11 research outputs found

    SMART MONITORING DAN KONTROL BERBASIS ARDUINO PADA SISTEM AQUAPONIK

    No full text
    Improvement in urban agricultural cultivation technology with an aquaponic system has become an alternative for people who have limited land or yard, ranging from efforts to realize family food resilience and economic improvement on a commercial scale. In supporting the success of Aquaponic cultivation, the temperature and water pH conditions greatly affect the growth and development of plants and fish, so the accurate monitoring of temperature and water pH is very important. Therefore, the use of monitoring and control systems in aquaponic cultivation integrated with the Internet of Things (IoT) is expected to be a more efficient solution than conventional cultivation in terms of intelligent and sustainable maintenance and monitoring of the system. All information concerning the state of the system relates to physical parameters such as Temperature and Water PH in the Aquaponic Pool along with the environmental conditions obtained from several installed sensors and sent to the server to provide real-time and real-time information to the user. The result of this research make prototype of realtime condition monitoring device from temperature and pH of water automatically condition of aquaponic based on measurement obtained from installed sensors can be monitored using computer or smartphone

    Uji Kinerja Alat Penjerap Warna dan pH Air Gambut Menggunakan Arang Aktif Tempurung Kelapa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja alat penjerap warna dan pH air gambut serta membuktikan lama waktu air mengalir dari kolom penjerap terhadap perubahan warna dan pH air gambut. Air gambut sebagai bahan uji berasal dari 3 lokasi yang berbeda. Pengukuran dilakukan saat air gambut mengalir keluar dari kolom penjerap pada menit ke 0, 10, 30, 60 dan 120 menit. Uji kinerja alat penjerap warna dan pH air gambut menghasilkan rata-rata debit aliran air sebesar 1.340 mL/menit, waktu kontak air dengan karbon aktif pada kolom penjerap sekitar 65 detik. Berdasarkan hasil pengujian, alat ini terbukti dapat melakukan penjerapan warna dan meningkatkan nilai pH air gambut. Kolom penjerap efektif digunakan untuk menjerap warna selama sekitar 60 menit atau dapat digunakan pada air gambut sebanyak 80, 4 Liter, serta dapat digunakan selama 120 menit untuk meningkatkan nilai pH air gambut atau dapat digunakan pada air gambut sebanyak 160,8 liter. Hasil uji kinerja alat penjerap warna dan pH air gambut menunjukkan bahwa penjerapan warna dan kenaikan pH terbaik diperoleh pada perlakuan T1 yaitu waktu aliran air keluar dari kolom penjerap pada 0 menit. Sampel A mengalami penurunan kadar warna dari 414 Pt-Co. menjadi 244 Pt-Co., dengan penjerapan warna 41,06%, sedangkan nilai pH mengalami kenaikan sebesar 1,26. Sampel B mengalami penurunan kadar warna dari 667 Pt-Co. menjadi 474 Pt-Co., dengan penjerapan warna 28,94%, sedangkan nilai pH mengalami kenaikan sebesar 1,55. Sampel C mengalami penurunan kadar warna dari 1537 Pt-Co. menjadi 1084 Pt-Co., dengan penjerapan warna 29,47%, sedangkan nilai pH mengalami kenaikan sebesar 1,23

    PEMANFAATAN MESIN PRODUKSI DAN GO DIGITAL DALAM MENDUKUNG KEWIRAUSAHAAN MUDA PADA KARANG TARUNA “SAGU UNION” DESA SAGU KECAMATAN GALING

    No full text
    Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah memberikan bekal bagi pemuda dan pemudi karang taruna Sagu Union di Desa Sagu Kecamatan galing agar memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap dalam memasuki dunia wirausaha yang mandiri sebagai salah satu upaya dalam rangka menumbuhkan kecakapan hidup bagi Desa Sagu dengan memberikan pendidikan non formal dalam bidang kewirausahaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan kegiatan teori materi kewirausahaan, teknologi pemanfaatan mesin untuk usaha, pemanfaatan teknologi digital di bidang promosi dan marketing serta  praktik langsung kepada peserta  karang taruna Sagu Union  untuk usaha pembuatan kripik Singkong. Praktik yang dilakukan berupa pembuatan kripik singkong. Target luaran dari program pengabdian ini adalah meningkatkan keinginan dan motivasi untuk memulai berwirausaha  bagi pemuda dan pemanfaatan dunia digital dalam pemasaran. Output dari kegiatan ini, peserta mampu membuat produk kripik singkong dengan bantuan mesin peralatan yang diberikan, dengan merek dagang “SETIA” yang sudah dikemas dengan kemasan menarik berupa kemasan sablon, dan telah dipromosikan dan dipasarkan secara online

