1,720,973 research outputs found

    Manajemen Kelas Dalam Optimalisasi Self Regulated Learning Pada Masa Pandemi

    Get PDF
    Pada awal kepemimpinannya, menteri pendidikan dan kebudayakan meluncurkan kebijakan merdeka belajar. Pendidikan yang berorientasi pada murid. Murid berpartisipasi aktif dalam setiap diskusi, saling mendengar pendapat orang lain, mengevaluasi diri terhadap perubahan lingkungan sekitar. Kebijakan tersebut sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita Ki Hadjar Dewantara yakni dalam pendidikan mempertimbangkan keseimbangan cipta, rasa dan karsa tidak hanya sebagai proses transfer ilmu pengetahuan namun sekaligus proses transformasi nilai. Merdeka belajar adalah terjemahan dari self regulated learning, sebuah teori yang menjelaskan proses belajar yang dikemukakan oleh pelajar itu sendiri. Belajar karena sadar tujuan, bukan karena terpaksa. Belajar dengan cara yang efektif, bukan cara yang didektekan. Belajar dengan melakukan penilaian terhadap proses dan hasil belajar oleh diri sendiri maupun orang lain. Belajar tidak terbatas pada persiapan ujian, menghafal konten, dan mengejar nilai sempurna. Belajar untuk mencapai kompetensi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari

    Menulis Bermakna Bersama Sahabat Pena Kita

    Get PDF
    Kuantitas dan kualitas karya tulisan adalah dua hal yang harus beriringan. Semakin banyak karya yang dihasilkan, maka semakin meningkat pula kualitas dari karya tersebut. Alih-alih fokus mengejar banyaknya karya, lebih utama meningkatkan kualitas karya. Menulis bermakna adalah ketika kita mampu terbuka dengan kritik dan saran. Sebagai penulis meminta dan menerima kritik serta saran akan membantu merefleksikan apa yang sudah kita tuliskan. Dunia kepenulisan itu dinamis, karya tulisan adalah salah satu wawasan meminimalisir adanya informasi-informasi hoax. Intensitas membuka diskusi dengan pihak eksternal sebagai jalan bagi penulis untuk menemukan sumber informasi yang sesungguhnya. Selain itu, diskusi umpan balik dengan pihak eksternal juga membantu penulis membumikan karya-karyanya

    Aktivitas Literasi Bermakna Mahasiswa Manajemen Pendidikan Menggunakan Mentimeter

    Get PDF
    Literasi tidak hanya perkara belajar membaca, tetapi mahasiswa juga mampu mengelola informasi sehingga mendapatkan makna. Ada bermacam-macam literasi, misalnya: literasi perpustakaan, literasi hukum, literasi komputer, literasi media, literasi teknologi, literasi ekonomi, literasi informasi, literasi matematika, bahkan ada literasi moral. Di zaman digital, buku bukanlah sumber belajar satu-satunya. Hadirnya buku elektronik memberikan kemudahan bagi siapapun untuk mengaksesnya tanpa batasan waktu dan tempat. Namun, kemudahan ini tidak sebanding dengan tingkat literasi generasi muda. Masyarakat Indonesia belum terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman dari membaca. Masyarakat Indonesia belum dapat mengaktualisasikan diri melalui tulisan. Esensi dari literasi adalah aktivitas yang dimulai dengan berpikir kritis untuk membawa informasi pada berbagai situasi. Literasi lebih dari mengeja huruf, membaca di kelas bahasa, dan menjawab pertanyaan bacaan. Mahasiswa butuh menyampaikan pendapat, mengkritisi, dan mengkomunikasikan kembali apa yang dilihat, didengar, dan dibacanya

    Penggunaan Aplikasi Articulate Story Line Dalam Pembelajaran Manajemen Perkantoran dan Kearsipan

