lazy in learning, often skipping classes, forgetting on time because of frequent playing online games. The factor causing the use of online games is due to lack of supervision from parents, parents spoil children too much to buy every smartphone, because youth do not get a place to tell about the problems they face

    Kajian Pendampingan Pastoral Terhadap Pasangan Suami Isteri Infertilitas di Desa Limau Mungkur

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pasangan suami isteri infertilitas di desa Limau Mungkur ditinjau dari perspektif pendampingan pastoral. Penelitian ini berangkat dari fenomena banyaknya pasangan suami isteri yang mengalami infertilitas yang kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan dan juga gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam upaya memahami dan menyikapi pasangan suami isteri infertilitas di desa Limau Mungkur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan pasangan suami isteri mengalami infertilitas, seperti: obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol dan kelelahan. Keadaan infertilitas pada pasangan suami isteri ini berdampak pada pertengkaran yang mengakibatkan turunnya keharmonisan antar pasangan suami isteri, enggan untuk datang kerumah orang tua dan menjadi buah bibir masyarakat. Untuk itulah pentingnya pendampingan pastoral bagi pasangan suami isteri infertilitas sehingga merasakan, topangan, bimbingan, penyembuhan, pemeliharaan dan pemulihan untuk bisa menemukan solusi atas persoalan yang sedang dialami. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk bisa mengembangkan model pendampingan terhadap pasangan suami isteri infertilitas

    Sokhai untuk Menyelesaikan Masalah Rumah Tangga di Pulau Pantar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti asal-usul, pemaknaan dan pelaksanaan sokhai untuk menyelesaikan masalah rumah tangga di Pulau Pantar dalam hal ini penelitian untuk mengkaji pemaknaan dan asal-usul sokhai serta mendeskripsikan sokhai dari konseling pernikahan. Dalam penelitian ini maka metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pola deskriptif analitis. Data-data yang diperlukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam yang didukung oleh observasi/pengamatan guna untuk mendukung dalam proses analisis data. Sedangkan dalam teknik pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purposive. Teori yang digunakan adalah konflik, perdamaian dan konseling pernikahan. Hasil kajian ini peneliti menemukan bahwa masyarakat masih menjaga dan melestarikan tarian sokhai ini sebagai tanda perdamaian untuk menyatukan dua keluarga yang bertikai karena pembicaraan adat dalam proses perkawinan. Dalam proses pelaksanaan sokhai ditemukan bahwa ada petuah-petuah yang diberikan oleh tetua adat kepada kedua pasangan yang akan menikah dengan melantunkan pantun-pantun adat yang memilki nilai magis yang kuat. Penyampaian petuah-petuah tersebut maka tetua adat sudah berperan sebagai seorang konselor yang hadir untuk membimbing, memulihkan keadaan dan mendamaikan kedua pihak baik dari pihak laki-laki maupun perempuan setelah terjadinya konflik dalam forum adat untuk pembahasan belis (mas kawin) ini. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian ini adalah sokhai dapat digunakan sebagai pendekatan dalam konseling pernikahan untuk mendamaikan kedua belah pihak keluarga yang berkonflik dalam forum adat

    Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Melalui Pendidikan Agama Kristen Untuk Meningkatkan Karakter Kristiani Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Surakarta

    Get PDF
    unpublish publish lembar persertujuan akses opsi belum di contrengPenelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model Pembelajaran Contextual Teaching Learning melalui Pendidikan Agama Kristen dalammeningkatkan karakter Kristiani siswa di SMPN 4 Surakarta. Penelitian inidimotivasi oleh fakta dan kondisi siswa SMPN 4 Surakarta yang mengalamikemerosotan berkaitan dengan Karakter Kristiani. Banyak siswa yang sikap danperilakunya melenceng dari aturan serta norma yang ada. Hal itu disebabkan karena adanya permasalahan pemahaman dalam diri siswa akan Karakter Kristiani. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian partisipatif dengan desain penelitian metode campuran. Wawancara, observasi, FGD dan angket digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif. Eksperimen digunakan untuk membuktikan efektivitas model secara statistical signifikan, sedangkan observasi lapangan dan FGD digunakan untuk memperoleh data secara praktikal signifikan dampak model. Penelitian ini teruji sebagai model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan karakter siswa, khususnya dalam hal kasih, kejujuran, kedisiplinan dan tanggungjawab. Dalam hasil kualitatif terlihat dalam sikap siswa yang mau melaksanakan tugas tanpa mengeluh,mengikuti ibadah pagi, dan mampu untuk memahami dengan tepat essensi darikarakter Kristiani. Penelitian ini direkomendasikan bagi wakasek kurikulum, guru,siswa dan peneliti selanjutnya untuk menerapkan model ini.Hal itu dikarenakan model pembelajaran CTL ini efektif untuk meningkatkan karakter Kristiani siswa SMP
    corecore