    UJI KEKUATAN TARIK KERTAS DAUR ULANG CAMPURAN AMPAS TEBU, SERABUT KELAPA, DAN KERTAS BEKAS

    No full text
    Kertas daur ulang dapat dibuat dari campuran kertas bekas dan berbagai jenis serat. Pengembangan berbagai bahan alternatif serat alam yang mengandung serat selulosa perlu dilakukan untuk menghasilkan kertas berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai bahan alternatif seperti ampas tebu dan serabut kelapa dalam pembuatan kertas daur ulang serta melakukan pengujian terhadap kekuatan tarik kertas yang dihasilkan. Kertas daur ulang dibuat dengan dua variasi campuran bahan baku yaitu campuran antara ampas tebu dan kertas bekas serta campuran antara serabut kelapa dan kertas bekas. Komposisi bahan baku yang digunakan berdasarkan persen berat dengan perbandingan 30:70, 50:50 dan 70:30. Perekat yang digunakan adalah perekat PVAc dengan dua variasi jumlah yang digunakan, yaitu 5% dan 10% berat bahan. Uji kekuatan tarik kertas daur ulang dilakukan berdasarkan standar pengujian ASTM-D638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah ampas tebu, serabut kelapa dan kertas bekas dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas daur ulang. Nilai kekuatan tarik tertinggi kertas daur ulang pada campuran ampas tebu dan kertas bekas diperoleh sebesar 0,608 N/mm2 pada perbandingan campuran 50 : 50 sedangkan pada campuran serabut kelapa dan kertas bekas menghasilkan kekuatan tarik tertinggi 0,506 N/mm2 yang diperoleh pada perbandingan 30:70. Jumlah perekat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang sangat mempengaruhi nilai kekuatan tarik kertas daur ulang yang dihasilka

    IMPLEMENTASI OPEN SOURCE UNTUK WEB INTERFACE PADA SISTEM MONITORING DAN KONTRROL MINI GREENHOUSE PEMBIBITAN KOPI

    No full text
      ABSTRAK   Tantangan perubahan iklim  dan gangguan hama saat ini membuat banyak petani beralih kepada  model pertanian intensif menggunakan green house, terutama untuk pembibitan tanaman. Dalam penerapan teknologi saat ini, telah banyak greenhouse yang mengaplikasikan suatu sistem yang memudahkan untuk memonitoring dan kontrol  dengan IOT pada sistem greenhouse. Hal ini dilakukan untuk memantau secara realtime kondisi parameter fisik dan cuaca pada greenhouse dengan menggunakan bantuan sensor melalui platform internet. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem dan pembuatan prototype peralatan sistem monitoring dan kontrol  yang diaplikasikan pada greenhouse serta mengintegrasiakan sistem dengan aplikasi web Thinger.io  untuk menampilkan semua parameter fisika yang terbaca oleh sensor yang digunakan pada  interface web secara realtime. Berdasakan Hasil uji dan obeservasi terhadap sistem monitoring bibit tanaman kopi di mini greenhouse yang dikembangkan mampu memonitoring dan melakukan kontrol terhadap suhu, humidity, soil moisture, cahaya, dan penyiraman otomatis dari pompa, menghidupkan kipas exhaust dan mengontrol pencahayaan. Output dari kondisi realtime bisa dipantau melalui platform Thinger.io.   Key Words : Arduino, Greenhouse, Sensor,  IoT, Web Thinger.i

    Pemanfaatan Mesin Power Thresher Untuk Peningkatan Produktivitas Pasca Panen Bagi Petani Di Desa Sempadian