    Get PDF
    Proses belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien apabila pendidik dapat mengelola semua sumber daya di kelas dengan baik. Media pembelajaran adalah salah satu sumber daya di kelas untuk menyampaikan informasi dan materi belajar. Media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi kelas serta kebutuhan akan membantu murid lebih mudah mencapai tujuan pembelajarannya. Saat ini banyak pilihan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk media presentasi pembelajaran. Salah satunya adalah aplikasi articulate storyline. Articulate Storyline adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat presentasi yang mirip dengan microsoft power point. Articulate Storyline memiliki fungsi yang hampir sama dengan microsoft power point, namun memiliki beberapa kelebihan sehingga bisa mendesain presentasi yang menarik, interaktif, kreatif, dan melibatkan mahasiswa dalam setiap kegiatan pembelajaran

    Kurikulum Merdeka planning in schools: Case study at SMA N 1 Kalidawir.

    Get PDF
    Changes in the learning system caused by adjustments to conditions and needs during the pandemic, as well as gaps in the use of digital platforms, have an impact on strengthening learning loss and learning gaps. Educational programs and learning processes focusing on student needs will reduce learning loss. Effective curriculum management is encouraged to meet the resources students need so that learning gaps do not occur in educational institutions. This research aims to analyze Kurikulum Merdeka planning in high schools for guidance for other schools facing similar challenges regarding Kurikulum Merdeka planning amidst educational changes in Indonesia. This research was designed using a qualitative research method with a case study approach. The research began by collecting, processing, analyzing, and compiling a report. The research results explored Kurikulum Merdeka's planning at SMA Negeri 1 Kalidawir. Planning is the first step in realizing curriculum management. Kurikulum Merdeka planning stages at SMA N 1 Kalidawir began with forming a special team, understanding information from Kurikulum Merdeka guide from the government and resource persons, holding House Training (IHT), and then developing KOSP (educational unit operational curriculum)

    Manajemen Kelas Pembelajaran Campuran: Mengajar Efektif Saat PTM Terbatas

    Get PDF
    Pembelajaran yang efektif membutuhkan manajemen kelas yang baik. Manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan, dengan kata lain manajemen kelas merupakan usaha secara sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. (Cucun Sunaengsih, 2017) Adanya manajemen kelas diharapkan dapat memberikan kesiapan bagi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran, mewujudkan situasi belajar yang sesuai dengan kondisi kelas dan kebutuhan murid, mempersiapkan strategi pembelajaran yang melibatkan murid, dan mengatur kebutuhan sumberdaya yang mendukung proses pembelajaran

    Perempuan Multiperan: Peran Perempuan dalam Pengembangan Pendidikan

    Get PDF
    Perempuan dan perannya selalu menarik menjadi tema diskusi tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah hak asasi bagi setiap manusia. Banyak pintu-pintu kesempatan yang terbuka lebar untuk laki-laki, namun harus dibuka dengan keras oleh perempuan. Bahkan perempuan masih dianggap lemah dan belum berdaya. Atas dasar itu perempuan selalu khawatir mengambil peran dalam berbagai bidang salah satunya pendidikan. Seharusnya perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan yang sama untuk mengambil peran dalam kemajuan pendidikan. Maka penting merawat edukasi kesetaraan gender, supaya semua pihak memahami makna kesetaraan gender tidak hanya persamaan hak dan kewajiban yang terpaku pada perbedaan biologis saja

    Aktualisasi Supervisi Artistik dalam Manajemen Pendidikan Islam

    Get PDF
    The success of Islamic education is a joint effort of Islamic educational institutions, government and society. One of the supporting factors for the achievement of educational goals is good management of educational institutions. Supervision is one of the functions of education management. Artistic supervision as a form of supervision of educational institutions functions to provide assistance to teachers in the form of direction and guidance for improving the learning process. The implementation of artistic supervision needs to be maximized in Islamic educational institutions, so that it is not incidental. The purpose of this study is to analyze artistic supervision in Islamic education management. The research method used is literature study. Data were collected through documentation which was then analyzed descriptively. The results of the research found that the actualization stages of artistic supervision in Islamic education management include planning, implementing, and evaluating based on Islamic values that are sourced from the Al Quran and Hadith; supervision is a collaboration of the principal, supervisors, expert supervisors, and external supervisors. Supervision can be carried out individually or in groups. Implement and follow-up supervision that humanizes the relationship to support the achievement of the goals of Islamic education supervision

