2 research outputs found

    ANALISIS PENGENDALIAN INTERN ATAS SISTEM PENGGAJIAN PEGAWAI TETAP PADA BALITJESTRO KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Savitri, Ernanda Dwi. 2010. Analisis Pengendalian Intern Atas Sistem Penggajian Pegawai Tetap Pada Balitjestro Kota Batu. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widi Astuti, S.E., Ak, M.Si.   Kata Kunci : Pengendalian Intern, Sistem, Penggajian   Pengendalian intern pada sistem penggajian diciptakan untuk mengarahkan operasi-operasi instansi pemerintah supaya dapat berjalan dengan baik. Kebijakan-kebijakan inilah yang mengarahkan operasi-operasi tersebut, meliputi tindakan korektif terhadap kelemahan-kelemahan yang ada serta penyesuaian kegiatan sejalan dengan standar-standar yang telah ditetapkan atau tujuan-tujuan yang dikehendaki sehingga tujuan praktik pengendalian intern pada sistem penggajian dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada. Data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah data-data yang berhubungan dengan proses penggajian instansi yang diperoleh selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Tujuannya adalah untuk menjelaskan sistem penggajian pegawai dan memahami kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam sistem tersebut serta pengendalian internnya. Metode pengumpulan data yang dilakukan antara lain (1) Studi Kepustakaan dan (2) Riset Lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil riset lapangan, menunjukkan bahwa sistem penggajian pegawai tetap pada Balitjestro terdiri dari 2 unsur berupa rangkaian prosedur dan fungsi-fungsi yang terlibat. Rangkaian prosedur tersebut meliputi prosedur pencatatan waktu hadir pegawai, prosedur pembuatan gaji pegawai dan prosedur pembayaran gaji pegawai. Sedangkan fungsi yang terlibat meliputi fungsi pencatatan, fungsi pembuat daftar gaji, fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Penerapan beberapa prosedur dan fungsi-fungsi yang terlibat sangat rentan oleh penyelewengan sehingga perlu diadakan tindakan pembaharuan guna terlaksananya praktik pengendalian intern yang sehat. Pada sistem penggajian Balitjestro masih terdapat 2 kelemahan. Pertama, tidak adanya pemisahan antara fungsi pembuat daftar gaji dan fungsi keuangan/pembayaran gaji. Kedua fungsi ini masih dikerjakan oleh satu orang saja sehingga perlu dilakukan restrukturisasi. Seharusnya fungsi pembuat daftar gaji dikerjakan oleh petugas bagian gaji sedangkan fungsi pembayaran gaji dikerjakan oleh bagian kasir. Kedua, kurang mutakhirnya prosedur pencatatan waktu hadir pegawai pada Kebun Percobaan. Proses pencatatan waktu hadir masih dilakukan secara manual dengan cara membubuhkan tanda tangan pada daftar hadir. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat diberikan saran antara lain (1) Melakukan restrukturisasi dengan memisahkan fungsi pembuat daftar gaji dan fungsi keuangan, (2) Melakukan pemutakhiran kembali mengenai prosedur pencatatan waktu hadir pegawai terutama yang terdapat di Kebun Percobaan, (3) Sebaiknya dibuat bagan alir agar lebih mudah dalam melaksanakan fungsi-fungsi yang terkait sehingga tercipta pengendalian intern yang baik.

    EFEKTIVITAS METODE LEARNING CELL DALAM PEMBELAJARAN DOKKAI TINGKAT 3 (PENELITIAN EKSPERIMEN TERHADAP MAHASISWA SEMESTER 6 DEPARTEMEN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA)

    No full text
    Dalam pembelajaran bahasa khususnya bahasa Jepang ada beberapa keterampilan yang harus dikuasai untuk menunjang kemampuan seseorang berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dalam pembelajaran Dokkai apabila salah satu dari keterampilan dasar tersebut tidak dikuasai maka pembelajaran akan mengalami kesulitan. Oleh sebab itu pembelajar jadi telat mencerna pembelajaran dan tentu saja hal ini dapat berpengaruh pada prestasi pembelajar itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan metode yang aktif dan efektif. Beranjak dari hal tersebut maka penulis ingin memberikan alternatif metode pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran Dokkai, yaitu Learning Cell. Metode Learning Cell merupakan salah satu metode pembelajaran kolaboratif yang mengedapkan keaktifan siswa baik di dalam maupun di luar kelas dan juga untuk melatih kecakapan siswa dalam membuat pertanyaan serta berdiskusi dengan teman sebaya untuk memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektivan metode Learning Cell dalam meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dalam pembelajaran Dokkai mahasiswa tingkat 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen murni. Instrumen yang digunakan yaitu tes dan angket. Populasi dalam peneltian ini adalah mahasiswa tingkat 3 semester 6 departemen pendidikan bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia. Adapun sampel penelitian ini berjumlah 40 orang mahasiswa kelas 6A sebagai kelas eksperimen dan kelas 6B sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata nilai gain mahasiswa dalam pembelajaran Dokkai setelah menggunakan metode Learning Cell yaitu 0,6695 dan termasuk dalam kategori efektif. Sementara itu berdasarkan hasil pengolahan angket dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Learning Cell pembelajaran Dokkai jadi lebih mudah dan mahasiswa lebih aktif dalam pembelajaran, serta hubungan sosial pun menjadi lebih baik. --- In the Japanese language learning in particular there are some skills that must be mastered to support a person’s ability to speak, which is listening skills, speaking, reading and writing. In Dokkai learning, if one of the basic skills are not mastered then it will have difficulty in learning. As a result learners will be so late to understand the learning and of course this can affect learner achievement. To overcome this, the existence of active and effective method is needed. Moving on from this, the author want to provide an alternative learning method to be applied in Dokkai, the method is Learning Cell. Learning Cell method is one method of collaborative learning that provide students activity both inside and outside classroom and also to train students to make inquiries and discussions with peers to solve problems. The purpose of this research is to determine the effectiveness Learning Cell methods for enhancing the ability of Japanese language learning in Dokkai for student in level 3. The method used in this research was purely experimental. The instruments used in this research are tests and questionnaires. The population in this research is the level 3 6th semester students of Japanese language education department of the University of Education Indonesia. The samples of this research were 40 students, as an experimental class are 6A class and 6B class as the control class. Based on the result of the study, the average score of students gain in learning Dokkai after using the Learning Cell is 0,6695 and this is included in the effective category. Based on the result, can be concluded that by using the Learning Cell learning Dokkai become so much easier and more students become active in class and their social relationships are even better
    corecore