    No full text
    Community Service (PKM) activities have been carried out with the aim of utilizing a power thresher machine that has been designed and made by the Sambas State Polytechnic PKM Team to be implemented by farmer groups in Sempadian Village, Tekarang District, Sambas Regency. The team implementing this activity is a group of lecturers with multi-disciplinary fields, namely Mechanical Engineering for machine manufacturing, Agricultural Machinery Engineering for engineering design and machine performance testing, and Multimedia Engineering for design drawings. Apart from that, this activity was also assisted by mechanical technicians and several active students who were directly involved in service activities both when making tools and applying them in the field. The target audience involved in this activity is the Kartini Women's Farming Group (KWT) in Sempadian Village. The KWT has 13 active farmers. The implementation of this activity uses the main method of community empowerment, in the form of direct practice methods in the field. Among them are the practice of using, caring for and maintaining machines, as well as the theory and practice of Occupational Safety and Health (K3). This activity is able to contribute knowledge and application of technology from the Sambas State Polytechnic, namely a power thresher as a form of technology adoption for the community and increasing public knowledge about post-harvest. The result of this activity is that farmers are able to apply the technology provided properly and correctly independently, namely in the form of operating machines, maintaining and repairing minor damage to rice threshing machines. The impact of this activity is to increase the effectiveness and efficiency of agriculture for the community so that it can improve the community's economy, especially farmer groups in Sempadian Village.Telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tujuan pemanfaatan mesin power thresher yang telah dirancang dan dibuat oleh Tim PKM Politeknik Negeri Sambas untuk diterapkan oleh kelompok tani di Desa Sempadian, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Tim pelaksana kegiatan ini adalah kelompok dosen dengan multi bidang ilmu yaitu Teknik Mesin untuk pembuatan mesin, Teknik Mesin Pertanian untuk perancangan teknik dan uji kinerja mesin, dan Teknik Multimedia untuk gambar perancangan. Selain itu, kegiatan ini juga dibantu oleh tenaga teknisi mesin dan beberapa mahasiswa aktif yang terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian baik saat pembuatan alat maupun pengaplikasiannya di lapangan. Khalayak sasaran yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini di Desa Sempadian. KWT tersebut memiliki jumlah petani aktif sebanyak 13 orang. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode utama pemberdayaan masyarakat, berupa metode praktik langsung di lapangan. Diantaranya adalah praktik penggunaan, perawatan, dan pemeliharaan mesin, serta teori dan praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini mampu memberikan sumbangsih pengetahuan dan penerapan teknologi dari Politeknik Negeri Sambas yaitu berupa mesin perontok padi (power thresher) sebagai bentuk adopsi teknologi bagi masyarakat dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pasca panen. Hasil dari kegiatan ini adalah petani mampu menerapkan teknologi yang diberikan dengan baik dan benar secara mandiri, yaitu berupa cara mengoperasikan mesin, merawat dan memperbaiki kerusakan ringan mesin perontok padi. Dampak dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan efektivitas dan efisiensi pertanian bagi masyarakat sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya kelompok tani di Desa Sempadian

    Analisis Statis Design Prototype Chassis Tubular Space Frame Kendaraan Listrik Berjenis Buggy

    No full text
    Akses jalan yang sempit serta kondisi jalan yang becek hingga berlumpur menjadi kendala proses pengangkutan dan mobilisasi masyarakat. Diperlukan kendaraan angkut yang ringan, kecil, dan kuat sehingga dipilih konsep kendaraan listrik berjenis buggy. Chasis yang dipilih adalah chassis jenis tubular space frame. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain rangka, melakukan simulasi statis pada rangka serta membandingkan hasil pengujian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah proses komputasi dengan metode elemen hingga menggunakan software solidworks. Dimensi tinggi kendaraan 1400 mm, panjang 3069 mm dan lebar 1386 mm. Material yang digunakan AISI 304, AISI 1020 dan ASTM A36. Beban yang diberikan berupa beban statis yang terdiri atas beban muatan, beban baterai, beban pengendara, beban gardan dan motor utama serta beban pompa. Didapat hasil pengujian pada material AISI 304 stress maksimal 68,7 MPa, displacement 1,96 mm dan safety factor 3,013. Material AISI 1020 stress maksimal 69,5 MPa, displacement 1,87 mm dan safety factor 5,064. Material ASTM A36 stress maksimal 69 MPa, displacement 1,86 mm dan safety factor 3,623. Jenis material yang paling cocok digunakan ialah AISI 1020. Material yang dipilih mempunyai nilai safety factor yang lebih baik sehingga kuat dan mampu menahan beban yang diberikan