    Asesmen Formatif Untuk Mengetahui Capaian Belajar Murid

    Get PDF
    Pembelajaran jarak jauh sudah berjalan hampir dua tahun. Kerinduan pembelajaran tatap muka dan kekhawatiran akan capaian belajar murid selama pandemi dirasakan oleh berbagai pihak. Asesmen formatif adalah proses yang dilakukan pendidik dan murid melihat capaian belajar. Murid mendapatkan umpan balik yang berguna untuk menyesuaikan proses belajar. Tujuan dari asesmen formatif ini melihat sampai mana pemahaman murid, lalu hasil dari asesmen digunakan untuk memetakan pemahaman murid. Asesmen formatif berkaitan erat dengan pemberian umpan balik, berlangsungnya proses pembelajaran, dan memantau sejauh mana pemahaman murid. Maka, murid perlu memahami tujuan pembelajarannya terlebih dahulu sebelum proses belajar dimulai

    IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA AKADEMIK GURU DI MTSN 6 BLITAR

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Implementasi Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Membangun Budaya Akademik Guru di MTsN 6 Blitar” ini ditulis oleh Aulia Nurul Ilmi, NIM. 126207212058, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Bu Evy Ramadina, S.Pd.I., M.Pd. Kata Kunci: Supervisi Akademik Kepala Madrasah, Budaya Akademik Guru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala madrasah sebagai supervisor akademik dalam membangun budaya akademik guru. Budaya akademik guru tidak hanya terbentuk dari aktivitas pembelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem pembinaan profesional yang dilakukan secara sistematis, reflektif, dan berkelanjutan. Supervisi akademik menjadi salah satu instrumen strategis dalam membina dan mengembangkan kualitas guru secara menyeluruh. MTsN 6 Blitar merupakan salah satu madrasah yang telah melaksanakan supervisi akademik secara terstruktur dalam rangka membangun budaya akademik yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi supervisi akademik kepala madrasah dalam membangun budaya akademik guru di MTsN 6 Blitar dengan fokus penelitian: 1) Bagaimana perencanaan program supervisi akademik dalam membangun budaya akademik guru di MTsN 6 Blitar?; 2) Bagaimana teknik supervisi akademik dalam membangun budaya akademik guru di MTsN 6 Blitar?; dan 3) Bagaimana evaluasi hasil supervisi akademik dalam membangun budaya akademik guru di MTsN 6 Blitar? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang diperoleh dari kepala madrasah, waka kurikulum, dan guru di MTsN 6 Blitar. Teknik analisis data menggunakan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Perencanaan supervisi akademik dilakukan melalui rapat koordinasi awal tahun ajaran bersama kepala madrasah, tim supervisi, dan guru, serta penyusunan jadwal supervisi berdasarkan kesediaan guru. Kegiatan ini menunjukkan adanya pendekatan kolaboratif dan partisipatif yang mengarah pada budaya akademik yang inklusif. 2) Teknik supervisi akademik dilakukan melalui pendekatan individual dan kelompok. Supervisi individual meliputi kunjungan kelas, observasi luar kelas, percakapan pribadi, intervisitation, dan self-assessment digital. Supervisi kelompok meliputi rapat guru, diskusi terbuka, studi kelompok, dan MGMP internal. Teknik ini membentuk komunitas belajar yang dinamis dan memperkuat refleksi kolektif antar guru. 3) Evaluasi hasil supervisi akademik dilakukan secara terbuka dan sistematis melalui rapat evaluasi dan forum diskusi pasca-supervisi. Dampaknya antara lain peningkatan partisipasi aktif guru dalam forum ilmiah, perbaikan administrasi pembelajaran, dan semangat mengikuti pengembangan profesional. Tindak lanjut dilakukan melalui pelatihan berbasis evaluasi, pendampingan, serta refleksi individu dan kolektif guna memastikan keberlanjutan mutu pembelajaran
    corecore