    PELATIHAN OPERASIONAL MESIN VACUM FRYER DI DESA TENGGULI

    No full text
    Desa Tengguli telah memiliki mesin vacuum frying yang belum maksimal digunakan karena tidak ada operator yang mengoperasikan mesin. . Di sekitar wilayah Desa Tengguli dan kecamatan Sajad umumnya banyak terdapat pohon nangka dan beberapa jenis buah lainnya. Berdasarkan potensi serta fasilitas yang telah dimiliki menjadi pendorong untuk melaksanakan kegiatan pelatihan operasional mesin vacuum fryer dalam pengolahan keripik nangka. Pendampingan Operasional dilakukan dengan memberikan pelatihan prosedur penggunaan teknologi mesin vacuum fryer termasuk petunjuk perawatan dan permasalahan teknis laninnya oleh Tim Pelaksana kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan dengan cara (1) Pelatihan secara teori terkait mesin vacuum fryer, (2) Pelatihan mengoperasikan mesin vacuum fryer oleh tim / demonstrasi, (3) Peserta berlatih / praktik untuk mengoperasikan mesin vacuum fryer dengan didampingi tim. Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif di Desa Tengguli dengan adanya beberapa masyarakat yang dapat menjadi operator mesin vacuum fryer.  Selain itu juga mesin vacuum fryer dapat produktif menghasilkan produk desa berupa keripik nangka dan beberapa keripik buah lainnya seperti keripik nanas dan kripik salak. Kata kunci : Keripik Nangka, Mesin vacuum fryer, Vacuum frye

    Peningkatan Sifat Mekanik Komposit Berpenguat Serat Ijuk Bermatriks Resin dengan Teknik Vacuum Resin Infusion

    No full text
    Inovasi penggunaan serat alam pada pembuatan Biokomposit bermatrik resin masih terus dilakukan untuk meningkatkan sifat mekanis dari produk biokomposit itu sendiri. Pembuatan biokomposit dengan metode vacuum resin infusion  bisa menjadi solusi karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan teknik konvensional (Hand lay up) khususnya yang secara langsung bisa menekan void yang terjadi dan diharapkan, memudahkan serat menyesuaikan bentuk dari molding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari metode vakum infusion pada pembuatan biokomposit berpenguat serat ijuk dengan resin R108 dalam meningkatkan kekuatan mekanik komposit berpenguat serat ijuk. Metode penelitian ini menggunakan variasi lama perendaman serat ijuk pada larutan NaOH yaitu 2, 4 , dan 6 jam. Selain itu digunakan variasi susunan ijuk pada pembuatan komposit serat ijuk, yaitu susunan acak dan kontinu. Komposit yang dihasilkan dilakukan uji kekuatan impak menggunakan standar pengujian impak charpy ASTM A370. Hasil dari pengujian impak terendah ditunjukan pada komposit dengan perendaman serat ijuk selama 6 jam dan susunan acak yaitu 1,11  . Hasil dari pengujian impak tertinggi ditunjukan pada komposit dengan perendaman serat ijuk selama 4 jam dan susunan kontinu yaitu 10,02

    Modifikasi dan Uji Kinerja Mata Pengupas pada Mesin Pengupas Kulit Pinang Kering

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi roll pengupas dan uji kinerja mesin pengupas buah pinang kering untuk membuktikan pengaruh jumlah mata pengupas terhadap hasil pengupasan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen rancangan acak yang terdiri dari dua faktor utama diantaranya adalah jumlah mata pengupas (10 ; 14; 18), perbandingan pulley (1:1 , 1:2 , 2:1) dengan variasi pengujian. Untuk setiap variasi variabel bebas, dilakukan 3 kali pengulangan percobaan. Sampel pada penelitian ini adalah 20 buah pinang kering. Kecepatan putaran mesin, perbandingan puli, panjang dan bentuk mata pengupas dibuat sama untuk semua sampel. Hasil yang diamati meliputi persentase buah terkupas dengan biji utuh, persetase buah terkupas dengan biji pecah, dan persentase buah tidak terkupas. Hasil pengupasan terbaik adalah pada variasi roller pengupas III dengan jumlah mata pengupas 18, perbandingan puli 1:2, kecepatan putaran 1066 rpm. Hasil pengupasan terendah pada variasi roller pengupas I dengan jumlah mata pengupas 10, perbandingan puli 2:1, kecepatan putaran 2885 rpm. Jadi semakin banyak jumlah mata pengupas dan kecepatan putaran nya rendah maka persentase buah terkupas dengan biji utuh semakin besar. Sedangkan semakin panjang mata pengupas dan kecepatan nya tinggi maka persentase buah terkupas dengan biji pecah akan semakin besar
    corecore